Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Siapakah Pemuda bertopeng Emas itu


__ADS_3

"Siap Tuan Muda.!! Dewi satu lalu bergegas dan masuk kedalam mobil....... Laksa melaju mundur kan mobil nya atas perintah dari Tukang parkir itu.


"Pritt............. Sip...... Terima kasih bos..." Ucap parkir itu lalu geleng geleng kepala nya, melihat mobil yang baru di parkir kan itu melaju dengan kecepatan yang kencang.


Jarak mobil Laksa dan ketiga mobil mewah itu, berjarak satu kilo darinya... Lalu Laksa pun bergegas untuk segera mengatur pindah duduknya dengan salah satu dari Srikandi yang di bawa oleh nya.


"Siapa di antara kalian berempat yang bisa menyetir..?" Tanya Laksa...


"Menjawab anda Tuan Muda..


"Dewi satu Tuan... Dia handal dalam menjalankan mobil.." Kata mereka serentak.!


"Bagus.... Ayo D satu kita berpindah... Kau yang menyetir.... Takut nya mereka keburu mencegat Ayah ku dan sahabatnya.." Titah Laksa... Dewi satu pun mengangguk dan langsung berpindah..!


Dengan segala upaya dan daya, Laksa dan Dewi satu pun sudah berpindah tempat, sementara ketiga Srikandi lainnya yang duduk di belakang pun sudah bersiap siap.


"Apa kalian semua sudah siap dengan semua ini.. Walau kemungkinan nyawa menjadi taruhannya..?" Tanya Laksa pandangan mata nya pokus ke depan.


"Kami semua sudah siap mati, demi melindungi apa yang di perintahkan oleh Tuan.." Kata mereka serentak..!


"Bagus......... Dewi satu tancap gas......" Titah Laksa... Penuh semangat..!!


"Baik Tuan Muda......! Mobil yang di kemudikan oleh Dewi satu pun seketika menambah laju kendaraan nya seperti orang yang kerasukan...


Selang lima menit berlalu..... Tampak dari kejauhan sebuah beton besar tersimpan di tengah jalanan aspal..!


"Ciittttttttttttttttt.....................


Tampak suara rem yang di injak paksa oleh sang pengendara hingga menimbulkan kepulan asap dari ban mobil itu.


"Sial Tuan Muda.... Pihak musuh kemungkinan sudah memblokir jalan ini.." Ucap Dewi satu...


"Iya.... Ayo kita turun dan langsung berlari menyusuri jalan aspal ini, kemungkinan tak jauh dari sini.." Kata Laksa..


Mereka semua mengangguk dan langsung turun dari mobilnya.


#########

__ADS_1


Sementara di tikungan tajam jalan yang mengarah kepada kediaman Nyonya Besar Fatimah.. Satu mobil mewah Marcedez Benz e-class yang berjalan di depan berhenti seketika saat seorang pengemudi motor tergelatak di tengah jalan..


Tanpa ada rasa curiga sedikitpun dua orang yang ada dalam mobil mewah itu, turun untuk membantu pengemudi motor yang pemikiran mereka karna terjatuh dan tak ada orang yang menolong nya. Sedangkan di belakang mobil Marcedez yang tak lain mobil Lamborghini Sian yang menjadi target utama dari Genk Serigala Merah itu juga ikut berhenti bersama mobil satu nya lagi.


Dua pengawal berjalan menghampiri seorang lelaki yang tergeletak di tengah jalan bersama motornya untuk menolong nya.


"Ketika kedua nya saling bahu membahu membantu lelaki yang tergeletak itu... Tiba tiba dua peluru melesat dari arah rerimbunan pohon pohon besar yang berada di area itu..


"Dorr...............................


"Dorr...............................


Harsya dan Riyan yang posisi nya sudah berada di luar mobil serta dua pengawal lagi yang ikut keluar berjaga majikan nya itu, seketika terkejut dan kaget atas menimpa dua pengawal nya yang tumbang akibat terkena tembakan yang arah nya dari sebuah rerimbunan pepohonan di area itu.


"Lindungi Tuan Besar Harsya.. Ini jebakan...'' Teriak Riyan.!


Dua pengawal yang tersisa langsung bersiaga untuk melindungi majikannya itu.. Gelisah yang di rasakan oleh Harsya bener bener kenyataan.


"Prok....... Prok........ Prok......... Tepukan tangan dari atas dan langsung melompat ke jalan aspal bersama dua puluh orang secara bersamaan keluar, dengan seringai licik di bibirnya.


"Jhon Koplak......" Ucap Harsya dan Riyan bersamaan.


"Kau lihat sendiri Tuan Jhon kabar ku, seperti yang kau lihat Hehehehe.." Jawab Harsya santai menjawab pertanyaan dari lelaki yang dulu sempat ikut andil dalam barisan perusahaan nya..


"Seperti nya aku lihat Tuan Besar Harsya dan Tuan Riyan tampak sedang ketakutan, bertemu dengan Jhon Koplak sang pencabut nyawa... Hahahahahaha..." Tawa lepas dirinya karna target nya sudah di depan mata.


"Hahahahaha... Anda bisa aja Tuan Jhon kalau sedang bercanda.." Ledek Harsya... Hal itu membuat Jhon terlihat menahan amarahnya, lalu berjalan menghampiri Harsya yang ada di belakang dua pengawal nya itu.


Melihat sang pimpinan yang mengarahkan anggota Genk Serigala Merah mulai melangkah mendekati Harsya dan Riyan, dua pengawal nya yang berotot dan berbadan tegap serta besar itu, langsung memberhentikan Jhon Koplak.


Akan tetapi, karna rencana nya sudah di susun rapi oleh Jhon Koplak.. Dua pengawal yang berbadan besar itu, seketika langsung ambruk ke aspal, karna satu peluru melesat dari arah yang tak terlihat..


"Dorr...................................!


Peluru itu tepat mengenai jantung lelaki besar itu....!


"Bajingan kau Jhon......................." Geram Harsya..

__ADS_1


"Lepaskan Riyan dan anak buah ku yang tersisa satu lagi.. Bukan kah target mu itu adalah aku sendiri.. Hah..?" Tanya Harsya..


"Oww...... Oww........ Oww........ Melepaskan mereka berdua.... No.... No.... No......" Tidak bisa..." Kata John lalu tangannya Ia arahkan keatas seraya memperagakan sedang menembak buruannya..


Harsya dan Riyan menyadari bahwa Jhon memberi isyarat untuk segera menembak dari arah rerimbunan pepohonan besar itu, seketika mereka berdua pun langsung menunduk sambil berteriak..


"Awas tembakan nyasar lagi..." Teriak Harsya.


"Dorr...................


"Dorr..................


Peluru pun seketika melesat kembali lagi dari rimbun nya pohon pohon, untung Harsya dan sahabatnya serta satu orang pengawal nya menunduk hingga tembakan itu tak mengenai sasaran nya.


"Semua nya habisi............" Titah Jhon Koplak memberi perintah....!


Habis sudah kini hidup Harsya dan Riyan setelah Jhon berkata dengan nada perintah.. Para Anggota Genk Serigala Merah pun langsung menyerang dua lelaki setengah tua dan satu pria berotot besar.


Jhon tak berpikir bahwa dirinya adalah pemeran pendukung, sementara Harsya dan Riyan adalah pemeran utamanya... "Jhon Koplak kau hanya pelengkap dari sebuah novel jangan harap bisa membunuh kami berdua..." Ucap Harsya, Ia lalu melawannya.


Karna faktor usia atau pun banyak nya pikiran dalam hati Sang Tukang Ojeg Tampan yang semasa usia mudanya ahli dalam beladiri, kini posisinya terdesak tak berdaya ketika Harsya menghadapi tiga orang saja...


"Kejayaan mu sudah berakhir hai sang pemilik perusahaan terbesar se-Asia.." Ucap Jhon seraya mengarahkan senjata api itu...


"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz...........................!!


"Pletakk...................................


"Sssssssssssttttttt..................!


"Dorr..................................!


Benturan timah panas yang keluar dari senjata yang di arahkan oleh Jhon kepada Harsya, seketika berbalik arah dan meleset ke sebuah warung yang tertutup di bahu jalan..


"Bajingan..... Siapa yang berani ikut campur hah..... Tunjukan wajah mu saat ini juga..." Teriak Jhon..


Pemuda dengan memakai topeng berwarna emas itu keluar, melompat dari atas pohon, layaknya seorang superhero yang menyelamatkan manusia dari serangan para monster..

__ADS_1


"Siapakah pemuda itu..." Gumam Harsya.


Bersambung.


__ADS_2