Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Bu kulsum di jadikan ajang taruhan


__ADS_3

"Arhk..............................!!


"Ahhhhh.....................................!!


"Bajingan.........!


"Syetan alas...." Teriak suara lelaki setengah tua dalam keadaan terikat dan posisi duduk di kursi sekolah.


"Tenang lah Ridwan. Jangan berteriak-teriak begitu, sebaiknya kita berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan ini dan keluar dari tempat terkutuk.." Saran lelaki sebelah nya yang sama hal nya kondisinya persis seperti Pak Ridwan.


Dua lelaki yang mempunyai pengaruh besar di kampung dimana Buk Mawar tinggal kini tampak sedang terikat tak berdaya dan salah satu dari dua lelaki setengah tua itu berteriak dengan suara keras dan di landa emosi.


"Bagaimana aku bisa tenang Pak RT, tau tau sudah bangun kondisi kita seperti ini. Siapa yang melakukan kita sampai begini.." Keluh Pak Ridwan.


"Yaa aku juga sedang berpikir keras, setahu ku malam itu kita berdua sedang berada di pos ronda dan kenapa sekarang kita berada di sini, apakah ini mimpi.." Kata RT dengan posisi tangan di ikat kebelakang.


"Ini bukan mimpi, ini nyata Pak.." Jawab Ridwan.


Uhk............." Dengus RT..


###########


Di luar ruangan yang mengikat dua warga di kampung tempat Asep Sukardi tinggal, seorang lelaki berkepala pelontos dan berbadan tegap tampak sedang santai bertumpang kaki seraya menikmati hisapan demi hisapan rokok kretek.


Selang beberapa menit kemudian, dari luar pintu lima orang yang hampir sama berbadan tegap dengan seorang lelaki berkepala botak itu datang dan membungkuk hormat kepadanya.


"Tuan Bruno, semua sudah di persiapkan.." Ucap salah satu dari lima orang itu setelah selesai membungkuk.


Bruno lelaki botak yang di panggil itu pun langsung berdiri dan mulai berkata.


"Ray dan yang lainnya, kau tunggu di sini jaga kedua lelaki busuk dan satu wanita iblis itu.. Aku akan pergi menemui sahabatku di kota Jakarta.." Titah Bruno kepada mereka.


"Siap Tuan, tapi kapan akan di eksekusi mereka bertiga..?" Ray bertanya kepada Bruno.


"Tunggu kabar dari saya setelah menemui Tuan Firza, tapi kalau kamu ingin bersenang-senang, silahkan kau pakai wanita iblis itu.." Kata Bruno, lalu melangkah pergi keluar dari ruangan yang tampak terlihat dari luar mirip sebuah Vila besar.


"Terima Kasih Tuan Bruno, anda sangat pengertian.." Kata Ray dan senyuman dari mereka berempat menatap punggung kepergian majikan nya itu.

__ADS_1


"Hahahahahahahah..... Hahahahhahah.... Siapa duluan yang akan masuk kamar dan merasakan surga dari seorang wanita berkerudung hitam itu..?" Tanya Ray kepada mereka berempat.


"Pak Ray bagaimana kalau kita bermain poker dulu, siapa yang menang itu yang duluan, berhak tidur bersama wanita itu.." Saran Karto.


"Setuju..." Timpal Andri dan Sueb...!


"Diki dan kau Imron bagaimana..?" Tanya Ray.!


"Kita berdua ikut saja apa yang menurut kalian.." Jawab Imron dan anggukan dari Diki.


"Deal ya..." Ray menjulurkan tangannya ke tengah dan balasan dari mereka secara kompak.


"Deal.


Ray melangkah pergi menuju sebuah mobil, untuk membawa kartu Remi yang biasa di simpan dalam mobil, biasa mereka selalu bermain poker, Remi, atau permainan lain, ketika seorang majikan memberikan tugas.


Tampa mereka sadari keisengan mereka sedang di pantau oleh lelaki berusia 31 tahun bersama seorang balita berusia 6 tahun dari luar.


Lelaki berusia 31 tahun yang tak lain adalah Asep Sukardi suaminya Mawar Purnama itu, malam itu setelah emosinya reda dan berniat menghunuskan sebuah pisau ke tubuh istrinya, namun itu tak terjadi karena secara tiba tiba anak satu satu nya terbangun dan seketika amarah napsu syetan nya pun reda.


Asep Sukardi lalu pergi dengan meninggalkan sepucuk surat dan langsung menuju tempat dimana Ketua RT dan Pak Ridwan serta Bu kulsum tetangga tempat dirinya mengeluarkan keluh kesahnya di culik oleh orang suruhan dari selingkuhan Istri nya itu.


"Laksa juga belum datang duh........."


"Kalau aku sendiri menyelamatkan Bu kulsum dan mereka berdua, bisa bisa nya nyawaku dan anakku melayang begitu saja.." Batin Asep dengan hati dan jantung berdebar kencang.


####


Sementara di pusat kota Sukabumi tepat di salah satu gedung bertingkat enam itu, tampak seorang pemuda yang sedang menggandeng tangan wanita yang hanya berselisih beberapa usia saja, kedua nya sedang menatap kepergian lelaki setengah tua yang di ikut empat orang bodyguard nya.


"Kak.... Telepon mu bunyi dari tadi.." Kata Amanda.


"Iya.." Balas Laksa singkat, lalu mengambil ponselnya yang ia simpan dalam saku nya.


"Kriiiiing..............................!


"Kriiiiing.............................!

__ADS_1


"Kriiiiing............................!


"Assalamualaikum. Bunda, ada apa menelepon..?" Tanya Laksa menjawab telepon masuk.


"WaallAikum Salam. Nak kamu dimana, apakah sedang bersama dengan Nyonya Besar Fatimah..?" Seorang wanita yang di panggil bunda oleh Laksa bertanya.


"Aku sedang di mall Bun sama teman ku. Nyonya Fatimah bersama Tuan Besar Harsya tadi bersama aku, tetapi mereka berdua ada urusan penting, jadi aku di suruh ke mall duluan.. Emang bunda ada apa menanyakan Nyonya Fatimah..?" Tanya Laksa penasaran.


"Begini Nak.. Kalau kamu lagi tidak bersama dengan Nyonya Besar Fatimah, Bunda mau minta tolong untuk menjemput Paman Asep, posisinya sekarang dia bersama keponakan mu Ajis berada di kawasan Puncak Bogor...." Terang Nuri dalam sambungan telepon.


"Kenapa ada di situ Bunda, bukan kah seperti biasa kalau aku jemput di TERMINAL..." Laksa bertanya tapi tatapan nya menatap kearah Amanda yang di pandang menuju sebuah tas bermerek internasional.


"Bunda juga tidak tahu, tapi exfresi obrolan nya itu sangat penting.. Begini saja kamu sekarang berangkat, bunda akan kirimkan lokasi serta nomor teleponnya.." Kata Nuri dari sebrang telepon.


"Yaa....... Sudah. Laksa akan menjemput nya. Bunda kirim aja lokasi dan nomor ponsel Paman Asep.." Titah Laksa..!


"Iya..! Nuri membalas singkat, lalu mengakhiri panggilan telepon kepada anak nya itu.


Pemuda itu terdiam sejenak, lalu beberapa detik kemudian, Ia pun mengirim pesan kepada bibi nya, untuk meminjam mobil karna ada urusan pribadi menjemput adik dari ibu angkat nya.


"Assalamualaikum, bibi Laksa cabut dulu ya keluar dari mall karna di suruh sama Bunda Nuri untuk jemput Paman di puncak Bogor.. Kalau boleh Laksa pinjam mobil.." Pesan pun terkirim tapi belum mendapatkan balasan dari sang penerima.


Lama juga Laksa menerima balasan dari sang bibi, lalu Ia memutuskan untuk pergi keluar bersama Amanda yang sebelumnya sudah di beritahu oleh Laksa sendiri.


Siapa sangka Amanda ingin ikut bersama Laksa dan Ia sehari ini ingin bersama dengan pemuda yang baru di kenal dengan sebuah kecelakaan menawarkan kue apem nya kepada Muhammad Laksa Ilham.


"Drett..................!


"Drett..................!


"Drett..................!


Getar ponsel Laksa terasa oleh nya dan langsung membuka pesan wasttap itu.


"Keponakan ku, kamu tunggu di lobby depan nanti ada seseorang yang akan mengantar perjalanan mu untuk menjemput adiknya ibu angkat mu.." Pesan dari Fatimah.


"Baik bibi, terimakasih.." Laksa segera membalas dan langsung menuju lobby.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2