
............... Berapa perhari ada yang paling mewah..." Satu unit mobil Toyota Fortuner berhenti di sekitar jalan Puncak pas dan langsung bertanya pada seorang lelaki yang berprofesi sebagai Tukang Vila.
"lima juta satu hari pul, ada empat kamar plus kamar mandi di dalam serta kolam renang nya begitu luas...." Jawab lelaki setengah tua seraya membawa senter kecil.
"Ummmmmmmmm..." Jauh nggak tempat nya.." Tanya pengemudi mobil Fortuner itu.
"Tidak Tuan... Paling sepuluh menit menuju lokasi Vila itu.." Terang Tukang Vila.
"Tapi aman yaa..?" Tanya nya, memastikan.
"Saya jamin Tuan. Kondisi nya jauh dari perkampungan dan sangat pas untuk menikmati keindahan malam bersama sang kekasih.." Kata Tukang Vila menerangkan kondisi Vila yang akan di sewa oleh lelaki yang turun dari mobil Fortuner itu.
Lelaki dengan tato di lengan nya bergambar serigala itu berpikir keras, sangat cocok sekali kriteria Vila yang akan di sewa malam ini bersama dengan kekasih nya, di balik mendapatkan kesenangan menghajar habis habisan Mawar di tempat tidurnya, dia juga mendapatkan kesenangan lainnya dengan menghajar orang orang yang berada di mobil Xenia yang mengikuti nya.
Mobil yang membuntuti ku sama hal nya berhenti ketika mobil yang saya bawa berhenti, ini sudah jelas bahwa mereka yang ada dalam mobil itu mengincar diri ku atau Mawar.
Yang menjadi heran ku, si Jamil belum membalas pesan wasttap ketika kabar dari ku yang terbaru sudah di kirim ke ponsel dia... Awas saja Kau Jamil akan ku beri pelajaran kalau kau tidak sampai datang dan memenuhi perintah dariku yang notabene nya Ketua Genk Serigala Merah.
"Bagaimana Tuan Vila nya jadi.. Saya jamin Tuan akan cocok setelah melihat ke lokasi.." Kata Tukang Vila membuyarkan pikiran yang berkecamuk di dalam otak lelaki pengemudi mobil Fortuner itu.
"Ja.... Jadi.... Jadi......" Kata pengemudi itu terbata bata.
"Mari... Ikuti saya kita langsung menuju lokasi Vila yang akan di tempati oleh Tuan.." Tukang Vila itu tersenyum manis, untung besar malam ini, harga biasa kepada pemilik rumah cuma satu juta setengah.
"Silahkan..." Angguk pengemudi, lalu berjalan menuju mobilnya.
"Sayang..." Kata seorang wanita yang ada di dalam mobil ketika lelaki yang sudah tawar menawar masalah harga Vila itu masuk kembali ke mobilnya.
"Iya sayang ada apa...?" Tanya nya seraya memasukan gigi persneling lalu mobil pun berjalan mengikuti sepeda motor yang berjalan di depan.
__ADS_1
"Kata Jono.... Yang berada di belakang mobil yang membuntuti kita, kapan untuk di eksekusi...?"
"Tunggu instruksi dari saya sayang... Seandainya Jamil bersama lima puluh Anggota Genk Serigala Merah tak kesini dulu, langsung ke Vila Nyonya Besar Anastasya, barulah habisi, usahakan untuk tidak ada jejak dalam menghabisi nya.." Terang Firza lelaki mempunyai tato serigala merah di tangan dan dada nya.
"Yaa udah kalau begitu mah, aku langsung kasih tahu sama Jono.." Jawab Mawar.
"Iya sayang......" Singkat Firza membalas nya, lalu mobil pun berbelok mengikuti sepeda motor memasuki jalan desa.
Setelah sampai di lokasi Vila yang harga permalam Ia sewa sekitar lima jutaan itu, sepasang kekasih gelap itu turun dan pandangan menatap kearah jalan yang Ia lewati.
"Tuan.... Nona.... Mari kita masuk dan melihat lihat dalam Vila.." Ajak.. Tukang Vila... Langsung di balas oleh Firza dengan terkejut sesaat.
"Ohk... Ehk..... Iya mari Pak.."
#####
Sementara penguntit yang berada di mobil Xenia dari keberangkatan di kampung tempat Mawar tinggal sampai ke Bekasi dan kini berada di area bawah Puncak Pas, berada di parapatan jalan menuju Vila yang di sewa oleh mereka berdua.
Bagaimana pun, Ubed tak menganggap enteng pacar tetangga nya itu, karna menurut informasi dari Pak Ridwan dan Pak RT serta Bu Kulsum, bahwa Firza adalah Ketua dari Organisasi Serigala Merah.
Jelas bagi Ubed Ia membawa para preman preman jalanan atas instruksi dari teman minum nya itu. Dan tanpa imbalan yang penting bisa berpesta minuman keras dengan di temani cabe-cabean, para preman itu bersedia untuk membantu Ubed.
""Tay..... Gimana, teman lo dah pada berangkat belum..?" Tanya Ubed pada lelaki yang duduk di samping nya.
"Sudah Bed... Paling juga setengah jam lagi mereka tiba, lagian cuma dua orang yang akan kita habisi gak perlu manggil teman teman kita.." Kata lelaki yang di panggil Tay itu.
"Kau tidak tahu Tayimin, Ketua Serigala Merah.. Dia orang kejam dan tak mungkin bepergian tanpa ada pengawalan, biasanya mereka menjadi pengawal bayangan, wajar si Ubed meminta teman teman kita untuk ikut menghabisi nya, karna dia Ubed berpikiran sedia payung sebelum hujan..." Lelaki yang seumuran dengan Ubed memberi saran dan ikut berkomentar dari belakang jok mobil.
"Hahahaha....... Tuh yang ada di mobil Pajero yang ikut berhenti ketika mobil kita berhenti.." Kata lelaki bernama asli Tayimin seraya menunjuk kearah belakang mobil.
__ADS_1
"Yaa...... Mungkin dia sama seperti kita sedang memberikan informasi pada para Anggota Genk Serigala Merah untuk segera datang ke lokasi ini.." Terka Ubed dengan pandangan mata lurus ke depan, rasa dendam yang terselimuti di hati nya membara.
Tay, turun dari mobilnya, Ubed dan kedua temannya hanya bisa menatap tanpa mau bertanya.." Kalian tunggu di sini dan jangan melakukan apa apa.." Kedip Tay berjalan kearah mobil Pajero sport.
"Sialan dia nekad, waspada.." Ubed mengingatkan pada kedua teman nya yang duduk di belakang jok.
"Santai tak usah khawatir, dia mempunyai kemampuan.." Jawab satu dari mereka berdua yang ada di belakang jok Ubed.
"Uhkk.................."
"TERSERAH, KALIAN BERDUA, WASPADA SETIDAKNYA HARUS.."
"Yaa... Bed..." Kita perhatikan saja..." Sahut dari belakang mata nya menatap tajam ke depan.
"Tok.................!
"Tok...................!
Pemuda berusia 23 tahun mengetuk kaca mobil Pajero Sport. Di kejauhan teman temannya tak berkedip sedetik pun, memperhatikan nya.
"Apa.......?" Tanya dalam mobil Pajero Sport mungkin seumuran dengan Tay.
"Anda membuntuti saya.?" Tay menatap tajam kearah pemuda di dalam mobil itu.
"Hmmmmmmmmmm..." Bukan kau dan teman teman mu yang mengikuti ku, pertama kalinya menjemput Tante Mawar..?" Tanya balik pemuda dalam mobil itu.
"Yaa... Karna ada sedikit masalah dengan Tante mu.." Terang Tay menjelaskan nya.
"Ohk..... Begitu! Ya sudah bereskan saja sama Tante ku yang lagi di bawa sama pacarnya, saya hanya bertugas untuk mengantar jemput Tante saya."
__ADS_1
"Panggil saya Jono.... Urusan kau bersama teman teman mu, ada masalah dengan Tante Mawar, aku tak mau ikut campur..." Kata Jono seolah olah menyiratkan ketakutan pada Tayimin.
Bersambung.