
Pelukan hangat dengan di sertai aliran air mata di kedua nya, tak bisa di bendung lagi, hal itu juga terjadi kepada Beni dan istri nya Ineh serta Inah istri dari Ucok yang sedang memeluk Riyan Putra Pratama.
Halimah keluar bersama Amanda.. Melangkah menghampiri dua lelaki yang melepaskan rindu selama belasan tahun tak bertemu.."
"Amanda kau tahu lelaki yang memakai jas itu..?" Halimah menatap nanar kearah Riyan yang kini memeluk Beni.
"Nda tahu.. Dia adalah kaki tangan pemilik perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP.." Jawab Amanda sesaat menoleh kearah Wa Omah.
"Yaa selain kaki tangan perusahaan terbesar se-Asia, dia juga jantung suamiku, Harsya Badzil Ismail Abdullah, sang Tukang Ojeg Tampan.." Kata Halimah sambil berjalan menghampiri Riyan.
Sesampainya di hadapan Riyan.. Riyan pun langsung melepaskan pelukan nya, setelah melihat seorang wanita yang kini usianya setara dengan istrinya berdiri di hadapan dirinya sambil berkata dengan bibir bergetar.
"Nyo.. Nyonya Besar.. Anda bener bener Nyonya Besar Halimah.." Sujud syukur di tanah atas sesuatu hal besar yang telah lama menghilang kini ada di hadapannya dan keaadaan nya sehat wal a fiat.
Hampir tiga menit lamanya Riyan bersujud atas syukur yang telah di terima oleh nya, karna telah di pertemukan kembali dengan majikan yang telah lama hilang itu.
"Riyan ayo kita masuk ke dalam rumah.. Terima kasih kau telah bersedia datang.." Titah Halimah.
"Nyonya Besar.. Anda terlalu sungkan.. Justru saya bersama yang lainnya telah lelah mencari anda dan Cok Ben serta istri Istri nya.." Riyan berdiri dan langsung membungkuk hormat tanda hormat bawahan pada majikannya itu.
"Panggil aku seperti anda memanggil suami saya, tidak ada perbedaan hak dan sosialitas di antara kita dan yang lainnya.." Pinta Halimah, lalu membalikkan badannya dan langsung berjalan kearah pintu masuk rumah panggung milik Ucok.
"Baik Kak Fatimah.. Terima Kasih atas kerendahan hati anda.." Riyan berjalan bersama mereka masuk ke dalam ruangan keluarga.
__ADS_1
Sesampainya di ruangan tersebut.. Mereka pun langsung duduk dan tak lama kemudian Inah membawa kan beberapa cemilan dan kopi untuk Riyan Pratama.
"Bagaimana keaadaan suami saya dan adik saya Fatimah.?" Halimah memulai percakapan pertamanya dan menanyakan dua orang yang sangat berarti dalam hidup nya itu.
"Alhamdulillah. Semangat hidup mereka kini tumbuh kembali setelah Tuan Muda Laksa di temukan, namun kedua nya redup dan tak bergairah di saat sang Dokter memvonis Tuan Muda dalam keadaan koma tak sadarkan diri.." Terang Riyan menjelaskan nya.
"Riyan aku sudah mendengar semuanya dari Amanda, tentang kondisi anakku yang kini berada di rumah sakit. Aku ingin kau membantuku untuk bertemu dengan anakku tanpa orang lain mengetahui bahwa aku kembali dan menemui Muhammad Laksa Ilham.." Pinta Halimah dan hal itu sudah berada di dalam otak Riyan, karna pemikiran dari Riyan hampir sama dengan Halimah.
**
Saat itu. Riyan di panggil oleh Fatimah tanpa sepengetahuan Kakak ifar nya. Yaitu suami dari Halimah.
"Kak. Riyan aku ingin kau menyelidiki seorang gadis yang belum di kenal oleh keponakan ku, namun keponakan itu sangat peduli pada gadis tersebut.." Kata Fatimah.
"Apakah anda mempunyai ciri ciri gadis tersebut..?" Tanya Riyan.
Riyan pun langsung menerima nya dan membuka tali yang mengikat kancing map tersebut. Ia tersenyum manis setelah melihat beberapa biodata dalam berkas yang di berikan oleh adik ipar majikannya itu.
"Malam ini juga anda akan mengetahui siapa gadis ini dan apa maksud tujuan nya.." Kata Riyan yakin tugas yang di berikan oleh Fatimah hal yang sangat mudah sekali.
"Yaa.. Aku tunggu informasi dari kakak secepatnya.." Fatimah tersenyum manis lalu beranjak pergi meninggalkan Riyan yang duduk di ruangan tamu, menemui Harsya yang sedang mengobrol bersama dengan Kedua Orang Tua angkat keponakan nya itu.
Satu jam berlalu, Riyan sudah menginformasikan kepada bawahan nya yang ada di kota Sukabumi, untuk melacak dan mencari informasi sedetail mungkin tentang gadis yang bernama Amanda, putri dari pasangan suami istri Udin dan Juju, tak butuh lama sampai berhari hari Riyan pun sudah mendapatkan nya dan bermaksud untuk menemui nya."
__ADS_1
Perjalanan menuju kesebuah perkampungan yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan di daerah Sukabumi hanya memakan waktu kurang lebih satu jam dan lelaki yang sudah menjadi bagian dari perusahaan terbesar se-Asia itu sampai di sebuah kampung dimana para anak buah nya sudah menunggu nya.
"Selamat datang bos.." Ucap lelaki berusia 30 tahun setelah pintu mobil Pajero Sport itu di buka.
"Terima Kasih Mil.. Apakah pekerjaan yang saya minta sudah kau dapatkan dengan detail.." Kata Riyan turun dari mobilnya.
"Sudah bos.. Sebaik nya kita masuk dulu ke rumah teman saya dan mungkin bos Riyan akan terkejut setelah melihat hasil penyelidikan saya beserta teman teman saya.." Kata lelaki yang di panggil Mil itu.
"Wow semoga anda tidak memberikan angin segar kepada saya Kamiludin." Kata Riyan.
"Saya jamin bos.. Ayo kita masuk ke rumah.." Ajak Kamiludin.
Riyan pun mengangguk dan langsung berjalan mengikuti bawahan nya itu masuk ke salah satu rumah yang tak jauh dari tempat mobil nya terparkir.!
Singkat cerita Riyan pun sudah berada di sebuah rumah yang terbilang sederhana di salah satu kampung dimana bawahan nya di tugaskan oleh nya untuk menyelidiki seorang wanita yang dekat bersama anak majikan nya itu.
"Bos apakah kau kenal dengan wanita ini..?" Tanya Kamiludin menyerahkan beberapa Poto yang sudah Ia cetak.
Riyan pun langsung menerima nya, jantung nya seketika langsung berdetak kencang darah mengalir tak beraturan di dalam tubuhnya itu, selain itu keringat pun langsung membanjiri seluruh tubuh nya setelah satu demi satu Poto yang di berikan oleh bawahan nya di lihat-lihat secara seksama.
"Ha... Halim.... Halimah..." Cok Ben dan Inah serta Ineh..." Kata katanya tergagap seakan akan apa yang di lihat itu hanya sebuah mimpi saja.!
"Bos.... Setelah saya selidiki dan bertanya kepada warga yang ada di kampung Solok Pandan dan Kampung Solok Pandan Bawah, bahwa betul mereka berempat yang sedang Tuan Besar Harsya dan bos Riyan cari... Bukan itu juga gadis yang bos minta selidiki, ada hubungan dengan dengan mereka berlima.." Terang Kamiludin.
__ADS_1
Bersambung.
Mohon maafkan saya author, kemarin kemarin saya sibuk di dunia nyata menyambut kedatangan hari kemenangan.. Insyaallah sekarang mulai menulis lagi dan akan berusaha untuk mengoptimalkan novel yang sedang on going sampai tamat.