
Di sebuah rumah sederhana di kawasan pinggiran kota Jakarta, seorang pemuda berusia 21 tahun keluar dari rumah di antar oleh wanita muda berusia 29 tahun..!
"Sardjono, jangan sampai mengecewakan Tante yang telah mempromosikan kamu ke dalam barisan orang hebat.." Pesan Mawar kepada pemuda yang Ia bawa dari kampung halaman nya daerah Jawa Tengah.
"Iya, Tante tenang saja.." Jawab Sardjono lalu Ia pergi meninggalkan rumah Tante nya berjalan kesebuah mobil mewah yang di bawa oleh Sang Ketua Serigala Merah dan mobil pun perlahan lahan melaju hingga tak terlihat lagi oleh Mawar.
Setelah melepas kepergian keponakan nya itu, Tante Mawar pun langsung masuk ke dalam rumah untuk menemui Firza.
"Mawar apakah dia sudah pergi..?" Firza menatap sambil bertanya kepada Mawar yang berjalan kearah kursi dan duduk di samping nya.
"Yaa dia sudah pergi, baru saja..!
"Bagus lah. Aku sudah gak kuat, ingin segera menerkam mu, sebelum suami dan anak mu datang..'' Ucap Firza lalu Ia dengan cepat ******* bibir wanita itu dengan ganas.
Mendapatkan serangan bibir yang tiba tiba, seketika Mawar pun langsung membalas nya dan kedua tangannya pun aktif mencari sesuatu yang akan membuatnya terbang melayang ke awang-awang.
"Ahkk............................
"Ahkk...........................
Suara ******* Mawar, ketika mulut Firza aktip di antara dua gunung yang sudah terpampang jelas di hadapannya, begitu juga dengan Mawar yang terus merayap tangan kiri nya masuk ke dalam celana yang belum terbuka dan Firza pun mendesis keenakan.
"Awa Yank, nikmat ahkk...................!
Mendengar erangan dan rasa yang bisa membangkitkan gairah mereka berdua, Mawar pun dengan lihai nya langsung mengocok Pusaka Warisan milik pasangan selingkuhan nya itu.
"Sayang ku Mawar, ayo cepat buka aku sudah gak kuat dan takutnya suami dan anak mu akan segera datang.." Firza berkata sambil menikmati kocokan dari tangan Mawar yang membuat Pusaka Warisan nya akan menyemburkan lava yang sangat hangat.
Mendengar rengekan dari kekasih gelapnya, Mawar pun menyudahi kocokannya dan lalu buru buru Ia membuka celana nya sampai segitiga bermuda nya pun Ia lemparkan ke bawah kursi.
__ADS_1
Hal serupa di lakukan oleh Firza, lalu setelah mereka berdua sepenuhnya sudah siap untuk memasukkan pusaka warisan milik Firza kedalam lobang goa sigotaka milik Mawar, tiba tiba ketukan pintu dan ucapan salam pun terdengar dari luar.!
"Tok.......... Tok ......... Tok..........!!
"Assalamualaikum..............!!
"Bu Mawar, Apakah ada di rumah..." Ucap lelaki mengucap kan salam dan memanggil manggil pemilik rumah dari luar.
Panik.. Yaa pasangan selingkuh itu yang melakukan perbuatan tercela di sore itu, Walaupun Firza mempunyai kekuatan dalam mendominasi materi atau pun sumber daya manusia, tetapi bila kedapatan bersalah, tetap Ia tak bisa apa apa. Di tambah kesalahan nya mencuri Kue Apem milik orang lain.
Tongkat panjang yang baru saja setengah amblas kedalam goa sigotaka milik Mawar, yang tadinya tongkat panjang itu gagah berani serta keras seketika langsung mengerut, mengecil dan letoy.
"Bangsat..................!
"Setan alas, ganggu kesenangan orang aja.." Geram Firza seraya mencabut pusaka warisan nya dan berlalu kearah dapur dengan keadaan setengah bugil.
Mawar sendiri langsung buru buru memakai segitiga bermuda dan celananya, dan setelah itu melangkah menuju pintu masuk utama, untuk membuka pintu menemui seseorang tetangga yang terus menerus mengetuk ngetuk pintu serta memanggil manggil nama nya.
Pintu terbuka, tampak dua lelaki setengah tua berdiri di hadapan pintu dengan tersenyum dan berkata.." Bu Mawar mohon maaf mengganggu waktu sore anda.
"Tidak apa apa Pak RT, mari silahkan masuk Pak.." Pinta Mawar mempersilahkan dua tamu itu dengan exfresi wajah manisnya, walaupun dalam hati nya marah dan kesal, tapi apa daya dia tak mempunyai kekuasaan yang untuk mengeluarkan amarah dan kekesalannya.
"Terima Kasih Buk... Mari.." Ucap Pak RT, lalu masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi tamu.
"Kopi atau Teh.. Pak RT, Pak Ridwan..?" Tanya Mawar.
"Gak usah merepotkan Buk Mawar, yaa kalau ada mah kopi aja hehehehe.." Kata Pak RT seraya terkekeh.
"Mawar tersenyum di buatnya.." Dasar tak tahu malu.." Ungkap dalam hatinya, pergi ke dapur untuk membuat kopi.
__ADS_1
Sesampainya di dapur tampak Firza selingkuhan nya itu, sedang garuk garuk kepalanya, hati nya tak tenang pikiran nya campur aduk, Ia bingung terjepit dalam keadaan salah, kekuatan serta koneksi nya tak mampu untuk menolong nya.
"Yang tolong ambil lin ponsel yang aku simpan di lemari televisi.." Kata Firza pelan kepada Mawar yang sedang mengucek kopi dalam gelas.
Mawar hanya mengangguk, membalas permintaan dari Sang kekasih, setelah itu lalu membawa kopi yang baru saja di buat untuk di si suguhkan kepada tamu yang menunggu di ruangan tengah.
"Pak RT. Pak Ridwan, silahkan di minum kopi nya.." Ucap Mawar mempersilahkan dan Ia sendiri duduk di kursi berhadapan dengan mereka.
"Terima Kasih Buk.." Ucap RT dan anggukan kepala Pak Ridwan.
"Iya Pak sama sama, hanya ada kopi saja."
"Kalau boleh tahu, tujuan Pak RT dan Pak Ridwan datang kesini, ada apa ya..?" Mawar bertanya sambil membenarkan dua buah kancing baju yang terbuka, yang baru Ia sadari, karna melihat dua pasang mata dari tamu yang datang terus menatap kearah dada putih miliknya itu.
"Hehehehe... Ini anu begini buk Mawar.." RT berkata terbata bata karna malu kedapatan mencuri pandang ke sebuah dua kembar gunung yang menggelantung indah tanpa pembungkus kacamata.
"Uhuk..... Uhuk..... Uhuk...." Pa Ridwan berpura pura terbatuk-batuk untuk meluruskan suasana yang canggung itu, walaupun dirinya juga sesaat tersentak kaget ketika wanita bersuami itu membenarkan kancing yang terbuka.
"Begini Buk Mawar dan sebelumnya memohon maaf bila kata kata yang keluar dari saya dan Pak RT, akan melukai manah dari Buk Mawar, tapi ini saya dan RT selaku pejabat di lingkungan kampung kita, hanya untuk meluruskan keluhan keluhan dari para warga.." Pak Ridwan berkata dengan wajah serius dan terdiam sesaat sebelum melanjutkan perkataannya lagi.
"Sebentar Pak Ridwan, keluhan warga..!!
"Yaa... Buk.!!
Mawar terdiam sesaat hatinya berkecamuk, pikiran nya mumet.." Para warga.." Pikir nya saat ini.
"Coba jelaskan kepada saya, maksud keluhan para warga.." Pinta Mawar.
"Begini Buk, mendapatkan informasi dari para warga terutama tetangga tetangga buk mawar yang rumahnya berdampingan dengan rumah Buk Mawar, sudah melihat beberapa kali bahwa anda sering memasukkan lelaki ketika suami dan anak ibu sedang tak ada di rumah."
__ADS_1
Lalu tadi pukul 11 siang Buk Kulsum melihat seorang pemuda ya paling berusia 20 tahun masuk dan dengan mesra nya, pemuda itu memeluk Buk mawar di luar rumah, hal itu membuat argumen para warga bahwa Buk mawar selingkuh.." Jelas Pak Ridwan memaparkan keluhan dari warganya tersebut.
Bersambung.