Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Cerita Fatimah


__ADS_3

"Kriiiiing.....................


"Kriiiiing....................


"Kriiiiing....................


"Halo Nona Muda...." Kata Hani menjawab telepon masuk dari majikannya...


"Halo juga Han.. Kamu posisi dimana sekarang..?" Tanya wanita dari sebrang telepon.


"Di apartemen Nona Muda.. Ada apa ya..?" Tanya Hani.


"Begini Han.. Kamu segera persiapkan malam ini kita bantai keluarga Harsya.. Tuan Naga Saki Sempur sudah menyiapkan para ninja terbaik nya, untuk segera membantai istri serta para pengawal Harsya.." Terang Nona Muda Shintia.


Gadis berusia 20 tahun itu tersenyum..." Dengan senang hati Nona Muda.. Apakah kedua sahabat ku, perlu di beritahu akan hal ini..?" Tanya Hani.


"Jangan.......... Perlu kamu tahu kedua sahabat mu itu orang dari musuh kita... Termasuk Riyan yang berpura pura berbelot dari perusahaan milik Harsya dan bergabung dengan perusahaan kita untuk mencari kelemahan ku.." Terang Shintia anak dari Ketua Genk Kobra Beracun.


"Bajingan......... Bener Bangsat serigala berbulu domba... Dengan tangan ku ini, aku akan membunuh mereka bertiga.." Geram Hani.


"Tenang Han.... Jangan kau tunjukkan kemarahan mu... Berpura pura seperti biasa dan seolah olah belum tahu tentang mereka.." Kata Shintia.


"Baiklah..... Tapi aku bersumpah dengan nama Ibu ku... Sampai kapanpun hidup ku tak akan tenang bila ketiga orang itu belum mati di tangan ku.." Kata Hani menahan geram amarahnya.


"Yaa aku akan mendukung mu............." Shintia memberikan koneksinya kepada Hani.. Obrolan di telepon pun berakhir.


Dewi dan Indah pun muncul dari luar rumah, mereka berdua selesai dengan belanja dari supermarket.. Hani tampak exfresi nya biasa aja, setelah mengetahui kedua sahabat nya itu sang penghianat.

__ADS_1


"Han... Loe mau kemana tumben dan cantik dah harum lagi..?" Tanya Dewi di sela menaruh barang dagangan nya itu.


"Gue mau nyari Azis... Ke markas.." Kata Hani.


"Kalian berdua mau ikut atau tunggu di sini.." Kata lagi Hani Ia menatap dengan senyuman yang di buat.


Dewi sejenak menoleh kepada Indah.. Yang di tatap hanya tersenyum mengangguk dan berkata.." Nanti kita berdua nyusul, loe tahu sendiri belum mandi dan dandan, gak enak lah kamu Han menunggu kita lama." Kata Indah.


"Yaa udah gue cabut duluan ya..." Hani berkata lalu melangkah pergi keluar apartemen.


"Ok..... " Kata mereka berdua serentak.


##########


Malam pun telah tiba.... Suasana di Mansion pemilik perusahaan terbesar se-Asia, hanya ada sang Istri Halimah beserta Oma Elisabeth dan dua kembar Inah dan Ineh.. Sedangkan para pengawal Tuan Muda Harsya yang ahli dalam ilmu bela diri, di antara nya Ketua Singa Putih Ujang Suparman sedang membantai anak anak dari Jabar, Sugeng, Brewok dan lainnya, yang sedang mendeklarasikan dukungan kepada perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP.


"Berbaik sangka dan berserah diri kepada sang pencipta, itu lebih baik untuk mengobati rasa gelisah yang ada dalam diri Nona Muda.." Jawab Inah, memberi nasehat.


"Iya bibi........ Halimah berkata seraya mengelus ngelus perut yang sedang hamil tua itu.


Di sela obrolan mereka tak lama kemudian datanglah sang adik bersama anak dari Oma Elisabeth, Friska Ardana..


Setelah basa basi sebentar dan langsung menuju area tempat makan, untuk makan malam.


########


Pukul 22 : 00 Wib Mansion Mewah Tuan Muda Harsya.

__ADS_1


"Nak.... Laksa, wanita yang mirip dengan mu, dari mata hidung dan wajahnya, malam itu di depan mata Ibu sendiri Ia di seret oleh beberapa orang berjubah hitam memakai pakaian ninja, atas perintah dari seorang wanita muda yang aku kenal Ia adalah sahabat dari suaminya yaitu. Hani Omar Dani.


Wanita yang sedang menceritakan kelam nya sembilan belas tahun ke belakang dengan menahan kemarahan dan tampak urat urat yang ada di kulit tangan nya terlihat pertanda bahwa wanita itu menahan Isak tangis yang kemungkinan di tahan.


"Kenapa para pengawal dan Bu Fatimah tidak menolongnya, ketika Nona Muda Halimah di seret..?" Tanya Laksa..


"Anak Muda...... Saat itu para pengawal dan yang lainnya seperti Oma Elisabeth dan Friska serta Mang Jaka dan BI Ijah sudah terkapar akibat keji nya sang Ninja yang di komandoi oleh Hani.


"Yang tersisa dan berhasil meloloskan diri dengan bersembunyi hanya ibu Sedangkan kedua pembantu kembar bibi Inah dan Ineh sama hal nya di seret oleh pihak ninja ninja itu.." Terang Fatimah..


Darah Laksa dari awal mendengar cerita Bu Fatimah, entah kenapa hatinya berasa sakit, ada dorongan kuat bahwa wanita yang di buru itu ada ikatan darah dengan dirinya..


"Nona Besar Fatimah mohon maaf, karna rasa keinginan tahu tentang sosok yang mungkin kata ibu dan anggapan orang orang bahwa aku bukan anak dari Bunda Nuri dan Ayah hilman, karna tidak mirip nya dengan ku, membuat luka lama timbul kembali dalam hati Nona besar.


"Tapi ada satu ganjalan dalam hati ku ini.... Setelah Nona Besar Halimah di seret oleh para ninja itu... Apakah anda mengetahui jasad nya.?" Terus balasan dari suami dan orang orang Organisasi Macan Putih atau pun para pengawal Tuan Muda Harsya apakah tidak menuntut balas.?" Tanya Laksa.


"Sesuai tindak tanduk yang di lakukan oleh Hani Omar Dani dan para Ninja dari orang orang Tuan Naga Saki Sempur... Maka perang besar pun terjadi... Orang orang dari Macan Putih banyak yang meninggal dan hal itu juga dari pihak perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP juga banyak yang meninggal... Mungkin bila Nak Laksa lahir di zaman Ibu akan mengetahui kabar berdarah dua perusahaan terbesar di Asia, saling bunuh membunuh.." Terang Fatimah.


"Nyonya Besar sekali lagi saya bertanya... Apakah komando dari Bu Hani Omar Dani, masih hidup sampai sekarang atau kah sudah habis bersama yang lainnya.


"Pas satu tahun lagi, Hani Omar Dani bebas dari masa hukuman nya. Sementara Shintia dan Anastasia sudah bebas setahun ke belakang, kabar terkini mereka sekarang sedang mempersiapkan untuk menghancurkan perusahaan dari suami Kakak ipar saya.." Terang Fatimah dalam obrolan siang itu.


"Saat ini perusahaan milik kakak ku sedang mengalami penurunan yang sangat drastis, di tambah semangat hidup Kak Harsya semenjak istri dan anaknya ikut menjadi korban kebiadaban perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP..." Sambung Fatimah.


"Nyonya Besar....... Non Dinda... Bukan aku Laksa menebak tapi anda berdua sengaja ingin bertemu denganku, bukan paisan kosong semata, dengan mengantar Nona Dinda kan..?" Tanya Laksa kepada mereka berdua.


Fatimah dan Dinda saling menatap... Apa yang di tanyakan oleh Laksa memang benar... Dinda sebelumnya pernah curhat kepada Bu Fatimah tentang sosok pemuda yang sangat Ia sukai, tetapi karna perbedaan kasta dan kemiskinan yang di alami oleh keluarga Laksa hingga pemuda itu selalu menghindar atau pun sungkan kepada dirinya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2