Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Tuan Baron


__ADS_3

Mobil sedan Marcedez Benz C-Class itu melaju dengan santai menuju pusat perbelanjaan terbesar di kota itu.


"Laksa dan Nak Amanda, nanti kalian berdua duluan aja ya masuk ke dalam, aku bersama Kak Harsya ada urusan terlebih dahulu.. Dan kamu Laksa beli apa pun yang ada di dalam mall bersama Nak Amanda.." Fatimah berkata ketika mobil itu masuk ke penataran parkir di bawah gedung bertingkat.


"Apa saja...." Laksa berkata refleks,


"Iya bebas apa saja yang kamu mau bila perlu semua yang ada pusat perbelanjaan ini.." Kata Fatimah.


"Uhkkkk.... Dasar Horang kaya bebas.." Gerutu Laksa sambil mengacak-acak rambutnya.


"Hehehehe...... Lihat lah penampilan mu ini, masa supir Nyonya Besar, pakaian kumuh begitu, tak pantaslah, kalau kamu gak mau nurut aku dan kak Harsya akan memecat mu..." Ancam Fatimah terkekeh.


"Busyet ini Nyonya Besar main ancam segala, bagaimana saya akan bayar hutang, kalau di pecat jadi supir dengan gajih besar hahahaha.." Tawa Laksa.. Hal itu membuat Amanda yang duduk di sampingnya berkerut kening nya dan hati nya di penuhi Landa penasaran.


"Siapakah kak Laksa ini sebenarnya, aku sungguh tak percaya bahwa pemuda yang kini duduk di sampingku adalah seorang supir, dari segi obrolan dan perlakuan khusus dari dua orang bangsawan ini jelas Laksa bukan seorang supir.." Hati Amanda bertanya tanya.


"Ohk adinda Putri Ratu Amanda, kau jangan melamun begitu, hari ini detik ini kita akan merampok sebuah mall terbesar di kota ini, atas perintah dari Nyonya Besar Fatimah, hehehehehe...." Laksa mencoba membuyarkan lamunan dari gadis di sampingnya yang mungkin sedang berpikiran tentang siapa dirinya.


"Ehk.... Kak... Laksa. Aku gak melamun kok, cuma lagi berpikir dan bersyukur bisa bisa nya, aku bisa naik mobil mewah ini dan bertemu lagi sama Kak Laksa.." Amanda berkata terbata bata.


"Nak Amanda, awas terkena rayuan sama pemuda sableng ini.." Harsya ikut berkomentar.


"Iya Nak.... Laksa itu pemuda gila dan tengil, jangan sekali kali hati mu di berikan kepada nya.." Timpal Fatimah...


"Aissss................ Kalian berdua, mengganggu PDKT Aku aja.." Keluh nya dengan seringai manis di bibir nya.


Gadis itu yang menjadi sasaran ledekan kedua majikan Laksa, hanya bisa tersenyum renyah, padahal dalam hatinya berguncang hebat ketika kata yang keluar dari mulut Laksa.

__ADS_1


Mobil pun berhenti, beberapa satpam datang untuk membukakan pintu sekaligus menyambut kedatangan pemilik pusat perbelanjaan terbesar di kota ini.


"Selamat datang Tuan Besar. Nyonya Fatimah.." Ucap satpam serempak membungkuk hormat.


"Yaa terima kasih, antar kan kami berdua ke ruangan manajer.." Pinta Harsya.


"Baik Tuan Besar, mari.." Satpam berkata sambil mempersilahkan.


"Laksa dan kamu Amanda, duluan saja, ambil apa saja yang kalian mau.." Fatimah berkata sebelum jalan kearah yang berbeda.


"Ok, siap.." Laksa membalas nya seraya mengedipkan mata sebelah kirinya.


"Ehk... Sa, sebelum kamu masuk ke dalam mall, di mobil ada baju ganti dan sebuah kayu untuk kamu gunakan bila di dalam ada sesuatu yang ingin kamu dan Amanda sukai.." Fatimah sesaat membalikkan badannya dan berkata kepada pemuda yang hendak melangkah bersama Amanda.


"Siap Terima Kasih Nyonya Besar..." Laksa tersenyum lalu membungkuk hormat.


"Tak usah sungkan Sa dan Tah harus membungkuk segala.." Pinta Fatimah, lalu melangkah meninggalkan mereka berdua.


Pukul 10:00 Mall.


Laksa dan Amanda telah sampai di sebuah bangunan besar yang terkenal di kota tempat mereka tinggal.


Gedung yang memilik enam lantai ini adalah pusat perbelanjaan bagi kalangan elit di kota wilayah Barat.


"Kak.. Apakah kita yakin akan masuk ke dalam, atau sebaiknya kita tunggu kedua majikan Kakak terlebih dahulu..?" Tanya Amanda meminta kepastian dari Laksa.


Bagaimana pun dia tahu bangunan gedung enam lantai yang memiliki beberapa pintu berderet di sepanjang jalan ini adalah pusat perbelanjaan bagi kalangan elit di kota ini. Jangan kan memasuki salah satu toko disini, bahkan untuk bermimpi ketempat ini pun dia tak berani.

__ADS_1


Tadinya hanya sebuah alasan dirinya mau pergi ke mall, agar pemuda yang menegurnya itu mau mengajak nya pergi dan mengobrol, tetapi siapa sangka bahwa Laksa emang tujuan nya mau ke mall bersama majikannya itu.


Tapi ketika melihat bahwa Laksa mengangguk dengan sangat serius, maka mau tak mau Amanda hanya mengikuti saj kemana langkah kaki Laksa melangkah.


Laksa dan Amanda kini melangkah memasuki salah satu toko perhiasan di mall itu. Tampak seorang wanita cantik yang bertugas sebagai resepsionis berkata dengan nada sopan.


"Silahkan masuk Tuan Muda, Nyonya Muda, ke toko kami, dan silahkan nikmati promosi dari kami bagi setiap anggota yang memiliki kartu VIP member khusus.


"Tuan Muda, dan Nyonya Muda, di toko kami selain menjual perhiasan, juga menjual barang barang bermerek nasional hingga internasional seperti Hermes, Dior, Guci dan barang lain nya.


Di toko kami juga menyediakan berbagai kemudahan jika Tuan dan Nona memiliki kartu keanggotaan Gold VIP. " Wanita muda cantik itu yang bertugas sebagai resepsionis menjelaskan kepada calon pelanggan yang berkunjung.


Laksa hanya tersenyum begitu juga dengan Amanda, mendengar penjelasan dari resepsionis itu, jujur saja mereka berdua belum mengerti dengan penjelasan tentang sebuah bentuk VIP atau apa lah itu. Yang dia tahu saat ini di suruh masuk terlebih dahulu dan tinggal ngambil apa yang di inginkan kan nya.


"Terima Kasih Nona atas penjelasan dari anda. Apakah kami boleh melihat lihat terlebih dahulu." Kata Laksa dengan sopan.


Resepsionis itu yang berjaga di toko itu tersenyum dan mengangguk mempersilahkan kepada sepasang kekasih memasuki ruangan untuk melihat lihat terlebih dahulu.


"Melihat penampilan mereka berdua yang terlihat seperti orang yang baru jadian, apakah mampu dan mempunyai cukup uang untuk membeli barang yang ada di toko ini, atau hanya untuk menyenangkan seorang kekasih nya aja.." Kata Wanita yang menjadi resepsionis itu, Namun di tak berani mengungkapkannya. Selain untuk menjaga, agar memberi kesan yang baik bagi para pelanggan. Dia juga harus bersikap profesional terhadap semua orang.


Laksa tidak memperhatikan pandangan merendahkan dari wanita resepsionis itu. Dia berjalan dengan acuh memperhatikan barang barang yang berharga di atas satu jutaan itu yang di tata rapi di peti kaca ekslusif. Hingga tanpa Laksa sadari telah menabrak seseorang.


Setelah merasakan dirinya telah menabrak seseorang, lalu Laksa pun langsung menurunkan pandangan nya itu. Hal yang sama juga terjadi pada orang yang di tabrak.


"Hai........... Anak Muda, Ehk....... Kamu Muhammad Laksa Ilham kan.. Akhirnya kita bertemu lagi.." Kata seorang yang di tabrak oleh Laksa.


Laksa yang juga terkejut langsung menyadari bahwa lelaki setengah tua di hadapannya itu, pernah bertemu.

__ADS_1


"Tuan Baron.." Kaget Laksa dan langsung memberikan salam penghormatan kepada lelaki setengah tua itu.


Bersambung.


__ADS_2