Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Tewasnya Nagatomo.


__ADS_3

Laksa bangkit dan mulai menyuruh empat Srikandi serta Anggota Macan Putih untuk melakukan pembersihan dan Ia pun mengirim pesan kepada bibi Fatimah untuk mengabarkan bahwa misi ini telah selesai, karena pertarungan duel satu lawan satu tak sehebat tadi, kini Nagatomo sudah menjadi bulan bulanan pukulan yang di lepaskan oleh Junaedi.


Sampai pada titik dimana, Nagatomo sudah tak berdaya dan melakukan kesalahan dalam gerakan nya. Junaedi pun langsung mengarahkan tendangan keras nya kearah perut. Begitu Nagatomo tertunduk menahan mual terkena tendangan itu. Junaedi pun langsung melancarkan tusukan nya dari arah samping. Dan kode yang di berikan oleh Fander untuk segera menyudahi, di lakukan dengan apik oleh Junaedi, langsung menembus leher Nagatomo.


"Kau..... Kau..... Aku kalah......!


Hanya itu suara yang keluar dari bibir Nagatomo, lalu dia langsung ambruk ke tanah dan menggelepar gelepar seperti ayam lalu kemudian diam tak bergerak gerak lagi.


"Ketua Ujang Suparman, lihatlah.... Lihatlah, anak mu sungguh sangat hebat sama seperti diri mu, aku yakin di bawah komando Junaedi Suparman, Padepokan Macan Putih akan berjaya lagi seperti dulu.." Fander berteriak setelah menyaksikan pertarungan satu lawan satu itu.


"Tante Indah, Tante Dewi dan Paman Mulyadi, tugasku sudah selesai, ke empat Srikandi ku akan mengantar perjalanan anda menuju Tuan dan Nyonya Syamsul.." Laksa berkata sambil mencium tangan mereka tanda bakti yang muda kepada yang tua.


"Keponakan ku, apakah tidak sebaiknya kita sama sama menuju ke rumah Syamsul.." Ucap Dewi seraya mengelus ngelus rambutnya ketika Laksa mencium tangannya.


"Mohon Maaf Tante, Laksa masih ada yang harus di kerjakan..." Kata nya, lalu Ia mencium tangan Indah dan di teruskan kepada Mulyadi suaminya Indah.


"Yaa sudah kamu hati hati ya.." Dewi berkata tersenyum, seolah olah melihat Halimah ada di hadapannya.


Setelah rasa cukup berpamitan kepada mereka semua yang ikut andil dalam penyelamatan itu, Laksa pun langsung berjalan dan hilang di telan gelap nya malam, hanya satu tujuan bagi Laksa yaitu pergi menuju Gunung Kencana, untuk sekedar menenangkan hatinya dan bertemu dengan Sang Kakek, menceritakan semua yang terjadi hari ini dari awal bertemu nya dengan ayah dan orang orang hebat dalam barisan perusahaan milik sang Harsya Badzil Ismail Abdullah.


############


Pukul 00:00 Di daerah pinggiran kota Jakarta, tepat nya di salah satu kampung yang di tempati oleh seorang wanita bersuami dan beranak satu itu tinggal.

__ADS_1


Mawar sedari tadi tak bisa diam, karna hati dan pikiran nya berkecamuk, setelah mendapatkan kabar pesan wasttap dari Firza bahwa sebentar lagi akan ada beberapa orang untuk mengeksekusi Pa RT dan Pak Ridwan serta tetangga nya Bu Kulsum.


Gelisah wanita berusia 29 tahun itu, sudah terlihat oleh suaminya, dua jam lalu, tapi sang suami tak mau ambil pusing dan acuh dengan urusan yang di lakukan oleh istrinya.


Asep Sukardi suami dari Mawar Purnama sebenarnya sudah mengetahui sipat dan karakter dari istrinya yang telah berkhianat atas perkawinan nya itu. Tetapi Ia sudah berusaha menasehati nya, namun apa yang di dapat oleh nya, yang ada hanya hinaan dan cacian.


Kesabaran manusia kadang ada batasan nya, Asep yang terus menerus memendam rasa sakit hati terhadap istri nya yang terlalu menginjak injak harga dirinya serta berselingkuh di belakang nya, Asep pun bercerita panjang lebar kepada tetangga yang tak lain Bu kulsum, janda beranak satu yang di tinggal mati oleh sang suami.


Rasa iba dan prihatin, cerita dari Asep Sukardi, serta terbuktinya bahwa istrinya berkhianat di belakang suaminya, Kulsum pun memberikan masukan untuk di ajak nya bermusyawarah dengan RT dan sesepuh kampung.


Setelah semua keluh kesah dan bukti bukti tersebut mengarah kepada Mawar, telah berselingkuh di belakang suaminya, tadinya RT dan Pak Ridwan menolak untuk ikut campur urusan rumah tangga warganya, akan tetapi setelah di intai dalam waktu satu bulan, Buk Mawar semakin berani dan melakukan perzinahan itu di rumah nya sendiri ketika suami dan anaknya sedang tak ada di rumah.


Warga pun akhirnya geram, mendesak RT setempat dan sesepuh kampung untuk bertindak atau mengusir Mawar dari kampung nya, yang di takutkan warga akan azab yang menimpa nya. Karna di kampung tempat Mawar tinggal terbilang kampung yang sangat taat dalam beragama.


Harapan tidak sesuai dengan kenyataan itu lah ungkapan nya. Atau kah Mawar sudah tahu rencana dari suaminya, hal yang di tunggu tunggu pun tak terjadi, akhirnya esoknya RT dan Pak Ridwan pun bertamu ke rumah Mawar untuk Di ajak musyawarah. Tapi yang di dapat oleh RT dan Pak Ridwan, ancaman yang di dapat.


"Drett............................!!


"Drett.............................!!


"Drett..............................!!


Suara ponsel bergetar, mawar dengan gesit langsung mengambil nya, di sebuah meja, Ia pun langsung membuka pesan wasttap yang tampak terlihat nomor asing di atas ponselnya itu.

__ADS_1


"Selamat malam Buk Mawar, saya Bruno sahabat dari Tuan Firza, tugas yang di berikan oleh nya sepenuhnya sudah selesai, ketiga orang yang tengah berani mengusik hidup Buk Mawar sudah di amankan dan posisi nya saat ini berada di Vila kawasan puncak, bila Buk Mawar ingin melihat nya datang saja besok.." Pesan pun telah di baca dari nomor yang tak tertera dalam kontak telepon nya.


"Baik... Terima Kasih banyak, kirimkan saja alamat nya.." Balas Mawar.


"Itu sudah menjadi tugas saya.." Balas Bruno.


Tak lama beberapa menit pun Bruno langsung mengirimkan serlock lokasi ke ponsel Mawar. Mawar tersenyum jahat otak nya berputar, ingin melakukan yang lebih jahat lagi kepada mereka bertiga, terutama kepada tetangga nya, yang sok cari muka dan perhatian suaminya.


"Bener bener hebat orang yang di suruh oleh kesayangan ku itu, dia melakukan tugasnya, tanpa ada keributan di kampung, bagaimana bisa ya.." Ucap hati Mawar.


"Masa bodoh mau bagaimana cara nya, yang penting besok aku mau menemui nya dan akan ku buat mereka bertiga mati enggan hidup pun segan.." Ucap Mawar dengan kesendirian nya, lalu Ia pun melangkah masuk ke dalam kamarnya.


"Kamu belum tidur..?" Mawar sejenak tersentak kaget, lalu bertanya kepada suaminya ketika Ia sudah sampai dalam kamarnya.


"Belum aku menunggu mu dari tadi.." Jawab Asep..!


"Ada apa.." Mawar berkata dengan gelisah dan penasaran tidak biasa nya suaminya, atau jangan jangan dia mengetahui rencana ku.


"Duduklah terlebih dahulu atau kita di luar kamar saja, karna aku ingin mengobrol panjang lebar dengan mu.." Pinta Asep


"Sudah di sini saja..! Mawar menjawab dan langsung berjalan ke arah kasur.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2