Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Firza Di incar Oleh Orang Orang Kelas teri


__ADS_3

Satu unit mobil Toyota Fortuner keluar dari hotel berbintang di kawasan Bekasi, selang beberapa menit dari area hotel itu pun mobil Xenia warna silver dan Pajero Sport warna hitam keluar memecut kendaraan untuk menempel terus mobil yang keluar lebih dahulu.


Sang supir yang sedang mengendarai mobil Toyota Fortuner memberikan ponsel miliknya kepada seorang wanita yang sedang duduk di sampingnya untuk mengirim pesan pada bawahan nya untuk segera menuju daerah puncak Bogor.


Walaupun orang yang mengikutinya itu, adalah orang orang kelas teri, namun apa salahnya Ia memberikan perintah pada Anggota Genk Serigala Merah untuk ikut menghajar empat pemuda yang menargetkan selingkuhan nya itu.


Siapa tahu siapa sangka empat pemuda itu, membawa bala bantuan lainnya, maka dengan pemikiran Firza dan mengingat akan pepatah kuno, sedia payung sebelum hujan.


"Mawar apakah kau sudah mengirim pesan pada Jamil, untuk mempersiapkan lima puluh anggota Genk Serigala Merah pergi ke daerah puncak..?" Tanya lelaki yang sedang mengemudi pandangan sesaat menoleh kearah wanita yang sudah satu tahun menjalin hubungan gelap.


"Sudah yank... Malahan balasan pun sudah masuk dalam wasttap.." Jawab Wanita bernama Mawar tersenyum.


"Bagus..... Apa balasan dari Jamil..?" Tanya Firza.


"Siap meluncur Ketua.." Itu balasan nya yank.."


"Mantap malam ini aku akan berpesta.." Hahahaha hahahahaha.." Tawa Firza menghabisi empat cecunguk itu seperti menyentil semut dalam dinding.


############


Sedangkan di salah satu Mansion mewah di daerah Ibu Kota, tepat nya daerah Jakarta Pusat, seorang wanita setengah tua yang berada di ruangan lantai atas, sedang termenung seorang diri sambil mengingat ngingat kembali kehidupan kebelakang nya.


Anastasya putri dari Ketua Genk Kobra, sosok wanita yang tadinya lemah lembut dan penyayang, berubah menjadi pembunuh berdarah dingin, ketika Kedua Orang Tua nya serta Paman nya mati di tangan anak buah Harsya Badzil Ismail Abdullah.


19 tahun yang lalu, Anastasya bersama Shintia dan orang orang dari perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP meratakan sebagian besar kekuatan lawannya, mereka berdua pun langsung di tangkap dan di jatuhi hukuman dua puluh tahun penjara bersama dengan salah satu wanita yang menjadi sahabat dari perusahaan terbesar se-Asia itu.


Setelah kedua nya bebas dan langsung di sambut baik oleh ketiga petinggi perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP, dan Organisasi Serigala Merah, Anastasya pun langsung masuk kembali bersama Shintia untuk menghancurkan sisa sisa lawannya yang belum musnah waktu itu.


Pada pertemuan waktu itu, Anastasya dan Shintia tak banyak memberikan kontribusi pada Sang Ketua Serigala Merah karna ingin melihat daya tempur yang di arahkan oleh nya, untuk menghabisi dua petinggi perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP, yang masih tersisa dan sedang mengunjungi perjalanan jauh ke salah satu kota terpencil di wilayah barat.

__ADS_1


Namun apa yang di dapat, yang ada hanya kekalahan telah dan para anak buah Genk Serigala Merah serta para Ninja mati terbunuh tanpa jejak.


Keraguan tindak tanduk Sang Ketua Serigala Merah pun mulai di korek oleh Anastasya dan Shintia, lalu menyusuri dekengan di balik Firza Agam itu, setelah menemui titik terang Anastasya pun berbagi tugas bersama Shintia untuk merekrut orang yang ada di belakang Firza.


Kini semua nya sudah jelas, Firza harus musnah bersama keluarga nya dari muka bumi ini, bahkan ke-tiga petinggi perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP juga menargetkan Firza untuk di singkirkan.."


Lamunan nya buyar ketika suara ponsel miliknya berdering dan Anastasya pun langsung mengangkat telepon masuk dari salah satu anak buah Tuan Bruno.


"Kriiiiing...................!


"Kriiiiing....................!


"Kriiiiing...................!


"Halo, selamat malam Nona Muda, mohon maaf mengganggu waktu istirahat anda.." Kata seorang lelaki berkata di sebrang telepon.


"Mohon petunjuk dari anda Nona Muda.. Target kita Firza pergi keluar dari hotel bersama dengan kekasih nya, menuju arah puncak.."


"Hmmmmmmmmmm..." Sesuai rencana dari Paman Simon..." Gumam nya dalam sambungan telepon.


"Ray segera buntuti, aku akan berangkat dari sini, sesampainya di sana kau langsung kirim serlock pada saya.." Kata Nona Muda memberi perintah.


"Siap Nona Muda dengan senang hati..." Kata si penelepon dari sebrang telepon, lalu obrolan pun berakhir.


"Mampus kau kali ini Firza..." Umpat wanita setengah Tua.."


Wanita itu langsung berjalan turun dari lantai atas, setiba nya di area halaman yang begitu luas, para pengawal nya pun langsung berbaris dan dari puluhan pengawal berbaris satu di antara yang menjadi kepala pengawal maju dan berkata.


"Siap menerima tugas Nyonya Besar.."

__ADS_1


"Black..... Seluruh Anggota Genk Serigala Merah yang ada di markas besar segera arahkan ke puncak Bogor.." Anastasya memberi perintah pada lelaki yang di panggil Black.


"Siap Nyonya Besar.." Black mundur dari majikannya, lalu mulai mengirim pesan pada Jamil yang bertugas sebagai orang kepercayaan dari Ketua Firza di markas besar.


Setelah Black mengirim pesan pada Jamil, tiba tiba ponsel nya berdering, bukan balasan yang di terima oleh Black namun panggilan telepon yang dia dapatkan.


"Halo.... Tuan Jamil.... Saya sedang bersama dengan Nyonya Besar Anastasya.." Black menjawab telepon masuk dan memberi tahukan.


"Yaa... Tuan Black, saya tahu! Namun ketika anda Tuan mengirim pesan atas perintah dari Nyonya Besar Anastasya, sesaat saya bingung, karna saya bersama seratus Anggota Genk Serigala Merah mendapat perintah dari Ketua Firza untuk menuju puncak, apakah perintah dari Ketua ada kaitannya dengan Nyonya Besar..?" Tanya Jamil dari sebrang telepon.


"Hmmmmmmmmmm......" Gumam Black.."


"Tuan Jamil, tunggu jangan di matikan telepon nya.. Saya akan menyerahkan ponsel saya pada Nyonya Besar dan anda jelaskan maksud dari Ketua Firza.." Kata Black sungguh ada rasa penasaran dengan semua yang kini terjadi dalam interen Organisasi Serigala Merah.


"Baik Tuan Black.." Singkat Jamil.."


Black langsung berjalan kearah Nyonya Besar Anastasya yang sedang memberikan arahan pada para pengawal yang sedang berbaris di area Mansion mewah itu.


Sesampainya di hadapan Anastasya, Black pun langsung menjelaskan tentang Jamil mendapatkan perintah dari Firza Agam, dengan detail, Anastasya pun langsung mengambil ponsel Black dan berbicara langsung dengan Jamil.


"Halo... Jamil, segera kau tarik kembali Anggota Genk Serigala Merah dan tunggu instruksi dari Black, bila Firza menelepon mu, bilang saja saya menunggu mu di Vila pribadi yang berada di puncak Bogor.." Terang Anastasya memberi penjelasan pada Jamil yang berada di perjalanan menuju Puncak Bogor.


"Siap Nyonya Besar, Jamil menerima perintah..." Jawab lelaki di sebrang telepon.


"Bagus..... Ingat Jamil, bila Firza bertanya, suruh untuk menghadap ke saya di Vila pribadi di kawasan puncak Bogor.." Anastasya kembali mengingatkan Jamil bawahan Firza.


"Baik Nyonya Besar."


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2