Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Keberangkatan Harsya dan Riyan memenuhi permintaan Fatimah


__ADS_3

Di kota Jakarta yang ada di Mansion mewah, tampak tiga mobil mewah keluar dari gerbang itu, berbelok ke arah jalan utama..


Mobil Mewah Lamborghini Sian itu, yang di kemudikan oleh seorang Pria setengah tua dengan di iringi dua mobil lainnya membelah jalanan di siang itu menuju ke jalan tol Jagorawi.


Tujuan utamanya adalah menemui sang adik ipar yang mengungsi kan dirinya jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.. Sama hal nya dirinya, waktu itu setelah satu tahun berkabung Harsya pun ingin mengungsi ke pedesaan untuk sekedar menenangkan jiwa nya, akibat hancur dan hilangnya istri beserta anak yang masih dalam kandungan nya. Tapi tugas yang di berikan oleh sang Kakek yaitu Abdullah dengan mewariskan perusahaan nya, mau tak mau ia harus bertahan hidup di Jakarta dengan kenangan pait selama sembilan belas tahun lamanya.


Tepat sekarang sepuluh tahun meninggal nya sang pemilik padepokan Macan Putih sekaligus ayah mertua dari Tuan Muda Harsya... Kini Harsya pun bersama sahabat setia nya Riyan dan empat pengawal pergi menuju sebuah kampung yang di tempati oleh Fatimah.


"Brow.... Entah akan terjadi apa hari ini dan mungkin esok, dari semalam pikiran dan hatiku tak menentu, kadang gelisah terkadang senang bahagia.." Kata Harsya memecahkan keheningan di dalam mobil yang melaju itu.


"Mungkin hanya terbawa perasaan saja dirimu brother.." Jawab santai Riyan sahabat nya.


"Mungkin kali ya... Tapi biasanya insting dan hatiku tak pernah salah.." Ucap Harsya pandangan mata nya lurus ke depan.


"Semoga aja, di balik kegelisahan mu, awal titik mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya.." Jawab Riyan memberi dukungan moral.


"Amiin...... Mudah mudahan.. Apa yang aku pikirkan selama ini sesuai dengan harapan.." Kata Harsya nada nya sedikit berat.


"Ehk.... Brother .... Apakah Ken dan Rex serta Fander bersama keluarganya sudah berada di negara kita... Mereka bertiga yakin kan tidak akan sampai lupa dalam acara haol mertua ku..?" Tanya Harsya.


"Dia sudah ada di negara kita... Tadi subuh mendarat di bandara internasional Soekarno-Hatta.. Mungkin malam akan berangkat dan langsung menuju kediaman Syamsul.." Jawab Riyan.


"Bagus lah... Setelah acara selesai aku butuh mereka bertiga untuk memegang kendali perusahaan pusat.." Ucap Harsya..


"Maksud nya Brother..?" Tanya Riyan tak mengerti.


"Aku ingin mereka bertiga memegang kendali perusahaan pusat.. Sedangkan aku dan dirimu, akan pokus untuk mengikis kekuatan musuh dari luar dengan pura pura keluar dari urusan bisnis dan ingin hidup layaknya seorang manusia yang tak ada beban.." Terang Harsya.


"Jadi kau................ Kalimat nya terhenti... Saat Harsya mengangguk..

__ADS_1


Riyan mengerti Harsya akan melawan pihak musuh dari bawah, dengan cara berperang dengan strategi gerilya.


"Aku akan mendukungmu... Siapa aja yang akan kau ajak dalam rencana perang melawan pihak orang orang dari perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP..?" Tanya Riyan..


Mobil Mewah Lamborghini Sian pun berhenti sejenak, Harsya langsung menempelkan kartu E tol nya Ia tempelkan pada alat pembayaran dan langsung berjalan lagi ketika palang itu terbuka.


"Hanya kita berdua dan di bantu satu orang dari supir pribadi Fatimah, kata nya kemampuan nya di atas almarhum Ujang Suparman Ketua Macan Putih." Ucap Harsya.


"Patut untuk di lihat dan bertemu dengan nya.. Apakah yang dikatakan Fatimah sesuai dengan ucapan nya.." Terka Riyan.


"Yaa aku juga penasaran, karna rencana yang di buat oleh Fatimah, semua nya ide dari supir itu dan dia sendiri yang akan menjadi pemeran utamanya.." Terang Harsya.


"Menarik untuk di pantau... Kaya nya orang spesial bagi adik ipar mu.." Kata Riyan.


"Yaa.... Kita akan mengetahui nya nanti di acara haol mertua ku..." Ucap Harsya... Riyan pun membalas dengan anggukan.


################


"Kenapa anakku... Ada rahasia apa yang kamu sembunyikan dari Ayah dan Ibu mu ini..?" Tanya Nuri, rasa penasaran dari semalam sampai saat ini belum terjawab.


"Nanti ibu..... Nanti Laksa memohon untuk menjawab pertanyaan dari ibu setelah selesai nya acara haol yang akan di laksanakan di rumahnya Tuan Syamsul.." Kata Laksa... Ia bingung harus dari mana menceritakan nya.


"Janji ya........ Setelah acara itu selesai.." Ucap Nuri penuh penekanan.


"Iya.... Bu..........." Ucap Laksa membalas perkataan dari ibunya.


"Dan satu lagi tolong jelaskan ke-empat gadis yang kau bawa dari Padepokan Cimande.." Kata Nuri..


"Siap Bu semua nya... Pasti Laksa jelaskan.!! Nuri pun langsung mengangguk.!

__ADS_1


Sementara Ilham sendiri hanya terdiam, dalam hatinya Ia sudah mengetahui semuanya, biarlah nanti setelah semuanya selesai aku akan ikut menjelaskan semua nya.


"Ayah Ibu.... Laksa berangkat dulu, ya... Mau menemui majikan dan ini hari pertama Laksa kerja.." Ucap nya seraya berdiri dan mencium tangan kedua orang tua nya.


"Ohk.... Iya Sa.... Yang jujur ya jangan membuat masalah yang bisa menjerumuskan dirimu pada kesalahan terhadap majikan mu.." Pesan Nuri kepada anaknya.


"Siap Bu... Laksa akan mengingat nya..." Kata Laksa lalu berlalu pergi keluar dari rumah itu.


Sesampainya di luar halaman rumah.. Empat Srikandi yang di tugaskan oleh sang Kiayi untuk menjaga keselamatan Laksa sudah menunggu dan bersiap kemanapun Laksa melangkah..


"Tuan Muda.." Ucap mereka berempat dengan pakaian kebanggaan nya.


"Ayo kita berangkat, mereka sudah menunggu, persiapkan dan tunjukkan kepada ku, kemampuan kalian berempat.." Kata Laksa dengan tatapan mata yang tajam.


"Siap Tuan Muda..." Kata mereka serentak dan bersemangat.


#########


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam lamanya... Mobil Xenia yang di kendarai oleh Laksa dan keempat Srikandi itu.. Tiba di salah satu jalan parapatan yang empat kilo menuju kediaman rumah bibi Fatimah.


"D satu... Coba beli rokok dan minuman ke warung itu, untuk sekedar menunggu rombongan dari Tuan Besar yang mungkin tiga puluh menit lagi sampai ke jalan ini.." Kata.


"Siap Tuan Muda... Kalau boleh tahu rokok kesukaan nya apa Tuan.?" Tanya Dewi satu namanya..


"Rokok yang paling mahal di antara rokok lain... Jarang jarang kan saya bisa merokok yang mahal hehehe.." Jawab Laksa seraya terkekeh..


"Baik Tuan Muda....! D satu pun langsung keluar dari mobil dan menuju ke sebuah supermarket yang ada di Prapatan jalan penghubung Antara kabupaten Cianjur dan Sukabumi itu.


Di saat Dewi satu sedang di supermarket dan Laksa serta ketiga Srikandi lain menunggu di mobil yang terparkir di area itu... Tiga mobil mewah melintas dan Laksa pun menyadari bahwa itu orang yang di target kan oleh Serigala Merah.

__ADS_1


"Sial....... Mereka datang lebih cepat......" D satu ayo naik..." Teriak Laksa dari dalam mobil kepalanya nongol ke luar.


Bersambung.


__ADS_2