Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Ancaman Mawar Kepada Dua pejabat


__ADS_3

"Sial, bajingan kau Kulsum, berani beraninya mencampuri urusan ku. " Batin Mawar bergejolak, marah kepada tetangga nya itu.


"Hehehehe....... Pak Ridwan dan Pak RT, sebaiknya nanti malam datang kesini lagi dengan para warga dan menunggu kedatangan suami saya.." Ucap Mawar sambil terkekeh.. Exfresi yang di tunjukkan oleh wanita berusia 29 tahun tak ada rasa takut walaupun apa yang di tuduhkan kepada dirinya itu memang sebuah kebenaran.


"Maaf Buk.. Mawar kenapa harus malam.. Apa tidak sekarang menjawab pertanyaan yang di amanah kan oleh warga.?" Kini Pak RT yang bertanya.


"Karna saya akan membuktikan kepada anda berdua dan para warga yang mencurigai pemuda yang tadi siang datang dan memeluk ku, akan datang kesini lagi, biarlah pemuda itu sendiri yang akan mengatakan nya, ada hubungan apa dengan saya dan suami saya.." Terang Bu Mawar menjelaskan kesalahpahaman ini.


"Ok.. Masalah pemuda itu kita samping kan dulu, tapi siapa lelaki ini yang sudah berapa kali selalu datang malam hari dan di saat itu suami anda sedang tidak ada..?" Tanya Pak Ridwan penuh penekanan..!


"Hahahahaha..... Hahahaha........ Hahaha. Jadi Pak Ridwan dan Pak RT menuduh saya sudah berselingkuh." Tawa Mawar terbahak bahak. Hal itu membuat RT dan Pak Ridwan di buat kesal dan marah


"Saya tak peduli dengan apa yang di lakukan oleh anda, mau berselingkuh atau menghianati kesucian rumah tangga anda Bu Mawar, tapi setidaknya perbuatan anda jangan sampai di lakukan di kampung ini.." Ucap RT, memberi masukan dan saran nya.


Firza yang sedang berdiri di dapur mendengarkan dengan seksama, apa yang tengah terjadi dalam obrolan di ruangan tamu itu, jelas terdengar sangat jelas di telinganya, bahwa posisi selingkuhan itu sedang terpojok.


"Pak RT, saya harap ucapan mu itu segera tarik, sebelum anda menyesal dengan apa yang telah keluar dari mulut anda.." Ancam Mawar..


"Hehehehe... Buk Mawar, saya tidak akan menarik ucapan yang keluar dari mulut saya ini, karna saya berkata sesuai dengan pakta dan bukti.." Kata RT seraya menyerahkan Poto Poto Buk Mawar yang tengah berpelukan mesra di area hotel.


"Buk Mawar anda mengancam kami berdua, sebelum itu terjadi. Aku akan menjebloskan kamu dan selingkuhan mu masuk kedalam jeruji besi dengan pasal perselingkuhan.." Kata RT lagi menatap tajam wanita itu yang sedang melihat lihat poto yang di berikan oleh RT.

__ADS_1


"Silahkan kalau Pak RT dan Pak Ridwan mampu menjebloskan ku dan lelaki yang kalian tuduh aku selingkuh.. Tetapi bila kenyataan tidak sesuai apa yang kalian dan para warga tuduhkan kepada saya, maka dengan berat hati saya akan melaporkan balik dengan pasal pencemaran nama baik.." Terang Mawar membalas penekanan yang di berikan oleh kedua pejabat di kampung tempat Ia tinggal.


"Cuih.... Laga mu Buk Mawar.. Kaya punya koneksi kuat aja dalam jajaran hukum di negara ini.." Kesal Pak RT.


"Kita lihat aja nanti Pak, sebaiknya kalian berdua keluar dari rumah ini.." Ucap Mawar mengusir halus Pak RT dan Pak Ridwan.


"Hahahhahahahahha..... Baiklah kami akan keluar saat ini juga.. Ingat baik baik, Buk Mawar akan menyesal tentang apa yang telah anda perbuat dan berani mengusir kami berdua, sangat di sayangkan tadinya saya dan Pak Ridwan ingin bermusyawarah dan bicara baik baik untuk mengingatkan anda agar kembali ke jalan yang semestinya kamu dan suami serta anak mu jalani.." Terang Pak RT lalu beranjak pergi bersama Pak Ridwan.


"Terima Kasih, tapi aku menolak nya, untuk urusan tentang apa yang aku jalani, sebaiknya kalian berdua bersama warga lainnya tak perlu ikut campur tentang hidup ku.." Mawar dengan angkuhnya berkata tanpa ada rasa salah sedikit pun.


Mereka berdua keluar dari rumah Mawar dengan perasaan penuh dengan amarah, terutama bagi RT yang hampir menjabat hampir sepuluh tahun itu menjadi Ketua RT di kampung yang terletak di pinggiran kota Jakarta, baru kali ini mendapatkan sebuah warga yang begitu sombong dan angkuh di posisi nya yang salah.


Setelah kepergian mereka berdua, Firza yang dari tadi hanya bisa berdiri di dalam dapur, akhirnya keluar dan langsung berkata kepada Mawar.


"Yaa... Aku percaya sama kamu yank.. Sebaiknya nanti kedepannya kalau kita akan bercinta lebih baik di luar kota, untuk menjaga keamanan buat kita kita.." Kata Mawar mengingatkan.


"Gampang bisa di atur, untuk saat ini yang terpenting adalah membereskan terlebih dahulu dua cucunguk itu, agar dirimu tenang.." Ucap Firza, lalu Ia mengambil ponsel yang berada di lemari televisi.


Firza langsung membuka aplikasi wasttap dan tak lama kemudian panggilan pun terhubung.."


"Halo.. Ketua, Bruno siap menerima tugas dari anda.." Satu suara tampak terdengar jelas di telinga Firza dan Mawar karena posisi telepon terhubung dalam keadaan loadspeker.

__ADS_1


"Halo juga.. Bruno sekarang juga kau temui saya di Kafe bintang, ada tugas receh yang harus malam ini kau selesaikan dan aku ingin kamu jangan bilang tugas yang aku berikan itu dengan kata GAGAL..'' Ucap Firza dalam sambungan telepon.


"Siap Ketua... Saat ini juga saya meluncur ke lokasi Kafe Bintang.!


"Baik saya tunggu.." Firza berkata lalu panggilan pun di tutup.!


"Sayang kamu dengar sendiri kan, dua cucunguk itu akan habis malam ini.. Kamu malam ini jangan kemana mana, agar ketika kedua cucunguk itu mati, tak mencurigai kamu.." Kata Firza.


"Siap Yank... Aku percaya sama kamu..!


"Bagus, kalau begitu saya pergi dulu, dan ingat satu hal malam ini kamu jangan kemana mana.." Firza berlalu setelah berkata sekali lagi mengingatkan untuk Mawar agar jangan sampai keluar dari rumah nya.


#############


Sementara sore itu selepas adzan ashar berkumandang tepat nya. Di kampung tempat tinggal Fatimah putri dari almarhum Kiayi Sepuh, rentetan mobil mobil berbagai tipe dan merk berjejer rapi dan siap untuk berangkat, menunggu kata perintah dari Sang Ketua Macan Putih yang kini jiwa berperang sudah bangkit lagi di karenakan hadir nya orang yang selama ini cari.


Harsya Badzil Ismail Abdullah, keluar dari rumah milik adik iparnya bersama dengan Riyan dan Fatimah, tak lupa Laksa dan empat Srikandi beserta Dinda pun ikut melangkahkan kakinya berjalan menemui para Anggota Macan Putih yang baru tiba dan langsung membungkuk hormat kepada Ketua dari Organisasi tersebut.


"Siapa pimpinan ranting Organisasi Macan Putih di kota ini.." Teriak Harsya setelah berhadapan dengan puluhan orang yang memakai pakaian putih bergambar Macan.


Lelaki berusia 25 tahun maju dua langkah dan langsung membungkuk hormat kepada Harsya seraya berkata penuh hormat.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2