
Setelah puas memandang Poto suaminya yang berada di layar ponsel milik Amanda.. Tangannya kini bergerak dan tampak hidung dan mata serta wajahnya mirip seperti dirinya, senyuman yang keluar dari bibirnya begitu adem menusuk kalbu wanita setengah tua yang sedang menatap dari layar ponsel itu.
"A.... Am.... Amanda.. Apakah pemuda ini yang bernama Muhammad Laksa Ilham..?" Tanya Omah terbata bata.
"Iya Wa.. Dia adalah penyelamat keluarga ku, dari beban berat biaya operasi malam itu.. Dua pemuda yang sangat spesial di hati keluarga ku.. Dia adalah supir kesayangan Nyonya Besar Fatimah.." Terang Amanda..!
"Aku gak bakalan salah, dia anakku.. Cok Ben.. Inah dan Ineh lihatlah.. Dia anakku, semua nya mirip denganku dan suami ku.." Antusias Halimah memperlihatkan Poto Laksa kepada mereka berempat.
"Nyonya. Besar................" Dia bayi kecil itu yang saya titipkan di pasangan suami istri yang profesi sebagai pemulung itu, hampir mirip wajah nya.." Refleks Inah berkata itu.. Halimah pun langsung menatap tajam kearah wanita yang usianya beberapa tahun di atas nya.
Ineh pun menepuk jidatnya, hal serupa pun di lakukan oleh Cok Ben.. Kenapa bisa bisanya Istri dari Ucok itu bisa kelepasan dalam bicara yang kemungkinan membuat Nyonya Besar Halimah akan marah Besar.
"Kalian berempat rahasia apa yang di sembunyikan kepada ku.." Sorot mata tajam menatap kepada empat yang dulu menjadi bawahan nya itu.
Mereka tertunduk wajahnya, menyesali apa yang telah selama ini rahasia dari majikannya itu, untuk keselamatan Halimah dan Harsya beserta orang orang terdekatnya.
"Cepet katakan sekarang juga, kalau tidak kalian berempat jangan katakan aku berlaku kejam terhadap kalian.." Bentak Halimah, kini emosi nya mulai meluap luap ke permukaan.
__ADS_1
"Baiklah Nyonya Besar... Tapi sebelumnya kami berempat mohon maaf bila apa yang semua kami rahasiakan membuat anda marah.. Ini semua demi kebaikan anda dan Tuan Besar Harsya serta orang orang terdekat nya.." Kata Ucok terdiam sesaat sebelum melanjutkan perkataannya lagi.
#############
Malam itu, setelah tragedi bencana yang di lakukan oleh orang orang TRI FUTURE COMPANY GRUP kepada keluarga Besar Harsya Badzil Ismail Abdullah hingga dengan keji dan sadis nya membantai seluruh orang orang terdekat anda.. Bahkan Nyonya Elisabeth dan Nona Muda Friska pun ikut tewas di Mansion milik anda bersama Mang Jaka dan pembantu lainnya.
Darah segar berceceran dimana mana, jerit pekik terdengar menggema, akibat tusukan dan kibasan pedang samurai yang di arahkan kepada orang orang kita.. Anda dengan keadaan hamil sembilan bulan di seret paksa oleh wanita Iblis yang tak lain adalah sahabat anda sendiri yaitu Hani Omar Dani..
Bukan anda saja yang mengalami penderitaan itu.. Inah dan Ineh pun yang berusaha menyelamatkan majikannya itu, ikut dalam siksaan para iblis TRI FUTURE COMPANY GRUP sampai di seret sampai ke tempat pembuangan sampah.
Kecerdasan yang di miliki oleh Inah dan Ineh dan hasil belajar ilmu beladiri dari padepokan Cimande. Hingga mereka menyangka bahwa Inah dan Ineh sudah mati bersama dengan anda yang sudah di buang pada tempat sampah.
"Stop. Ucok berhenti sesaat.. Aku ingin bertanya kepada Inah dan Ineh, kenapa kalian berdua tega meninggalkan bayi ku..?" Tanya Halimah.
"Menjawab anda Nyonya Besar.
"Malam itu aku dan Ineh sebenernya di liputi rasa bimbang dengan apa yang harus aku bawa terlebih dahulu.. Namun saat itu tiba tiba satu suara terdengar di telinga kami masing-masing dan suara itu mengatakan untuk membawa Nyonya Besar Halimah dan biarkan bayi itu di tempat sampah..
__ADS_1
"Karna suara yang tiba tiba datang pada telinga kami. Yang aku kenal suara itu suara dari Guru saya yaitu Kiayi Sepuh Pemilik Padepokan Cimande. Kami berdua pun yakin untuk menyelamatkan anda dan membawanya untuk bersembunyi.." Terang Inah menjelaskan panjang lebar alasan tidak menolong bayi tersebut.
"Lalu apa yang terjadi selanjutnya..?" Tanya Halimah.
"Setelah terasa aman dan kondisi anda juga tidak apa apa walaupun dalam keadaan sesudah melahirkan.. Ineh pun mulai menyelidiki kedua pasangan suami istri yang telah menemukan bayi anda.
"Nyonya. Besar bayi mungil lucu dan wajahnya begitu sempurna di urus oleh pasangan suami-istri yang bernama Nuri dan Ilham.. Seminggu kemudian kondisi anda sudah sepenuhnya pulih, namun ingatan ingatan anda hilang, maka kami berdua pun menyuruh Orang Tua Angkat Muhammad Laksa Ilham pun untuk pergi dari kota ini dan kembali ke kampung halamannya yang berada di kota Sukabumi.
Halimah bergeming, mencerna setiap untaian kata yang di lontarkan oleh Inah dan Ineh maupun Cok Ben. Apa yang di utarakan cukup masuk akal, karna hampir lima tahun lamanya ia tidak mengingat siapa dirinya dan dari mana asalnya.
Ingatan itu kembali ketika, suatu malam Ia bermimpi buruk melihat semua orang orang yang memakai baju kebanggaan nya dengan gambar Macan Putih di babad abis oleh orang orang yang mirip seperti Ninja.. Saat dia terbangun dia mengetahui bahwa dirinya bernama Halimah Putri dari Kiayi Sepuh Pemilik Padepokan Macan Putih.
Setelah dinyatakan sembuh dan pulih daya ingatnya, dia akan menemui suaminya dan adiknya yaitu Fatimah, namun Nenek Tuti mencegahnya, dan memperlihatkan hasil penyelidikan dari Cok Ben bahwa saat ini dirinya sedang di buru oleh orang dari TRI FUTURE COMPANY GRUP, untuk di tangkap dan di jadikan alat agar mental dari pemilik perusahaan terbesar se-Asia itu lemah dan lambat Laun kerajaan bisnis nya hancur.
Tanpa ada kekuatan finansial dan SDM. Halimah pun hanya bisa berdiam diri menunggu dan serta mencari diam diam keberadaan anak nya, hanya dengan harapan itu dirinya masih bisa bertahan hidup, lalu memberi tahukan semua nya, bahwa kedua orang tuanya adalah sosok pemimpin dari satu perusahaan dan satu organisasi yang melegenda puluhan tahun.
"Terus rencana kalian berempat sekarang bagaimana. Setelah aku mengetahui semuanya. Dan Amanda pun sangat dekat dengan suami ku serta Adik ku..?" Tanya Halimah kepada Cok Ben serta Inah dan Ineh.
__ADS_1
"Mohon Maaf Nyonya Besar sebelum kami membahas tentang rencana ke depan nya.. Kami berempat mau bertanya terlebih dahulu. Apakah anda tidak marah dan dendam kepada kami berempat..?" Tanya Ucok dan anggukan Beni serta istri nya.
Bersambung.