
Dia keluar dari kamar mandi, lingerie seksi dan tembus pandang tampak terlihat oleh kedua mata lelaki yang berbaring santai di atas ranjang.
"Hmmmmmmmmmm.."
"Mahluk Tuhan paling sempurna, lelaki bertelanjang bulat dengan pusaka warisan yang mulai bergerak berdiri tegak sambil menelan ludah dalam dalam.
Sang gadis tersenyum berjalan lenggang lenggok, mulai merayap naik keatas ranjang, kedua matanya menatap tajam kearah tongkat yang berdiri diantara dua paha berwarna hitam dengan di tumbuhi bulu bulu kusut hitam.
"Huam............!
"Huam............!
"Lep................!
Permen Kojek di lahap habis oleh Mawar, dengan memaju majukan bibirnya, membuat Firza menahan rasa ngilu dan tampak bola mata keluar menahan kenikmatan yang membuat dunia seakan milik mereka berdua.
"Ahk............... Hanya itu keluar dari mulut Firza, kedua tangan nya mencengkram erat seprai menahan rasa nikmat, dan ngilu seluruh tubuhnya keringat bercucuran membasahi seluruh badannya.
Seandainya permen Kojek yang biasa di beli di warung atau pun minimarket selama empat puluh menit lamanya, terus menerus di kulum oleh anak anak atau pun orang dewasa mungkin pasti akan habis dan tersisa hanya akar nya saja.
Namun permen Kojek kali ini yang bentuk nya, hitam melekat panjang semakin di kulum lama bukan habis yang dia dapatkan tetapi semakin mengkilat dan terasa keras akarnya.
"Sayang capek......" Keluh Mawar melepaskan mulut yang sedang mengu*lum permen Kojek milik Firza, namun lengannya masih memegang pusaka milik lawan kekasihnya itu.
"Hehehehe........ Yaa udah kamu yang berbaring, biar aku yang bekerja.." Firza bangkit dari tidurnya dan langsung mendorong Mawar untuk terlentang di atas kasur.
Di hadapan Firza sebuah Goa yang tertutup oleh rimbun pohon pohon rindang terpampang jelas, hingga pusaka miliknya Ia pegang untuk segera di arahkan pada goa yang tampak terlihat basah itu namun tiba tiba............
"Brakkkkkkkkkk.................."
Pintu kamar di dobrak paksa hingga mereka berdua yang di landa bira*hi seketika tersentak kaget dengan apa yang di lihat nya.
Mata lelaki bertelanjang bulat itu menyala nyala, tampak amarah meluap luap di selimuti kobaran api yang akan membakar siapa saja yang mendekati nya.
"Hahaha..... Hahaha....... Hahaha......."
"Pasangan mesum, ahli neraka, dasar iblis, manusia terkutuk.." Teriak satu dari empat pemuda yang mendobrak pintu itu seraya berlari kearah ranjang tempat mereka berdua memadu kasih.
"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz..."
__ADS_1
"Bughhhhh..............!
Pemuda dengan sorot mata menyala setelah memaki kasar pada pasangan yang sedang bergu*mul ria langsung melompat kearah mereka berdua dengan tangan memegang pisau dapur di arahkan nya.
Namun Firza bukan seorang lelaki yang tidak mempunyai pertahanan, Ia bisa menduduki jabatan di organisasi Genk Serigala Merah karna jago dalam ilmu beladiri dan sudah makan asam garam kehidupan jadi serangan dari pemuda yang Mawar tahu anak dari Pak Ridwan itu bisa di tahan dan langsung di sedang balik hingga terpental ke lantai.
"Modar sia...." Sapuan keras dari Firza langsung mengenai dada pemuda yang akan menyerang nya.
Melihat temannya terpental jauh akibat sapuan dari lelaki yang tak memakai pakaian sehelai pun, ketiga temannya langsung menyerang kearah Firza.
"Ayo kalian maju semua nya, akan ku bunuh. Semuanya karna telah berani mengusik kesenangan ku.." Firza melompat dan mulai menyerang ketiga pemuda yang berlari kearahnya.
"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz....."
Sapuan tinju satu pemuda bisa di halau oleh Firza........"
"Bugh....................!
"Brakkkkkkkkkk............."
Pukulan telak hingga terjuntai lah akibat pukulan yang tepat mengenai perut nya. Lalu Firza pun memburu lagi kedua nya yang masih bertahan......!
"Bugh............!
"Bugh.............!
"Arhkkkk....................!
"Belegedeb................! Dua dua nya langsung jatuh secepat kilat ke lantai akibat pukulan pada tengkuk punggungnya, hingga mengakibatkan pingsan seketika.
Sementara Mawar yang pas pintu di dobrak oleh keempat pemuda itu, langsung mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya dan berjalan kearah tas untuk mengambil ponsel.
Telepon berkali kali pada keponakan nya, tidak di angkat lalu dia mengirim pesan namun tak kunjung di balas, padahal wasttap sedang online.
Sumpah serapah pun di berikan pada keponakan nya dengan mengirimkan pesan suara, namun terus menerus tak kunjung mendapatkan balasan.
Setelah puas dengan apa yang di lakukan oleh Firza pada dua orang yang sedang meringis kesakitan, tiba tiba dari arah pintu masuk kamar, terdengar suara langkah kaki yang beriringan.
"Prokk..................!
__ADS_1
"Prokk...................!
"Prokk...................!
"Halo Tuan Firza.... Selamat malam... Apakah kau mengenalku..." Tepuk tangan di iringi suara seorang pemuda berjalan masuk bersama puluhan Anggota Genk Serigala Merah.
"Kau............................" Firza tersentak kaget. Di hadapannya seorang lelaki yang menjadi duri penghalang untuk mendapatkan kekuasaan perusahaan Kobra Company Group.
"Plakkkk.......................!
"Plakkkk.......................!
Dua tamparan mendarat ke sebuah pipi mulus Firza sangat keras, hingga cap lima jari jelas terpampang di wajahnya.
"Bughh...................
"Bughh...................!
Pakai bajumu..." Setelah tamparan yang di dapat oleh lelaki yang menjadi pemimpin Anggota Genk Serigala Merah kini pukulan pun mendarat, untuk memberikan kode agar Firza memakai baju.
Sang Ketua yang masih menjabat sebagai Ketua di Organisasi Serigala Merah itu, hanya bisa pasrah dan menuruti kata katanya, walau bagaimana pun orang yang berada di hadapannya itu, kaki tangan ke-tiga petinggi perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP yang tak bisa di sentuh, kecuali ada nya Bruno dan kelima muridnya.
"Sialan, pantas saja Jamil tak langsung menuju kesini, pasti si setan Black yang telah mencuci otak nya.." Geram Firza dalam hati menatap kearah Jamil yang berdiri di samping Black.
"Tuan Black ijin berbicara, bagaimana dengan wanita iblis itu...?" Jamil melangkah maju ke depan dan bertanya pada Black.
"Kau mau..........?" Black menatap tajam pada Mawar yang berdiri di pojok kamar dengan ketakutan yang tak bisa di bayangkan.
"Jijik............" Jamil buru buru menggelengkan kepalanya."
"Bawa ke markas bersama empat pemuda dan para preman jalanan yang sudah di lumpuhkan oleh orang kita.." Kata Black.
"Aku punya rencana, agar mereka para preman dan empat pemuda ini, menjadi orang kita.. Untuk wanita itu menurut informasi masih ada kaitannya dengan musuh Nyonya Besar Anastasya.." Sambung Black.
"Siap Tuan, menerima perintah dari anda..." Jawab Jamil, lalu memberikan perintah pada Anggota Genk Serigala Merah yang di bawa olehnya bersama Black.
Karna rasa takut nya pada Anggota Genk Serigala Merah, para preman yang di bawa oleh Tayimin untuk membantu Ubed menghabisi Mawar, tak berani melawannya, hingga mereka dengan mudah melakukan pembersihan.
Mawar sendiri hanya bisa pasrah, namun pikirannya saat ini sedang bimbang, karna ulah dari keponakan nya dan bertanya tanya dalam hati nya.
__ADS_1
Bersambung.