Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Rencana Dinda


__ADS_3

"Bruno bolehkah Kakak meminta tolong untuk menjadi perisai bayangan untuk suami Kakak.." Lirih Widia pelan, namun itu sangat jelas di telinga mereka yang ada di ruangan keluarga.


"Maaf Kak, kalau untuk menjadi perisai di bagian depan aku tak bisa, namun untuk sekedar melindungi Firza, dari dulu beberapa anak buah ARYANG FUTURE COMPANY GRUP selalu ada dalam bayangan Firza kemana pun dia melangkah.." Terang Baron, Ia jelas sudah mengetahui semuanya, bila ikut campur dan berdiri di barisan terdepan untuk melindungi nya, yang akan rugi diri nya beserta keluarga dan tempat Ia memegang kendali perusahaan terbesar nomor tiga di Asia tenggara itu.


"Kakak sudah tahu kau akan berkata begitu Uno.." Jawab Widia memanggil nama kesayangan adik iparnya itu.


"Yaa Kak! Maafkan Uno." Karna berurusan dengan ke-tiga petinggi perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP dan Kobra Company sama hal dengan aku dan semua anak buah ku mengantarkan nyawa yang sia sia.." Terang Bruno.


Widia mengerti dengan alasan yang di berikan oleh adik angkat nya itu. Jangan kan dia sekelas Tuan Besar Harsya dan organisasi serta perusahaan terbesar se-Asia itu bisa luluh lantah di buat oleh mereka.


"Bunda... Paman Baron, mohon maaf memotong pembicaraan kalian berdua.." Ucap Dinda,


"Ada apa Nak..?" Tanya Widia dan tatapan dari Baron."


"Kalau boleh tahu Paman Baron, kapan ke-tiga petinggi perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP akan melancarkan aksinya membantai ayah ku.." Tanya Dinda, hal itu membuat mereka serentak kaget.


"Kenapa ponakan ku bisa berpikiran kearah sana.?" Baron mengkerut kening nya dengan apa yang baru saja di Dinda tanyakan.


"Jelas lah Paman, aku mempunyai pikiran mengarah pada pembantaian itu, kalau melihat tundak tanduk mereka terhadap musuhnya yaitu Tuan Besar Harsya Badzil Ismail Abdullah.." Terang Dinda.


"Tapi Din, menurut informasi dari anak buah Paman, Tuan Simon atau pun Mister Kong Kong dan Naga Saki Sempur hanya akan menjatuhkan jabatan nya dan keluar dari barisan mereka.." Kata Bruno memberi penjelasan.


"Yaa itu kata mereka.. Tapi ayahku akan melawan dan itu akan menjadi peperangan yang tak mungkin di menangkan oleh Ayah.." Alasan yang memberikan kebenaran dalam pertanyaan yang di berikan oleh Dinda pada mereka berdua.

__ADS_1


"Ayah, Tante Widia, apa yang di katakan oleh Non Dinda itu bener dan masuk akal.." Timpal Danil anak dari Baron dan Sri yang sedari tadi hanya mendengarkan obrolan mereka seputar permasalahan Ketua Serigala Merah tersebut.


Mereka bertiga manggut manggut, sedangkan Dinda menatap tajam penuh semangat kepada pemuda itu, karna lebih percaya terhadap apa yang baru saja di katakan."


"Ummmmmmm." Mungkin Minggu depan, Dinda, ketiga petinggi itu akan mulai bergerak, karna menurut informasi yang di dapat saat ini, Tuan Simon dan Kedua sahabatnya kembali pada negara masing masing, untuk mempersiapkan kekuatan penuh nya.." Terang Baron.


"Terima Kasih Paman atas informasinya, jadi aku masih ada waktu untuk merencanakan sesuatu, agar sang Ayah tak mati dalam keadaan hina.." Ucap Dinda. Lagi dan lagi perkataan nya membuat mereka terkejut.


"Maksud Dinda, bisakah kau jelaskan Nak.." Pinta Widia dan anggukan Baron.


"Tak ada maksud apa apa Bunda, Paman Baron, aku hanya punya niat dan keyakinan hati yang teguh untuk menasehati Ayah dan mungkin Tuhan berkenan untuk menyadarkan ayahku dan berusaha untuk bersembunyi untuk sementara waktu sampai mereka yang akan membantai ayahku mulai lelah dan bosan mencarinya.." Terang Dinda pada mereka memberikan penjelasan.


"Itu hal yang mustahil Nak.." Jawab Widia."


"Yaa Bunda, sangat mustahil, namun aku mempunyai keyakinan bahwa tahun ini Ayah akan berubah dan merenungi semua kesalahan dan perbuatan yang di lakukan oleh nya.." Tegas Dinda.


"Danil juga akan ikut turun dan membantu Non Dinda.." Timpal pemuda tampan nan rupawan."


"Terima Kasih Paman, terimakasih kak Danil.." Ucap Dinda dengan mata berkaca-kaca.


"Tak perlu sungkan ponakan ku.. Kapan kau akan bergerak untuk menyusun rencana nya..?" Tanya Baron."


"Esok Paman, Dinda sudah bergerak."

__ADS_1


"Ok kalau begitu, besok bergerak di temani dengan Danil ya.." Ucap Baron.."


"Bagaimana Danil, apa kah kau bersedia..?" Tanya Baron."


"Daniel bersedia ayah, dan akan berusaha semaksimal mungkin membantu Non Dinda, untuk menyusun rencana sedemikian rupa.." Jawaban yang di berikan oleh anak dari Baron memacu semangat dan harapan Dinda.


"Terima Kasih Kak.. Kebaikan dari kak Daniel tak akan pernah Dinda lupakan.."


"Non tak usah sungkan, kita satu keluarga setiap ada kesulitan, sudah seharusnya aku dan Ayah membantunya.." Kata Daniel membuat Dinda dan Ibu nya kagum pada anak dari adiknya itu.


Obrolan dua keluarga itu cukup lumayan panjang hingga waktu makan siang pun datang dan langsung menuju sebuah meja yang sudah tertera dengan makanan beraneka ragam.


Sementara di lain tempat yang berbeda namun masih waktu yang sama, tepatnya di salah satu kota yang tak jauh dari jalan tol Jagorawi, seorang gadis berusia 19 tahun sedang menikmati nikmat nya makan siang di salah satu rumah makan bagi kalangan menengah ke bawah dengan di temani oleh gadis yang usia nya terpaut dua tahun.


"Kak Amanda, apakah Alena boleh bertanya sesuatu tentang kedekatan Kakak dan kak Laksa.." Gadis yang masih status pelajar sekolah di SMK Negeri kota Sukabumi itu bertanya tentang rasa penasaran itu.


Amanda langsung menghentikan kunyahan nya, dan kedua matanya menatap kearah wajah gadis yang Ia tahu adik angkat Laksa seraya jantung nya berdetak kencang tak beraturan.


"Kedekatan aku bersama Kak Laksa, hanya sebatas balas budi yang sedang aku jalani, mungkin setelah aku mendapatkan uang, lalu aku akan membayar pada Kak Laksa yang malam itu Kak Laksa memberi pertolongan pada keluargaku.." Terang Amanda yang langsung menjawab pada intinya.


"Kok sebatas balas budi Kak.." Reflex Alena berkata dengan nada terkejut, pikir Alena wanita di samping nya itu tersinggung dengan perkataan yang di tanyakan nya.


"Alena, sayang, kamu tak usah khawatir dan cemas, setelah Kak Laksa sembuh total, aku akan berbicara dan meminta kebijaksanaan tentang apa yang sudah Kak Laksa bantu malam itu, lalu setelah itu aku akan berusaha menjauh dari Kak Laksa, karna aku tahu perbedaan dan kasta ini tak akan mungkin bisa aku masuk dalam keluarga kak Laksa.." Terang Amanda dengan nada tertahan, jelas Ia menahan airmata nya agar tidak jatuh di hadapan adik angkat dari pemuda yang Ia sukai lahir dan batin.."

__ADS_1


Alena langsung membatin diam, merasakan kesalahan tentang sebuah pertanyaan yang membuat hati Amanda tersinggung."


Bersambung.


__ADS_2