
Satu unit mobil Avanza Veloz meluncur cepat dari arah pusat kota Sukabumi menuju ke sebuah jalan perbatasan penghubung dua kabupaten yang akan menuju ke sebuah rumah sakit rakyat dimana seorang pemuda di rawat dan tak sadarkan diri.
Di dalam mobil yang kini sedang berjalan tempuh 60 km perjam itu, tampak wanita berusia 40 tahunan itu menatap penuh arti ke depan yang tak bisa di artikan oleh dua wanita yang usia nya di atas wanita tersebut.
"Endi berapa lama lagi kita akan sampai ke rumah sakit rakyat itu..?" Tanya wanita yang duduk di samping nya.
"Mungkin 30 menit lagi nyampe Wa.." Jawab Endi Cucu dari Umi Tuti.
"Kembalilah Nak, Ibu datang menjadi kekuatan dan perisai dalam perjalanan hidup mu, membalas semua musuh musuh yang telah menghancurkan semua kebahagiaan mu.." Batin Halimah bergejolak dalam diam.
Tiga puluh menit berlalu Mobil Avanza Veloz pun kini sudah sampai di depan bangunan bertingkat dan bertuliskan rumah sakit rakyat.
"Wa kita sudah sampai apakah di masukan kedalam halaman parkir atau di sini saja.?" Tanya pemuda yang menjadi supir Halimah.
"Kita di sini saja..." Jawab Halimah singkat seraya melihat jam tangan di tangannya.
"Masih ada waktu tiga puluh menit lagi untuk masuk ke dalam.. Inah sebaiknya kau keluar lihat keaadaan di sekitar rumah sakit, apakah orang orang Anggota Macan Putih atau perusahaan suami ku berjaga ketat atau tidak.." Halimah memberi perintah kepada Inah yang duduk di belakang jok nya.
"Menerima tugas Nyonya Besar.." Jawab Inah, lalu keluar dari mobil dengan menggunakan masker penutup wajah nya."
"Ineh... Kau kirim pesan kepada Amanda dan kabarkan kalau aku sudah berada di sini.." Kini perintah itu di berikan pada saudara kembar Inah.
"Siap Nyonya Besar.." Ucap Ineh langsung mengeluarkan ponselnya."
**
Sementara di ruangan inap VIP tepat nya dimana Muhammad Laksa Ilham di rawat, seorang gadis cantik dengan setia duduk di sisi ranjang sambil kedua tangannya memegang salah satu tangan pemuda yang terbaring lemah tak berdaya itu.
Ungkapan rasa dan sayang nya, Ia terus ungkapan pada pemuda itu, ketika seorang lelaki berusia 40 tahun yang tak lain Riyan Putra Pratama keluar untuk mengelabuhi beberapa Anggota Macan Putih dan para pengawal perusahaan terbesar se-Asia, untuk meloskan Halimah agar bisa menjenguk Muhammad Laksa Ilham tanpa di ketahui oleh mereka.
__ADS_1
"Kak. Laksa semua orang menunggu ku untuk kembali ke alam ini memberantas keji nahi mungkar, apakah kau akan terus menerus diam dalam tempat pembaringan mu.."
"Kak Laksa, aku berjanji pada diriku, dan menceritakan semua isi hati ku pada mu, aku mohon Kak kau bangun lah Ibu dan Ayah mu menunggu mu.."
"Kak! Apakah kau tidak kasihan pada Bibi Fatimah dan Kedua Orang Tua angkat mu, yang terus menerus bersedih melihat keadaan mu saat ini.."
Ungkapan yang di katakan oleh Amanda semata mata untuk membuat pemuda di hadapannya itu segera sadar dari tidur panjang nya itu.
"Kak. Aku mencintaimu dan.........."
Perasaan rasa sayang dan cinta Amanda terhenti ketika ponsel jadul miliknya bergetar tanda ada pesan masuk di hp nya."
Amanda segera langsung merogoh saku celananya dan membuka aplikasi pesan, senyum nya mengembang ketika pesan itu dia baca dengan seksama."
"Kamu mau kemana, kamu belum menyelesaikan ungkapan perasaan mu pada ku.." Satu suara seketika keluar dari seorang pemuda yang sedang berbaring di tempat tidur ruangan VIP rumah sakit itu.
Tak terasa bergetar hati Amanda dan seluruh tubuhnya, ketika Ia menolehkan wajahnya kearah pemuda yang sedang terbaring, namun pas di lihat oleh kedua matanya, pemuda itu tersenyum dan mengedipkan satu matanya tanda Ia sudah bangun dari tidur panjang selama ini."
"Hiks..... Hiks..... Hiks........" Tangis nya masih menggema di pelukan hangat sang Pemuda tampan itu.
"Amanda, aku belum kuat untuk memeluk mu, badan ku masih lemah.." Kata Laksa dengan suara pelan, hal itu langsung membuat Amanda bangun dengan cepat.."
"Maaf Kak. Sangking senang dan bahagia nya aku, melihat kakak sudah sadar.." Ucap Gadis itu seraya menyeka air matanya.
"Terima Kasih.." Balas Laksa yang masih terdengar pelan suaranya.
"Sama sama Kak!
"Kak Laksa, aku mau mengabarkan dahulu sama Paman Riyan, karna yang jaga saat ini aku dan Paman Riyan.." Ucap Amanda, dan tak di lama kan lagi Laksa pun mengangguk.!
__ADS_1
Gadis itu langsung keluar dari ruangan VIP, berjalan beberapa langkah, tak lama kedua matanya tampak terlihat seorang lelaki berusia 40 tahun berjalan bersama wanita berkerudung hitam yang tak lain Halimah Ihsan Permana.."
"Paman Riyan... "
"Wa Omah...."
"Kak.. Laksa sudah sadar..." Nafas nya ngos ngosan karna berlari menghampiri mereka berdua yang berjalan cepat kearah dirinya.
"A... Apa..... Apakah kau berkata serius Amanda.." Halimah berkata dengan terbata bata, sedangkan Riyan sendiri langsung berlari kearah ruangan.."
"Serius Wa. Ayo kita masuk.." Amanda langsung menarik Halimah dan berjalan cepat kearah ruangan itu.
"Ceklek."
Pintu terbuka Riyan langsung masuk, tatapan tak beralih langsung menuju ranjang di mana anak sahabat nya itu terbaring.."
"Alhamdulillah.." Keponakan ku.." Keponakan ku kau akhirnya sadar.." Lintasan air mata keluar dari kelopak mata Riyan setelah apa yang dilihat nya."
"Paman Riyan, aku lapar badan ku masih lemah.." Ucap Laksa dengan nada yang masih pelan.
"Baik! Baik.... Paman akan memanggil Dokter sekalian membawakan bubur untuk asupan makanan pertama, agar seluruh yang ada dalam tubuh mu merespon satu sama lain.." Riyan langsung memencet tombol pemanggil Dokter yang ada di ruangan khusus itu.
"Laksa anakku, sayang ku, Bunda datang menjenguk mu.." Suara tergesa gesa menghampiri pemuda yang masih lemah tak berdaya dengan air mata yang membasahi kedua pipinya, mencium kening dan kedua pipinya dengan penuh kasih sayang.
"Bun.... Bund.... Bunda........ Laksa, sudah tahu, Bunda akan datang malam ini menjenguk Laksa.." Lirih pemuda yang masih terbaring di atas ranjang pasien.
Halimah menyeka air mata Laksa penuh kasih sayang." Hal serupa kedua tangan nya juga ikut merespon dan menyeka air mata Ibu kandung nya yang baru pertama kalinya Ia melihat wajah Ibu nya setelah sembilan belas tahun menanti nya."
Haru bercampur sedih kini di rasakan oleh mereka yang hadir di ruangan itu, tak lama kemudian Sang Dokter pun datang dan langsung memeriksa kondisi Muhammad Laksa Ilham dengan berhati hati.
__ADS_1
"Alhamdulillah.." Kondisi Tuan Muda Laksa sudah sembuh dan mungkin beberapa hari bisa di bolehkan pulang dari rumah sakit ini.." Dokter itu mengucap rasa syukur pada illahi robi setelah memeriksa pasien yang di nyatakan koma tersebut.
Bersambung.