Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Ninja dan Dua puluh Anak buah Firza di babad abis


__ADS_3

"Bunda....................................!!


"Nenek...............................!!


Dewi dan Arsi berteriak histeris tapi tak berdaya ketika Fikri mulai memetik pelatuk pistol nya dan menembakkan kearah wanita tua yang tak tahu apa apa.


"Dorr.....................................!!


"Brreng................................."


Tampak terdengar suara benturan antara timah yang di tembakan oleh Fikri dengan barang yang terbuat dari baja yang datang melayang tiba tiba membuat arah tembakan itu tertahan dan tak mengenai wanita paruh baya hingga menimbulkan suara yang mampu memekakkan telinga yang mendengar nya."


"SERANG..." Teriak pemuda yang datang dari gelap nya jalan itu dan setelah kata itu keluar dari mulut nya secara lantang, para wanita yang berpakaian hitam serta memakai jilbab pun berkeluaran dari arah tak terduga bersama dengan lelaki muda dan orang orang berpakaian putih bergambar Macan Putih, jelas mereka para Ninja dan Anggota Genk Serigala Merah mengetahui nya.


Fikri terkejut begitu juga dengan pimpinan dan wakil para Ninja yaitu Nagatomo dan Yamamoto, ketika dari arah yang tak di sangka dan gelap nya malam empat yang kemungkinan terbesar seorang wanita mulai menyeruduk dan mencakar siapa saja ada di antara kerumunan itu.


Belum rasa terkejut itu hilang, dari arah kejauhan, beberapa busur panah yang telah di dominasi di ujung busurnya dengan racun mulai beterbangan kearah para Ninja dan beberapa Genk Serigala Merah.


Jerit pekik kini terdengar di mana mana walaupun perkelahian itu bisa di katakan unggul pihak para Ninja dan Anggota Genk Serigala Merah, tetapi karna sesuatu rencana yang matang di lakukan oleh Sang Pemulung hingga pihak pihak para pembunuh yang di tugaskan oleh pemilik perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP terdesak tak berdaya.


Awal nya mereka mengira tugas yang di berikan kepada mereka Para Ninja dengan di tambah nya lagi bantuan dari orang kepercayaan Firza dengan membawa dua puluh orang Anggota terbaiknya, akan terselesaikan dengan mulus tanpa hambatan yang berarti.


Tapi siapa sangka bukan hanya mereka bisa membunuh Nyonya Dewi dan Nyonya Indah beserta keluarganya, malah mereka di jebak oleh pemuda yang sempat tadi bertemu dan mengobrol sesaat tentang seputar barang rongsokan.

__ADS_1


Fikri yang merasakan ini sesuatu yang tak beres langsung melompat dan menyeret Arsi anak dari Nyonya Dewi yang sebelumnya sudah di amankan bersama Zahra dan wanita paruh baya itu, lalu menodongkan pistolnya kearah keningnya seraya berkata lantang..


"BERHENTI ATAU ANAK INI MATI..!!


Keempat Srikandi yang sedang terpokus melawan para Ninja yang sebagian telah tumbang akibat serangan brutal busur panah seketika berhenti dan menoleh kearah suara itu.


"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz....!


"Dewi Dewi ku teruskan jangan berhenti.." Teriak Laksa, seraya melemparkan sesuatu yang tepat mengenai sasaran tangan Fikri yang sedang memegang pistol.


"Tuan, aku kembalikan botol yang kamu kasih tadi kepada pemulung itu.." Laksa berkata sambil berlari dan...................


"Bughh.......................!!


"Begh.. Begh... Begh... Begh..... Begh.........!


Dua pukulan telak mengenai perut pemuda yang menodongkan pistol kearah gadis cantik itu hingga Ia langsung merasakan mual teramat sangat. Belum puas dengan dua pukulan itu lalu Laksa pun dengan secara membabi buta mulai menggunakan jurus andalan nya dengan menggunakan kaki nya menendang dengan keras kantong kemenyan milik Fikri hingga di pastikan garis keturunan tak bisa beroperasi lagi.


"Modar kau.. Tak guna kau hidup di dunia ini hanya untuk mengotori dunia saja.." Maki Laksa, kini tatapannya tertuju kepada dua warga negara asing yang tak lain Nagatomo dan Yamamoto.


Ketika Laksa sudah membereskan pemuda yang menjadi orang kepercayaan dari Sang Ketua Serigala Merah dan akan menyerang kearah pimpinan Para Ninja tersebut, tiba tiba langkah kaki secara beriringan dan suara tampak asing terdengar oleh Laksa.


"Berani sekali kau Tuan Nagatomo dan Yamamoto memasuki wilayah Macan Putih dan ingin membuat kekacauan di kota ini.." Kata satu suara keluar dari kegelapan dan berjalan kearahnya dengan di ikuti oleh orang orang yang mempunyai jabatan di perusahaan milik Tuan Besar Harsya.

__ADS_1


"Kau..... Kau.... Kau..... Fander..!?


"Mengapa..! Apakah kau terkejut melihat ku Nagatomo.?" Tanya orang yang di kenal dengan nama Fander itu.


"Huh... Kau jangan bangga karena orang orang licik mu bisa menjebak ku di sini dan menghabisi anak buah ku. Aku belum kalah dan aku menantang mu untuk mengadu nyawa di sini. Ayo jika kau bener bener jantan.."! Kata Nagatomo melayangkan tantangan nya.


"Hahahahaha.. Kau Nagatomo benar benar arogan. Nyawa sudah di ujung kerongkongan tapi kau masih saja berlagak seperti Satria Baja Hitam. Kau tak pantas untuk melawan ku, biarlah anak dari almarhum Ketua Macan Putih yang akan melawan mu.." Fander tertawa terbahak bahak dan menolak tantangan dari Nagatomo itu.


Saat ini Nagatomo dan Yamamoto tak punya pilihan lain jika dia kembali dengan selamat ke perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP sedangkan semua anak buahnya telah di bantai habis maka dia akan di kuliti habis habis oleh Firza dan Naga Saki Sempur juga tidak akan melepaskan keluarganya.


Lebih baik mereka berdua mencoba melawan dan mati di sini meninggalkan nama baik, untuk di kenang oleh Firza dan jajaran perusahaan tempat selama ini mereka berdua bernaung dari pada harus lari. Karena jika dia melakukan nya, sudah di pastikan istri beserta anaknya tidak akan di lepaskan oleh Naga Saki Sempur.


Lelaki yang baru datang bersama empat orang lain dari perusahaan besar di antaranya Ken dan Rex bersama Maman Tomat serta Iwan Kupluk bukan tak berani menerima tantangan dari Nagatomo atau Yamamoto, tapi Ia sudah berjanji kepada mendiang Ujang Suparman bahwa nanti yang akan mencabut nyawa Nagatomo itu harus anaknya yang kini ikut dalam perkelahian tersebut.


"Tuan Fander apakah kau takut dan malu bila kamu kalah dari ku, hingga tak berani menerima tantangan ku..?" Nagatomo bertanya dengan senyuman sinis.


"Hahahahahha, takut dan malu, anda ingin tahu kenapa aku menolak tantangan dari mu hah.." Fander mulai tersulut emosi nya.


"Kau masih ingat kan 19 tahun yang lalu, sosok lelaki kampung yang menjadi panutan bagi Seluruh Anggota Macan Putih Ujang Suparman namanya, bagaimana Ia mati mempertahankan harga dirinya untuk melindungi majikannya dari kejamnya pembantaian yang di lakukan oleh para Ninja di bawah naungan Naga Saki Sempur.. Saya masih ingat waktu itu ketika tarikan napas yang terakhir Ketua Organisasi Macan Putih berkata kepada ku.."


"Fander seandainya Anggota Macan Putih dan perusahaan Tuan Muda Harsya tak runtuh dan bercerai berai, tolong sampaikan kepada anakku bagaimana cara nya hidup yang lebih baik dan biarkan anakku berpikir keras untuk membalaskan dendam kematian ku kepada para para Ninja yang ada di bawah pimpinan Iblis Naga Saki Sempur.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2