Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Satu Komando Muhammad Laksa Ilham


__ADS_3

Satu unit mobil Honda city sport keluar dari area RSUD di ikuti dua mobil mewah yang berharga miliaran.


Di dalam mobil Honda city itu seorang pemuda dengan memakai kaos oblong dan celana jins itu menatap tajam kearah jalanan di malam itu.


"Dewi satu minta serlock lokasi pada Paman Riyan dan kabarkan bahwa aku bersama yang lain sudah berangkat.." Titah pemuda yang memegang peranan di kemudi setir mobil mewah tersebut.


"Baik Tuan Muda.." Jawab Dewi satu lalu membuka ponsel nya dan mengirim pesan sesuai permintaan Laksa.


Sedangkan di mobil belakang, seorang lelaki setengah tua duduk di samping supir berwarga negara inggris itu sibuk dengan dunia ponsel nya, hal serupa di lakukan oleh pihak musuh nya Anastasya, lelaki itu mengumpulkan orang orang dari Macan Putih untuk siaga membayangi perjalanan nya bersama Fatimah dan Laksa.


"Tuan Besar....." Kata supir itu.


"Ya! Ada apa Fander.." Jawab Harsya tak menoleh sibuk dengan ponsel nya.


"Apakah rencana yang di buat oleh Tuan Muda Laksa, yakin untuk menyelamatkan iblis bernama Firza..?" Tanya Supir yang bernama Fander itu.


"Entahlah, aku yang sebagai ayah hanya bisa mendukungnya, sebelumnya Fatimah dan Riyan begitu juga aku, sudah memberitahukan semua nya tentang kejam nya Firza membantai orang orang kita.." Kata Harsya berhenti sejenak lalu meneruskan lagi ucapan nya.


"Aku yakin anak itu punya rencana lain,.bukan semata mata ingin menyelamatkan Firza semata. Tapi ada hal besar di balik dirinya menyelamatkan iblis itu.."


"Yaa patut kita lihat kemampuan nya..." Fander pokus kedua matanya menatap kearah jalanan yang begitu lenggang di malam hari itu.


Setiap mobil yang di bawa oleh Muhammad Laksa Ilham, menemui perapatan jalan, Laksa memberikan klakson petanda orang orang yang bersiap di setiap Prapatan untuk ikut bergabung dalam lautan roda empat maupun roda dua, sudah tampak puluhan mobil mengiringi perjalanan Muhammad Laksa Ilham menuju sebuah serlock lokasi yang telah di berikan oleh Riyan Putra Pratama.


Satu jam lama nya, iring iringan mobil mewah pun sampai di jalan menuju ke lokasi Vila mewah dan satu persatu mobil mobil berbagai jenis dan tipe itu mulai memasuki halaman luas seribu meter tersebut.


Keempat Srikandi Padepokan Cimande turun bersamaan lalu membukakan pintu mobil yang di kendarai oleh Laksa, Harsya dan Fatimah.. Sementara puluhan Anggota Macan Putih berbaris rapi menyambut kedatangan mereka yang tampak Riyan, Bimo, Ken dan Rex berada di dalam barisan itu.

__ADS_1


Sungguh pemandangan yang begitu takjub, lautan manusia terpampang di area halaman Vila mewah itu menyambut Sang ahli waris perusahaan terbesar se-Asia.


Harsya dan Fatimah menatap keseluruh para anggota Macan Putih, jiwa kepimpinan nya timbul setelah 19 tahun redup, kini hadir kembali berkat hadir nya Muhammad Laksa Ilham anak kandung sekaligus keponakan Fatimah.


"Selamat datang Tuan Muda.." Gema suara menyambut kedatangan Laksa.."


Laksa menatap tajam dalam malam, lalu setelah satu menit berlalu tatapannya kearah Harsya dan Fatimah.. Senyuman dan anggukan diberikan kepada mereka berdua.


"Paman Riyan.." Kata Laksa berjalan kearah Riyan yang berdiri di depan lautan manusia Anggota Macan Putih.


"Siap Tuan Muda.." Jawab Riyan tegas dan berwibawa.'


"Atur Orang yang menjadi pemimpin dari macan putih untuk ikut dalam diskusi di dalam Vila... Sedangkan yang lainnya untuk berjaga dan tunggu komando dari saya setelah beres berdiskusi, karna malam ini mereka akan merasakan olahraga malam.." Kata Laksa memberi perintah.


"Siap Tuan Muda menerima perintah.." Riyan pun langsung membalikkan badannya dan memberikan perintah pada setiap pemimpin Organisasi Macan Putih.


Sedangkan di tempat lain, setelah iring iringan mobil yang di bawa oleh sang ahli waris perusahaan terbesar se-Asia itu, tiba dari vila mewah.. Hal serupa terjadi di pintu tol keluar Jagorawi, tampak di depan mobil mewah Marcedez Benz di ikuti oleh rombongan mobil mobil berbagai merek, menembus jalanan menuju jalan raya puncak Bogor.


Para pedagang kaki lima yang berjualan di baju jalan, menyaksikan dua penomena tak biasa nya, dalam kurun waktu beberapa menit saja, karna sebelumnya menyaksikan lautan kendaraan mengawal mobil Honda city, dan kini terlihat kembali Mobil Marcedez Benz di kawal oleh mobil mobil lain nya.


"Siapakah mereka? Apakah dua kekuatan besar di negri ini sedang mengadakan pertemuan di wilayah puncak.." Para pedagang kaki lima maupun yang lainnya sekedar berjalan jalan di sepi nya malam menyaksikan puluhan mobil mobil mewah melintas di jalan tersebut.


Dua lelaki yang menjadi andalan dari Genk Serigala Merah, yang di panggil bernama Black dan Jamil kini satu mobil bersama Nyonya Besar Anastasya, karna ada sesuatu untuk di bahas dalam perjalanan menuju puncak itu.


"Jamil... Apakah kau sudah mendapatkan informasi dari Firza..?" Tanya Anastasya.


"Sudah Nyonya, bahkan Firza mengatakan pada pesan wasttap, saya akan segera tiba di Vila pribadi anda terlebih dahulu..."

__ADS_1


"Hmmmmmmmmm''.... Berarti saat ini Firza sudah berada di vila saya..?" Tanya Anastasya.


"Belum ada kabar atau pun balasan kembali dari Firza Nyonya Besar.." Terang Jamil..."


"Biarkan saja, nanti setelah kita sampai di vila, saya ingin tahu apakah dia berkata akan sudah sampai di vila saya atau belum.." Anastasya tak mau ambil pusing, toh perjalanan kehidupan Firza akan segera mati dalam dekat ini.


Tujuan utamanya sekarang adalah mengumpulkan sisa Anggota Genk Serigala Merah yang setia dengannya dan mengikrarkan Bruno untuk menjadi bagian dari Serigala Merah bersama empat murid nya dengan jabatan jabatan yang sangat penting.


Ponsel Anastasya bergetar tanda pesan singkat di wasttap ada yang masuk.


"Dreet................................!


"Dreet................................!


"Nyonya Besar, target sedang berada di vila tak jauh dari puncak pas.. Saya Ray dan Andri bersama Imron menunggu perintah dari anda.."


Pesan dari anak buah Bruno terbaca oleh Anastasya dan langsung di balas oleh Anastasya.."


"Pantau sekitarnya, apakah Firza membawa sisa pasukan Genk Serigala Merah yang masih setia dengannya atau hanya mereka berdua.." Balas Anastasya.


"Baik Nyonya... Nanti saya kabarkan lagi secepatnya.." Pesan pun terkirim dan Anastasya langsung membacanya tanpa membalas pesan itu.


Anastasya tersenyum, lalu mengirim pesan pada para pengawal ke-tiga Paman nya, yaitu Simon Cowell, Kong Kong dan Naga Saki Sempur.. Sedangkan mereka bertiga masih berada di luar negri untuk mempersiapkan pasukannya itu.


Anastasya setelah di berikan mandat oleh ke-tiga petinggi perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP, untuk segera menghabisi Firza bersama keluarga nya, untuk menghilangkan duri yang ada dalam tubuh dua perusahaan besar itu.


"Hmmmmmmmmmm..! Firza sudah berada dalam genggaman ku.. Biarkan saja murid dari Eyang Genta yang membereskan nya.. Kita pokus pada tujuan utama segera pergi ke vila pribadi.." Ucap Anastasya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2