Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Yang Di tunggu akhirnya datang


__ADS_3

Dengan mata dan telinga nya sendiri sendiri.. Amanda dan Ayah serta Adik nya, mendengar serta melihat bahwa pemuda yang baru datang dan baru satu jam Ia kenal oleh Amanda, karna menawarkan kue apem yang paling berharga dalam hidup nya, ingin membantu untuk membayar biaya operasi ibu nya.


Karna sambungan telepon itu di loadspeker, Amanda sangat jelas mendengar bahwa pemuda yang berdiri di hadapannya dengan ponsel masih tersambung dengan seseorang wanita di sebrang telepon.. Ia menjamin kan hidupnya untuk uang dua ratus juta agar Ia di beri pinjaman oleh sang majikan yang bernama Nyonya Besar Fatimah.


"Baik lah....... Sa.... Saya mau tidur dan untuk urusan biaya operasi ibu dari pacar kamu menjadi tanggung jawab saya. Dan bilang saja tugas dari ayah pacar kamu hanya perlu menandatangani surat persetujuan operasi yang akan di lakukan oleh dokter dokter ahli rumah sakit ini.." Ucap Fatimah di sebrang telepon..


"Siap Nyonya... Terima Kasih banyak... Silahkan kalau mau tidur semoga Nyonya Besar mimpi indah dan esok hari menjadi indah.." Ucap Laksa, lalu telepon pun berakhir.


Laksa sesaat menadahkan wajahnya keatas, tampak terlihat oleh Amanda dan Sang Ayah, melihat kelopak mata pemuda itu berkaca kaca...


"Kak Laksa.... Kenapa kamu mau...... Kalimat perkataan Amanda di hentikan oleh Laksa agar tidak melanjutkan kata kata yang mungkin Ia tahu.


"Sudah........... Jangan kau teruskan kalimat itu.. Aku murni membantu kesulitan keluarga kamu.." Ucap Laksa...


Sang Ayah Amanda begitu juga dengan adiknya Amanda langsung bersujud kepada pemuda itu, yang datang bagai kan Dewa menolong kesulitan yang mungkin tak bisa dirinya gapai..


"Paman ayo berdiri...... Tak pantas lah kamu dan anakmu itu bersujud, sebaiknya anda menyiapkan mental dan dukungan doa buat kesembuhan istri Paman yang mungkin saat ini para dokter akan datang untuk meminta persetujuan operasi istri anda.." Kata Laksa sambil membantu lelaki setengah tua itu berdiri..


Selang beberapa menit kemudian, rombongan pria dan wanita memakai baju putih kebanggaan nya datang ke kamar pasien yang di tempati oleh Ibu nya Amanda.


Suara langkah kaki yang secara merata membuat yang ada di ruangan itu tersentak kaget seketika.... Sang ketua perhimpunan dokter itu maju dan berkata.


"Selamat malam.... Siapakah gerangan di sini yang bernama Tuan Muda Laksa..." Ucap lelaki yang maju selangkah dari barisan para dokter lain.


"Yaa.... Saya Laksa.... " Ucap nya memperkenalkan diri kepada lelaki yang mungkin dia seorang dokter.


"Senang bertemu dengan anda Tuan Muda... Saya disini bersama para staf dan medis, di suruh oleh Nyonya Besar Fatimah, untuk segera mengoperasi ibu dari pacar anda.." Terang sang lelaki itu.

__ADS_1


"Yaa... Terima kasih banyak atas kedatangan anda malam ini dan mengganggu waktu istrahat anda.. Untuk masalah persetujuan operasi silahkan Pak Dokter langsung bersama suami dari istri yang mau di operasi.." Kata Laksa sambil menadahkan jempolnya kearah Ayah nya Amanda.


"Baik Tuan Muda.! Sang Dokter pun langsung berbicara kepada lelaki setengah tua yang mata nya sedikit membengkak akibat banyaknya air mata yang mengalir di malam ini.


Sedangkan Laksa sendiri berlalu keluar dari ruangan itu.. Tak di pikir oleh Laksa. Bahwa Amanda pun segera berlari untuk mengejar nya.


"Tunggu Kak.... Aku mohon jangan dulu pergi.." Teriak Amanda... Seketika Laksa berhenti dan langsung membalikkan badannya seraya tersenyum kearah gadis itu.


"Ada apa..?" Laksa bertanya kepada gadis yang kini berdiri di hadapan nya itu.


"Anu.... Itu..... Apakah Kak Laksa, mau melakukan malam ini.." Ucap Amanda malu malu...!


"Ngaco kamu...! Ini nomor ku... Kalau sudah selesai dengan operasi Ibu mu... Kau boleh menghubungi ku.. Sebaiknya saat ini kau temani Ayah dan adikmu seraya berdoa kepada Allah untuk kelancaran operasi Ibu mu.." Titah Laksa... Ia pergi setelah memberikan secarik kertas bertuliskan nomor handphone.


Amanda hanya menganga dengan mulut terbuka lebar-lebar, Ia tampak bengong dengan pemuda yang baru di kenal, tanpa ada ikatan darah atau pun jalinan cinta, dengan nya, membantu kesulitan yang awalnya Ia akan terjerumus kedalam lubang kenistaan.


"Kak...... Kak...... Kak..........." Tegur sang Adik...!


"Ehk... San...... Ada apa.?" Tanya Amanda kepada adiknya.


"Di tanyain Ayah... Ehk pacar kakak kemana...?" Tanya balik sang adik.


"Dia sudah pulang, Ayah dan Ibu nya barusan menelepon.." Jawab Amanda berbohong.


"Uhk..... Padahal Sandi ingin mengobrol banyak dengan pacar kakak itu yang baik dan tampan lagi.." Puji Adik nya bernama sandi.


"Nanti aja masih banyak waktu, sebaiknya kita menemui ayah dan berdoa supaya operasi ibu lancar.." Ajak Amanda.

__ADS_1


"Iya Kak.." Angguk Sandi.. Lalu mereka berdua pun berjalan menuju ruang tunggu operasi.


#######


Setelah beres dengan urusan pihak rumah sakit, Laksa sudah hampir satu jam lebih meninggalkan pusat kota itu dan kini keberadaan berada di sebuah Bukit yang para warga sekitar menyebutnya dengan sebutan Gunung Kencana.


Konon Gunung Kencana itu, hanya sebuah bukit yang tak terlalu tinggi, bila di tempuh dengan jalan kaki naik keatas kurang lebih hanya empat puluh menit saja sudah tiba.


Seperti biasa Laksa hampir tiap malam dia akan naik ke Gunung Kencana itu, untuk sekedar menenangkan jiwa dan pikiran nya sebelum menjalani aktivitas nya sebagai pemulung..


Tepat di usia sembilan belas tahun dan baru beberapa hari saja pergantian tahun, Laksa saat itu yang sedang merasakan bagaimana sakit hati karna keadaan hidupnya yang serba kekurangan, di caci di maki dan bahkan di tampar oleh sepasang suami istri yang sangat berpengaruh di kota tempat Laksa tinggal.


Tanpa di sadari dan mungkin kehendak ilahi, Laksa setelah unek unek yang ada dalam hati dan pikiran nya Ia curahkan pada keheningan malam di atas Gunung itu.. Tiba tiba muncul sosok arwah yang mengaku bernama Kiayi Sepuh dan memberitahukan semua nya tentang dirinya dan asal usulnya.


Berubah nya kasta seorang Laksa, tidak mudah membalikkan telapak tangan nya.. Ia bisa mendapatkan apa yang di inginkan, tetapi nyawa menjadi taruhannya. Bagaikan sebuah perjanjian dengan alam ghaib, Laksa pun menyetujui nya.


Renungan malam itu buyar ketika sosok yang di tunggu oleh Laksa menampakkan dirinya untuk kedua kalinya..


"Cucu Sableng kenapa kau melamun hah...?" Tegur lelaki tua yang berwujud arwah itu.


"Uhk....... Kakek peot datang tiba tiba, main ngagetin saja.. Salam salam kek........." Rutuk Laksa.


"Hehehehe aku sorry brother..." Assalamualaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.." Ucap lelaki tua itu merasa bersalah dan membenarkan ucapan dari Cucu nya.


"WaallAikum Salam Warohmatuullahi Wabarakatuh..." Jawab Laksa...!


"Silahkan Kek duduk.. hehehehhe.." Kekeh Laksa.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2