Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Darah Perawan


__ADS_3

"Drett.....................! Drett........................!


"Bos posisi target ada di salah satu hotel di Bekasi.


Isi pesan wasttap di baca oleh pemuda yang berada jauh di pusat kota kecil wilayah barat.


"Pantau terus target nya jangan sampai lengah, tunggu kabar dari Ketua yang masih berada di atas Gunung Siluman.." Balas pemuda yang tak lain Ray.


"Baik bos, target aman kemana pun dia pergi tak akan pernah lepas dari mata rantai ku.." Jawab Pemberi pesan pada majikannya.


"Bagus.." Aku tunggu informasi selanjutnya, aku di sini menunggu Ketua turun gunung dulu.." Ray mengirim balasan pesan wasttap pada anak buah nya.


"Silakan bos, saya tak akan mengganggu waktu nya.."


Ray begitu serius membalas pesan masuk dari anak buahnya yang di titah langsung oleh majikan besarnya yaitu Nona Anastasya, hingga Andri dan Diki bertanya tanya.


"Kau serius amat Ray....?" Tanya Diki."


"Si brengsek Firza ada di Bekasi dan kini sedang dalam pemantauan anak buah kita.." Jawab Ray, tak menoleh sedetik pun wajahnya pada Diki.


"Terus..." Sahut Andri, Ia dan Diki di buat penasaran oleh Ray, yang menargetkan Firza padahal notabene nya Firza adalah sahabat baik Bruno ketua mereka.


"Kita akan menghabisi Firza..." Kata dari Ray semakin terkejut di rasakan oleh Andri dan Diki.


"Kau jangan bercanda Ray, Loe tahu sendiri Firza kan sahabat nya Ketua.." Timpal Andri.


"Itu dulu Dri....... Sebelum sahabat kita Sueb mati di tangan anak muda yang menyelamatkan wanita iblis di vila waktu itu... Tapi sekarang Firza mutlak adalah musuh kita, dan Ketua tak akan membantunya.." Terang Ray.


"Aku belum mengerti Ray... Otak ku tak sepintar dirimu..." Kata Andri dan anggukan dari Diki.

__ADS_1


"Tunggu lah turun nya Ketua kita dari Gunung Siluman.. Nanti biar Ketua yang menjelaskan pada kalian berdua.." Ray mengambil satu batang rokok gudang garam merah dan mulai membakarnya.


Diki dan Andri pun mengangguk, mereka berdua di buat bingung dengan semua apa yang di ucapkan oleh Ray sahabatnya.. Walaupun dalam hati mereka bener bener merasakan kehilangan atas meninggalnya Sueb dan berniat membalas dendam pada pemuda yang cukup tangguh ilmu beladiri nya.


Yang menjadi bingung mereka berdua, kenapa target berpindah pada Firza, bukan pada orang orang dari Macan Putih."


Kebingungan mereka berdua akhirnya buyar, ketika sosok Eyang Genta datang bersama Bruno Cicit nya masuk kedalam gubug reot itu.


"Eyang..... Ketua..." Kata mereka serempak, lalu berdiri menyambut dua lelaki berbeda zaman masuk.


"Kalian duduk lah, ada banyak hal yang harus kita diskusikan.." Titah salah satu dari dua lelaki itu.


"Baik Ketua, terima kasih.." Mereka bertiga langsung duduk kembali.


Lelaki paruh baya yang di tuntun oleh lelaki berusia 40 tahun pun telah duduk di hadapan Ray, Andri dan Diki, sedangkan Bruno sendiri masuk terlebih dahulu ke kamar untuk mengambil sesuatu.


Tak lama berselang Bruno pun sudah bergabung dalam obrolan di ruangan tengah, tampak sang Uyut sedang menaburkan beberapa serbuk menyan beraroma mistik, mengundang para ghaib untuk ikut dalam diskusi besar senja itu.


Terlihat oleh mereka bertiga lelaki paruh baya itu, menadahkan wajah nya keatas, kedua mata nya menyala nyala merah bercampur kuning, terawangan mata batinnya tertuju pada kehidupan yang belum di injak oleh Cicit dan ke-lima murid serta orang orang yang akan menjadi perisai mereka.


"Bruno... Sebaiknya habisi Firza terlebih dahulu. Alasan nya, sudah jelaskan obrolan tentang kemarin waktu kamu datang.." Terang Eyang Genta tak bisa di bantah.


"Iya Uyut aku sudah tahu. Masalah menghabisi Firza sudah dalam pantauan anak buah Ray... Iya kan Ray..?" Tanya Bruno..


"Apa yang di katakan oleh Ketua, memang betul, tinggal menunggu perintah dari Ketua, maka Firza isdet.." Ray menggerakkan tangannya dari kiri ke kanan di depan lehernya.."


"Bagus....! Malam Jumat segera habiskan, dan kau Andri bersama Diki, sebaiknya bergabung bersama Imron dan Karto untuk menyekap istri dan anak nya Firza.." Kata Bruno memberi perintah.


"Karto dan Imron berada dalam lingkup perusahaan Kobra Company Group dia secara khusus di beri kepercayaan oleh Nona Muda Anastasya.." Kata lagi Bruno.

__ADS_1


"Siap menerima tugas dari Ketua.." Mereka berdua serempak.


"Bagus sangat bagus sekali... Kalian langsung berangkat tunggu perintah dari ketika mau mengeksekusi buruan kita.." Titah Ketua.."


"Siap."


Ray pun bersama dua sahabat nya langsung bangkit dari duduknya dan beranjak keluar dari gubug reot milik gurunya itu, keberangkatan mereka bertiga akan membawa kesengsaraan kepada Firza dan keluarganya.


Eyang Genta dan Bruno beserta sisa lima murid andalan nya, berpikir menghabisi Firza itu sangat mudah, karna tak ada bala bantuan dari anggota Genk Serigala Merah karna itu semua sudah di atur oleh Anastasya dan Shintia..


Tujuan utama dari Anastasya berkunjung ke padepokan Siluman yang di miliki oleh Eyang Genta, ingin mengetahui gerak gerik Firza yang sudah tak sejalan dengannya, karna lamanya mereka berada di dalam jeruji besi.


Berbeda dengan pemikiran dari Eyang Genta, menyetujui dan memprovokasi Anastasya untuk menghabisi Firza, bukan semata untuk membantu nya, tetapi menjurus pada balas dendam kepada seluruh turunan musuh bebuyutan yang tak lain anak dari Kiayi Sepuh dan Kiayi Geni Ulum pemilik Padepokan Cimande.


Dua perusahaan besar TRI FUTURE COMPANY GRUP dan Kobra Company Group hanya sebuah pijakan Eyang Genta dan Cucu serta Murid Murid nya untuk melawan dua padepokan Macan Putih serta Cimande.


"Bruno..... Bersiap siap lah malam ini Uyut akan menurunkan ilmu yang orang lain tak akan mampu melawannya." Lelaki paruh baya bangkit dari duduknya.


"Baik Uyut.." Ucap Bruno, hati nya bersorak sorai akhirnya ilmu yang di tunggu tunggu akan di wariskan juga pada nya.."


"Setelah ilmu yang di ajarkan oleh Uyut masuk kedalam tubuh mu, kau harus bisa meminum darah perawan selama tujuh hari tujuh malam berturut-turut... Ingat darah perawan.." Ujar Eyang Genta mengingatkan.


"DARAH PERAWAN!


"Iya kau harus meminum darah perawan tiap pukul 00:00, dan ketika kau sudah meminum darah perawan, ingat jangan kau bersetubuh dengan istri mu, atau pun wanita lain, karna itu akan membahayakan wanita yang di setubuhi oleh mu.."


"Setelah selesai dengan apa yang Uyut katakan, baru lah ilmu itu bisa di gunakan dan ilmu itu tak akan berguna kepada bocah berusia 12 tahun ke bawah, jadi kelemahan ilmu yang akan Uyut turunkan adalah seorang bocah di bawah usia 12 tahun.


"Apakah kau paham Cicit ku.? Tanya Lelaki paruh baya pada Cicit satu satunya itu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2