Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Dendam Anak dari Pak Ridwan pada Mawar


__ADS_3

"Kriiiiing........................!


"Kriiiiing.........................!


Seorang lelaki berusia 41 tahun yang sedang santai duduk bersama lelaki yang usia nya terpaut 3 tahun di salah satu kafe yang tak jauh dari bangunan bertingkat bertuliskan RSUD rakyat itu, tiba tiba menatap kearah ponselnya yang dia simpan di samping minumannya itu.


"Hmmmmmmmm..." Kamaluddin.." Gumam lelaki tersebut langsung mengambil ponselnya dan mengangkat telepon tersebut.


"Halo....."


"Tuan Riyan, mohon maaf mengganggu waktu istirahat anda di siang ini.." Kata satu suara di seberang telepon.


"Kamaluddin... Santai aja, ada hal penting apa kau menelepon ku.." Riyan memberi isyarat pada lelaki di hadapannya untuk mendengarkan obrolan di dalam telepon.


"Terima Kasih Tuan.. Hasil intaian penyelidikan saya bersama dengan teman saya, bahwa Nona Amanda masuk dalam barisan Tuan Liu Smit yang telah aku selidiki bahwa dia pemilik perusahaan ARYANG FUTURE COMPANY GRUP..." Terang Kamaluddin menjelaskan semua informasi pada Riyan yang di tugaskan oleh nya untuk membuntuti Amanda yang pulang secara tiba tiba.


"Apa kau tahu alasan Amanda masuk dalam jajaran pemilik perusahaan nomor dua di Asia..?" Tanya Riyan.


"Menjawab anda Tuan Riyan.".


"Amanda masuk dalam interen Liu Smit, untuk membantu dan menyelidiki kasus hilangnya anak dari Liu Smit yang telah hilang selama sepuluh tahun, dan tujuan utamanya Amanda terjun dengan memberanikan diri menerima tawaran dari Liu Smit, semata mata hanya demi uang agar dia bisa membayar hutang pada Tuan Muda Laksa.." Terang Kamaluddin dalam sambungan telepon.


"Bodoh gadis itu.." Reflek Riyan berkata dengan perasaan tersentak kaget, ketika mendengarkan penuturan dari anak buahnya.


"Kamaluddin susupkan orang orang handal untuk menjadi pengawal bayangan buat Amanda, jangan sampai terjadi kenapa napa.." Perintah mutlak dari Riyan.

__ADS_1


"Siap Tuan menerima perintah dari anda.." Jawab Kamaluddin.


Obrolan telepon antara bawahan dan majikan pun selesai. Riyan langsung meletakkan kembali ponsel nya, Ia menatap serius pada lelaki di hadapannya.


"Fander aku ingin biodata perusahaan ARYANG FUTURE COMPANY GRUP secepatnya, kau selidik daya tempur perusahaan itu sangat detail dan langsung serahkan padaku.." Kata Riyan kepada lelaki di hadapannya yang bernama Fander.


"Siap Brow, kau akan menerima secepatnya, namun aku ingin tahu, kenapa kau begitu serius menyelidiki Amanda dan ada rasa takut terjadi apa apa pada Amanda..?" Tanya Fander.


"Aku dan kau serta yang lain nya, hanya seorang bawahan yang siap kapan saja menerima tugas dari sang pemberi perintah... Amanda sangat berarti bagi Tuan Muda Laksa, Ia memberi perintah pada ku, untuk melindungi Amanda karna ada sesuatu penting dalam diri Amanda.." Terang Riyan..


Fander bergeming, diam mencerna ucapan yang di jelaskan oleh Riyan.." Brow rahasia sebesar apa yang kau sembunyikan dari mereka berdua..?" Tanya Fander, bukan dari sekedar melindungi Amanda yang ada di pikiran lelaki berwarga negara inggris tersebut.


"Hehehehe.... Tak lama lagi sesuatu yang besar akan terjadi pada Tuan Besar Harsya dan Nyonya Besar Fatimah, dan di saat itu juga Organisasi Macan Putih maupun perusahaan ISMAIL FUTURE COMPANY GRUP akan bangkit kembali setelah belasan tahun terpuruk.." Terang Riyan seraya terkekeh.


"Wah...... Kalau begitu aku tak akan kembali ke negara inggris dan menunggu badai besar itu di negara ini bersama kau dan yang lainnya.." Fander di buat terkejut dan rasa penasaran yang amat tinggi.


#############


Sore belum hadir di hari itu, karna matahari masih menunjukkan kekuatan dengan sinar matahari yang masih terasa panas, namun adzan ashar sebentar lagi akan berkumandang di salah satu pinggir kota Jakarta.


Wanita anggun dengan rambut terurai panjang dan gincu yang tampak terlihat mengkilap keluar dari rumah sederhana berjalan kearah mobil yang sedari tadi sudah menunggu hampir lima menit lamanya.


"Cuih................" Seorang lelaki berusia 23 tahun meludah ketika melihat wanita itu keluar dari rumahnya.


"Ubed jangan kau tunjukkan kebencian mu kepada nya, bila kau masih sayang sama nyawa mu.." Kata lelaki setengah tua yang duduk di samping nya, sama hal nya menatap kearah wanita yang sedang berjalan ke arah mobil mewah Pajero Sport.

__ADS_1


"Aku tahu ayah, tapi balas dendam ku kepada wanita iblis bernama Mawar tak akan ku urungkan.." Pemuda bernama Ubed itu mengepalkan erat tangannya.


"Ayah tak setuju Nak... Sebaiknya ikhlas kan saja, ayah dan Pak RT beserta Bu Kulsum sudah mengikhlaskan dan tak menaruh dendam sedikit pun.." Terang lelaki setengah tua itu.


Sebelum kembali ke rumah bersama Kulsum dan RT, pak Ridwan pun menjelaskan semuanya pada anak pertamanya dengan apa yang terjadi karna semalam dia tidak pulang kerumah, tau tau pas pulang di anter oleh para Anggota Macan Putih.."


"Tapi Yah......" Ubed bener bener bimbang hatinya, seandainya Ia mengikuti arus nafsu dendamnya, pada Bu Mawar, yang ada dia akan mati dengan sia sia, namun bila dendam itu tidak di laksanakan, harga diri yang sudah di injak injak oleh wanita iblis tetangganya akan menghantui nya seumur hidup.."


"Anakku, Ubed, biarkan hukum alam yang bekerja, kita sekeluarga dan Pak RT serta Bu Kulsum, hanya bisa ikhlas dan menunggu akhir yang sempurna.." Petuah bijak di berikan pada Ubed dari Sang ayah.."


Ubed hanya mengangguk, Ia bangkit penuh dengan tekanan dari dalam hati dan pikirannya, petuah dan tak ada izin dari sang Ayah tak menetap dalam kalbunya.


"Ayah aku mau keluar..." Kata Ubed langsung pergi tak menunggu terlebih dahulu jawaban dari Ridwan.


Sedangkan Mawar sendiri sudah masuk ke dalam mobil, Ia menyadari tatapan dari Pak Ridwan dan anaknya yang menaruh benci terhadap nya, namun Ia sudah tertutup hati nya dan bahkan akan berencana menghabisi anak beserta keluarga Ridwan, tetangga nya itu.


"Jono... Ayo berangkat..." Titah Mawar setelah masuk dan duduk di kursi jok depan.


"Siap Tante.." Pemuda yang datang dari kampung di daerah Jawa Tengah itu dan di percayakan oleh Firza akan ilmu beladiri dan mempunyai ilmu yang di luar nalar itu kini sudah kembali lagi ke Jakarta dan langsung menjemput Mawar atas perintah dari Firza yang ada di daerah Bekasi.


Mobil Pajero Sport berwarna hitam pun berjalan menuju jalan aspal meninggalkan lelaki setengah tua yang sedari tadi memperhatikan nya.


Setelah mobil yang di tumpangi oleh Mawar keluar dari kampung nya, dan tak di sadari oleh Ridwan, bahwa anaknya sudah stambay bersama teman teman untuk memberi pelajaran pada Mawar."


"Brow.... Itu mobil yang di kendarai oleh wanita iblis itu, ayo jalan..." Ubed yang ada di dalam mobil Xenia langsung memberi perintah pada temannya untuk membunuh mobil Pajero Sport yang di tumpangi oleh Mawar.

__ADS_1


"Lest' go'......." Bed..." Temannya langsung menginjak pedal gas nya dan memasukkan kopling manual dan mobil pun mulai berjalan mengikuti mobil mewah tersebut.


Bersambung.


__ADS_2