Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Strategi Laksa.


__ADS_3

"Hahahaha dasar bocah sinting, hanya segitu permintaan mu keponakan ku, ahk citek segitu mah." Tawa Fatimah seraya menjentikkan jempolnya kepada Laksa.


"Anakku, sebaiknya kamu segera berangkat, selesaikan dulu tugas yang di perintahkan oleh Kiayi Sepuh, setelah semua tugas itu selesai, apa yang kamu mau ayah akan mengabulkan nya.." Kata Harsya seraya mengecup kening nya.


"Siap Ayah.. Janji ya yah.." Jawab Laksa, lalu berbalik dan berjalan menuju mobil Xenia setelah anggukan dari sang Ayah.


######


Satu unit mobil mewah X Fander Crros keluar dengan di ikuti dua mobil sedan dari salah satu rumah yang terbilang cukup megah di komplek kota kecil daerah Jawa Barat.


Di dalam mobil X Fander Crros tersebut, tampak wanita berusia 40 tahunan yang duduk di jok tengah, sedang asyik dengan smartphone nya, entah apa yang Ia ketik malam itu.


Sementara di samping duduk wanita yang di ketahui bernama Nyonya Dewi itu, seorang gadis berusia 17 tahun tak kalah asyik dengan smartphone yang di simpan dalam telinga nya, bercanda ria dengan arah suara dari sebrang telepon.


"Uhk... Ini anak dan Ibu, hobinya hampir sama, sibuk dengan dunia ponsel, mengacuhkan Orang Tua yang duduk di belakang.." Keluh wanita tua berusia 60 tahun itu.


Merasa kata kata dari wanita yang duduk di belakang jok menyindir ke dirinya, Dewi pun lalu menoleh tersenyum dan berkata.." Bunda aku lagi ngirim pesan sama Indah, mengabarkan aku udah berangkat dan untuk menunggu nya di perapatan sebrang pasar.


"Hehehehehe.... Dew. Apakah suami mu sudah di telepon. Dimana kah dia menunggu kedatangan mu..?" Tanya wanita tua yang tak lain bunda dari Dewi.


"Sudah Bunda... Suami ku, di rumah Nyonya Besar Fatimah bersama Tuan Besar Harsya, menunggu kedatangan keluarga lain, di antaranya, Tuan Ken dan Rex, malah Tuan Fander pun akan datang.." Terang Dewi menjelaskan kepada ibunya.


"Mungkin haol tahun ini akan ramai dengan kedatangan mereka dan hadir nya Tuan Besar ya.." Tebak wanita paruh baya itu.


"Iya Bunda.." Ucap nya singkat.!


"Pak di parapatan berhenti kita tunggu Indah dan keluarga nya.." Pinta Bu Dewi kepada supir nya.


"Baik Nyonya.." Supir itu langsung membalas dan mengangguk.


#######


"Target satu berhenti.


"Target satu berhenti.


"Di copy di copy.

__ADS_1


"Tuan Naga Tomo... Saat ini mobil target dan dua unit mobil pengawal Nyonya Dewi berhenti di jalan prapatan, apa kita langsung menyergap saja sekarang.


"Tunggu sampai mobil Nyonya Indah datang dan biarkan mereka jalan, sesuai instruksi dari pimpinan tepat di jalan belokan yang berbatasan dengan kota Sukabumi, baru kita bergerak.!


"Baik Tuan Naga Tomo..!


"Fikri masuk...


"Fikri masuk...


"Fikri di sini Tuan Naga Tomo..!


"Siap siap untuk segera memblokir jalan, target satu saat ini sedang menunggu target dua yang tak lama lagi akan segera sampai di lokasi. Tim di sini menghabisi para pengawal target satu dan target dua, sisa nya Genk Serigala Merah yang menyelesaikan.


"Siap Tuan Naga Tomo.!


"Yamamoto..... Yamamoto.....!


"Yamamoto di sini.... Yamamoto di sini....!


"Jaga komunikasi dengan para Ninja, jangan dulu bergerak sebelum sampai di lokasi yang telah di tetapkan oleh Tuan Firza.


Pembicaraan melalui interkom itu berakhir dan mereka yang terlibat dalam menjalankan misi yang di berikan oleh majikan Naga Saki Sempur telah bersiap sedia penuh.


#########


Seorang pemuda tampak berjalan sambil memikul sebuah karung goni yang berisikan barang barang bekas seperti botol plastik atau pun kaleng minuman.


Sesampainya di jalan belokan dan jalan itu tampak terlihat gelap gulita karna tak ada nya lampu penerawangan yang biasa ada di tengah jalan.


Entah mimpi apa kemarin malam bagi pemuda yang terus menerus dari satu kilo meter menuju jalan belokan itu, berserakan barang barang seperti botol plastik dan yang lainnya.


"Ahkh........ Rejeki tak akan kemana, ini botol Aqua dan kaleng minuman banyak amat.." Ucap nya penuh kesenangan.


"Mang...... Mang... Sini banyak nie bekas Aqua dan minuman kaleng.." Fikri memanggil tukang rongsokan itu ketika sampai di lokasi yang jalan nya begitu gelap.


"Siap Pak.. Rejeki malam ini bener telah berpihak kepada saya..." Kata pemulung yang di panggil Mamang itu menghampiri nya, tampak beberapa orang terlihat oleh pemulung itu.

__ADS_1


"Mang suka mulung di daerah sini atau baru pertama ke daerah ini..?" Fikri bertanya kepada pemulung itu.


"Tiap Malam Pak, dari pasar kecamatan sampai ke pasar kecamatan yang ada di perbatasan dua kabupaten ini.." Jawab pemulung itu sambil memasukkan botol botol yang berceceran di pinggir jalan aspal masuk kedalam karung goni.


"Ohk.... " Fikri mengangguk.!


"Emang kenapa ya Pak..?" Tanya pemulung itu.


"Nggak, cuma nanya doang kok. "Semua nya sudah di ambil Mang, botol botol kosong nya..?" Tanya Fikri menatap keseluruh area pinggiran jalan sudah tak tersedia lagi aqua maupun botol bekas minuman.


"Sudah Pak, makasih banyak, kalau begitu aku jalan lagi Pak mau melanjutkan ke daerah pasar Gekbrong.." Pamit pemulung itu.


"Sok Mang, mudah mudahan Nemu sebongkah berlian.." Ucap Fikri dengan nada tinggi karna si pemulung itu sudah berjalan agak jauh.


Kurasa sudah cukup jauh dari gelap nya jalan belokan yang akan di jadikan ajang pembantaian dua keluarga besar sahabat dari Harsya Badzil Ismail Abdullah, oleh pihak Ninja dan Anggota Genk Serigala Merah atas suruhan ketiga pemimpin perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP. Laksa pun langsung menaruh karung goni itu di pinggir jalan dan berganti pakaian serta memakai topeng berwarna emas.


###########


"Drett................... "Drett....................." Drett..............!!


Getaran ponsel milik pemulung itu bergetar, tanda ada pesan masuk ke ponsel miliknya.


"Tuan Muda dua mobil saling beriringan dengan di ikuti oleh empat unit mobil yang di yakini bahwa itu adalah para pengawal Nyonya Besar Dewi dan Nyonya Indah." Laksa membaca pesan dari salah satu empat Srikandi yang di tugaskan di sepanjang jalan raya.


"D 4 segera bergerak dan langsung beritahukan kepada tiga Srikandi lainnya, untuk segera menuju jalan belokan.. Tugas kalian berempat menyelamatkan dua keluarga sisa nya biar menjadi urusan saya.." Balas Laksa dalam pesan wasttap.


"Menerima Perintah Dari Anda.." Pesan Masuk dari D 4.


Setelah saling balas pesan dengan salah satu dari empat Srikandi, Laksa pun langsung mengirim pesan kepada Junaedi Suparman yang sudah di persiapkan untuk membantu menyelamatkan Dewi dan Indah beserta keluarganya.


"Kakak senior, ini Laksa.." Pesan wasttap terkirim.


"Siap Adik senior, kakak stambay bersama para anggota Macan Putih menerima perintah dari anda.." Balas Junaedi.


"Segera bergerak, dan siapkan beberapa ahli panah untuk membantu menyelamatkan Nyonya Dewi dan Indah ketika empat Srikandi Padepokan Cimande sudah bergerak.." Pesan wasttap dari Laksa terkirim.


"Siap dengan senang hati adik senior perintah dari anda akan kakak laksanakan." Jawab nya.!

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2