
"Hai........ Tampan mau kemana? Sendiri aja nie? Mau main nggak..?" Tanya wanita muda berusia kurang lebih seumuran dengan Laksa.
"Hehehehe... Aku memang tampan gitu loh....!! Yaa kamu lihat sendiri, aku emang sendiri..." Kata Laksa menjawab pertanyaan wanita yang berdiri di bahu jalan itu.
"Main apa ya Bu... Masa malam malam begini main.." Sambung Laksa... Ia sejenak terpesona dengan senyuman manis yang keluar dari bibir nya itu.
"Hmmmmmmmm..." Pura pura tidak tahu atau emang kamu polos..?" Tanya Wanita itu, sedikit kesal dengan jawaban yang di dapatkan oleh nya..
"Yaa..... Emang aku lagi pura pura... Dan sungguh aku tak kusangka.. Malam begini di bahu jalan kau menawarkan kue apem itu, sayang seribu sayang.." Kata Laksa telak kata nya menyindir wanita tersebut.
"Itu urusan ku dan hak ku... Kau tidak perlu mencibir nya.. Aku hanya menawarkan saja ke kamu, bila tak mau tak usah ceramah di hadapan ku.." Kata wanita itu merasa tersinggung dengan perkataan Laksa..
"Iyaa... Itu memang hak mu. Dan urusan mu... Baiklah... Kalau kamu sudah berkata itu dan menawarkan nya kepada ku... Aku ingin mencoba nya... Kira kira berapa sekali main..?" Tanya Laksa..
"Lima juta pul sampai pagi..." Jawab wanita itu cuek..!
"Ohk.... May God... Apa saya tak salah dengar hah..." Kata Laksa tersentak kaget sesaat.
"Tidak salah dengar anda itu.. Emang pantas kali harga segitu untuk melepaskan keperawanan ku ini.." Kata nya tak mau kalah...
"Uhk..... Aku tak percaya kau masih perawan.!! Jangan jangan nanti pas aku coba, goa kamu itu sudah berlubang besar hehehehe..." Kata Laksa terkekeh.
"Aish........ Uhk kau.... Aku berani bersumpah dengan menyebut nama Tuhan, kalau aku bener bener perawan.. Dan perlu kamu tahu, aku memberanikan diri dengan menjadi Jablay, untuk biaya obat Ibu ku yang di rawat di rumah sakit ini.." Terang Wanita itu.
"Panggil aku Laksa..." Ucap nya seraya mengulurkan tangannya untuk meminta perkenalan itu.
"Amanda..." Jawabnya menyambut baik tangan dari sang pemuda yang berbincang bincang seputar kue apem.
"Kalau bener kamu menjadi Jablay untuk biaya berobat ibu mu yang kini sedang berada di rumah sakit.. Antar aku kesana.. Kau jangan khawatir masalah uang lima juta.." Pinta Laksa..
__ADS_1
"Apakah ucapan mu itu bisa aku pegang... Atau hanya ingin mencari simpati saja dari ku.." Kata Amanda ucapan nya penuh dengan kesombongan karna mempunyai wajah yang cantik..
"Kamu boleh percaya, setelah aku tiba di rumah sakit, melihat apakah bener ibu mu itu di rawat.. Jangan kan lima juta sepuluh juta pun akan ku berikan.." Kata Laksa serius dengan ucapannya.
"Baik..... Sebentar aku panggil dulu Tukang Ojeg, untuk mengantarkan kita ke rumah sakit yang berjarak lima kilo dari tempat ini.." Pinta Amanda.
"Silahkan........!!
Wanita itu pun berlalu dan menyebrang menuju sebuah pengemudi Ojeg.. Laksa memperhatikan dari kejauhan, pikiran nya berkata, apakah sudah benar atau hanya so so aja, membantu orang yang tak di kenal...!
"Ayo kita naik....." Ajak Amanda, membuyarkan lamunan dari Laksa, Ia tak menyadari bahwa wanita itu sudah berada di hadapannya dengan seorang Tukang Ojeg.
"Ehk.... Apakah hanya satu motor saja..?" Tanya Laksa..!
"Iyaa.. Gak pa-pa kan bila kita saling berdempetan duduk nya, lagian sayang kalau dua motor buang buang uang saja.." Terang Amanda.
"Sudah jangan banyak menggerutu..." Mang jalan ke rumah sakit rakyat yang ada di pusat kota.." Titah Amanda yang duduk di tengah jok motor.
"Baik Neng....." Kata Tukang Ojeg... Lalu motor pun melesat ke pusat kota di malam itu.
Lima belas menit kemudian Tukang Ojeg yang membawa penumpang secara berdempetan itu sampai di lobby rumah sakit yang cukup megah di kota Sukabumi... Amanda pun langsung membayar tukang ojeg itu dan langsung menarik secara paksa Laksa untuk melihat apa yang di ucapkan nya itu tidak bohong.
Sesampainya di ruangan inap pasien, tampak seorang lelaki berusia lima belas tahun dan seorang lelaki berusia 40 tahun sedang menunggui wanita berusia 39 tahun yang terbaring memakai selang infus.
"Ayah......" Ucap Amanda setelah masuk ke ruangan inaf itu.
"Anakku.... Kenapa malam malam begini datang kesini... Adik mu sama siapa di rumah.." Kata Lelaki yang Laksa tahu Ayah dari wanita yang menawarkan kue apem nya itu.
"Raisya di titipkan di rumah wa omah.. Bagaimana keadaan ibu Ayah.?" Tanya Amanda begitu cemas dan khawatir.
__ADS_1
Sejenak lelaki setengah tua itu menunduk, tampak guratan urat terlihat di wajah nya.
"Dokter tadi pukul delapan berkata.. Ibu mu harus segera di operasi dan ayah harus menyiapkan uang untuk biaya operasi kurang lebih sekitar dua ratus juta .. Ayah bingung Nak....
"Apa.......... Bagai di sambar petir di siang hari.. Amanda langsung lemas tubuhnya.. Jangan kan dua ratus juta, mencari uang lima juta dengan menjual keperawanan nya juga sulit....
Laksa yang tadi hanya berdiam diri saja mendengarkan obrolan mereka berdua seputar biaya operasi, hatinya terenyuh.. Lalu Ia buru buru langsung membangkitkan Amanda yang duduk di lantai.
"Bangunlah........ Pasti ada jalan keluarnya untuk biaya operasi ibu kamu.." Pinta Laksa.
Amanda pun bangun..... Ia langsung memeluk tubuh Laksa.. Sang Ayah berkerut kening dan bertanya tanya.." Siapakah pemuda itu..!
"Paman perkenalkan nama ku Muhammad Laksa Ilham.. Saya adalah pacar nya Amanda.." Ucap Laksa berbohong untuk di terima di hati Sang Ayah..
Amanda hanya tersenyum kecut dalam pelukan pemuda yang baru satu jam Ia kenal.... Ia pun langsung melepaskan pelukannya itu.
"Paman jangan khawatir dan cemas, tentang masalah biaya operasi Ibu nya Amanda... Itu menjadi tanggung jawab ku.. Yang perlu Paman selesaikan adalah tanda tangan setuju bahwa istri Paman untuk menjalani operasi ini.." Kata Laksa... Lalu mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang malam malam ini.
Amanda dan Ayah nya, begitu sang Adik yang terbangun karna suara keras dari Amanda hanya bisa menganga dan tak percaya dengan ucapan yang di katakan oleh pemuda yang baru saja datang.
Panggilan pun terhubung....." Halo..... Sa, ada apa malam malam kamu menelepon..?" Tanya seorang wanita di sebrang telepon..
"Halo juga Nyonya Besar... Mohon maaf kan Laksa karna mengganggu waktu istrahat Nyonya.." Kata Laksa dengan perkataan layak nya sang anak buah kepada majikannya.
"Iya gak pa-pa Sa.... Emang ada hal penting apa kamu menelepon malam ini.. Untung nya aku belum tidur.." Kata Wanita yang di panggil Nyonya Besar itu.
"Begini Nyonya Besar.. Laksa butuh bantuan dana dari Nyonya Besar Fatimah, untuk membayar biaya operasi Ibu dari pacar Laksa.. Sudi kah Nyonya meminjamkan dana sekitar dua ratus juta kepada ku.." Terang Laksa dalam sambungan telepon.
Bersambung.
__ADS_1