
Karna tak kunjung damai nya antara Laksa dan penjaga rumah yang di tugaskan oleh Nyonya Besar Fatimah... Mau tak mau Laksa pun mengalah dan dengan keadaan terpaksa kedua satpam itu hak secara jelas akan memanggil nya dengan sebutan Tuan Muda Laksa.
Kini Laksa dan Dinda sudah berada di ruangan keluarga bersama kedua Orang Tua nya masing masing.. Seribu pertanyaan akan di berikan oleh Nuri maupun Ilham atau pun Adik nya Alena, kepada Laksa tentang semua ini..
Beruntung nya ada nya Nyonya Lasmi dan Tuan Besar Syamsul maka pertanyaan itu, Ia simpan terlebih dahulu..!
"D 1 " D 2 dan D 3 serta D 4 julukan bagi Srikandi Padepokan Cimande yang di bawa oleh Laksa atas perintah dari sang pemilik Padepokan itu, kini sudah berdiri di hadapan Sang empu rumah.
"Untuk kalian berempat.. Kamu.... Kamu... Kamu... Kamu... Untuk sementara tinggal di sini bersama Kedua Orang Tua ku dan adik ku yang paling cantik dan sangat cantik hehehe.." Kata Laksa sambil terkekeh.
"Menerima perintah dari anda Tuan Muda Laksa.." Kata mereka berempat secara bersamaan dan membungkuk hormat.
"Bagus... Itu emang harus semestinya.. Alena antarkan ke empat Dewi Dewi ku untuk ke kamar atas.." Titah Laksa kepada adiknya.
"Uhk..... Laga nya kaya seorang pemimpin.." Ketus Alena..!
"Hehehehehe...... " Laksa hanya terkekeh!
Setelah pergi nya ke empat Srikandi yang di antar oleh Alena... Laksa pun langsung bertanya kepada Syamsul..
"Tuan Syamsul apakah semua nya sudah di posisikan sesuai kemampuan nya..!
"Menjawab anda Laksa..!
"Tuan Fander bersama dengan Tuan Ken dan Rex.. Ketiga nya mereka kemungkinan subuh ini sudah mendarat di negara kita dan langsung menuju sebuah lokasi yang sudah di tetapkan oleh Nyonya Besar Fatimah... Sedangkan untuk Tuan Besar Harsya dan sahabatnya Riyan. Mereka bersama rombongan perusahaan akan berangkat hari Sabtu dan langsung menetap di kampung takokak di kediaman rumah Nyonya Besar Fatimah.." Terang Syamsul memberikan penjelasan.
__ADS_1
"Bagus............. Lalu orang orang dari Macan Putih bagaimana.?" Orang orang dari Tuan Besar Suhardi, apakah setuju dengan rencana dari seorang bocah yang tidak tahu menahu tentang urusan perang..?" Tanya Laksa...
"Menjawab anda Laksa.!
"Berhubung dalam memberikan perkataan nya adalah Nyonya Besar Fatimah.. Maka dengan kata lain, mereka semua tak ada yang berani menolak.. Di tambah lagi kita ada bantuan kekuatan dari keluarga Ardana yang secara khusus suami istri itu datang untuk membantu menyerang balik orang orang yang sudah di persiapkan oleh Pemilik perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP.
"Apakah mereka berdua Tuan Gandi dan Nyonya Lestari Ardana..?" Tanya Laksa sesaat kening nya berkerut.
Syamsul mengangguk.." Iya..!!
"Satu lagi pertanyaan yang mengganjal dalam hati ku ini Tuan Syamsul...." Dimana kah titik tiga keluarga yang menjadi target Genk Serigala merah itu akan mengeksekusi..?" Tanya Laksa.. Ia bersama empat Srikandi akan mencoba mengikis kekuatan lawan untuk menghancurkan mental dari musuh nya itu.
"Untuk keluarga Indah yang akan datang dari pusat kota kecil yang bersebelahan dengan kota Sukabumi, kemungkinan Genk Serigala Merah itu akan menghadang nya tepat di jalan penghubung dua kabupaten yang tak lain satu kilo meter dari restoran yang kemarin kita makan.." Terang Syamsul..
Laksa diam sejenak lalu mengangguk..." Ya aku tahu lokasi di jalan itu berbelok dan sangat sepi.." Ucap Laksa.
"Kemungkinan sama hal nya, karna rumah dan tempat tinggal mereka berdua berada di kota yang sama.." Jawab Syamsul...
"Mantap berarti dua keluarga Nyonya Dewi dan Indah berada dalam genggaman ku... Mungkin yang terakhir keluarga Dirga yang harus berpikir keras, karna mereka akan menggunakan lajur Ciawi ke kota ini.." Kata Laksa sambil berkerut keningnya.
"Untuk urusan keluarga Dirga anda tidak usah khawatir, karna keberangkatan mereka akan di kawal oleh orang orang Tuan Besar Suhardi, walau bagaimana pun keselamatan Istri dari Tuan Dirga adalah anak bungsu dari Tuan Besar Suhardi yang tak lain Ariani..!
"Baiklah kalau begitu, itu lebih baik dan diriku menjadi tenang......" Ucap Laksa, lalu kedua matanya menatap kearah Nuri dan Ilham yang sedari tadi hanya mendengarkan nya saja....
Ilham selaku Orang Tua angkat nya, sudah menyadari dengan semua ini, bahwa Laksa sudah mengetahui siapa dirinya.. Berbeda dengan Nuri yang daya pikir nya belum sampai ke satu titik dimana anak nya bekerja menjadi supir Nyonya Besar Fatimah.. Dan semua fasilitas ini di dapatkan hanya dengan cuma cuma.
__ADS_1
Rencana yang di pinta oleh Laksa, sepenuhnya sudah di ACC oleh Fatimah dan orang orang nya... Bila rencana itu tak berbelok maka tepat hari esok pas malam Minggu Laksa bersama dengan ke empat Srikandi akan memulai pertarungan nya, dengan tujuannya yaitu menyelamatkan dua keluarga yang di jadikan target oleh Serigala Merah.
Setelah cukup obrolan di malam itu, Syamsul dan istrinya serta Dinda, pun undur diri untuk pamit, walau bagaimana pun dia akan menjadi Tuan rumah dalam acara haol kematian sang Ketua Organisasi Macan Putih yang setiap satu tahun sekali acara nya di rayakan..
Laksa melihat jam yang terpajang di dinding itu, tampak jarum jam menunjukkan pukul 22 : 00 Wib.. Ia pun langsung keluar dari rumahnya setelah berpamitan kepada Kedua Orang Tua nya... Sejenak oleh Nuri Ia tahan untuk tidak keluar dahulu, karna banyaknya pertanyaan tentang semua ini, yang mendadak jadi jutawan keluarganya itu.
Laksa menolak secara halus, untuk saat ini Ibu atau Ayah nya, belum saat nya tahu tentang semua ini... Nanti bila tugas sepenuhnya selesai, Ia akan memberitahukan semuanya kepada Kedua Orang Tua angkat nya itu.
"Pak satpam...." Tegur Laksa dari kejauhan, sang penjaga rumah itu buru buru datang menghampiri majikan nya.
"Siap Tuan Muda.. Ada yang perlu di bantu..!
"Hehehehe.... Aku mau keluar... Tolong jaga keluarga ku.." Kata Laksa memberi perintah.
"Baik Tuan Muda.. Itu sudah menjadi tugas saya.. Anda jangan khawatir.." Jawab salah satu dari kedua satpam itu.
"Ok.. Lah kalau begitu mah... Aku mau nyari angin dulu.." Ucap Laksa, lalu berjalan keluar menuju gerbang pagar rumahnya yang baru Ia tempati.
Langkah kaki yang tak punya tujuan dari seorang pemuda yang baru keluar dari rumah mewah itu, menyusuri jalanan di malam hari itu..
Dalam waktu singkat, Ia mampu mengubah segalanya dari hirup penuh tak berkecukupan menjadi hidup yang apa yang di inginkan Ia mampu membeli nya, akan tetapi di balik semua ini, Ia harus berusaha mengusir dan menjaga orang orang yang memberinya kecukupan itu.
Sesampainya di jalan prapatan yang mengarah ketiga jalan, tampak beberapa pengemudi Ojeg dan warung warung di pinggir jalan masih terbuka.
Mata Laksa tertuju kepada seorang wanita yang sedang berdiri di pinggir jalan... Laksa pun mencoba untuk berpura pura melewati jalan itu.
__ADS_1
Bersambung.