
"Kak.... Harsya.... Kak Riyan... Dan yang lainnya, ayo kita makan dulu.." Ucap Fatimah datang dari dapur bersama Dinda dan empat Srikandi membawakan beberapa hidangan nasi liwet di siang itu.
Penjelasan yang di berikan oleh Ilham dan Nuri sudah sepenuhnya jelas dan Muhammad Laksa Ilham adalah anak kandung dari pasangan suami-istri Harsya dan Halimah tanpa harus di cek DNA.
Hidangan pun sudah tertera di ruangan tengah rumah panggung di perkampungan dengan penduduk mayoritas para petani itu.
"Kak Harsya, untuk sementara ini identitas diri Laksa untuk di sembunyikan terlebih dahulu dan jangan sampai tersebar di kalangan musuh maupun Anggota Macan Putih atau pun para anak buah mu.." Ucap Fatimah sambil menyodorkan piring yang telah berisi nasi liwet.
"Iyaa Ayah.. Apa yang di katakan oleh bibi Fatimah, ada bener nya, karna aku ingin menyelesaikan tugas sampai akhir yang di berikan oleh Kakek.." Laksa ikut berkomentar.
"Anakku.... Boleh saja kamu menyembunyikan identitas diri kamu sebagai ahli waris perusahaan terbesar se-Asia, tapi gaya dan hidup mu, harus berubah dan jangan sampai di hina atau pun di lecehkan oleh orang lain.." Jawab Harsya, seraya mengambil lauk yang menjadi pendamping nasi liwet tersebut.
"Dan satu lagi.... Kau harus masuk ke salah satu universitas terbaik di negri ini..." Sambung Harsya. Membuat Laksa tersenyum dan mengangguk.
"Alhamdulillah.. Apa yang di harapkan oleh mu Sa.. Akhirnya bisa kuliah juga.. Ibu sangat bangga padamu.." Ucap Nuri..
"Iyaa.. Bunda..! Alhamdulillah, sempat Laksa Minggu kemarin bingung biaya untuk pendaftaran kuliah dari mana.. Setelah tahu bahwa Laksa mempunyai bibi dan ayah harta yang melimpah, yaa jangan di sia sia kan dong harus di pake kesempatan ni. Hahahahahaha..!
"Brow..... Sipat anakmu ini gak beda jauh sama dirimu, gak tahu malu hahahahaha.." Ledek Riyan...!
"Aish..... Kau Riyan..!
"Hahahaha beda lah Paman Riyan... Aku sama Ayah ku sangat berbeda... Ayah itu waktu muda katanya walau belum mengetahui bahwa dirinya mempunyai dunia dalam genggaman nya, banyak digandrungi cewek cewek cantik, sedangkan aku masih jomblo sampai saat ini.." Kilah Laksa.
"Masa sih.! Anakku.. Bukan kah kamu lagi dekat sama Non Dinda.." Tebak Nuri...!
Dinda yang terkena sindiran dan ucapan dari Bu Nuri seketika wajahnya memerah, jujur dalam hati nya, Ia bener bener sangat menyukai Laksa tetapi ungkapan hati nya belum terjawab setelah semua perasaan nya dia curahkan malam itu.
"Hehehehe.... Bunda bisa aja.." Balas Laksa yang tak bisa menjawabnya karna orang yang di katakan oleh sang ibu ada di samping dirinya.
__ADS_1
"Cie..... Cie....... Cie...... Wik wik ahkh... Sowet gitu lah.." Ledek Alena ketika piring yang sudah terisi nasi di berikan oleh Dinda kepada Laksa.
"Ihk.... Alena apa an sih..." Jawab Laksa seraya menerima piring dari Dinda dan berkata.."
"Makasih Din.."
"Iya Kak sama sama..!
"Sudah..... Sudah....... Ayo semua nya makan jangan ada yang mengobrol.." Pinta Ilham.. Kasihan dua pemeran utama antara Laksa dan Dinda wajah nya tegang dan memerah tuh.." Ilham berkata dengan senyuman kearah dua sejoli tersebut.
###########
"Telepon nggak ya..... Telepon nggak ya.....!!
Seorang wanita berusia 22 tahun yang sedang duduk di samping wanita setengah tua yang terbaring lemas karna telah selesai di operasi sambil memegang ponsel jadul dan secarik kertas bertuliskan nomor telepon. Wanita cantik itu di buat bingung oleh diri sendiri, apakah menghubungi nya sekarang atau nanti saja setelah Ibu nya di nyatakan sembuh dan di bolehkan pulang.
"Tut............. Tut............ Tut.............!
"Assalamualaikum... !
"Halo.. Sama siapa ini saya berbicara.." Jawab satu suara dari sebrang telepon.
Suara yang di kenali walaupun baru dua jam Ia mengenal dan bertemu malam itu, hingga nyawa sang Ibu bisa di selamatkan atas perantara dan biaya operasi dari pemuda yang tadi nya menawarkan keperawanan nya.
"Kak.... Ini saya Amanda... Terima Kasih.." Ucap Amanda. Dalam hatinya berdebar kencang dan hanya itu kata yang bisa dia ucapkan..!
"Sama sama, bagaimana kondisi ibu mu..?" Laksa bertanya dalam sambungan telepon nya.
"Alhamdulillah, Kak. Operasi berjalan lancar dan mungkin beberapa hari lagi Ibu sudah bisa pulang.! Apakah Kak Laksa malam ini sibuk..?" Tanya Amanda.
__ADS_1
"Malam ini sibuk, karna di beri tugas oleh majikan kakak.. Emang nya ada apa kamu tanya Kakak sibuk atau nggak.!
"Tadinya kalau kakak gak sibuk, Amanda mau bertemu dan mengucapkan rasa terima kasih.." Terang Amanda..!
"Ohk begitu... Lain kali aja ya bertemu nya setelah urusan Kakak selesai.." Pinta Laksa, jelas Ia akan menolak nya untuk bertemu karena sudah mengetahui niat dari wanita yang sedang menelpon nya itu. Selain menolak permintaan dari Amanda yang akan menjurus kepada permintaan tidur di hotel, ada yang lebih penting dari itu, yaitu menyelamatkan dua keluarga yang jelas jelas sudah dalam intaian para Ninja dan Anggota Genk Serigala Merah yang di bawa oleh Fikri.
"Iya Kak gak pa-pa kamu sibuk lah, tapi nanti setelah urusan kerjaan kakak sepenuhnya selesai, jangan lupa ya kabarin aku.. Dan ini nomor aku tolong di save.." Pinta Amanda.
"Siap, kalau begitu kita sudahi dulu ya obrolan telepon siang ini.." Kata Laksa dan jawaban pun tak lama di berikan oleh Amanda dengan kata Iya..!
Tampak exfresi yang terlihat dari wajah Amanda penuh dengan kebingungan, Ia berpikir keras dalam hatinya, kenapa masih ada manusia di dunia yang mempunyai hati seperti itu. Lamunan wanita itu buyar ketika seorang lelaki setengah tua masuk yang tak lain ayah dari Amanda menegurnya.
"Nak..... kenapa melamun..!
Tak kunjung mendapatkan sahutan dari sang Anak, Kasim nama ayah dari Amanda pun berjalan dan langsung menepuk nepuk tangannya.
"Amanda..... Ada apa..?" Tegur Kasim.
"Ehk.... Aya... Ayah.... Main ngagetin aja.." Jawab nya terbata bata.
"Uhk kamu Nak... Ayah dari tadi panggil panggil tak kunjung di jawab..! Mana adik mu di Sandi..?" Sang Ayah bertanya kepada Amanda, karna tadi sebelum pulang terlebih dahulu ke rumahnya di ruangan ini ada Sandi anak bungsu pasangan suami istri Kasim dan Jubaedah.
"Ehk itu Ayah Sandi, pergi ke kantin untuk makan, mungkin langsung shalat dhuhur.." Jawab Amanda.
"Terus kenapa kamu melamun..?" Tanya Sang Ayah.!
"Hehehehe, biasa Yah..." Kekeh Amanda, jelaslah Ia tak mau memberitahukan nya tentang apa yang sekarang di pikirkan oleh wanita cantik berusia 22 tahun itu.
"Hmmmmmmmmmmmmmmm..." Laksa kan pacar kamu yang sedang di lamun kan oleh mu.." Tebak Ayah nya, hal itu Amanda hanya menunduk.
__ADS_1
Bersambung.