Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Rencana Riyan


__ADS_3

"Mari..........." Tuan Besar. " Ucap Ken mempersilahkan.!


"Yaa.." Angguk Harsya.." Riyan ayo kita temui mereka.." Ajak Harsya kepada sahabatnya."


"Ok brother." Balas Riyan singkat.!


"Ceklek.. Pintu terbuka. Dua lelaki dan satu perempuan langsung menoleh kearah pintu seraya berdiri tampak dua lelaki masuk di ikuti oleh lelaki bermata sipit itu.


"Kalian duduk lah. Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan.!


Harsya menyuruh mereka untuk duduk kembali dan dirinya pun langsung melangkah menuju kursi bersama Riyan. Sementara Ken hanya berdiri di belakang Harsya dan Riyan.


"Perkenalkan nama saya Harsya Badzil Ismail Abdullah dan di samping saya Riyan Putra Pratama.. Mungkin kalian sudah mengenali kami.." Ucap Harsya memperkenalkan.


"Siapa yang tidak kenal dengan anda, pemilik perusahaan terbesar se-Asia sekaligus Ketua dari Organisasi yang telah ada di hati masyarakat seperti saya.." Satu di antara mereka bertiga berkata.


"Terima Kasih atas pujian anda buat organisasi Macan Putih. Pak Ridwan.." Ucap Harsya, membuat mereka bertiga kagum kepada sosok Harsya yang baru pertama kali nya Ia bertemu.


"Baiklah.. Maksud kedatangan kami dan menahan untuk sementara waktu kalian bertiga, karna ada sesuatu yang ingin saya tanyakan kepada anda, dengan apa yang telah terjadi, hingga mengakibatkan banyak korban.. Mohon kerjasama anda bertiga untuk tidak menyembunyikan sesuatu yang bisa merugikan kalian.." Kata Harsya berkata dengan nada sopan tapi menusuk dalam hati mereka bertiga.


"Tuan Besar silahkan anda bertanya dan saya beserta dua tetangga akan menjawab dengan jujur dan tak ada kebohongan sama sekali.." Pinta Pak Ridwan.


"Tuan Besar dan Tuan Riyan, anda tak usah sungkan dan silahkan memberikan kami pertanyaan tentang apa yang terjadi, kami akan menjawab nya.." Kini Pak RT ikut berkomentar.


"Begini Pak RT, Pak Ridwan dan Bu...........!


"Siti Kulsum nama saya Tuan Besar, anda boleh memanggil saya Kulsum.." Ucap Wanita yang akan membuat hidupnya terpuruk, seandainya Asep Sukardi tidak datang untuk menyelamatkan nya. Harsya pun tersenyum dan mengangguk.


"Begini, saya bersama sahabat saya Riyan, ingin mengetahui awal muasalnya kalian bertiga bisa sampai di culik dan berurusan dengan Genk Serigala Merah yang di ketuai oleh Firza..?" Tanya Harsya.

__ADS_1


Mereka bertiga saling menatap satu sama lain, meminta siapa di antara mereka yang akan menjelaskan tentang semua yang terjadi di vila itu.


Anggukan dari Pak Ridwan dan Pak RT kepada Siti Kulsum, menandakan bahwa wanita yang lebih dekat dengan Asep Sukardi pun untuk memberikan keterangan dan menjelaskan semuanya.


"Tuan Besar. Tuan Riyan. Awal kisah nya begini.. Author sudah memposting episode sebelumnya, tentang perselingkuhan Mawar dan Firza hingga, selingkuhan nya itu menugaskan kepada Bruno untuk menculik Pak Ridwan, Pak RT dan Siti Kulsum.


"Hmmmmmm.. Jadi awal mula nya tidak ada sangkut menaut dengan Anggota Macan Putih ya. Itu murni karna keberanian daei suami yang istri nya berselingkuh untuk menyelamatkan kalian bertiga. Namun ending nya Pak Asep yang kini masih di rawat di rumah sakit rakyat, meminta tolong untuk di jemput oleh Muhammad Laksa Ilham, hingga pas waktu penjemputan itu terjadi Bu kulsum sedang di lecehkan oleh anak buah Bruno. Apakah begitu Nyonya Kulsum.." Kata Harsya.


"Betul Tuan Besar, apa yang anda uraikan sependapat dengan argumen yang ada dalam otak dan hati ku.." Timpal Ken yang sedari tadi hanya berdiri dan ikut menyimak obrolan mereka.


"Ken apakah kau sudah menyelidiki, ketiga sampah itu..?" Tanya Harsya.


"Sulit untuk dia berbicara terbuka, setahu penyelidikan ku. Mereka bertiga bukan bawahan Firza maupun perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP. Tetapi dia bekerja kepada Tuan Bruno.." Kata Ken.


"Yang jadi pertanyaan ku itu. Siapa Tuan Bruno itu. Apa hubungannya dengan Firza, apakah seorang pembunuh bayaran atau penguasa Genk kegelapan.." Harsya mengira ngira dalam perkataan nya itu.


"Tuan Besar. Ijinkan hamba bersama Rex untuk menyelidiki Tuan Bruno. Dan secepatnya akan memberikan kabar.." Pinta Ken.


Riyan langsung menolak nya, hingga Harsya pun berkerut keningnya.!


"Kenapa Riyan.?"


"Intinya jangan dulu bertindak untuk melakukan penyelidikan kepada Tuan Bruno, kita lebih baik mengatur ulang rencana setelah Muhammad Laksa Ilham sembuh.." Saran Riyan.


"Apakah bisa kau jelaskan alasan nya..?" Tanya Harsya.!


"Aku tidak mempunyai alasan.. Tapi bila kau percaya kepada ku, sebaiknya tunda dulu untuk menyelidiki Tuan Bruno dan sementara kita dinginkan permasalahan ini saja.." Ucap Riyan.


"Kita bisa saja mendinginkan permasalahan ini Tuan Riyan.. Tapi ke-tiga lelaki itu yang kini berada dalam genggaman Anggota Macan Putih, akan berakibat fatal bila kita mengurungnya.." Terka Ken.

__ADS_1


"Lepaskan mereka bertiga." Acuh Riyan berkata dengan santai.


"Kau serius sahabat ku.." Tandas Harsya.!


"Yaa aku serius, malahan dua rius Hehehehe.." Jelas Riyan.


"Uhk." Dengus Harsya dan Ken.. Sedangkan ketiga korban penculikan hanya bisa menganga lebar tak percaya apa yang di ucapkan oleh lelaki yang duduk di samping Tuan Besar Harsya.


"Kau ikuti cara ku. Sudah saat nya aku bertindak, ini semua demi kepentingan kita dan perusahaan serta organisasi mendiang mertua mu.." Pinta Riyan.


"Baiklah.. Aku akan mengikuti saran mu saat ini.." Harsya hanya bisa pasrah karna beban yang ada di pikiran nya sedang berkecamuk.


"Pak Ridwan dan Pak RT serta Bu Siti Kulsum.. Anda bertiga akan di antar pulang oleh para anak buah Tuan Besar Harsya. Mohon maaf perlakuan dan tindak tanduk dari anak buah kami.." Riyan berkata dan memohon maaf.


"Tuan Riyan, tak usah meminta maaf segala, justru kami bertiga mengucapkan rasa terima kasih banyak atas bantuan dari anak muda yang kami tahu dia adalah supir pribadi adik dari Tuan Besar, datang menyelamatkan sehingga kami terlepas dari marabahaya.." Pak Ridwan bangkit di ikuti oleh RT dan Siti Kulsum membungkuk hormat kepada mereka berdua.


"Baik.. Sangat Baik sekali.. Kalau begitu Ken antar mereka bertiga untuk kembali ke rumah nya masing masing dan usahakan agar tidak membuat heboh kampung dimana mereka tinggal.." Titah Harsya.


"Menerima Perintah dari anda Tuan Besar.!


"Pak Ridwan. Pak RT dan Bu kulsum.. Mari.." Ucap Ken.


Mereka bertiga tersenyum dan langsung menyalami satu persatu Harsya dan Riyan, lalu pergi keluar dari ruangan itu.


Setelah kepergian mereka. Ken pun kini sudah kembali lagi ke ruangan dimana Harsya dan Riyan belum beranjak dan tampak sedang menikmati nikmatnya hisapan rokok di siang itu.


"Ken ayo duduk sini.." Titah Riyan.! Ken pun langsung mengangguk dan duduk di kursi itu sambil berhadapan dengan Riyan dan Harsya.


"Mungkin kau bertanya tanya tentang keputusan ku ini yang terjadi tadi dalam obrolan bersama mereka kan.." Terka Riyan..

__ADS_1


"Yaa. Tuan Riyan. Mohon bimbingannya.." Pinta Ken.!


Bersambung.


__ADS_2