Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Ujian Pertama Dari Kakek


__ADS_3

Dalam hening nya malam, tampak dua sosok sedang berhadapan langsung, siapa sangka dan duga sosok yang di hadapan seorang Pemuda tampan itu, bukan lah manusia, melainkan sosok yang hidup di alam tak kasat mata....


"Kek... Aku sudah memenuhi permintaan mu bertemu dengan adik seperguruan Kakek yang tinggal di padepokan Cimande.. Kata nya aku tak perlu belajar Ilmu beladiri dan kanuragan.." Terang Laksa.


"Wah masa sih Sa... Emang kau sudah jago dalam Ilmu beladiri atau adik seperguruan ku memberikan sebuah Pusaka..?" Tanya Kiayi Sepuh.


"Iya kalau jago nggk sih... Cuma untuk menghadapi sepuluh orang beladiri tingkat atas mah insyaallah Laksa gak mungkin kalah.." Puji dirinya sendiri.


"Ohk..... Begitu... Patut kakek uji ya kalau ucapan mu tak sesuai dengan kenyataan, tak kutuk kau jadi domba.." Ancam Kiayi Sepuh...


"Busyet.... Ini aki aki main ancam segala... Ayo kalau mau menguji Laksa mah.." Ucap nya menantang.


"Besok siang hari pukul sepuluh atau sebelas kau tunggu lah di jalan yang mengarah kepada rumah bibi mu di kediaman takokak... Ayah mu dan rombongan lain akan berangkat dari Jakarta pagi hari, keberangkatan nya sudah di tunggu oleh Genk Serigala Merah di sekitaran tempat itu... Kau buat lah mereka pelajaran matematika agar bisa berpikir keras mencari perhitungan dengan Ayah kandung mu.." Terang Kiayi Sepuh sekaligus memberi perintah.


"Ok siap takut.... Kira kira berapa orang yang akan mencegat mobil rombongan Ayah ku kek..?" Tanya Laksa..


"Apakah bibi Fatimah sudah mengetahui nya..?" Tanya lagi Laksa.


"Belum....... Perkiraan ada dua puluh orang Genk Serigala Merah yang di pimpin langsung oleh Jhon Koplak, yang tadi nya menjadi sekutu Ayah mu, tetapi setelah penyerangan terhadap menantu ku berhasil, dia kembali dan menjadi orang kepercayaan dari Firza sang ketua nya.." Terang Kiayi Sepuh..


Pemuda itu mengepalkan erat tangannya, esok perjalanan nya akan di mulai... Apakah tenggelam dengan kekalahan atau menang dalam pujian, sekaligus pertemuan langsung dengan sang Ayah kandung.!


Adzan awal berkumandang, pertemuan itu hampir satu jam lebih... Laksa bergegas turun dari Gunung Kencana.. Sedangkan sang Kakek pun melesat terbang ke alam tak kasat mata.. Kiayi Sepuh bisa di bilang Guru spritual dari Laksa..!


Hampir pukul 04 : 00 Wib.. Laksa sudah sampai di rumah baru nya.. Ia menyelinap bagaikan seorang ninja yang tak di ketahui dirinya sudah berada di kamarnya.. Dua penjaga pun tak tahu bahwa Sang Tuan Muda sudah kembali dengan mencari angin malam nya.


Setelah sampai di kamar lalu Ia buru buru untuk membersihkan seluruh badannya dan menunaikan kewajiban nya bagi seorang muslim yang taat, karna rasa capek dan belum tidur sama sekali... Laksa pun langsung tertidur di hamparan sajadah setelah selesai sholat subuh.


################


Mentari pagi sudah datang menyinari Bumi Pertiwi di kawasan perkampungan yang berada di pinggiran kota yang ciri khas makanan nya Tauco.

__ADS_1


Tampak di pagi hari ini cuaca begitu cerah di tambah aktivitas lalu lalang para warga yang tinggal di pinggiran kota itu, dengan membawa cangkul dan bakul untuk pergi ke ladang, sekedar untuk menandur atau pun membajak sawah.


Seorang wanita berusia 35 tahun beranak satu tampak sedang serius tatapan mata nya menatap kearah hamparan sawah yang begitu luas, seraya ponsel harga puluhan juta menempel di telinganya.


Hampir satu jam lebih Ia menelepon bersama kakak iparnya untuk memberitahukan rencana yang sudah di persiapkan oleh nya dengan matang.


Setelah selesai dengan obrolan di pagi hari itu.. Dan orang yang di telepon di sebrang sana, mengabarkan bahwa pemberangkatan nya menuju kampung Sang Adik iparnya tertunda dua jam..


Lalu Ia pun langsung menelepon keponakan nya yang sudah menempati rumah baru pemberian diri nya.


Telepon tersambung satu suara yang masih serak terdengar oleh nya..


"Sa.... Kamu baru bangun..?" Tanya Fatimah kepada keponakan yang ada di sebrang telepon.


"Iya... Bibi.. Tidur tadi sehabis sholat subuh.." Jawab Laksa.


"Emang malam kau bergadang di rumah sakit..?" Tanya Fatimah..


"Bibi juga sudah merasa dan kata suami bibi tadi subuh pulang dari pasar kecamatan, tampak beberapa orang yang tak di kenal sedang menunggu di jalan belokan yang mengarah ke rumah bibi.." Terang Fatimah.


"Hehehehe... Berarti ucapan kakek tidak bohong bibi... Baiklah kalau begitu dua jam lagi Laksa akan langsung menuju ke tempat dimana mereka berada.." Kata Laksa.


"Hmmmmmmm..." Jangan gegabah Sa... Mending tunggu orang orang dari Macan Putih datang dan biarkan mereka yang membereskan nya.." Pinta Fatimah cemas.


"Ohk... Tidak bibi.. Itu ujian yang di berikan oleh kakek kepada Laksa... Biar Laksa dan empat Srikandi yang membereskan nya.....!


"Tapi bibi khawatir Nak...." Kata Fatimah.!


"Tenang aja bibi... Percaya kan pada Laksa ya.." Pinta nya.


"Gimana ya...............

__ADS_1


"Ahk.. Bibi lama amat berpikir nya.. Pokoknya itu jangan ada orang Macan Putih atau pun orang orang yang setia kepada ayahku yang ikut campur.." Kata Laksa memaksa..


"Fatimah terdiam sesaat lalu Ia sepenuhnya percaya kepada keponakan nya itu.." Yaa udah terserah kamu tapi kamu hati hati ya..!


"Nah... Gitu dong bibi... Terima Kasih ya bibi mau percaya kepada Laksa.. Kalau begitu obrolan di pagi ini Laksa sudahi ya... Assalamualaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.." Ucap Laksa


"WaallAikum Salam Warohmatuullahi Wabarakatuh.." Jawab nya.. Panggilan pun berakhir.. Fatimah langsung berjalan masuk untuk menemui suaminya dan membicarakan apa yang akan terjadi nanti siang di jalan belokan itu.


####################


"Kriiiiing.........................!


"Kriiiiing...................


"Kriiiiing...............


"Halo selamat pagi menjelang siang Ketua..?" Tanya lelaki yang menjawab telepon masuk itu.


"Halo juga Jhon... Kau sudah di posisi tersebut..?" Tanya lelaki yang di sebut ketua itu.


"Menjawab anda ketua.!


"Posisi sudah berada di dua kilo menuju kediaman adik ipar sang target kita.. Saat ini sekitar satu jam lagi akan segera menyebar di sekitaran belokan jalan...!


"Bagus.. Jhon!


"Jhon ingat jangan sampai di kasih ampun... Satu kepala orang orang dari pemilik perusahaan saingan majikan itu bernilai seratus juta belum di tambah dua kepala Harsya dan Riyan yang bernilai miliaran rupiah.." Kata Ketua memberikan iming iming nya.


"Anda jangan khawatir dan percayakan tugas mudah ini kepada ku.... Nyawa Harsya dan Riyan bagian ku.." Kata Jhon dengan sombong dan kemungkinan akan berhasil.


"Bagus aku tunggu kabar baik dari mu.." Ucap Ketua lalu panggilan pun berakhir.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2