Langit Dan Jingga

Langit Dan Jingga
Pra Kompetisi (2)


__ADS_3

Langit pulang bareng dengan Dad Tian.


"Apa kabar keluarga kalian?" tanya Dad.


"Seperti yang Dad lihat, semua lancar" terang Langit.


"Cucu Dad?" tanggap Tian.


Langit mengangkat kedua bahu, "Pasti sekarang dikuasain sama Mega dan bunda" ujar Langit.


"Ya nggak papa lah. Sejak lahir kan baru kali ini cucu Dad datang ke sini" bilang Dad.


Dan tebakan Langit ternyata benar, sampai di mansion didapatinya Jingga yang tengah tidur lelap di kamar.


Jangan tanya di mana sang putra, kalau tak di kamar bunda pasti di kamar Mega.


Langit membersihkan diri dan ingin segera memeluk tubuh sang istri untuk melepas penat.


Langit rebahkan badannya di sisi sang istri perlahan dan tak perlu waktu lama, Langit telah terlelap.


.


Langit menepati janjinya untuk pergi ke makam mertua, almarhum tuan dan nyonya Pramono.


Jingga masih saja meneteskan air mata saat bertemu nisan kedua orang tuanya.


"Yah, Mah aku bawa cucu kalian ke sini loh" bilang Jingga dengan terbata.


Tangan Langit menggenggam erat tangan sang istri.


"Ayah dan mama sudah bahagia di sana sayang. Sebaiknya kita doakan terus ayah dan mama" ucap Langit menepuk bahu sang istri perlahan.


Jingga hanya bisa mengangguk.


"Abis ini kita ke mana?" kata Langit.


"Aku sebenarnya mau ke teman-teman sih. Kebetulan mereka pada ngumpul. Ada Mega juga" ijin Jingga.


"Oke, aku antar. Tapi habis itu aku perusahaan. Emang titik kumpul dimana?" tanya Langit.


"Titik kumpul, kayak siaga bencana aja" Jingga menanggapi.


Langit mengular senyum di bibir.


"Mampir ke rumah ayah nggak?" sela Langit.

__ADS_1


"Enggak lah. Rumahnya kan sudah dikontrakin. Nggak enak lah sama yang tinggal sekarang" seru Jingga.


"Hhhmmm... Oke, aku anter kamu langsung aja" balas Langit.


"Emang tahu? Aku pergi ke mana?" ucap Jingga.


"Enggak" jawab Langit sok polos.


"Mutia Bakery" kata Jingga.


"Tempat bunda?" sela Langit.


"Iya lah. Siapa lagi selain bunda? He...he.." canda Jingga.


Ternyata di sana sudah berkumpul semua teman Jingga. Ada Firman dan yang lain, Mega tentu saja yang paling riweh nyiapin semua.


Dan yang menjadi bintang utama di acara temu kangen adalah Langit Yunior. Siapa lagi kalau bukan Eka.


"Sayang, aku perusahaan dulu. Ntar baliknya sama Mega aja ya?" ujar Langit sesaat sebelum meninggalkan tempat.


"Kak, aku mau ngedate tuh sama Firman" tukas Mega.


"Sudah ijin Dad?" goda Langit.


"Kapan kalian nikah?" sela Jingga.


Langit meninggalkan acara sang istri untuk pergi ke Blue Sky.


"Gimana kantor lawyer lo?" imbuh Jingga.


"Lumayanlah. Ada beberapa kasus yang aku pegang. Tapi masih banyak juga lemparan kasus dari biro hukum nya aunty Tania" terang Firman.


"Ya musti sabar sih" tukas Jingga.


"Pertanyaan aku belum kalian jawab loh?" sambung Jingga.


"Yang mana?" Mega pura-pura.


"Kapan kalian nikah? Keburu karatan loh" olok Jingga.


"Doaฤทan saja" kata Firman menimpali.


"Doa terus kalau nggak ada usaha sama saja bohong Firman. Apa mau nunggu lo sukses? Keburu tua baru nyahok kalian" kata Jingga meneruskan olokannya.


Bunda menghampiri cucu nya.

__ADS_1


"Sudah lama?" tanyanya.


Jingga tersenyum ke arah bunda, "Lumayan lah bun" jawab Jingga.


"Eka biar aku gendong aja, bunda ajakin ke ruangan bunda" kata Mutia antusias dan merasa senang cucu pertamanya nyusul ke kantornya.


.


Cukup lama Langit dan keluarga stay in mansion Dad Tian.


Semenjak ada Eka di sana, suasana mansion selalu ramai.


Oma dan Opa Baskoro malah lebih sering menginap di mansion Sebastian.


Belum lagi aunty Catherine dan papa Reno mampir, tak luput Bintang pun ikutan. Lebih ramsi lagi suasana.


Uncle Arka dan aunty Tania yang tinggal sebelahan pun juga sering ikutan gabung di keluarga Sebastian.


Hampir sebulan Langit berada di Indo, sudah saatnya mereka prepare balik. Karena liburan Langit hampir berakhir.


Bahkan Dad memaksa agar Eka ditinggalin aja, daripada musti bolak balik Indo London.


"Ya nggak bisa gitu Dad. Eka masih butuh mamanya. Apalagi sumber utama gizi Eka ada di Jingga" sela Mutia.


Kalau bunda sudah bicara, maka Dad Tian pun akan diam.


"Kalau Jingga lulus, kalian balik sini aja. Nggak enak jauh-jauhan seperti ini" imbuh Opa.


"Perusahaan di sana?" tanya Langit yang sudah merasa nyaman dengan orang-orangnya di perusahaan.


"Adalah ntar ganti buat kamu" ucap Dad Tian.


"Untuk sementara biar Jingga fokus kuliah dulu. Yang lain dipikirkan nanti saja" ucap Langit.


.


Setelah rapat beberapa kali dengan Dad Tian dan juga uncle Arka, kali ini Langit fokus ke persiapan musim depan.


Dengan beberapa kali dibujuk, Blue Sky mau juga menjadi salah satu sponsor untuk tim Singa Merah.


Langit tentu saja senang akan hal itu, apalagi kekuatan tim Tiger pasti lebih baik daripada musim kemarin.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


To be continued, happy reading

__ADS_1


__ADS_2