Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Dua Keluarga berada di tangan Fikri dan Ninja Ninja


__ADS_3

Pukul 22:00 Wib. Mobil X Fander Crros itu melaju dengan tenang membelah jalan dari arah Cianjur menuju ke jalan perbatasan antar dua kabupaten dengan di ikuti oleh satu unit mobil Pajero sport. Dua unit mobil mewah itu yang di kendarai oleh supir masing masing menjadi bayang bayang incaran para Ninja yang sudah di ketahui oleh mereka berdua yaitu Indah dan Dewi.


Satu kilo sebelum sampai di titik lokasi jalan yang menjadi kuburan bagi dua keluarga, mobil X Fander dan Pajero sport yang tadinya menjalankan nya dengan santai dan tenang tiba tiba kedua supir itu memecut laju kendaraan nya.


Padahal tidak ada yang menduga bagi para Ninja dan Fikri serta beberapa anak buahnya, yang di tugaskan oleh majikan atas rencana dari Firza Sang Ketua Serigala Merah akan dengan mudah mengeksekusi Keluarga Dewi dan Indah itu hanya sebuah kesengajaan bagi Laksa memancing serombongan mobil mobil pengejar yang tepat sekitar dua ratus meter di belakang mobil pengawal Indah dan Dewi.


Tepat seperti dugaan Laksa bahwa satu kilo menuju jalan yang tampak sepi sejumlah mobil yang membuntuti tadi segera memecut laju mobil nya dan mulai merengsek mobil yang di kendarai oleh Indah dan Dewi untuk menepi.


Sementara jarak antara kendaraan itu dan orang orang Indah dan Dewi masih sekitar 200 meter lagi, maka terjadi lah sebeng menyebeng antara mobil yang di kendarai oleh para pengawal dua keluarga dengan mobil penguntit.


Keadaan saat itu sungguh menegangkan seperti di film film Hollywood dimana aksi kejar-kejaran itu terjadi dan sangat menegangkan.


Tepat ketika rencana yang sudah di tetapkan oleh Laksa bersama Harsya dan Riyan serta di setujui oleh Fatimah dan empat Srikandi beserta Ketua Cabang ranting Cianjur yaitu Junaedi Suparman yang akan ikut andil dalam rencana itu, mobil X Fander Crros dan Pajero Sport itu berhenti. Kini lima mobil pengejar tampak berkeluaran sejumlah lelaki dengan memakai pakaian hitam dan wajah tertutup mirip seperti Ninja sambil mengacungkan sebuah pedang samurai kearah dua mobil yang berhenti.


Bahkan bukan dari mobil pengejar saja dua keluarga itu mendapatkan ancaman nya, tetapi dari arah depan pun tampak seorang pemuda berusia 25 tahun berjalan bersama dua puluh Anggota Genk Serigala Merah berbadan besar yang memiliki tampang bengis sambil mengacungkan Tonfa dan memukul kaca mobil yang di kendarai Dewi dan Indah.


Tanpa ampun mereka memukuli kaca mobil itu sehingga dua mobil itu kini sama sekali tak terlihat seperti mobil mewah.


"Keluar.!!


"Jika masih sayang dengan nyawa, silahkan keluar.." Seorang pemuda yang Indah dan Dewi tahu bahwa itu adalah orang dari Genk Serigala Merah berkata dengan wajah bengis.


Saat mendengar perintah kasar dari mereka. Dewi beserta anak dan Ibu nya segera keluar dari mobil dengan tatapan penuh kebencian. Hal yang sama itu juga terjadi kepada mobil yang di tumpangi oleh Indah dan anak serta suaminya.


Saat ini Indah dan Dewi beserta Mulyadi suaminya Indah sedang dalam posisi mengangkat tangan, telah di sekap dan di kandaskan kebagian badan mobil sehingga posisinya saat ini hampir menelungkup.


Sementara Arsi anak dari pasangan suami istri Riyan dan Dewi bersama Zahra dan Nenek nya Arsi di amankan oleh para Ninja untuk di jadikan umpan agar Tuan Riyan dan Tuan Gandi bisa bertekuk lutut di hadapan tiga punggawa perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP.

__ADS_1


Dewi dan Indah yang sudah terdesak kini sempat melirik kearah gelap nya jalan di malam hari, seraya tersenyum penuh arti.


"Nyonya Dewi dan Nyonya Indah, katakan padaku apakah ada permintaan yang terakhir sebelum aku mencabut nyawa kalian berdua..?" Kata Fikri sambil menekan punggung Dewi dengan Tonfa hingga tubuhnya semakin merapat ke mobil.


"Apakah kita berdua percaya bahwa anda adalah malaikat pencabut nyawa hah..! Saya katakan bahwa anda itu terlalu sombong dan tak pantas untuk menyabut nyawa ku.." Kata Dewi.


"Plakk.............!


"Plakk.............!


"Apakah kau pantas hah berbicara begitu kepada saya.." Teriak Fikri sambil menampar Dewi, hingga tampak di kulit wajahnya berwarna merah.


"Bunda.......................!!


"Hiks........ Jangan sakiti Bunda ku.." Teriak Arsi seraya menangis.


"Hahahaha, kau berbicara seorang banci hah.... Apakah kau sudah bertanya kepada suami mu, tentang bagaimana dia menghabisi Kakak ku.. Jawab Nyonya Dewi yang terhormat.." Fikri berkata dengan emosi yang sangat dalam seraya tangan nya mencekik leher Dewi.


"Sia... Siapa.... Kau sebenernya..." Dewi berkata dengan terbata bata, menahan sesak nafas yang teramat akibat cekikikan dari Fikri..


"Kamu nanya, kamu bertanya tanya kepada ku siapa diriku yang sebenarnya...... Karna kau mau mati baiklah akan aku jawab siapa diriku yang sebenarnya.." Kata Fikri..


Dewi hanya bisa pasrah, dengan semua yang di lakukan oleh Fikri, mencekik sangat kuat hingga kedua matanya keluar air mata yang tak bisa di tahan.


"Aku adalah adik Citra mantan kekasih suami mu.." Fikri berkata dengan tertunduk dan tangan kanannya, lalu melayangkan sebuah pisau yang mengarah kearah perut Istri dari Riyan Putra Pratama.


"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz!!

__ADS_1


"Bughh............!!


"Blegh......................!


"Ahkkkkkkk................ Bajingan setan alas, siapa yang telah membopong ku hah...." Teriak Fikri.


Secercah bayangan hitam, menembus area orang orang yang sedang berkerumun di gelap nya malam, kilatan bayangan hitam itu, mampu menyelamatkan seorang wanita yang hendak di tusuk oleh Fikri menggunakan sebuah pisau belati.


Dua puluh Anggota Genk Serigala Merah dan Ninja Ninja jadi jadian bersiaga, menatap keseluruh area yang di anggap mencurigakan ada nya seseorang yang mempunyai ilmu beladiri tingkat tinggi, hingga tak mampu di lihat dalam mata kasar, di tambah area tersebut cahayanya remang remang.


"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz.....!!


"Bughh. "Bughh. "Bughh...............!


"Braakkk....................!


Bayangan hitam kembali memporak-porandakan tiga lelaki yang sedang mencengkram Nyonya Indah dan suaminya dengan tendangan yang sangat kuat hingga ketiga nya terpental dan membentur mobil hingga penyek mobil tersebut.


Fikri bangkit dan berteriak kencang..." Tak peduli kau siapa hah, Tapi bila kau datang menyelamatkan mereka semua, dengan terpaksa aku akan membunuh nya..!


Ancaman yang di lontarkan oleh Fikri bukan isapan jempol belaka, Ia lalu mengeluarkan pistol yang tersimpan dalam pinggang nya dan langsung pistol tersebut di arahkan kepada satu wanita tua yang berada dalam genggaman para Ninja.


"Tunggu, jangan kau bunuh ibu ku, aku mohon ibu ku tidak tahu apa apa tentang semua ini.." Ucap Dewi memohon kepada Fikri yang hendak melesatkan tembakan nya kearah wanita tua itu.


"Tak ada kata memohon bagi mu Nyonya Dewi." Fikri berkata dengan senyuman manis, lalu beberapa detik pelatuk dari pistol itu langsung di tarik dan.......................!


Bersambung.

__ADS_1


Mohon maaf author sedikit sibuk ini juga di usahakan post walau satu episode.


__ADS_2