Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Rencana Laksa.


__ADS_3

Kembali ke beberapa jam yang lalu.


Setelah adu tanding sore itu antara Laksa dan Junaedi Suparman di halaman rumah panggung Fatimah yang ada di perkampungan, Sang Tuan Besar pun langsung membawa Laksa dan Junaedi serta empat Srikandi untuk mengobrol di ruangan khusus rumah panggung itu.


Sesampainya mereka di ruangan khusus yang biasa di pakai untuk bermusyawarah antara Fatimah dan para Anggota Macan Putih, bila ada sedikit kendala dalam organisasi tersebut.


Tampak minuman dengan kemasan gelas serta kopi pun telah tersedia, tak lupa beberapa makanan gorengan serta cemilan untuk menambah suasa obrolan pun tersedia di ruangan itu.


Harsya duduk bersama Riyan dan yang lainnya, diantara nya Fatimah, Laksa, Junaedi dan empat Srikandi yang di buat khusus untuk melindungi Tuan Muda Laksa.


"Laksa aku ingin tahu rencana seperti apa yang akan kau jalani untuk menyelamatkan Istri dari Paman Riyan dan Tante Indah..?" Harsya bertanya setelah tampak semua nya duduk secara melingkar di ruangan itu.


"Mohon Maaf Tuan Besar sebelum menjawab pertanyaan dari anda, apakah di bolehkan untuk menyeruput kopi terlebih dahulu dan menghisap satu dua hisapan rokok, hehehe.." Kata nya sambil terkekeh, candaan itu membuat Harsya mengangguk pelan tanda di iyakan permintaan anak nya.


"Uhk.... Anak ini." Dengus Fatimah.


"Seruput...... Ahhk.......... Nikmat mana yang kalian dusta kan..." Ucap Laksa setelah menyeruput kopi yang di hidangkan dan menghisap rokok yang telah Ia bakar.!


Melihat kenikmatan yang di rasa kan oleh Laksa, Riyan dan Harsya serta Junaedi pun, ingin merasakan nya, lalu ia pun menyeruput kopi serta membakar rokok milik mereka masing masing.


"Hehehehe..... Apa yang kau ucapkan memang nikmat Sa.." Ucap Riyan dan senyuman dari Harsya.!


"Ohk yaa jelas dong Paman..." Balas Laksa singkat.. Membuat Riyan dan Harsya tertawa renyah..!


"Sudah.... Sudah.... Sa, basa basi nya, ayo sekarang jelaskan rencana malam ini.." Pinta Fatimah. Laksa pun langsung mengangguk dan mulai menarik nafas nya dalam.


\*

__ADS_1


"Begini untuk memuluskan rencana yang ada dalam pikiran dan otak yang bercabang, aku ingin beberapa Anggota Macan Putih untuk membuang beberapa barang rongsokan di sekitaran tempat yang akan di jadikan penyekapan sekaligus pembantaian Istri Paman Riyan dan Tante Indah.." Laksa berkata setelah Fatimah meminta untuk segera memaparkan rencana nya.


"Untuk Apa..?" Tanya Harsya kebingungan, begitu juga dengan yang lainnya kebingungan dan rasa penasaran, tentang permintaan dari pemuda yang baru saja mengetahui siapa dia sebenarnya.


"Untuk mengetahui seberapa besar kekuatan pihak musuh yang ada daerah jalan itu.." Jawab Laksa.!


"Terus apa hubungannya dengan barang barang rongsokan yang di sebarkan oleh para Anggota Macan Putih..?" Kini Riyan yang bertanya.!


"Hehehehe, Tuan Besar dan Paman Riyan tahu kan, sebelum aku di suruh menjadi supir dari Nyonya Besar Fatimah, apakah pekerjaan ku.!


"Pemulung tampan, hahhahahah..." Tawa Fatimah.!


"Yaa aku akan berpura pura untuk memungut barang barang rongsokan di sekitaran itu dan mencari tahu dari titik mana saja mereka akan menggunakan siasat, apakah mereka secara berkelompok atau secara terpisah pisah.." Terang Laksa, memaparkan rencana pertama nya.


"Hmmmmmmmmm''...! Menarik.! Riyan bergumam sambil manggut-manggut saja.. Sedangkan Harsya dan Fatimah tersenyum seolah olah mengerti tentang rencana dari Laksa itu.


"Setelah semua di atur oleh Orang Macan Putih dengan apa yang aku rencanakan lalu selanjutnya, Paman Riyan untuk menghubungi Istri Paman dan Tante Indah.." Laksa berkata lalu terdiam sesaat sebelum melanjutkan perkataannya.


"Katakan kepada istri Paman dan Tante Indah untuk mengulur waktu dan jangan panik bila dalam perjalanan mereka di ikuti oleh pihak musuh serta usahakan untuk mencoba membawa pihak pihak musuh itu berhenti tepat dimana orang orang Macan Putih, membuang botol botol minuman dan Aqua berada.." Terang Laksa.


"Lalu apa lagi yang harus Paman sampaikan pada istri ku..?" Tanya Riyan.


"Bila Tante Dewi dan Tante Indah tercegat di lokasi yang telah di susun oleh ku, jangan panik dan coba untuk mengulur waktu, menunggu para pihak musuh berkumpul di titik itu.." Kata Laksa seraya menghisap rokok itu dalam dalam dan langsung mengeluarkan asap rokoknya.


"Ok Paman ngerti, tetapi bila Istri dan Tante Indah kenapa napa akibat mengulur waktu bagaimana..?" Tanya Riyan jelas Ia menghawatirkan Istri dan anak gadisnya itu.


"Yaa wajarlah Tante Dewi tergores dikit mah Paman, hehehe.." Kata Laksa acuh seraya terkekeh.!

__ADS_1


"Pletakk...........


"Aduh.......!! Paman.!


"Bocah setan, itu Tante mu, kamu ngomong seenak nya tergores sedikit hah.." Geram Riyan.!


"Hihihihihi.... Akhirnya kau kesal juga kan Kak Riyan, tingkah bocah sinting ini.." Ucap Fatimah tertawa geli.


"Hehehehe, ampun Paman, tidak ada jalan lain, hanya itu yang harus di lakukan oleh Tante Dewi dan Tante Indah.." Kekeh Laksa seraya memohon ampun.


"Adik junior, bisa kah lebih di jelaskan kenapa harus begitu alur rencana dari adik junior..?" Tanya Junaedi Suparman rasa penasaran yang ada dalam hatinya bergejolak.


"Baiklah aku jelaskan secara rinci.. Kenapa Tante Indah dan Dewi harus mengulur waktu, yang pertama aku ingin para Ninja itu berkumpul di titik itu, bila para Ninja tidak berkumpul akan susah untuk di hadapinya, semua tahu ahlinya para Ninja itu yaitu mereka menyerang dengan bersembunyi dengan senjata yang sangat mematikan nya. Yang Kedua aku ingin Kakak senior bersama para anggota terlatih di padepokan Macan Putih untuk bersembunyi di kejauhan dan siapkan alat panah untuk di tujukan kepada para Ninja yang ketika empat Srikandi datang untuk menyelamatkan Tante Indah dan Dewi serta keluarganya.." Kata Laksa menjelaskan semua rencana nya.


"Ingat Dewi Dewi ku yang paling cantik dan mempesona serta kakak senior sebelum keluar teriakan SERANG jangan dulu keluar dari persembunyiannya. Dan sebelum itu terjadi D 4 serta kakak senior jangan sampai lupa tak membawa ponsel.." Sambung Laksa.


"Kenapa harus membawa ponsel...?" Apa hubungannya..?" Tanya Junaedi.


"Baiklah Kakak senior bertanya dan mungkin D 4 juga penasaran dengan yang baru saja saya katakan kenapa harus membawa ponsel."


"Pertama D 4 akan berada di satu kilo meter sebelum sampai di lokasi pembantaian dengan menginformasikan serta melaporkan kedatangan para Ninja yang membuntuti dua mobil serta para pengawal Tante Dewi dan Tante Indah kepada ku agar aku bersiap siap di titik yang tak jauh dari tempat tersebut.


"Kedua setelah mendapatkan laporan dari D 4, kakak senior siap siap menunggu kiriman pesan wasttap dari saya untuk segera bergerak dan siap dalam posisi para anggota nya.


"Ketiga setelah rencana apa yang aku tetapkan sesuai dengan pelaksanaan nya itu, kalian Dewi Dewi ku dan para Anggota Macan Putih yang di pimpin oleh kakak Junaedi Suparman, jangan tersentak kaget ketika Tante Dewi dan Indah dalam genggaman pihak musuh sedang dalam keadaan bahaya.." Terang Laksa.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2