
Di salah satu kamar VIP hotel berbintang malam ini tampak seorang pria sedang menikmati malam nya dengan seorang wanita yang menjadi kekasih gelapnya selama satu tahun ini.
Pria matang berusia 48 tahun itu tampak sedang terbaring dengan sesekali ******* ******* manja keluar dari mulutnya akibat gerakan gerakan liar yang di berikan oleh wanita berusia 29 tahun tersebut.
"Yess..... Ohk..... Noww..........!
"Acehhh............. Geboyy.........
"Tarikk....... Sisss.............!
Racauan demi racauan di keluarkan oleh pria matang itu menikmati surga dunia yang di berikan oleh wanita berstatus suami orang itu.
"Ahk............. Mawar stop........" Teriak Firza lalu bangkit dari berbaring nya dan langsung duduk memangku kekasihnya itu.
"Kenapa Sayangku, cinta ku..?" Tanya Mawar.
"Lava ku sudah mau keluar, sebaiknya kamu jangan dulu bergoyang, aku tak ingin keluar buru buru.." Kata Firza dengan nafas tak beraturan menahan rasa ngilu akibat permainan yang di berikan oleh kekasihnya itu.
"Tahan dong sayang... Goa milikku juga sudah tak tahan. Sebaiknya kita sama sama keluar bareng ya.." Mawar seketika langsung menggerakkan bokong milik nya dengan cepat sehingga Firza tak berdaya dan selanjutnya apa yang terjadi.................!
"Ahkkkkkkkkkkkkkkkk.........."
"Si... Sia..... Sial............. Nikmatttt................" Erang Firza menggelegar tumbang di atas ranjang dengan seribu kenikmatan yang melanda di setiap pori pori tubuh nya, keringat bercucuran dari tubuh nya menyusuri setiap kulit yang tampak terlihat sudah menua, tak lama beberapa detik Mawar pun menggeliat merasakan apa yang di rasakan oleh kekasihnya itu.
Perpaduan dua nafas yang tak beraturan tampak terdengar di telinga mereka masing masing, ukiran senyum penuh kenikmatan yang kini di rasakan oleh dua pasangan yang bukan suami istri itu sambil berpelukan mesra dengan kondisi bertelanjang bulat.
Hampir beberapa menit lamanya kedua pasangan itu menstabilkan nafas mereka masing-masing, tiba tiba terdengar ponsel Android bergetar lalu berdering memekakkan telinga mereka.
"Kriiiiing............ Kriiiiing............. Kriiiiing............."
"Sayang.... Lepaskan dong.. Ada telepon masuk.." Pinta Firza sesaat menoleh ke samping dan ponsel dirinya yang berdering.
"DIAM." Kata Mawar."
__ADS_1
"Gak usah di lepas, biar aku yang mengambil ponsel ayank... Goa ku masih berdenyut ngilu dan tak ingin cepat cepat di lepaskan begitu saja.." Kata lagi mawar.
Firza hanya pasrah, Ia juga merasakan apa yang di rasakan nya, Mawar pun langsung menggerakkan seluruh tubuh nya dengan memberi kode kepada kekasihnya untuk bergeser dan setelah itu ponsel yang ada di samping ranjang tepatnya di atas meja kecil pun telah di ambil lalu di berikan pada kekasihnya.
"Hmmmmmmmm... Yank Bruno yang menelepon mu nie." Gumam Mawar seraya memberikan ponselnya.
"Ssssssssssssssss..." Firza memberikan kode untuk tidak bersuara dengan telunjuk jari nya di simpan di bibirnya itu. Mawar pun mengangguk.
"Halo.. Brother..." Firza berkata setelah menggeser layar di ponsel nya itu.
"Tuan Firza mohon maaf tadi telepon mu gak ke angkat, lagi dalam perjalanan menuju kakek buyut ku.. Ada hal apakah kau menelepon ku.." Tanya satu suara dari sebrang telepon.
"Ahk... Brother santai aja kali gak harus minta maaf segala.. Posisi sekarang apakah kau sudah sampai di rumah kakek buyut mu, atau masih dalam perjalanan..?" Tanya Balik Firza dengan exfresi menggeliat karna jahilnya Mawar menggeol geolkan bokong nya.
"Belum Tuan, mungkin satu jam lagi sampai aku ke tempat Kakek buyut ku.. Ini posisi lagi istirahat dulu di res area, sekedar minum kopi bersama para bawahan.." Terang Bruno.
"Lanjut brother, istrahat, nanti kalau dah sampai kabari aja, ada sesuatu hal yang sangat penting untuk aku bahas dengan mu.." Kata Firza.
"Mungkin itu lebih baik brother.. Baik lah, aku sekarang berangkat kita bertemu di kampung siluman di rumah Kakek buyut mu brother.."
"Ok."
"Tuan, usahakan seorang diri saja berangkat kesini.." Kata Bruno mengingatkan nya.
"Siap..." Balas Firza singkat obrolan telepon pun berakhir."
"Kamu nakal ya... Di suruh diam eh, malah gutak gitek bokong mu itu, ingin lanjut ronde kedua hah..." Goda Firza kepada kekasihnya itu.
"Ayo siapa takut, aku masih belum puas yank... Ingin nambah lagi hehehe.." Jawab Mawar seraya terkekeh.."
"Tapi yank.... Aku harus pergi nemuin Bruno, ada sesuatu yang sangat penting untuk di bahas.." Keluh Firza. Jelas menemui sahabatnya lebih penting untuk perjalanan ke depannya menghadapi ke-tiga punggawa perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP tempat Ia selama ini bernaung.
Mawar memasang raut muka kecewa, gejolak birahinya sudah bangkit kembali, permainan pertama belum terpuaskan oleh kekasihnya itu, entah sejak kapan dirinya mempunyai nafsu se*x yang sangat menggebu gebu.
__ADS_1
"Cantik nya hilang deh kalau muka kamu itu cemberut.." Goda Firza, jelas Ia mengetahui sipat dan karakter kekasih gelapnya itu.
"Tau ahk.! Mawar memalingkan wajahnya.!
"Aku janji kalau urusan ku bersama sahabat ku selesai, kita akan berada di kamar selama satu Minggu lebih.. Dan aku sudah mempersiapkan untuk waktu kita berdua agar tidak ada yang menggangu atau pun leluasa untuk melakukan berbagai gaya sesuai permintaan mu.." Terang Firza mencoba menggoda kekasih nya.
"APA."
Singkat mawar membalas ucapan dari kekasihnya tanpa menoleh kearah wajah Firza.
"Aku sudah membeli apartemen dan satu buah mobil untuk mu sayang ku. Cintaku, pujaan hatiku..''
"Mana. Aku tak percaya ahk.." Mawar berkata cuek padahal dalam hatinya kegirangan.
"Yaa kamu nya minggir dulu atuh, surat dan kunci nya ada di mobil yang di parkir di hotel ini sayang ku.." Gemes Firza.
Menunjukkan exfresi yang masih kecewa, Mawar pun melepaskan tongkat yang terhubung dengan goa milik nya itu dengan kasar, hingga bunyi tak asing terdengar oleh nya dan ringisan suara nikmat dari Firza terdengar hingga Mawar pun tersenyum renyah dalam hati.
"Plokk..................."
"Awww.....................!
"Uhkk................. Awas loe sayang nanti aku balas hingga kau terkapar dan meminta ampun..." Kekeh Firza.
"Ayo siapa takut, akan ku ladeni mau berapa ronde pun.." Mawar berjalan menuju kamar mandi dengan berlenggak-lenggok memperlihatkan bongk*ahan pan*tat yang sangat menggair*ahkan..
"Sungguh sempurna ciptaan tuhan yang di berikan pada kekasih ku ini.." Firza manggut manggut memuji kecantikan dan postur tubuh kekasihnya itu.
Singkat cerita setelah mereka berdua melakukan aktivitas membersihkan seluruh badannya akibat pertempuran panas di atas ranjang. Mereka berdua pun keluar dari hotel menuju parkiran mobil.
"Yank... Aku berangkat duluan ya.. Ini mobil kamu dan kuncinya, dan yang ini kunci apartemen yang berada di kawasan Jakarta Selatan.. Nanti anak buah ku akan stambay di situ untuk memenuhi keperluan di apartemen yang baru aku beli.." Kata Firza menyerahkan apa yang di berikan kepada kekasihnya itu.
"Bersambung.
__ADS_1