
"Huss......................!!
Kibasan tangan dari Diki mampu menghantam kan Asep Sukardi hingga terpental jauh dari Siti Kulsum.
"Ahkk....................!
"Blegh......
Darah mengucur dari mulut Asep Sukardi menghantam tembok kamar itu dan langsung tidak lama kan lagi Asep mencoba bangkit dari jatuh nya itu, tapi naas bagi dirinya, kini di hadapannya itu Diki sudah berdiri dan langsung meluncurkan tinjuan nya itu tepat mengenai pipi nya."
"Bughh........................!
Tinjuan keras mengarah kepada pipi lelaki beranak satu hingga, tampak terlihat gigi geraham nya langsung putus.
"Kau berani mengusik kesenangan ku hah..." Teriak Diki..!
"Ayo bangsat bangun hah..." Geram Diki, lalu menarik paksa kerah Asep yang sudah tak berdaya lagi untuk bangun, dan mulai melayangkan pukulan mematikan nya kearah jantung Asep, namun gerakan nya tiba tiba berhenti ketika suara wanita berteriak.
"Berhenti, tolong, jangan kau bunuh lelaki itu, hiks hiks,.." Teriak seorang wanita seraya menangis.
"Buhhh............... !
Diki langsung melepaskan kerah baju Asep dan menghantam kan nya ke lantai, Ia membalikkan badannya dan langsung berjalan kearah wanita yang tadi berteriak histeris itu.
"Ceklek.........
Pintu terbuka, empat orang masuk di antaranya Ray, Imron, Sueb dan Andri, langsung menatap keseluruh ruangan itu.
"Dik... Siapa itu..?" Ray bertanya seraya menunjuk pada lelaki yang tergeletak di lantai dengan wajah berlumuran darah.
"Manusia yang mengantarkan nyawa nya sendiri.." Diki menjawab seraya menarik paksa wanita yang sedang duduk di ranjang dalam keadaan menangis.
"Apakah perlu aku melenyapkan nya..?! Imron ikut berkomentar dan berjalan kearah Asep Sukardi.
__ADS_1
"Jangan dulu, aku ada sesuatu rencana yang bisa kita semua tertawa lepas.." Seringai licik di wajah Diki.
"Dik, jangan berbuat yang aneh aneh ahk.." Ray jelas mengetahui apa yang akan di lakukan oleh Diki yang mempunyai kejiwaan yang tak labil.
"Hahahahaha.............! Hahahahaha... Yang mau ikut aja.." Tawa Diki menggema, membuat bulu kuduk mereka berempat merinding.
"Uhk.... Kau Dik, aku gak ikutan ahk.." Ray berdengus dan pergi dari kamar. Hal serupa di ikuti oleh Imron.
Lelaki berusia 25 tahun itu, selain mempunyai ilmu yang sangat mumpuni dan di luar nalar, Ia juga mempunyai kelainan jiwa yang mengarah kepada seorang wanita. Tak tanggung tanggung wanita yang menjadi korban kebiadaban Diki, akan langsung menjadi gila atau pun trauma yang sangat mendalam karena sebuah permainan yang di lancarkan nya itu.
Diki menarik paksa Siti Kulsum dan langsung merobek pakaian yang di kenakan nya itu. Refleks Siti Kulsum pun langsung menutup kedua Gunung Kembar nya oleh tangannya itu.
Sueb dan Andri melihat nya seketika menelan ludah, kedua nya memuji wanita yang bertelanjang dada itu mempunyai kulit dan bentuk tubuh yang menakjubkan.
"Apakah kalian berdua siap untuk bermain main..?" Tanya Diki kepada Sueb dan Andri.
Pertanyaan yang di lontarkan oleh lelaki iblis itu, membuat seluruh tubuh Siti Kulsum panas dingin, hal besar akan terjadi pada dirinya..
Sungguh berbeda dengan dua lelaki temannya iblis itu, seringai licik di wajahnya terlihat ketika Diki mengajukan pertanyaan tentang kata bermain. Sueb dan Andri langsung mengangguk cepat.
"Siap Brother, dengan senang hati hahahahhahah.." Andri tertawa lepas dan langsung berjalan kearah Asep Sukardi yang masih tergeletak di lantai itu.!
"Jangan, aku mohon jangan bunuh lelaki itu hiks... Hiks..." Cegah Siti Kulsum memohon kepada Diki seraya menangis.
"Aku mohon, aku bersedia untuk melakukan apa saja, agar lelaki itu jangan di bunuh oleh kalian.." Siti Kulsum memohon seraya bersujud kearah Diki.
Diki, langsung mengedipkan mata nya kearah Andri dan Sueb, ini yang inginkan oleh nya, wanita di hadapannya memohon belas kasihan kepada dirinya.
"Kau mau melakukan apa saja hah, untuk nyawa seorang sampah hah..?" Tanya Diki seraya memegang dagu Siti Kulsum dengan kuat.
"Iya asal kalian tidak membunuh nya.." Lirih Siti Kulsum.
"Baik lah... Aku dan kedua teman ku tak akan membunuh lelaki yang sok menjadi pahlawan di siang bolong itu dengan satu syarat.." Kata Diki memberikan penawaran berupa syarat.
__ADS_1
"Syarat..! Kulsum menatap wajah lelaki iblis itu.
"Ya satu syarat dan kalau kamu mampu melakukan syarat yang aku inginkan, lelaki sampah itu tidak akan saya bunuh dan kamu juga akan saya lepas begitu saja.." Diki memberikan angin segar kepada janda anak satu itu.
"Syarat apa yang harus aku lakukan..?" Tanya Siti Kulsum yang kini sudah tenang tubuhnya, setelah mendengar kata dari iblis itu.
"Kamu harus melayani kami bertiga secara bersama sama dan membuat kami merasa puas atas permainan yang kamu lakukan di atas ranjang.." Bisik Diki ke telinga Siti Kulsum. Hal itu membuat dirinya merasakan kengerian dalam hidupnya dan seketika keringat pun bercucuran, pilihan yang begitu sulit dan pilihan itu tidak mungkin bisa di tolak oleh nya.
"Kenapa jalan hidupku begini, lebih baik aku mati dari pada harus melakukan sesuatu yang hina itu, tapi aku juga tak mau Kang Asep mati gara gara diriku.." Yaa Tuhan aku harus bagaimana tolong lah hamba mu ini.." Siti Kulsum berdoa dalam hati mengharapkan pertolongan dari yang tak di sangka sangka.
Cukup lama wanita itu menjawab permintaan dari Diki, hingga Diki pun mulai tampak terlihat emosi, karna tak kunjung menerima jawaban atas permintaan dari wanita tersebut.
"Hai wanita sampah ayo jawab. Iya atau Tidak hah.." Bentak Diki.
Hanya sebuah tatapan mata yang berkaca kaca yang di berikan oleh Siti Kulsum, bibir nya bergetar dan jantung nya berdetak kencang, syarat yang di berikan oleh lelaki iblis ini sungguh tak masuk akal dan di luar nalar.
"Plakk...................!!
"Ayo jawab hah.....!
"Plakk....................!!
"Jawab wanita murahan hah..."
Teriakkan dan tamparan serta umpatan dari Diki yang sudah memuncak emosi nya, Ia lampiaskan kepada wanita itu, hingga wanita itu tersungkur ke lantai akibat tamparan berturut turut oleh Diki.
Karna bergeming nya Siti Kulsum, walau pun sudah merasakan siksaan demi siksaan, kini emosi Diki semakin menjadi jadi, dia pun langsung mengambil pisau yang tergeletak di atas ranjang itu.
"Hai wanita sampah dan murahan, lihatlah lelaki yang berusaha mati matian ingin menyelamatkan mu, akan berakhir saat ini juga nyawa nya di tangan Diki Sulaeman sang pencabut nyawa.." Teriak nya lalu melompat kearah Asep Sukardi dan pisau pun langsung di arahkan ke perut lelaki yang tergeletak di lantai itu.
"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz...................!
Pisau yang di arahkan oleh Diki ke arah perut Asep Sukardi tiba tiba terpental jauh dan Asep pun terselamatkan untuk sementara waktu dari tusukan Diki.
__ADS_1
Sebenarnya apa yang terjadi kok bisa pisau yang akan menghujam perut Asep seketika terpental jauh dari perut Asep.
bersambung.