
"Saya Tayimin...... Panggil saja Tay... Aku harap mas Jono beneran tidak ikut campur tentang masalah dengan Tante yang akan di jemput oleh anda..." menyambut uluran tangan Jono untuk memperkenalkan namanya.."
"Yaa..." Jono membalas singkat seraya anggukan kepala, Tay pun berlalu kembali menuju mobilnya yang di parkir di depan mobil Pajero sport.
Suara knalpot bising terdengar di telinga Tay yang sedang berjalan kaki menuju mobil yang ada di depannya, tampak klakson motor saling bersahutan memekakkan telinga pemuda berusia 23 tahun itu. Tay pun langsung menoleh tersenyum kearah pedal gas motor yang di paut paut.
"Brow....... Langsung belok ke jalan desa..." Teriak Tay.
Pengemudi motor dengan wajah hitam lebam, di tambah suasana malam, semakin gak kelihatan mana wajah mana mana helm sama sama hitam.
"Lest'..... Go......." Pengemudi motor hitam lebam itu membelokkan kearah jalan perapatan dan di ikuti oleh motor motor lain dari belakang.
Tay pun langsung masuk kedalam mobil dan mulai melakukan mobilnya kearah jalan desa.
"Tay gimana aman.?" Tanya Ubed setelah teman nya itu masuk ke mobil.
"Aman... Dia tidak akan ikut campur dan kata nya, hanya antar jemput saja Tante nya.." Jawab Tay seraya membelokkan kemudi setirnya ke jalan desa.
"Hmmmmm..." Aku tak percaya.." Timpal seorang dari belakang jok.
"Yaa.... Aku juga sepemikiran dengan mu.. Kita ikuti aja alurnya, apakah dia berkata sesuai ucapan nya, atau kah hanya bualan saja, patut untuk kita saksikan, dan kita bisa sangat mudah hanya menghabisi nyawa pemuda kurus itu.." Jumawa Tayimin sambil menjalankan mobilnya.
###########
Sedangkan di ujung kulon masih daerah Puncak Bogor, tepatnya di salah satu vila yang begitu mewah, tampak lautan manusia yang datang dari penjuru Jabodetabek hadir memenuhi undangan dari pemegang penuh kekuasaan salah satu organisasi Macan Putih yang telah belasan tahun tak pernah mengadakan acara temu kangen ini sesama anggota.
__ADS_1
Bukan dari Jabodetabek saja yang hadir di Vila mewah itu, bahkan kota kota kecil seperti Cianjur dan Sukabumi serta Bandung dan Purwakarta pun, ikut hadir dalam menyambut baik Ketua yang telah lama terpuruk kini bangkit kembali.
Sementara orang orang penting di dalam vila telah hadir, di antaranya, Ketua Macan Putih, Harsya Badzil Ismail Abdullah di temani bersama para sahabatnya, Riyan, Fander, Bimo, Ken, Maman Tomat dan Iwan kupluk.
Selain mereka yang hadir, anak pemilik Padepokan Macan Putih, yang tak lain Fatimah pun ikut hadir dengan di temani oleh seorang pemuda yang gagah rupawan, para Ketua ranting daerah masing masing masih bertanya tanya siapa pemuda yang duduk di samping Fatimah dan Harsya.
Riyan berdiri dari duduknya.. Ia mulai menstabilkan Mic yang ada di hadapannya, dan berkata.
"Cek..........!
"Cek..........!
"Cek..........!
"Selamat malam salam sejahtera bagi kita semua, mohon maaf sebelumnya, karna di adakan rapat mendadak kali ini tanpa di beri pemberitahuan sebelumnya.
Selamat, datang kembali pada rekan kita, Tuan Fander, Tuan Ken dan Tuan Rex, yang telah kembali ke negara ini untuk membantu setiap permasalahan yang ada dalam interen Organisasi Macan Putih.
Tak lupa, selamat datang pada kesatuan kepolisian saudara kita Bimo yang dengan setia datang dan menyatakan kesanggupan nya untuk membantu memberantas setiap permasalahan yang ada di tubuh organisasi milik mertua saya.."
"Baiklah........... Untuk mempersingkat waktu dalam acara temu kangen sesama Ketua cabang Macan Putih saya sebagai motor dalam pertemuan ini, sekaligus mengumumkan sang pemegang satu komando dalam organisasi Macan Putih baik itu unit, cabang atau pun pusat..
"Mohon semua nya berdiri dan berikan rasa hormat kalian pada anak muda yang terlahir dari rahim seorang ibu penguasa dan pemilik Organisasi Macan Putih."
Semua yang hadir di ruangan Vila mewah berdiri, dan hanya tiga orang yang masih duduk di bangku, Harsya Fatimah dan pemuda yang duduk di tengah tengah mereka berdua.
__ADS_1
"Muhammad Laksa Ilham... Anak dari Tuan Besar Harsya dan Nyonya Halimah Ihsan Permana, dengan kepimpinan mu akan membawa perubahan besar bagi Organisasi Macan Putih..." Riyan berkata dengan tegap aura nya begitu kental mengelilingi ruangan dalam Vila.
Laksa berdiri membungkuk hormat pada ayah dan bibi nya.. Ia melangkah menuju Paman Riyan, setiap langkah kakinya berpikir keras, mungkin ini sudah waktunya semua yang ada di dalam organisasi Macan Putih milik Sang Kakek, sudah harus berada dalam genggaman tangannya.
Laksa kini berdiri di hadapan Paman Riyan.. Sepuluh Ketua ranting Organisasi Macan Putih yang di antaranya Junaedi Suparman ikut dalam barisan bersama Fander, Ken, Rex serta Bimo langsung membungkuk hormat pada Laksa.
"Siap menerima perintah dari Ketua sekaligus Tuan Muda Laksa.." Serempak membungkuk hormat, Laksa memandang takjub keseluruh ruangan itu.
"Bagus..... Sangat bagus sekali...... Berdiri tegak dan kenalkan diri kalian masing masing.." Pinta Laksa sorot matanya tajam, hal itu membuat kengerian yang di rasakan oleh Harsya dan Fatimah begitu juga dengan Riyan yang berdiri di samping nya.
"Junaedi Suparman... Ketua ranting Sukabumi, siap mengemban tugas dari anda Tuan Muda.." Pemuda berusia 25 tahun anak dari sang Ketua Ujang Suparman maju memperkenalkan dirinya.."
"Syamsudin... Ketua Ranting Cianjur Macan Putih.. Nyawa hamba beserta para anggota untuk anda Tuan Muda, bila berkhianat.." Setelah Junaedi Suparman mundur kini lelaki berusia 30 tahun maju dan memperkenalkan dirinya serta mendeklarasikan kesetiaan nya pada anak dari Harsya dan Halimah.
Satu persatu yang berjumlah sepuluh orang Ketua dari ranting berbeda memperkenalkan dirinya serta bersumpah darah akan sebuah kesetiaan pada Ketua baru Organisasi Macan Putih yang kini di pegang sepenuhnya oleh pemuda berusia 19 tahun itu.
Setelah semuanya selesai dengan acara perkenalan itu, Laksa pun mempersilahkan untuk duduk kembali.
"Tuan Muda... Ini hanya secuil kekuatan Organisasi milik Kiayi Sepuh Kakek mu.. Tunggu sebulan lagi seluruh Anggota dan Ketua setiap cabang Macan Putih akan di kumpulkan dan kau sepenuhnya komando di bawah kendali mu..." Terang Riyan dan anggukan kepala dari Harsya dan Fatimah.
"Siap Paman, tetapi untuk yang hadir di sini jangan dulu di publikasikan ke cabang cabang yang lain. Karna saya ingin mensurvei secara langsung tanpa posisi jabatan yang telah Paman, Riyan, Ayah serta bibi Fatimah berikan pada Laksa.
"Apakah mereka sesuai dengan kriteria dan slogan yang telah tercantum dalam visi misi Padepokan Macan Putih atau keluar jalur dan bertindak semena mena karna menjadi anggota Macan Putih adalah sesuatu yang di inginkan oleh mereka..." Kata Harsya.
Bersambung
__ADS_1