
"Aku sudah melihatnya, tempat itu asing bagi diriku, dan mengingatkan tentang seorang guru ngaji membahas tempat hukuman bagi manusia manusia yang berbuat jahat.. Apakah itu yang di namakan dengan neraka.." Pemuda itu bertanya kembali kepada lelaki tersebut.
Senyuman nya menusuk kedalam kalbu penuh dengan ketenangan dan sejuk hawa nya, memancarkan aura yang ingin selalu bersama lelaki berjenggot putih itu.
"Anak muda. Jawaban mu tentang sebuah pertanyaan mu itu, suatu saat akan mengetahui nya setelah kamu kembali dari alam ini.. Aku akan membawa mu saat ini ke tempat dimana orang orang yang semasa hidupnya berbuat baik dan tidak keluar dari aturan agama.." Ucap lelaki berjenggot putih itu.
Pria berjenggot panjang dan berbaju putih masih menunggu jawaban dari pemuda itu dan kemudian mengajak pemuda itu berjalan ke arah kanan, setelah anggukan dari pemuda tanda setuju mengikuti nya.
Lambat laun udara yang ada di sekitarnya terasa semakin sejuk. Tercium aroma wangi yang sangat enak sekali dan belum pernah dirasakan pemuda itu sebelumnya.
Tiba-tiba kabut yang ada dihadapan mereka terurai secara ajaib. Tampaklah sebuah pemandangan indah yang sangat menakjubkan. Tampak rumah yang sangat bagus sekali dengan arsitektur yang unik dan belum pernah dilihatnya.
Setiap rumah memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda dengan dikelilingi taman-taman yang indah. Dan dihuni wanita cantik bak bidadari dengan pakaian indah dan senyuman yang menawan.
Wanita itu tersenyum dan menyapa pemuda itu."
"Suami ku, aku akan menunggu mu di sini, bila waktu nya sudah tiba.."
Jelas si pemuda langsung tersentak dan kaget bukan main.. Wanita yang begitu anggun dan cantik itu, menyapa dengan sapaan yang membuat dirinya berpikir keras dan menyangkal ketidakpercayaan apa yang baru saja dia lihat dan dengarkan.
"Nona cantik.. Bagaimana anda bisa memanggil saya dengan sebutan suami. Kenalan juga belum.. Sebelum Nona cantik bilang kepada saya dengan kata suami, kapan kita akad ijab kabul nya..?" Tanya Pemuda itu keheranan.
Wanita yang seperti bidadari itu, hanya tersenyum manis kepada pemuda yang bertanya itu." Suami ku. Aku adalah istri mu, di alam ini. Dan suatu saat kita akan bertemu kembali, bila suami ku, dalam perjalanan hidup di alam fana tidak keluar dari aturan yang di ajarkan oleh agama. Berbuat baiklah, saling mengasihi satu sama lain, berjalan kedepan tapi jangan lupa untuk menengok kebelakang.. Karna ketika kamu sudah menengok kebelakang dan tampak terlihat janda janda tua serta orang orang pakir miskin, maka dengan itu suamiku harus bisa membantu segala apa yang di perlukan oleh mereka.."
Setiap perjalanan di alam fana, jangan lupa, hilangkan sipat sombong angkuh Adiguna dan ingin di puji, karna sejati nya yang mempunyai sipat itu adalah sekutu nya para syetan dan tempatnya adalah neraka jahanam.
"Aku bersama bidadari bidadari lain menunggu di sini. Menunggu orang orang yang Sholeh dan Sholehah.." Terang wanita itu yang memperkenalkan dirinya bahwa sang bidadari.
__ADS_1
Sang pemuda itu hanyut dalam untaian kata dari wanita itu. Lalu lelaki tua berjenggot panjang itu membawa nya sambil menikmati jalan jalan suasana komplek yang indah. Pria tua tersebut juga menjelaskan tentang ganjaran bagi setiap muslim yang taat menjalankan perintah dari Tuhan nya.
Setelah menjelaskan panjang lebar, mereka kembali ke persimpangan jalan dan mengatakan kepada pemuda itu bahwa belum saatnya dia berada disini.
"Anak muda kita berpisah di sini.. Jalan lah kedepan dan jangan sesekali kau untuk menoleh ke belakang.. Ingat ketika kamu sudah merasakan lelah dalam perjalanan ke depan, di situ akan ada seseorang yang akan menuntun mu balik ke alam dimana saat itu kamu berada.
Pemuda itu membalikkan badannya dan mulai melangkah di hamparan luas nya Padang Pasir, hati nya bergejolak ingin menoleh ke belakang dan membantah ucapan dari lelaki berjenggot panjang itu, atau pun ingin mengetahui apa yang akan terjadi bila melihat ke belakang.
Pemuda itu terus berjalan setapak demi setapak, pikiran nya terbebani dengan apa yang telah di perlihatkan dan ucapan yang di berikan oleh lelaki berjenggot panjang itu dengan kata jangan menoleh ke belakang dan bila sudah lelah, akan ada seseorang yang menuntun jiwa nya untuk kembali di mana Ia berada.
"Ahkk...................!
"Bughh.................!
Pemuda itu seketika terjatuh dan parahnya nya lagi berguling dari atas meluncur ke bawah. Tak ada mahluk hidup di area itu pemuda itu terus berguling sampai tak berhenti di area datar dan tak sadarkan diri nya.
Cuaca di atas tak berbeda jauh dengan yang di alami ketika Ia berada di area Padang Pasir dan terasa lembab udaranya.
"Muhammad Laksa Ilham.. Bangun lah.. Cepat bangun lah.." Satu suara tampak terdengar kenal di telinga pemuda yang terbaring di atas Gunung itu.
"Kakek... Kakek Ihsan.." Gumam Laksa perlahan lahan bangkit dari tidurnya dan langsung mencari kesana kemari sosok suara yang sangat ia kenal itu.
Setelah pemuda itu berdiri dan mata nya kesana kemari mencari sosok yang Ia kenal, namun setelah beberapa menit tak kunjung di temukan, Laksa pun melangkah mulai menyusuri area Gunung itu, untuk mencari keberadaan Kakek nya itu.
"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz.................!!
Tiba tiba hembusan angin menerpa pundak pemuda itu dan..................!
__ADS_1
"Bleghh........................!
Sosok makhluk bertaring tajam dan berbulu lebat melompat tepat di hadapan Muhammad Laksa Ilham dengan sorot mata tajam seakan akan ingin melahap dirinya.
"Cucu ku.. Ujian mu di mulai, kalau kau bisa mengalahkan makhluk itu maka kau akan berjumpa dengan ku.." Lagi lagi suara tanpa wujud yang tak lain Kakek nya itu memberi perintah.
"Uhk.. Dasar Kakek tak punya otak main tatarucingan aja ni kerjaan.." Gumam Laksa dalam hati.
"Hiaat.......................!
Laksa mulai melakukan serangan tak berdasar, satu tangan nya Ia arah kan kepada makhluk itu......
"Grrrrrrhkkkk................"
Makhluk itu langsung menghilang dari Pemuda itu yang mengarahkan tinjuan nya itu pada tubuh makhluk berbulu lebat, dan tiba tiba, pemuda itu langsung terpental ketika sepakan keras mengarah punggung nya yang di sepak oleh makhluk itu setelah menghilang dan datang dari belakang.
"Bugh.......................!
"Wadaw.......................!
"Gelo siah makhluk jelek..." Rutuk Laksa dengan keadaan terpental akibat sepakan makhluk jelek tersebut.
Tak terima akibat sepakan itu dan mengacuhkan rasa sakit nya, Laksa pun langsung membalikkan badannya dengan cara jungkir balik, lalu..................
Ketika Laksa sudah berada di atas makhluk bertaring tajam itu, langsung tangan kanannya yang sudah mengepal erat di arahkan tepat pada ubun ubun kepalanya.
"Mati Kau........." Teriak Laksa seraya mengarahkan semua kekuatan nya.
__ADS_1
Bersambung.