Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Interogasi Kasim kepada Amanda


__ADS_3

"Anakku Amanda Putri Lestari, ceritakan yang sebenarnya kepada ayah, tentang pemuda yang malam itu kamu bawa dan mengangkat derajat serta mempertaruhkan segalanya untuk keluarga kita.." Pinta Kasim kepada anaknya.


Seketika Amanda tersentak kaget dan tak percaya bahwa ayahnya akan meminta penjelasan dan keterangan tentang pemuda yang baru malam itu dia kenal, dalam hatinya bergejolak serta bingung harus dari mana menceritakan sosok Muhammad Laksa Ilham yang datang bagaikan Dewa.


"Siapa dia sebenarnya.?" Dimana tempat tinggalnya..?" Dan apakah dia sama seperti kita dari kalangan bawah status nya..?" Tanya Sang Ayah penuh penekanan.


Keringat bercucuran saat itu, ketika secara membabi buta Sang Ayah melontarkan pertanyaan yang dia sendiri pun tidak tahu asal usul pemuda tersebut.


"Apakah aku harus berterus-terang kepada ayah yang sebenarnya.." Batin Amanda bergejolak.


"Apakah Ayah akan marah dengan niat yang aku jalani, sebelum Kak Laksa datang dan mengulurkan tangannya untuk tidak meneruskan pekerjaan yang sangat di larang oleh agama dan akan merasa terhina bila keluarga dan para kerabat mengetahuinya.." Amanda bener bener di buat tak berdaya posisi saat ini.


"Ayah maafkan Amanda.." Air mata menetes begitu saja seiring kata maaf keluar dari bibir manisnya.!


"Maaf!! Untuk apa kamu meminta maaf? Apakah kamu telah berbuat kesalahan yang sangat patal..?" Coba Jelaskan kepada ayah Nak.." Kasim berkata penuh kebingungan tentang ucapan dari anaknya.


"Ayah maaf untuk sementara ini Amanda tak bisa menjelaskannya, selain posisi Ibu yang belum sepenuhnya pulih dan Kak Laksa masih sibuk dalam urusan pekerjaan nya, jadi Amanda bisa menjelaskan semuanya tentang pemuda itu.." Ucap nya menunduk Air matanya mengalir deras, hingga sang Ayah tak bisa memaksanya untuk saat ini.


"Baiklah Ayah mengerti Nak.." Ucap Kasim singkat, Amanda pun langsung mengangguk.


############

__ADS_1


Sementara siang itu pukul 02 setelah acara makan bersama Keluarga Besar Anggota Macan Putih di kediaman Nyonya Besar kedua yaitu Fatimah, di ruangan itu Harsya bersama Riyan dan Laksa serta Fatimah sedang pokus kedalam satu obrolan inti pertemuan mereka membahas keselamatan dua keluarga besar Dewi dan Indah yang akan berangkat dari kota kecil Cianjur Jawa Barat menuju kota Sukabumi tempat dimana haol Kiayi Sepuh di gelar.


Tadi Riyan yang mendapatkan informasi dari Istri nya yaitu Dewi salah satu tetangga dekat dan sekaligus sahabat Harsya menjelaskan bahwa dirinya dan Indah dalam intaian para Ninja yang kemungkinan di kirim oleh Naga Saki Sempur, salah satu petinggi perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP.


"Brother... Istri mu dan Indah, kapan akan berangkat dari rumah menuju kediaman Syamsul..?" Harsya bertanya kepada sahabat sejati nya.


"Pukul 08:00 Malam, Brow.." Jawab Riyan..!


"Apakah mereka dalam pengawalan Anggota Macan Putih, atau kamu punya rencana sendiri dengan tidak di kawal nya mereka dalam keberangkatan nya..?" Tanya Harsya, dengan exfresi wajah yang serius.


"Tadinya aku menyuruh Istri ku dan keluarga Indah tanpa ada pengawalan, tetapi setelah tadi istri ku, memberikan informasi tentang orang orang misterius yang kemungkinan besar mereka adalah anak buahnya Naga Saki Sempur, aku sudah menyuruh beberapa anggota Macan Putih untuk memberikan pengawalan khusus.." Terang Riyan.


"Hmmmmmmm... Mereka bener bener keterlaluan.. Apakah Naga Saki Sempur, Simon dan Mister Kong Kong menganggap kita semua adalah tikus yang di buru oleh seekor kucing.." Geram Fatimah..


Harsya dan Riyan begitu juga Fatimah langsung tersentak kaget dan tatapan matanya menatap kearah pemuda yang baru beberapa jam saja mengetahui jati diri nya bahwa Ia adalah sang pewaris perusahaan terbesar se-Asia.


"Apa yang kamu katakan, itu memang kenyataan nya Nak.. Ayah terlalu egois mementingkan perasaan sendiri, padahal ribuan orang mengharapkan pundaknya kepada ku.." Lirih Harsya menunduk meresapi semua apa yang selama ini dia jalani salah.


"Roda kehidupan selalu berputar, nggak selamanya ayah akan mengalami kesedihan. Seiring berjalannya waktu perasaan itu akan berubah menjadi kebalikannya, yakni kebahagiaan.


"Jangan pernah menyerah hanya karena mendapatkan satu atau dua kegagalan di kehidupan yang lalu. Untuk mencoba bangkit kembali Ayah perlu dorongan dan sebuah motivasi diri. Motivasi itu bisa di picu dengan hadir nya apa yang sedang Ayah harapkan.

__ADS_1


"Terima kasih telah datang ke dalam hidupku. Terima kasih telah membuatku tersenyum seperti orang gila. Terima kasih telah membuatku bahagia." Ayah janji mereka semua yang telah menghancurkan kehidupan dan memberi rasa takut kepada sahabat dan keluarga Ayah akan merasakan keputusasaan bahwa telah berani beraninya mengusik hidup seorang Tukang Ojeg Tampan.." Harsya berkata dengan wajah yang serius.


Kata kata motivasi yang di ucapkan oleh Laksa kepada Harsya, tujuan nya hanya untuk membakar gairah hidupnya yang hampir belasan tahun redup, sedangkan beban dan pundak nya memikul tanggung jawab yang besar, bukan dari sang anak saja yang memberikan semangat juang kepada Harsya, Riyan dan Fatimah pun ikut memberikan dorongan, tujuan nya yaitu agar apa yang dahulu di bangun bisa bangkit kembali.


Harsya terdiam sesaat merenung semua yang telah terjadi, hatinya penuh rasa penyesalan yang teramat dalam, kini perlahan bangkit seiring di pertemukan nya anak yang selama dia harapkan.


"Baiklah... Kita lanjutkan ke pembahasan inti nya.." Ucap Harsya seraya menatap ketiga orang yang ada di ruangan itu, Fatimah dan Riyan pun tersenyum dengan exfresi mata berkaca kaca.


"Adikku Fatimah, kau atur beberapa Anggota Macan Putih, untuk melumpuhkan para Ninja yang di kirim oleh Naga Saki Sempur untuk membantai kedua keluarga sahabat ku.." Titah Harsya.


"Siap Kak..." Fatimah menjawab dengan semangat empat lima..!


"Untuk Anakku, Pemuda Bertopeng Emas, kamu beserta empat Srikandi, bersiaga di jalan belokan yang perbatasan dua kabupaten, Ayah merasa dan mempunyai insting yang kuat bahwa Bibi Indah dan Bibi Dewi akan di bantai di jalan itu tepat malam ini.. Kamu tahu kan apa yang harus di lakukan.." Ucap Harsya kepada Muhammad Laksa Ilham anaknya itu.


"Hehehehe..... Aku tahu Yah.. Apa yang harus di lakukan, mereka akan menyesal karna di belakang perusahaan terbesar se-Asia ada sosok pemuda yang akan memberikan rumus pelajaran matematika.." Kekeh Harsya dengan kepalanya kedua tangannya yang begitu sangat erat.


"Pletakk...............!


"Wadaw..... Ahkk..... Bibi sakit.." Ringis Laksa.


"Rasain keponakan sinting, jangan jumawa dan menganggap enteng musuh ayahmu.." Ucap Fatimah mengingatkan nya.

__ADS_1


"Au... Ahk....... Tenang saja kok bibi, Laksa juga ngerti, hehehehehe..." Ucap nya seraya terkekeh.


Bersambung.


__ADS_2