
Senin ceria, sang fajar sudah muncul ke permukaan, orang orang berlalu lalang menyambut datangnya hari yang begitu cerah di pagi hari itu.
Di pagi yang cerah itu, tampak tak secerah hati wanita muda berusia 29 tahun itu, karna ketika Ia terbangun sepi tanpa ada celotehan anak kecil yang biasa merajuk kepada dirinya itu.
Di sisi lain juga, ketika dia terbangun semua pekerjaan rumah sudah terselesaikan, oleh sang suami, tapi hari ini dan kedepannya mungkin akan sepi dan menjalani kehidupan yang penuh dengan rasa bersalah.
Wanita berstatus anak satu itu, turun dari ranjang nya dan langsung keluar, satu yang ada di pikiran nya saat ini, mengambil ponsel yang di simpan dalam lemari dan sengaja Ia matikan setelah memberikan informasi tentang suaminya kepada kakak iparnya.
Mawar ingin mengetahui informasi dari apa yang telah di perbuat oleh selingkuhan nya itu dan apakah sang Kakak ipar nya. Bu Nuri mengirim pesan tentang suaminya yang sudah di jemput di kawasan puncak.
Mawar beranggapan bahwa dengan dirinya memberikan kabar kepada Nuri, dia tidak akan kenapa napa, karna Kakak ipar nya itu tidak mempunyai kekuatan finansial untuk bertindak, lalu buat suaminya itu, bertindak bagaikan pahlawan menyelamatkan ketiga tetangga nya itu, sama hal mengantar nyawa nya sendiri dan itu yang di harapkan oleh Mawar sendiri.
Ponsel pun di hidupkan, selang satu menit kemudian getaran dari ponsel itu beberapa kali, tanda pesan masuk ke aplikasi wasttap nya.
Tampak terlihat di atas layar ponsel ada lima pesan masuk dan di antaranya ada dua pesan dari kakak iparnya dan tiga pesan dari Firza sang selingkuhan dirinya.
"Kamu akan menerima karna dari segala perbuatannya.."
"Mantan suami mu, masuk rumah sakit. Ini kah yang kamu inginkan dan idamkan dalam hati hah.."
Pesan dari sang Kakak ipar nya dia baca dengan seringai licik di bibirnya.
Setelah membaca dengan penuh kemenangan. Mawar pun langsung mengacuhkan tak ada niat untuk membalas pesan dari sang kakak iparnya. Lalu membuka pesan dari selingkuhan nya itu.
"Kamu dimana.?"
"Kenapa nomor ponsel mu tak aktip.?"
"Kalau sudah aktip malam ini temui saya di di hotel xx Jakarta pusat.
__ADS_1
Tiga pesan di baca oleh Mawar dengan perasaan hati yang sangat bahagia. Tadi nya Ia ingin langsung menelepon dan mencari tahu tentang apa yang terjadi pada suaminya, atau pun ketiga sampah yang telah berani ikut campur urusan kehidupan dirinya bersama sang selingkuhan, tetapi niat nya itu Ia pendam dulu dan akan menanyakan langsung kepada kekasih gelap waktu bertemu di hotel.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Di lain tempat masih hari yang sama tepat nya di salah satu Mansion di kawasan Cawang Jakarta Timur. Tampak beberapa lelaki memakai pakaian khusus satuan pamong praja, berlari menyambut kedatangan mobil sedan usang yang baru tiba di pagi hari ini.
Mobil sedan pun di buka oleh salah satu Ketua satpam itu dan seorang lelaki berusia 40 tahunan keluar seraya di sambut dengan hormat oleh para satpam seraya berkata.
"Selamat pagi.!
"Selamat datang Tuan Bruno."
"Yaa Terima Kasih.!
"Apakah majikan kalian sudah bangun dari tidurnya..?" Lelaki berkepala pelontos itu bertanya kepada para satpam.
"Tuan Besar Firza sudah berpesan kepada kami, bila Tuan datang langsung untuk mengantarkan ke ruangan privat.!
"Ohk. Begitu. Baik lah, antar kan segera saya ke ruangan itu dan jangan lupa bikin kan sebuah kopi hitam jangan di kucek." Titah Bruno.
"Siap Tuan. Dengan senang hati.!
"Mari ikuti saya." Ajak satu dari puluhan satpam tersebut.
Bruno mengangguk dan langkah kaki nya pun melangkah mengikuti seorang lelaki yang memakai pakaian khusus berjalan terlebih dahulu.
Sesampainya di ruangan itu, pintu pun di buka, dan tampak seorang lelaki yang sedang duduk dengan dua pemuda yang berdiri di belakang nya.
"Tuan Firza..." Kaget Bruno, tak menyangka bahwa sahabat nya itu sudah berada di ruangan itu.
__ADS_1
"Bruno kemari lah dan duduk di sini. Aku tahu apa yang membuat mu datang sepagi ini ke Mansion ku.." Kata Firza seraya berdiri dan mempersilahkan masuk.
"Siap Tuan Firza.."
Bruno pun langsung masuk dan duduk di kursi berhadapan dengan sahabat nya itu, Tak lama kemudian kepala pelayan pun datang membawakan satu gelas kopi hitam yang di minta oleh lelaki kepala botak itu.
"Silahkan Tuan kopi nya, sesuai permintaan dari anda.." Kata kepala pelayan itu seraya menaruh segelas kopi di atas meja.
"Terima Kasih." Angguk Bruno, sang pelayan di Mansion mewah itu pun langsung membalas dengan senyuman dan berlalu pergi keluar dari ruangan khusus.
"Seruput ahhkk.......................!
Kopi hitam alami tampa di kucek di seruput dengan penuh kasih sayang, hingga sang lidah pun merasakan kenikmatan yang tak bisa terucap oleh lelaki berkepala plontos itu.
"Cuih..... Laga mu Bruno, hanya sebuah kopi saja hahahahaha.." Firza tertawa terbahak bahak sesaat melihat kelakuan sahabatnya sedang memainkan sebuah kopi yang baru di suguhkan itu.
"Hehehehe.. Baiklah, aku tak mau basa basi lagi, Tuan Firza anda tahu maksud tujuan ku datang di pagi ini kan.. Sekarang juga jelaskan, kenapa anak buah ku bisa berurusan dengan Anggota Macan Putih dan Padepokan Cimande..?"
"Itu lah yang kini membuat ku pusing bukan kepalang sahabat ku.. Kenapa bisa sampai mereka yang datang dan menyerang serta membebaskan mereka bertiga.." Firza berkata dengan apa adanya, bahwa dirinya juga tidak tahu menahu bahwa di balik penculikan itu ada satu padepokan yang menjadi saingannya itu.
"Berapa kali aku sudah mengingatkan kan diri mu, wahai sahabat ku, jangan pernah bermain main dengan nama nya CINTA. Tapi kau mengacuhkan nya, kejadian kemarin hanya sebuah peringatan saja, akan tetapi bila kau terus menerus mempertahankan cinta mu itu kepada wanita yang sudah bersuami, saya pastikan hidup mu akan hancur dan kekuasaan mu lambat Laun akan runtuh dengan ketidakberdayaan melawan Cinta yang di selimuti oleh Nafsu birahi mu.." Kata Bruno memberi peringatan dan saran yang begitu panjang lebar.
Firza hanya diam, dia tak berani menyela setiap ucapan dari sahabatnya. Apa yang di katakan oleh nya semua nya bener dan selama ini dirinya selalu mengikuti anjuran dari Bruno, lalu apa yang di cita cita kan tercapai, menjadi sang penguasa di organisasi Genk Serigala Merah.
Hampir 17 tahun semua yang di arahkan oleh Bruno, Ia jalankan, walaupun status sahabatnya itu menganggap dirinya sebagai majikan, tetapi setiap perencanaan yang di keluarkan oleh nya, mampu membuahkan hasil yang maksimal.
Hanya satu yang di larang oleh Bruno kepada Firza.. Jawaban ada di episode selanjutnya.
Bersambung.
__ADS_1