Langit Dan Jingga

Langit Dan Jingga
Mudik?


__ADS_3

Ternyata tujuan Daniel datang adalah meminta perusahaan Langit untuk mensponsori tim Tiger pada musim tahun depan.


Daniel telah keluar dari ruangan Langit setelah mendapat penolakan.


Memang benar apa yang dikatakan oleh Daniel, jika harta hasil penjualan perusahaan telah dihabiskan mama Michelle bersama Frans.


Frans yang selama ini dicari oleh Daniel ternyata terlalu mengecewakan Daniel.


Hanya saja mama Michelle terlalu bucin sehingga apapun yang dilakukan oleh Frans, maka Michelle pun menyetujuinya.


"Huh, biar saja mereka dengan urusannya" gumam Langit.


"Hhmmm pulang kantor nggak ada salahnya nih mampir ke tempat Keenan. Lama juga tak kesana" kata Langit bermonolog.


Dan benar saja, pulang kantor pun Langit mampir warung yang dibuka oleh Keenan.


"Wah, bos datang nih" sambut Keenan.


Baru dua kali ini Langit mampir semenjak resto dibuka.


"Tumben amat bos" tukas Keenan saat Langit duduk di pojok ruangan.


"Sekali-kali ingin incip lah makanan buatan kamu" canda Langit.


Keenan pun menyuruh salah satu karyawan untuk membawakan buku menu.


"Keenan, lo tahu nggak? Tadi Daniel ke tempat aku" beritahu Langit.


"Ngapain kak?" tanya Keenan.


"Cari sponsor" jawab singkat Langit.


"Wah, berani sekali dia" seru Keenan.


"Orang kalau kepepet, semua juga akan dilibas" tukas Langit menimpali.


"Kakak setujuin?" tanya Keenan.


"Ya enggaklah. Bodoh banget gue kalau aku iyain" jelas Langit.


.


Liburan semester kuliah Jingga telah tiba.

__ADS_1


Usia Eka pun sudah lewat tiga bulan.


"Sayang, besok kita balik ke Indo. Apa yang perlu dibawa, sini aku bantuin siapkan" kata Langit mengingatkan sang istri yang tengah nyusuin putra semata wayang mereka.


"Tinggal punya Eka saja yang belum aku siapin. Entar aja habis Eka minum susu aku siapin sendiri" tukas Jingga.


Keinginan untuk balik ke Indo sudah direncanakan sedari lama. Tapi hanya ini momen yang pas untuk pergi.


"Yank, sampai Indo kita ziarah ke makam ya" bilang Jingga.


"Oke, ntar kita susun waktu nya" jawab Langit.


Langit yang sekarang hanya disibukkan dengan urusan perusahaan.


Rencana balik Indo sekalian prepare untuk turnamen musim depan.


"Tidurkah?" tanya Langit melongok bayinya.


Langit gendong putra semata wayangnya, sementara Jingga prepare barang-barang yang dibawa untuk kunjungan pertama kali Eka ke Indo.


.


Sambutan hangat untuk Eka Putra. Langit dan Jingga mah lewat.


"Jingga, akhir minggu ini teman-teman kuliah ngumpul loh" beritahu Mega.


"Iya kah? Hmmmm..." Jingga nampak berpikir.


"Kita barengan aja gimana?" kata Mega saat mereka barengan keluar bandara.


"Rencana sih aku mau ziarah ke makam ayah dan mama sebenarnya" tukas Jingga.


"Ntar kubicaraian sama kak Langit dululah" tukas Jingga belum mengiyakan ajakan Mega barusan.


Barikade keamanan penyambutan Langit dan Jingga sungguh luar biasa.


Dad Tian tentu tak ingin cucu pertama nya itu kenapa-napa, meski sang Opa tak ikutan menyambut kedatangan mereka.


"Kak, pesan Dad. Kalau sudah sampai kamu disuruh langsung ke Blue Sky" ucap Jingga.


"Tetep saja tak membiarkan aku beristirahat" cibir Langit.


"Yank, kamu pulang sama bunda dan Mega ya" kata Langit yang melihat Jingga tengah asyik ngobrol sama adiknya.

__ADS_1


"Terus kamu mau ke mana?" tanya Jingga.


"Blue Sky, Dad kangen sama aku katanya" bilang Langit.


Jingga tertawa, pasti tak jauh dengan urusan pekerjaan.


Mobil mereka terpisah. Jika Jingga dan rombongan ke mansion Sebastian, sementara Langit langsung ke Blue Sky.


"Nggak tau apa kalau masih jetlag juga" gerutu Langit dengan kepala bersandar.


Langit mendatangi Blue Sky hanya dengan pakaian kasual dan celana pendek. Kacamata hitam nangkring manis di pangkal hidung, topi tim singa merah juga ikutan. Memberi kesan macho seorang Langit Putra.


"Selamat siang tuan, anda ingin menemui siapa?" tanya sang resepsionis di front office dengan ramah.


'Orang baru' batin Langit.


"Saya ingin bertemu dengan tuan Sebastian Baskoro" tandas Langit.


"Sudah ada janji temu?" tanyanya.


"Malah tuan Sebastian sendiri yang menyuruh aku kesini" tukas Langit. Hatinya masih geregetan dengan permintaan Dad nya itu.


"Baik, akan saya hubungi bagian direksi sebentar. Kalau boleh tahu dengan...?" imbuh karyawan itu dengan ramah.


"Langit" jawab singkat Langit.


"Baik, silahkan duduk di sebelah sana" katanya mempersilahkan Langit menunggu.


Dewa menghampiri Langit yang hendak duduk.


"Jangan sok dech. Tuh Dad kamu sudah nungguin di atas" kata Dewa merangkul bahu Langit.


"Jiaahhh jadi nggak seru dech, padahal aku hanya ingin ngerjain Dad" canda Langit.


Karyawan yang menyambut Langit tadi hanya terbengong, sementara Langit dengan santainya melambaikan tangan ke arahnya.


"Haiiii putraku" sapa Dad sok-sok an.


"Iisssshhh apa sih Dad? Tumben lebay banget" kata Langit.


Ternyata di sana sudah kumpul Arka dan juga Arga.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


To be continued, happy reading


__ADS_2