Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Rencana Bruno Membantu Firza


__ADS_3

Firza jangan sampai kamu berurusan dengan kata cinta apalagi cinta mu kepada wanita yang telah bersuami.


Kata itu, peringatan itu yang di lontarkan oleh Bruno kepada Sang Ketua Serigala Merah bila ingin hidup mu sukses dan menguasai area kegelapan.


Hampir 17 tahun Ia tidak melarang perintah dari sahabat nya itu dan bener terbukti, semua perintah dari sang perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP bisa di selesaikan dengan mudah dan sekarang dirinya menjadi penguasa kegelapan dengan bisnis bisnis yang mampu membeli apa yang di inginkan oleh nya.


"Aku mengerti dan akan mengikuti saran dari mu sahabat ku.." Firza tertunduk meresapi semua yang Ia perbuat dengan Mawar, perempuan yang sudah mempunyai suami.. Akan tetapi rasa cinta dan permainan gila yang di lakukan oleh selingkuhan nya itu membuat dirinya mabuk kepayang.


"Itu lebih baik.. Tuan Firza.. Aku ingin kau mencari tahu ketiga anak buah ku yang sudah di tangkap oleh para kepolisian atau pun Anggota Macan Putih, dimana mereka posisi nya di sekap.." Pinta Bruno.


"Aku sudah mengetahui nya, dimana mereka membawa ketiga anak buah mu. Namun maaf seribu maaf satu di antara ketiga anak buah mu, saat ini kondisinya sedang sangat kritis, tersiar kabar dari bawahan ku yang di susupkan dalam interen Anggota Macan Putih atau pun kepolisian, bahwa yang bernama Sueb mungkin hanya menghitung hari nyawa nya melayang.." Terang Firza.


"Ba... Bajingan."


"Brakk..........!


Seketika gelas kopi yang tinggal tersisa ampas nya itu, pecah oleh remasan tangan Bruno, akibat amarah yang tertahan mendengar kabar anak buah nya dalam keadaan kritis.


"Tenang kan lah sahabat ku.. Ini semua kesalahan ku, aku berjanji akan segera membebaskan mereka, bagaimana cara nya yang penting mereka bisa terbebas.." Kata Firza mencoba memendam amarah dari sahabat nya itu. Walaupun dalam hati nya Ia sangat bahagia bila hati sahabatnya itu terusik, itu akan menjadi keuntungan buat dirinya.


Kemampuan dan ahli beladiri Bruno bersama enam anak buahnya tidak bisa di anggap enteng dan cara berkelahi nya itu di luar nalar, tanpa menyentuh sang lawan bisa tumbang dan kadang mati di tempat.


"Aku bersumpah dengan tangan ku ini. Siapa yang berani mencari jalan dengan berurusan dengan anak buah ku, aku pastikan mereka semua mengenal malaikat pencabut nyawa, untuk memohon pengampunan tentang nyawa nya itu.." Geram Bruno.

__ADS_1


"Bruno, apakah akan langsung menuju lokasi dimana anak buah mu di sekap..?" Tanya Firza, sekilas Ia tersenyum dan mata nya menatap tajam kearahnya.


"Jangan dulu, Tuan Firza.. Aku akan pergi ke wilayah barat, kemungkinan ketiga anak buah ku yang berhasil melarikan diri, akan menemui lelaki tua yang tak lain kakek buyut ku.." Terang Bruno.


"Hmmmmmmmm.. Apakah kau perlu sesuatu, atau ada yang harus saya kerjakan untuk memfasilitasi perjalanan mu ke wilayah barat..?" Tanya Firza.


"Yaa. Aku memerlukan uang satu miliar dan dua mobil truk untuk mengangkut semua murid kakek buyut ku. Itu juga demi kepentingan mu agar Organisasi Serigala Merah menjadi kuat bila ada serangan dari Macan Putih dan Padepokan Cimande.." Kata Bruno, rencana nya berubah, tujuan nya menemui Firza untuk mencari keberadaan ketiga anak buahnya yang telah di tangkap siang itu di vila mewah kawasan puncak. Namun sesaat setelah mendengarkan penuturan dari Firza dan kekuatan nya semakin lemah, akibat gagal nya tugas tugas yang di berikan oleh majikan nya itu, membuat Bruno mengusulkan rencana dadakan nya itu.


"Baik. Sahabat ku. Keperluan mu saat ini juga aku penuhi. Terima Kasih untuk semua kebaikan yang di berikan oleh mu kepada ku.. Yakin lah bahwa Firza akan membalas budi baik mu di kemudian hari.." Sang Ketua Serigala Merah itu bangkit dari duduknya dan langsung membungkuk hormat.


"Tuan Firza. Anda terlalu sungkan, walau bagaimana pun kita dari kecil bersama dan anda banyak membantu setiap kesulitan keluarga dan keluarga anak buah ku, maka sudah sepatutnya aku bersama yang lainnya membantu apa yang ingin kau capai.." Terang Bruno.


"Ya... Ya.... Karna aku tuh sahabat mu, aku tak bisa diam lah, melihat keaadaan sahabat ku yang sedang kesusahan, sebisa mungkin aku pasti membantu nya.." Firza berkata dengan senyuman manis.


"Baik. Bruno kau tak usah khawatir mengenai pemantauan ketiga anak buah mu. Serahkan tugas itu kepada saya.." Firza berkata jumawa dan mencoba meyakinkan sahabat nya itu.


Anggukan dari Bruno, mengakhiri obrolan di pagi menuju siang itu..!


###


Di sisi lain dengan tempat yang berbeda, tepat nya di daerah Kebayoran baru Jakarta Selatan. Di area luas nya hampir lima ratus meter persegi, berjejer rapi mobil mobil mewah yang terparkir di area gedung itu.


Tampak dari kejauhan terlihat dari mobil mewah Lamborghini Sian, dua lelaki setengah tua turun dari mobilnya dan di sambut oleh puluhan Anggota Macan Putih dengan berbaris rapi dan membungkuk hormat.

__ADS_1


"Selamat datang Tuan Besar.."


"Selamat datang Tuan Riyan.."


Suara itu serempak dan menggema serta tampak exfresi wajah di semua Anggota yang berbaris rapi itu penuh roman kebahagiaan.


Seorang lelaki raja di atas raja bisnis, raja di atas kegelapan kini hadir dan terpancar jelas aura kepimpinan nya, yang telah hilang selama belasan tahun itu.


"Ken.. Dimana ketiga sampah itu di sekap.?" Tanya Harsya setelah para bawahan nya itu membungkuk hormat.


"Menjawab anda Tuan Besar.!


"Ketiga sampah itu, ada di ruangan bawah tanah, dan sedang dalam interogasi sahabat saya Rex."


"Lalu ketiga korban penculikan itu, yang mengakibatkan supir kesayangan adik ku Fatimah di bawa ke rumah sakit dan sampai saat ini belum sadarkan diri dimana posisinya sekarang." Harsya tampak menahan emosi nya, ketika mengingat anak yang di harapkan dan telah di temukan, kini harus berada di rumah sakit atas dirinya menjemput Paman nya.


"Dua lelaki yang di ketahui pejabat RT salah satu nya, dan seorang wanita yang bertetangga dengan Paman nya, Tuan Muda Laksa, saat ini mereka di amankan di ruangan lantai tiga.." Terang Ken, tertunduk tak berani menengadah kan wajahnya, melihat aura di wajah Harsya tersirat penuh kebencian dan aura membunuh.


"Antarkan saya kepada mereka bertiga, sebelum menyiksa tiga sampah yang sudah berani melukai Muhammad Laksa Ilham.." Kata Harsya.


"Siap Tuan Besar.."


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2