
Fatimah langsung berlalu menuju ruangan keluarga di ikuti oleh Syamsul, yang hatinya di selimuti rasa penasaran.
"Fander dan Ken serta Rex saat ini juga kalian berangkat menuju kawasan puncak, serlock sudah saya kirim ke ponsel masing masing.. Saya harap kalian bertiga dengan kemampuan yang sudah terbukti mampu membawa supir kesayangan ku selamat bersama Paman nya.." Titah Fatimah tanpa basa basi lagi langsung pada inti dan tujuannya itu.
Mereka yang ada di ruangan keluarga asyik dengan topik pembicaraan langsung tersentak kaget, ketika Fatimah datang langsung memberikan tugas yang belum di mengerti.
Hal serupa juga di rasakan oleh Harsya dan Riyan yang sudah mengetahui siapa supir kesayangan Fatimah itu. Apakah terjadi sesuatu yang tidak di inginkan atau masalah lain. Batin hati Riyan dan Harsya bergejolak.
"Fatimah ada apa dengan Laksa..?" Kata itu terlontar dari Harsya dengan sorot mata tajam.
"Mungkin ini hanya tebakan dan Filing aku Kak.. Laksa saat ini sedang dalam keadaan bahaya.." Fatimah menjawab rasa penasaran mereka dan menjelaskan semua yang baru di terima oleh Ibu nya Laksa.
Setelah ku rasa cukup di mengerti oleh semua yang ada di ruangan keluarga itu. Harsya pun langsung bergerak.
"Aku mengerti kamu tenang saja.. Fander dan kalian berdua segera berangkat bawa pasukan Anggota Macan Putih untuk menjemput dan di pastikan tidak terjadi apa apa.." Harsya memberi perintah kepada Fander serta Ken dan Rex.
"Siap Tuan Besar.." Fander pun membungkuk dan langsung meninggalkan ruangan itu bersama Ken dan Rex.
"Tutt........ Tutt..... Tutt ........ Harsya menelepon seseorang, Kata hati nya berkata, kalau mengandalkan Fander dan Kedua bawahan setia nya itu tak akan sampai dalam waktu singkat.
"Halo. Tuan Besar, ada hal penting apakah anda menelepon di siang ini.." Kata seseorang di sebrang telepon menjawab telepon masuk nya itu.
"Bimo, saya ada tugas untuk mu dan para bawahan mu di daerah itu. Saya harap kamu bisa menyelesaikan tugas yang saya berikan.." Ucap Harsya dalam sambungan telepon.
"Siap Tuan Besar, kalau boleh tahu tugas apa yang akan Bimo dan para bawahan laksanakan..?" Tanya Bimo penasaran, yang di tunggu tunggu sekian lama nya akhirnya Sang Tukang Ojeg Tampan itu memberi tugas kembali.
Harsya pun langsung menjelaskan semuanya, tentang seorang pemuda yang memungkinkan saat ini sedang berkelahi untuk menyelamatkan Paman dan ketiga tetangga nya itu. Bimo pun langsung mengerti dan tak di lama kan lagi untuk mengakhiri obrolan di telepon itu.
__ADS_1
"Fatimah ayo kita jemput Sang ahli waris perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP dan mengabarkan kepada semua orang siapa Muhammad Laksa Ilham itu.." Kata Harsya kepada Fatimah yang langsung di balas anggukan pelan oleh nya.
###############
"Jangan bergerak semua sudah saya kepung.." Teriak Lelaki setengah tua memakai pakaian polisi mengarahkan senjata api nya kepada Andri yang hendak melayangkan pukulan kematian kearah jantung Laksa.
Andri yang saat itu hendak melayangkan pukulan yang sangat kuat seketika menoleh kearah suara teriakan itu. Begitu juga dengan Diki.
"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz.............!
Lagi dan lagi Diki dan Andri mengibaskan tangannya kearah lelaki setengah tua itu, hingga lelaki tua itu terpental jauh.
Kedua nya setelah mengeluarkan ilmu tenaga dalam yang bisa menyerang dari jarak jauh, lalu melompat ke arah jendela untuk melarikan diri, karna tak akan mungkin bisa menang melawan mereka yang tampak puluhan Anggota kepolisian di belakang Lelaki setengah tua itu.
"Kejar mereka jangan biarkan lolos begitu saja.." Teriak lelaki setengah tua itu, yang kini sudah bangkit dari lantai, dirinya tak menyangka mendapatkan serangan yang di luar nalar.
Para anggota anak buahnya itu langsung segera mengejar dua lelaki yang melarikan diri lewat jendela itu.
Tak lama kemudian ketiga Srikandi pun datang dan langsung membawa Laksa serta Dewi satu, begitu juga dengan lelaki yang di sangka Paman Asep menuju sebuah mobil untuk di bawa ke rumah sakit terdekat.
Ketika Laksa sudah berada dalam mobil bersama Dewi satu dan Asep Sukardi, iring iringan mobil mewah pun tiba, lalu dari dalam mobil itu langsung keluar Fander dan kedua warga negara asing yang tak lain Ken dan Rex itu.
"Bagaimana keadaan Laksa..?" Tanya Fander kepada salah satu Srikandi Padepokan Cimande itu.
"Saat ini keaadaan nya sangat kritis dan harus segera di bawa ke rumah sakit.." Jawab Dewi tiga.
"Ayo cepat..." Titah Fander..!
__ADS_1
"Baik Tuan.!
Dewi tiga dan dua Dewi lainnya langsung meleset meninggalkan area vila itu dengan di iringi pengawalan Anggota Macan Putih serta beberapa anggota kepolisian daerah puncak menuju rumah sakit yang terdekat.
"Ken dan Rex, bersihkan tempat ini, siapa pun yang membuat supir kesayangan Nyonya Besar Fatimah sampai terluka parah bawa ke markas besar untuk di interogasi dengan sangat kejam.." Fander memberi perintah dengan emosi yang meluap luap.
"Siap Tuan Fander.!!
Mereka berdua serempak menjawab.!
Fander pun langsung mengeluarkan ponselnya dan memberi tahukan kepada Tuan Besar Harsya, bahwa saat ini kondisi pemuda yang menjadi supir Nyonya Besar dalam keadaan kritis, dan di bawa oleh tiga Srikandi Padepokan Cimande ke sebuah rumah sakit di kota Ciawi Bogor.
Obrolan telepon bersama Harsya, membuat Fander bertanya tanya, kenapa sampai terkejut dan suaranya begitu serak, seakan akan majikan itu menangis mengenai kabar bahwa Muhammad Laksa Ilham dalam keadaan kritis, apakah sang supir itu adalah anak kandung nya Harsya.
Lamunan Fander pun buyar ketika lelaki setengah tua yang bertugas di area kawasan puncak menegurnya.
"Tuan Fander mohon maaf, hamba terlambat menyelamatkan mereka, hingga pas hamba bersama para bawahan datang mereka bertiga sudah habis di pukuli oleh para tersangka.."
"Bimo...........!!
Ucapan nya terhenti dan Fander hanya bersimpuh ke tanah seraya menahan gejolak amarah yang membuat dirinya juga merasa gagal tugas yang di berikan oleh majikannya itu.
"Bimo semoga aja Muhammad Laksa Ilham tidak kenapa kenapa.! Fander bersuara dengan berat dan tampak terlihat air mata nya menetes.
"Amiin Yaa Robball Allamiin.." Jawab Bimo lalu membantu Fander untuk segera bangkit dari duduknya itu.
Suara langkah kaki beberapa orang terdengar oleh Bimo dan Fander, tak lama kemudian puluhan Anggota kepolisian dan Macan putih menghadap untuk melaporkan sesuatu.
__ADS_1
"Lapor komandan tiga orang lolos, yang berhasil di tangkap hanya dua orang yang sedang bersembunyi dan satu orang lagi dalam keadaan kritis. Sementara kedua lelaki dan satu wanita yang mengaku korban penculikan sudah di amankan di mobil. Laporan selesai.." Kata satu di antara puluhan bawahan Bimo itu.
Bersambung.