
Sore belum bisa di katakan datang di hari itu, karna sang matahari masih tampak terasa gerah dan berkeringat di tubuh orang orang yang memakai pakaian berjas hitam dan berdasi putih,
Hampir dua puluh orang berbadan tegap dan berotot di area rumah gubug reot tempat dimana para warga yang tak jauh dari tempat lelaki paruh baya itu tinggal, para warga dan penduduk sekitar menyebut atau memanggil nya dengan sebutan Eyang Genta, atau Abah Genta.
Entah apa yang sedang di bicarakan oleh Nyonya Besar Anastasya di dalam gubug itu bersama dengan dua pemuda berusia 25 tahunan itu, mereka semua tidak di bolehkan masuk dan hanya bisa berjaga di area yang penuh dengan pohon pohon besar.
"Eyang Genta, kalau boleh aku tahu, kenapa serangan yang kami lancarkan oleh Firza bisa kalah telak dan hampir puluhan anak buah Genk Serigala Merah serta para Ninja Ninja dari Paman Naga Saki Sempur bisa mati dengan sia sia.." Kata Lagi Anastasya menjelaskan maksud tujuan nya datang kesini.
"Kenapa Cucu ku bertanya itu dan apakah sudah tidak ada rasa percaya kepada ketiga Paman anda yang menjabat penuh perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP itu.?" Tanya lelaki paruh baya itu.
Anastasya tak bisa menjawab hanya diam, hingga Eyang Genta pun kini berkata lagi.
"Kalau untuk Ketua Genk Serigala Merah sekarang, memang ambisinya ingin menguasai dan berkuasa penuh atas apa yang sekarang anda miliki bersama ketiga Paman mu."
"Cucu Ku Anastasya, ada bagus nya, kau datang terlebih dahulu ke sini.. Eyang akan memberi tahukan tentang gejolak yang ada dalam interen perusahaan dan Organisasi yang kini di pegang oleh Firza.." Kata Lelaki paruh baya itu.
"Terima Kasih Eyang, bisa kah memberi tahukan apa yang akan terjadi ke depannya pada perusahaan dan organisasi saya.." Pinta Anastasya.
"Saat ini ketiga pimpinan perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk melancarkan aksinya menjatuhkan Firza dari jabatan Ketua dan bahkan akan membunuhnya beserta keluarganya.."
"Firza sendiri juga saat ini sedang mengobrol bersama Cicit saya Bruno di kota ini sebelum datang ke kampung siluman. Firza meminta bantuan kepada Cicit Eyang untuk membunuh ke-tiga petinggi perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP, karna rasa balas dendam dan kebencian hati nya.."
__ADS_1
"Ketika dua petinggi andalan Cucu ku ini berselisih, maka dengan ini pihak lawan dari mu, akan memanfaatkan momen tersebut dan tak akan di lama kan lagi, kamu bersama perusahaan Kobra Company Group atau pun Tri Future Company Group atau pun Genk Serigala Merah akan musnah di negara ini.." Kata Eyang Genta memberi tahukan menurut pandangan terawangan nya.
Wanita yang masih terlihat kecantikan nya di usia 40 tahun itu bergetar hebat dan keringat bercucuran, bila semua perkataan dari lelaki Tua di hadapan nya itu bener dan terbukti, Ia tak bisa membayangkan nya.
"Eyang apakah ada cara nya untuk mencegah semua ini..?" Tanya Anastasya.
"Ada.........." Singkat lelaki paruh baya itu menjawab pertanyaan dari Anastasya.
"Kalau boleh tahu Anastasya, apa yang harus di lakukan agar mencegah mereka saling berperang.." Pinta nya.
"Kamu dan Shintia jangan memihak satu sama lain.." Jawab Eyang Genta.
Jawaban yang di berikan oleh Eyang Genta tak memuaskan hati Anastasya, bila tak memihak salah satu dari mereka berdua, berarti peperangan itu akan terjadi.." pikir Anastasya.
"Apakah Eyang bisa, semua anggota Genk Serigala Merah sangat setia pada Firza..." Terang Anastasya memberi tahukan.
"Itu bisa di atur.. Percaya kan pada Eyang dan Bruno serta ke lima murid andalan Eyang.." Jawab nya.
"Bagaimana Cucu ku.." Eyang Genta menatap tajam Anastasya yang tampak terlihat bingung untuk mempercayai lelaki paruh baya itu. Namun ilmu dan kesaktiannya membuat ia harus mempercayai nya.
"Baiklah......... Mohon bantuan Eyang dan Cicit Eyang yaitu Tuan Bruno.." Ucap Anastasya."
__ADS_1
"Yaa! Cucu ku sebaiknya pulang dan kembali ke kota Jakarta, besok lusa ke lima murid dan Cicit ku akan datang bersama sepuluh orang yang langsung di didik oleh eyang dan mampu menumbangkan puluhan Anggota Genk Serigala Merah dalam duel tanpa senjata..
"Cucu ku hanya perlu menyiapkan tempat dan tempatkan mereka di setiap inti perusahaan Kobra Company Group atau pun Organisasi Genk Serigala Merah.." Terang Eyang Genta tak tanggung tanggung kini lelaki paruh baya itu akan kembali mengusik dunia luar dengan dukungan dua perusahaan besar dan satu organisasi gelap.
"Siap Eyang masalah itu, anda tak usah khawatir, kalau begitu Cucu mu ini undur diri dan akan langsung bermusyawarah bersama dengan Shintia.." Ucap Anastasya seraya mencium tangan nya,
"Iya Cucu ku silahkan.." Eyang Genta pun berdiri dan lagi dan lagi menghilang di hadapan Anastasya beserta Imron dan Karto.
Anastasya langsung terkejut dan mundur ke belakang, keringat kembali bercucuran.." Imron, Karto ayo kita keluar dan pergi dari sini.." Ucap nya gemetaran, membuat Karto dan Imron cekikikan dalam hati mereka masing masing.
####
"Bruno begitu lah ceritanya. Dan Uyut harap kau tidak membantu Firza akan masalah yang akan di hadapi nya, biarlah dia merasakan akibat dari perbuatannya yang telah berusaha di langgar syarat yang di berikan oleh mu.."
"Itu lah syarat yang aku berikan pada mu, untuk menguasai ilmu yang tadi aku tunjukkan.." Kata Eyang Genta.
Syarat yang di berikan oleh Uyut nya itu bukan hal yang mudah, namun begitu sulit untuk di terima, tetapi apa yang di katakan oleh Uyut nya itu cukup masuk akal, karna beberapa kali nasehat yang di berikan oleh dirinya pada sahabat nya itu selalu di langgar.
"Uyut apa kah ada alasan yang kuat selain dari insting dan penerawangan dari Uyut tentang Firza sahabat ku itu. Bila harus jujur saat ini, Aku memang sebelum sampai ke sini ketemu terlebih dahulu dengan Firza dan Ia pun meminta bantuan diriku untuk membunuh ke-tiga petinggi perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP yang saat ini katanya sudah berangkat ke negaranya masing masing..." Kata Bruno penuh kebingungan saat ini.
"Kau naik lah ke Gunung Siluman dan bertapa tiga hari tiga malam, apa yang Uyut katakan, semua nya akan terjawab saat kau selesai dengan meditasi di Gunung Siluman.." Titah Eyang Genta.
__ADS_1
"Siap Kek.. Bruno akan bertapa karena ini sangat penting dan menyangkut kepentingan diri pribadi ku."
"Bersambung.