
"Ehk..... Mengapa begitu sopan.." Kata Tuan Baron mencegah mencegah Laksa untuk membungkuk memberi hormat kepadanya.
Laksa hanya menurut dan langsung berkata.." Tuan Baron anda di sini juga.."
"Yaa aku datang kesini dari hari Jumat karna ada sedikit urusan, tapi sebentar lagi juga akan langsung pergi.
"Ohk.. Ya Laksa, kebetulan sekali saya ketemu dengan mu di sini, mengenai dua bulan yang lalu, aku belum sempat mengucapkan rasa terima kasih kepada anda atas pertolongan malam itu.." Kata Baron sambil menepuk bahu Laksa.
"Ohk itu, Tuan Baron, ahk tak usah di ingat lagi, kebetulan malam itu saya melewati mobil anda dan juga lagi melakukan aktivitas nya sebagai pemulung, melihat para preman sedang melancarkan aksinya membobol mobil milik anda, ya saya refleks langsung berteriak maling.." Terang Laksa mengingat kejadian dua bulan yang lalu.
"Iya... Iya... Tapi seandainya tak ada kamu, mungkin berkas berkas penting yang ada di dalam mobil pasti hilang.." Kata Baron.
"Sebagai rasa terima kasih ku, bagaimana kalau aku traktir kamu minum kopi.." Sambung Baron.
Laksa tidak bisa menolak niat baik itu. Ini karena bukan saja Tuan Baron berniat baik untuk mengajak nya minum bersama, tapi juga menghargai lelaki setengah tua itu yang seumuran dengan Ayah angkat nya. Jadi dia harus menerima ajakannya itu.
"Tuan Baron terima kasih banyak atas tawaran dari anda, tapi saya datang kesini bersama teman ku.." Kata Laksa seraya memegang erat tangan Amanda.
"Ah......... Apa masalah nya. Jangankan hanya kalian berdua satu kota ini bila itu adalah teman mu, pasti akan aku traktir.." Kata Tuan Baron sambil tertawa.
__ADS_1
"Baiklah jika memang begitu. Maka saya hanya akan mengikuti Tuan Baron saja.." Laksa berkata seraya mengangguk tanda setuju ucapan dari lelaki yang tak sengaja bertabrakan itu.
"Ok. Sangat baik. Mari ikuti saya." Ajak Baron segera melangkah pergi di ikuti oleh empat bodyguard bertubuh tegap, serta Laksa dan Amanda.
Lima menit kemudian mereka pun tiba di sebuah restoran yang masih di sekitar gedung bertingkat enam di area kota itu.
Setelah mendapatkan meja yang bagus, Baron segera memanggil pelayan dan mempersilahkan mereka berdua untuk memesan apa saja makanan yang di inginkan.
Laksa dan Amanda sebenarnya juga ingin melahap semua makanan yang ada di restoran itu. Namun walau bagaimana pun mereka berdua adalah anak muda yang berpendidikan dan bukan tanggung tanggung. Walau Laksa yang notabene nya adalah Pemulung barang rongsokan dan Amanda pun yang hidup dalam bayangan kemiskinan mampu menempatkan dimana mereka berada dan dengan siapa sekarang berhadapan nya, maka kesopanan dan adab perilaku pun mereka tempatkan di tempat yang semestinya. Jadi kalau masalah menjaga image tentu saja mereka berdua akan mempertahankan mati matian di hadapan Tuan Baron.
"Muhammad Laksa Ilham, jika kau butuh sesuatu, maka jangan sungkan untuk memberi tahu kepadaku. Maka aku akan membantumu sebatas yang aku mampu.." Baron mulai berkata di obrolan pertamanya.
"Terima Kasih banyak Tuan atas tawaran anda, tapi mohon maaf untuk saat ini saya masih belum membutuhkan bantuan dari anda. Tapi jujur saja bahwa saya memiliki sahabat yang sangat membutuhkan pekerjaan separuh waktu untuk menampung kehidupan nya beserta adiknya. Tapi sebelumnya saya mohon maaf jika saya akan menyusahkan anda.." Jawab Laksa tersenyum menolak halus tawaran dari lelaki yang baru dia kenal dua bulan lalu, itu juga perkenalan nya tanpa di sengaja dan hanya bisa di bilang sebuah kecelakaan.
"Wah ini sesuatu yang sangat bagus sekali buat sahabat saya Tuan Baron. Tapi kalau saya boleh tahu, apa nama restoran yang berada di Utara kota ini dan siapa nama pemiliknya.?" Tanya Laksa ingin tahu dan rasa penasaran.
Wajar saja jika Laksa sangat penasaran, karna mau tak mau jalan kedepan nya, ia akan berurusan dengan namanya restoran, perhotelan, real estate dan lain sebagainya. Apakah lelaki di hadapannya itu akan menjadi lawan atau pun kawan dalam bidang bisnis, maka sedari sekarang Laksa mulai untuk mencari tahu dan menyelidiki nya.
Maka atas dasar rasa penasaran ini lah yang membuat Laksa bertanya tanya dalam hati siapa Baron ini sebenarnya.
__ADS_1
"Ohk...... Maksud mu kau ingin tahu siapa pemilik restoran itu. Baiklah dia adalah bawahan ku sebagai Manajer logistik di Curug hills.. Dan atas ijin dari Tuan Besar kami. Maka dia memiliki ijin untuk menjalankan bisnis restoran di kota ini. Nama nya adalah Jackson dan dia adalah pemilik restoran itu.." Terang Baron menjelaskan kepada Laksa.
Laksa hanya termenung sesaat, lalu tersenyum dan mengangguk pelan.." Mungkin nanti aku akan bertanya kepada bibi Fatimah atau pun ayah mengenai perusahaan itu.." Ucap Hati Laksa.
"Tuan Baron, terima kasih atas bantuan yang anda berikan, saya akan memberikan informasi kontak Tuan Jackson kepada sahabat saya. Dia pasti akan senang.." Kata Laksa dengan exfresi wajah di buat segembira mungkin.
Tampak lelaki yang di panggil Tuan Baron itu tersenyum dan mengangguk sedikit.
"Baiklah Laksa kita berpisah di sini, karena aku masih memiliki pekerjaan yang lain. Jika ada sesuatu kamu jangan sungkan untuk menghubungi ku. Apakah kau masih menyimpan kartu nama dan nomor telepon ku..," Kata Tuan Baron bertanya kepada Laksa.
"Masih Tuan dan ada di dalam dompet saya,." Jawab Laksa lalu mengambil dompet lusuh yang ada di saku belakang celana dan menyodorkan nya kepada lelaki setengah tua yang tak lain Tuan Baron itu.
"Bagus..... Kalau begitu saya pamit dulu, semoga kita bisa minum kopi bareng.." Baron berkata lalu berdiri dan menjulurkan tangannya kepada Laksa dan Amanda dengan senyuman manis.
"Silahkan Tuan Baron, semoga aja kita bisa ngopi lagi Dan TTDJ aja.." Laksa menjawab sambil menyambut uluran tangan dari Tuan Baron.
"Hmmmmmmmm... Apa itu TTDJ , Nak Laksa..?" Baron bertanya dengan kening nya berkerut..!
"Hehehehe... Itu Tuan.. Hati Hati Di Jalan..'' Kekeh Laksa..!
__ADS_1
"Bisa aja kamu anak muda.! Aku sangat senang bisa mengenal mu lebih jauh.." Kata Baron lalu Ia pun melangkah pergi di ikuti oleh empat bodyguard nya meninggalkan Laksa dan Amanda yang tersenyum manis kepada dirinya.
Bersambung.