Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Siapa Mereka berdua


__ADS_3

Seorang pemuda berdiri tegak menyapu keseluruh area yang begitu asing terlihat oleh dirinya. Hamparan luas Padang Pasir tak bertepi.


Tatapan nya kini beralih keatas langit yang nampak tertutup kabut tipis, karna matahari di wilayah pemuda itu berdiri tak mampu menembusnya. Sehingga suasana di Padang Pasir tersebut gelap gelap terang seperti pencahayaan.


Hati dan pikiran nya berkecamuk, apa yang di lihat di sekitar nya hanya ada deburan pasir dan awan tipis. Di Padang Pasir tersebut pemuda itu tak ada yang dia kenal dan kebingungan dengan apa yang di pakai oleh nya.


Pria muda berperawakan kurus tanpa kumis dan jenggot yang masih muda itu terlihat begitu tampan, hanya memakai baju putih mirip seperti memakai pakaian ihram yang di kenakan bagi orang yang sedang melaksanakan ibadah haji.


Wajahnya sangat teduh dan enak dipandang. Sorot matanya lembut, bersih, dan bersinar bagaikan kaca yang tembus pandang.


"Dimana aku..?" Tanya Pemuda itu kepada dirinya sendiri.!


Ketika dia mencoba menoleh ke kiri, dirinya sedikit terkejut karena melihat seorang pria bertubuh besar, dan berkulit hitam. Selain itu juga bermata besar dengan warna merah menyala seperti bara api neraka dan berpakaian jubah hitam dengan wajah yang sangat menyeramkan.


Pemuda berpakaian ihram itu mundur beberapa langkah ke belakang. Langkahnya terhenti ketika menyentuh sesuatu yang begitu lembut dan wangi, bak bunga kesturi.


"Hummmmmmmmm.." Wangi sekali.." Ucap pemuda itu sesaat terkejut dengan mahluk yang di lihat nya begitu menyeramkan.!


Ketika dia mencoba melihat ke belakang, kembali dia terkejut karena melihat sosok pria tua bertubuh besar, berkumis, dan janggut putih sepanjang dada.


Selain itu juga berpakaian serba putih dengan wajah yang sangat nyaman dipandang, berlawanan dengan pria yang dilihat sebelumnya.


Suasana masih hening, tidak ada percakapan diantara mereka bertiga. Anehnya, perasaan pemuda itu menjadi sedikit tenang setelah melihat pria tua berjanggut putih tersebut.

__ADS_1


Lalu kedua sosok pria besar misterius tersebut lalu dengan isyarat tangannya mengajak pemuda itu agar berjalan mengikutinya.


Bagai kerbau di cocok hidung, pemuda itu spontan mengikuti saja langkah kedua pria yang ada di samping kiri dan kanannya tersebut.


Setelah berjalan beberapa saat, sampailah ketiganya di sebuah jalan yang bercabang. Ketiganya lalu berhenti sesaat.


Pria yang bertubuh tegap yang berpakaian serba hitam mengajak pemuda itu untuk berbelok ke arah kiri.


"Kita mau kemana.?" Tanya pemuda itu kebingungan, jelas ia sangat ketakutan di ajak oleh lelaki berjubah dengan wajah yang sangat mengerikan.


Namun bukan Jawaban yang Ia dapatkan dari lelaki tua berjubah hitam itu, yang Ia dapatkan tatapan kedua matanya yang menyala, hingga seluruh tubuhnya menggigil ketakutan. Karna saking takut nya, ia langsung berlutut dengan keringat bercucuran.


Pemuda itu tidak bisa menolak kecuali hanya menurut saja dan mengikutinya beberapa saat kemudian udara terasa semakin panas.


Tiba-tiba kabut tipis yang ada di depan mereka terbuka lebar dan terlihatlah pemandangan tragis yang sangat memilukan dan belum pernah dilihat pemuda itu sebelumnya.


Tampak terlihat jelas orang yang sedang disiram timah panas yang mendidih, dan ada juga pria yang dipotong ***********. Ada wanita yang duburnya ditusuk besi panas, seperti orang yang sedang di sate. Suara teriakan minta tolong, tangisan, rintihan bercampur menjadi satu.


Pada intinya, suasana pemandangan yang terlihat begitu menyeramkan membuat pemuda itu menggigil ketakutan.


''Tempat apa ini. Dan kenapa mereka bisa di siksa sampai sedemikian rupa..?" Tanya Pemuda tampan nan rupawan itu.


"Hey Fulan bin Fulan.

__ADS_1


"Mereka semua adalah orang-orang yang ingkar dengan perintah Sang pencipta. Lihat lah oleh mu Fulan, orang orang yang di siram oleh timah yang mendidih, itu akibat semasa hidupnya selalu bersekutu dengan iblis dan menduakan Tuhan nya.


Pemuda itu langsung mengangguk lalu bertanya lagi. Wahai sang pemberi tahu. Tampak jelas oleh kedua mata ku, kenapa ******** pria itu di potong lalu Ia menjerit dan ******** nya utuh lagi lalu di potong lagi, bisakah anda memberitahukan kepada saya.." Pemuda dengan tatapan yang tak lepas kepada pria yang sedang di siksa melalui ******** nya.


"Fulan bin Fulan. Itu contoh para pria maupun wanita yang suka berzinah tanpa ada ikatan pernikahan yang sah menurut agamanya.." Jawab Lelaki berjubah hitam itu.


"Uhk.... Kenikmatan yang sesaat bagi para pelaku zinah dan mencuri hak yang bukan miliknya, mendapatkan siksaan yang sangat menyakitkan.." Gumam Pemuda itu dalam hati.


"Untung saja, waktu malam itu, seorang gadis yang sedang berdiri di pinggir jalan, untuk menawarkan kue apem nya kepada ku.. Tak aku laksanakan dan malahan aku langsung mengujinya dengan apa niatnya sampai harus melakukan perbuatan yang akan membuat dirinya sendiri rugi dalam keadaan besar." Kata pemuda itu.


"Fulan bin Fulan, seandainya malam itu kau menyetujui niat dari wanita itu dan melakukan hal yang sangat di benci oleh sang pencipta, maka kamu tak akan bisa melihat tentang hal ghaib kepada dirimu.." Terang lelaki berjilbab hitam itu seraya tersenyum, namun senyuman nya itu sungguh menakutkan.


"Hal ghaib.?" Tempat yang kini aku lihat hal Ghaib.." Pemuda itu berkerut keningnya mendengar penjelasan dari lelaki tua yang tampak aneh dengan kondisi pisik nya.


"Yaa Fulan.. Nanti setelah aku dan lelaki yang berbeda bentuk dan terlihat adem nan sejuk oleh mu, membawa ke suatu tempat yang akan membuat dirimu enggan untuk kembali ke alam mu.." Sang jubah hitam itu berkata yang membuat pemuda itu makin kebingungan.


Dia berpesan pada pemuda itu agar orang-orang tidak melakukan perbuatan buruk seperti orang yang tengah disiksa.


Setelah memberi penjelasan panjang lebar, mereka kembali ke tempat semula di persimpangan. Namun bagi pemuda itu hatinya bertanya tanya dalam perjalanan menuju ke tempat semula.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan ku, kenapa aku bisa sampai melakukan hal yang di luar nalar, lalu kedua lelaki yang jauh berbeda perbandingan nya, menunjukkan sesuatu kepadaku tentang kehidupan orang orang yang melakukan kejahatan. Apakah semua ini untuk mengingatkan diriku agar aku bisa hidup di jalan kebenaran.." Batin pemuda itu bergejolak hebat.!


Pria berjenggot panjang dan berbaju putih masih menunggu dan kemudian bertanya tentang segala sesuatu yang di lihat oleh pemuda itu, dan ingin mengetahui penjelasan pemuda itu, tentang apa yang di lihat di dalam itu.

__ADS_1


"Apakah kamu sudah melihat semua nya, tentang apa yang terjadi di dalam..?" Kakek tua berjenggot panjang dengan memakai surban di lehernya, tampak wajahnya terpancar aura ketenangan bagi yang memandang nya.


Bersambung.


__ADS_2