Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Firza dalam incaran semua


__ADS_3

Mobil mewah Pajero Sport keluar dari tol menuju jalan raya, di dalam mobil itu seorang pemuda berkulit hitam dengan pakaian kekini kinian menatap kearah jalanan yang mulai padat di sore hari itu.


Di samping pemuda yang sedang memegang kemudi setirnya, wanita berusia 29 tahun tampak begitu anggun duduk bertumpang kaki seraya tangan nya sibuk mengotak ngatik ponsel membalas satu persatu keasyikan nya di dunia Maya.


Dari naik mobil sampai satu jam melakukan perjalanan mereka berdua yang masih ada ikatan darah, tak ada obrolan atau candaan selama berada di dalam mobil, sang wanita sibuk dengan dunianya sedangkan sang pemuda pokus dalam menjalankan mobilnya, hingga sampai di tempat tujuannya mereka tak terlibat dalam obrolan.


"Tante...... Jangan turun dulu, aku merasa dari semenjak kita berangkat dari rumah sampai kesini sedang di ikuti oleh pihak orang lain..." Pemuda yang masih memegang kendali setir melihat mobil yang masuk ke area hotel berbintang.


Wanita itu berkerut keningnya dia melihat dari arah spion.." Apakah mobil Xenia warna silver yang kau maksud Jono..?" Tanya nya.


"Iya Tan....... Insting ku orang yang ada di dalam mobil Xenia itu, ada maksud tak baik kepada Tante.." Tebak pemuda yang bernama Jono.


"Ummmmmmmm... Aku ingin tahu... Aku turun duluan kau perhatikan dari dalam mobil dan aku akan berjalan menuju lobby hotel sambil memberikan kabar pada Firza.." Wanita itu memberi arahan kepada pemuda yang di bawa dari kampung daerah Jawa Tengah untuk menjadi kaki tangan kekasih gelap nya.


"Baik Tan... Itu hal mudah bagi ku.." Angguk Jono..


Wanita muda beranak satu itu turun dari mobil mewah pemberian dari Firza berjalan kearah lobby hotel.. Sedangkan Jono masih di dalam mobil memperhatikan dengan seksama apakah mobil Xenia yang sejak tadi mengikuti nya akan ikut turun membuntuti Tante Mawar.


Insting pemuda kampung yang baru beberapa hari menjelajah dunia ibu kota pun tak salah, apa yang di lihat melalui kaca spion nya, bahwa empat orang turun dari mobil Xenia dan mengikuti wanita anggun cantik dan mempesona yang sedang berjalan kearah lobby hotel.


Jono memperhatikan dengan seksama, Ia pun turun wajah memakai masker dan kepala tertutup topi dengan mata memakai kacamata hitam.


Sesampainya di lobby hotel, Mawar langsung menghampiri lelaki yang sedang duduk seorang diri, Ia tersenyum sambil berkedip kearah lelaki itu.


"Sayang maaf ya aku datang terlambat..." Wanita itu menarik lelaki yang sedang duduk untuk memeluknya dan membisikkan sesuatu.


"Ada empat orang pemuda yang mengikuti ku, di antara empat orang itu satu pemuda anak dari lelaki tua yang pernah di sekap dan di bawa ke puncak oleh Tuan Bruno.."


"Hmmmmmmmmmmm... Dia cari mati..." Balas lelaki itu pelan, mata nya menatap kearah empat pemuda yang duduk di kursi dan tak jauh dari nya.."


"Sayang ayo kita pergi menuju puncak cari angin malam.." Kata Firza dengan nada suara tinggi agar ke empat lelaki yang mengikuti kekasih gelapnya itu ikut.


"Ayo Firza ku sayang..." Balas manja Mawar.."

__ADS_1


Tanpa di sadari oleh Mawar maupun Firza, aktivitas nya juga sedang di pantau dari kejauhan oleh para anak buah yang di perintahkan oleh Ray untuk terus membuntuti kemana langkah kaki Firza melangkah.


Firza dan Mawar keluar dari lobby hotel menuju kearah mobil mewah yang terparkir di area sebelah timur hotel tersebut.


Mawar mengirim pesan pada Jono untuk mengikuti dari belakang kemana mobil Firza melaju, ini kesempatan buat mu keponakan ku, untuk memperlihatkan taring mu sebagai murid dari padepokan Cakar Elang.."


Tak lama kemudian balasan pun di terima oleh Mawar, lalu membisikkan pada telinga selingkuhan sebelum mereka masuk kedalam mobil.


"Jono mengirim pesan, Kata nya jangan khawatir, itu hal mudah baginya.."


"Baiklah, semoga tidak mengecewakan, ayo kita berangkat.." Ajak Firza.. Anggukan pun di berikan oleh Mawar.


Di lain tempat, seorang lelaki kembar dan menjadi perisai sewaktu Muda nya di salah satu perusahaan terbesar se-Asia, sedang santai sambil meminum kopi di salah satu kafe daerah Bogor.


Ken yang sedang menyeruput kopi, tiba tiba ponselnya bergetar tanda ada sebuah pesan masuk, ke ponsel miliknya.


"Bos.... Target ke daerah puncak, bersama dengan selingkuhannya, posisi meminta petunjuk.."


"Ikuti dengan senyap senyap, jangan menonjol.." Balas Ken.


"Rek, ayo kita berangkat menuju puncak.." Ajak Ken pada saudara kembar nya itu.


"Yoi... Sudah saat nya kah.." Rek berdiri dari duduknya.


"Iya.... Kesampingkan dulu dendam pribadi kita, ikuti alur rencana dari Tuan Riyan..." Ucap Ken lalu melangkah menuju pintu keluar.


"Iya aku paham Ken.." Balas Rex langsung mengikuti Ken yang berjalan terlebih dahulu.


Setelah sampai di parkiran mobil area kafe itu, Ken pun tampak pokus pada ponselnya, ngotak ngatik di area wasttap, Rex pun langsung menepuk pundak nya dan berkata.


"Ayo masuk ke mobil, biar aku yang menyetir kau sibuk lah dengan membalas pesan masuk..."


"Iya ini sudah selesai.." Ken pun langsung masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


#####


"Ayah..... Bibi........" Kata pemuda sudah siap dan rapi pakaian nya.


Mereka mendongak wajah nya, pada pemuda yang memanggil nya itu."


"Apa sayang.." Wanita yang di panggil bibi bertanya.


"Mau bareng sama aku, atau bibi sama ayah datang nya belakangan..?" Tanya Pemuda seraya berjalan kearah mereka berdua.


"Bareng aja, karna kami berdua masih khawatir, kau terlalu gegabah nak, tanpa melihat sisi kanan kiri depan dan belakang.." Terang bibi yang tak lain Fatimah.


"Hehehehe...... Siap bibi.. Tapi aku tak mau semobil dengan bibi atau pun ayah..." Kata pemuda itu.


"Hmmmmmmmm..." Kenapa...?" Tanya Fatimah.


"Aku ingin sama mereka berempat.." Tunjuk pemuda itu ke arah pintu.


Mereka berdua langsung menoleh kearah pintu yang di tunjuk oleh pemuda yang bernama Muhammad Laksa Ilham, tampak empat Srikandi masuk saling beriringan dan langsung membungkuk kearah pemuda tampan rupawan.


"Tuan Muda..."


"Nyonya Besar. Fatimah.."


"Tuan Besar Harsya.."


Mereka serempak membungkuk hormat.. Laksa pun berdiri di ikuti oleh mereka berdua Harsya dan Fatimah.


"Hmmmmmm..." Apakah kalian sudah siap..?" Tanya Laksa.


"Siap menerima perintah dari anda Tuan Muda.." Mereka menjawab serempak.


"Bagus....... Sangat bagus......" Usahakan jangan sampai membuat kesalahan seperti waktu itu.." Laksa memberi peringatan tentang kejadian waktu itu, hingga Ia bersama Dewi satu tumbang.

__ADS_1


"Baik Tuan Muda, kesalahan kemarin, menjadi pelajaran buat saya pribadi agar bisa lebih baik lagi.." Dewi satu berkata menerima kesalahan atas insiden malam itu.


Bersambung.


__ADS_2