Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Kemon ahk.


__ADS_3

"Sudahlah.... Sebaiknya kita langsung pergi dan menuju raga Muhammad Laksa Ilham, dan belum saat nya anak muda ini berkeliaran di alam kita.." Ajak Kakek Guntur sesaat mereka ketiga semua nya diam membisu.


"Baiklah.... Tur..... Ayo Cucuku, kita langsung menuju dimana raga mu berada.." Kata Kiayi Sepuh itu.


"Ok."


"Lest' go'.." Laksa sangat bersemangat sekali, karna dalam hatinya Ia akan segera bertemu dengan ibunya, karna melihat dan mendengarkan obrolan di dalam rumah panggung Paman Ucok bahwasanya Halimah meminta untuk menjenguk ke rumah sakit rakyat dimana Laksa terbaring tak sadarkan diri untuk menengoknya.


"Laksa..... Pesan Kakek dan Kakek Guntur, ingat yaa di saat Ayah mu dan Bibi Fatimah memberikan kuasa penuh atas perusahaan dan Organisasi Macan Putih pada dirimu, kamu harus bisa memusyawarahkan setiap ada hambatan atau pun masalah yang harus di selesaikan, jangan mengambil keputusan sepihak dan seenaknya dengan jabatan dan kuasa yang di kuasakan oleh Ayah mu atau pun Bibi mu.." Pesan Kiayi Sepuh.


"Asiaap Kek... Pesan dan amanat dari Kakek serta Kakek Guntur akan selalu di ingat dan di jalan kan dengan baik oleh Laksa.." Jawab Laksa cepat.


"Semoga aja! Tapi tetap kita harus memantau setiap gerak gerik Cucu mu itu.." Timpal Kakek Guntur.


"Yaa sahabat ku.. Sebaiknya kita berangkat, tuh Halimah sudah bersiap siap untuk berangkat ke kota Ciawi menuju rumah sakit rakyat.." Tunjuk Kiayi Sepuh pada sahabat Kakek Guntur.. Hal itu langsung menoleh kearah pintu rumah panggung dan Laksa pun tersenyum karna melihat ibu kandung nya tersebut.


"Kemon ahk.." Kata Laksa langsung terbang ke atas melesat dalam kecepatan penuh di ikuti oleh dua lelaki tua.


################


"Kriiiiing.......................!


"Kriiiiing.......................!


"Kriiiiing.......................!


"Halo Kak. Riyan dimana sekarang.?" Tanya seorang wanita di sore itu bertanya dalam sambungan telepon.


"Fatimah, saya berada di hotel yang tak jauh dari rumah sakit tempat Laksa di rawat.." Jawab Riyan dalam sambungan telepon.

__ADS_1


"Ohk... Sama siapa.?" Apakah Kak Harsya bersama mu.?" Tanya Wanita itu yang bernama Fatimah.


"Tidak bersama sama saya. Harsya pergi ke kantor pusat bersama dengan Fander serta Ken dan Rex, emang nya ada apa kalau boleh tahu.?" Tanya balik Riyan pada Fatimah.


"Nomor nya tak aktip, tadinya aku mau meminta tolong malam ini untuk menjaga Laksa, karna aku dan Kedua Orang Tua angkat Laksa mau pulang dulu.." Terang Fatimah.


Pucuk di cinta ulam pun tiba! Tadinya Riyan bingung untuk memikirkan permintaan dari Halimah yang malam ini ingin menjenguk Laksa, tanpa ada orang lain yang tahu selain dirinya, akan tetapi setelah mendengar telepon dari Fatimah yang mengabarkan bahwa dia dan kedua orang tua angkat nya itu akan pulang dulu ke rumah nya masing masing.


"Halo Kak Riyan, apakah masih terhubung kenapa kau diam tak berkata..?" Tanya Fatimah.


"Ma... Masih... Maaf barusan melihat dulu panggilan telepon masuk di ponsel satu lagi.." Alasan Riyan pada Fatimah.


"Untuk yang tadi kau katakan, biarlah aku atau Amanda saja yang menjaga Laksa.." Aku setelah mandi akan langsung meluncur ke rumah sakit.."


"Itu lebih bagus Kak Riyan, kalau begitu aku akan menunggu mu dan segera akan menelepon Amanda untuk datang ke rumah sakit ini.." Kata Halimah dari sebrang telepon.


###


Sedangkan sore yang sama dan waktu yang sedikit berbeda dengan obrolan antara Riyan dan Fatimah di dalam telepon.. Tepatnya di salah satu kampung yang mengarah ke salah satu pantai ujung genteng, wanita tua sedang bersiap siap untuk pergi bersama seorang gadis menuju sebuah rumah sakit rakyat.


Setelah semua keperluan nya terpenuhi, wanita berusia 40 tahunan itu keluar dari kamar bersama Inah istri dari Ucok.


"Amanda apakah sudah ada telepon dari Riyan, atau Fatimah. Untuk kamu menggantikan mereka di rumah sakit tempat anakku di rawat..?" Halimah bertanya sambil melangkah dan duduk di kursi tamu.


Tampak Ucok dan Beni serta Ineh pun sedang duduk di ruangan itu dan mereka pun akan ikut dalam perjalanan menuju rumah sakit.


"Belum Uwa.... Belum ada telepon dari mereka berdua." Namun kata kata nya terhenti ketika ponsel jadul nya bergetar tanda panggilan masuk tanpa memakai nada dering.


"Hehehehe... Panjang umur Uwa.." Nyonya Fatimah menelepon.." Amanda terkekeh geli dan langsung mengangkat telepon masuk nya itu.

__ADS_1


"Halo.. Nyonya Besar, ada yang bisa Amanda bantu..?" Tanya gadis cantik menjawab telepon masuk itu tersenyum manis kearah Halimah yang menatapnya dengan serius.


"Amanda, apakah malam ini kamu tidak ada kegiatan, saya membutuhkan bantuan dari mu Nak.." Kata Fatimah dari sebrang telepon.


"Tidak ada Nyonya Fatimah.. Kalau Amanda mampu insyaallah pasti di bantu.." Ucap nya.


"Begini Nak... Kamu tahu sendiri saya bersama Kedua Orang Tua angkat Muhammad Laksa Ilham belum pulang sampai sekarang ke rumah, seandainya Amanda tak ada kegiatan, bisa nggk malam ini menggantikan kami bertiga, Amanda bisa menunggu Laksa bersama Riyan secara bergiliran.." Terang wanita berusia 35 tahun dari sebrang telepon, hal itu membuat Halimah meneteskan air matanya setelah 19 tahun mendengar lagi suara sang adik, karna telepon masuk nya itu di loadspeker oleh gadis tetangga nya itu.


"Bisa... Bisa... Sangat bisa....." Semangat Amanda, hal serupa terjadi bagi Riyan, namun berbeda exfresi yang di peragakan oleh mereka, Riyan bersemangat nya tercurah dalam hati, sedangkan Amanda dengan kata kata.


"Hmmmmmmmm... Keponakan kan ku ini semangat sekali..." Gumam Fatimah, membuat Amanda tersentak kaget.


"Hehehehe. Maaf Nyonya Besar.. Bagi hamba Kak Laksa itu penolong keluargaku, ada kesulitan apapun, Amanda akan berusaha untuk membantu nya.." Kata Gadis itu berterus terang.


"Terima Kasih Nak.. Kalau begitu kamu siap siap lah terlebih dahulu nanti ada yang jemput.." Titah Fatimah.


"Siap Nyonya Besar.." Jawab Amanda.."


"Tut... Tut... Tut Tut......" Panggilan pun berakhir.!


Amanda bangkit dari duduknya di ikuti oleh Beni dan Ucok, mereka berdua siap berangkat untuk mengawal Amanda yang secara di beri kepercayaan penuh oleh Nyonya Fatimah untuk menjaga atau pun menemani Tuan Muda Laksa yang sedang berada dalam ketidaksadaran diri.


"Kakek Ucok. Kakek Beni.." Amanda di jemput oleh anak buah Nyonya Fatimah, nanti kalian berdua jangan semobil dengan aku.." Ucap nya.


"Nggak lah.... Ngaco kamu mah Amanda.. Kakek sama Kakek Beni akan berangkat setelah 30 menit kamu di jemput oleh anak buah Fatimah. Pokoknya kamu tak usah khawatir.." Ucap Ucok memberi penjelasan.


"Hehehehe. Di kira Kakek Ucok dan Kakek Beni mau ikut semobil dengan Amanda.." Kekeh nya seraya garuk garuk kepalanya yang gatal mungkin banyak nya ketombe atau kutu rambut.."


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2