
..........................❤️.........................
...Selamat datang di story tentang sebuah arti dari sebuah Cinta tak bertuan...
...Happy Reading dan mohon koreksi untuk penulisan....
...jangan lupa komentar untuk menjadi yang lebih baik lagi....
...Episode kali ini sangat panjang kembali jadi selamat menikmati dan terimakasih sudah mampir...
..........................❤️.........................
Hari sudah berganti dengan Minggu yang di lewati Ridwan dengan Citari menjalin kasih cinta dan asa akan tetapi Citari hanya melihat Ridwan biasa saja menjalani semuanya bersama Citari.
Apakah Ridwan masih sedikit ragu untuk merasakan perasaan Citari untuk nya?
"Tinggal satu bulan lagi ya mas Ujian Nasional nya" Citari memasukkan bekal yang habis di santap bersama Ridwan di tas nya.
"Hem tapi gak mood untuk Ujian Nasional juga aku dik" tatapannya kosong mengingat orang tuanya menyuruh kuliah di luar negeri.
"Oh karena kamu di suruh mama mu untuk ke luar negeri untuk kuliah itu kah?" Citari menyelidik.
"itu juga tapi gimana lagi orang tua ya harus di turutin kalau Ndak ya durhaka lah" Ridwan menjawab enteng.
"Iya juga sih, mas Ridwan kita nanti jadi jalan ke rumah Alvan? katanya ada acara di rumahnya?"
"Ya tapi tak jemput pakai motor aja ya malas ngeluarkan mobil" dingin Ridwan.
"iya mas gak apa, Citari mau tanya boleh mas?"
"tanya apalagi?" Ridwan agak malas menjawab.
"Kenapa mas Ridwan selalu tak ajak ngobrol mesti malas menjawab dan jawabannya sedikit sedikit?" ketus Citari.
"Lagi malas ngomong dik, lagian aku juga ingin puasa bicara dengan siapapun"
"kalau ada masalah langsung ngomong mas Ridwan, aku kan kekasih mu juga" Wajah Citari mendekat ke arah Ridwan.
"mau ngapain? wajahmu lho agak jauh banyak anak juga gak enak di liatnya" mencubit pipi Citari lembut.
"dih mau di ajak romantis aja sulitnya minta ampun" gerutu Ridwan.
"bukan sulit dik tapi takut mengarah ke yang di inginkan" wajah Ridwan berubah menjadi senyum menggoda.
"ih salah lagi aku ke kamu mas" Citari cemberut.
"dik aku mau tanya,boleh? tapi jawab jujur"
"tanya apa? tanya apakah aku sayang kamu mas Ridwan?" Citari antusias merapat kan lengan nya ke tubuh Ridwan.
"Rasanya ciuman bibir itu gimana sih?" polos Ridwan.
"kok bahas itu lagi, katanya gak mau bahas malah tanya itu"
"ya aku kan tanya soalnya kan belum pernah sama sekali first kiss ke siapapun kecuali kamu " Ridwan menjawab datar.
"dah mas, aku gak mau bahas itu, intinya first kiss itu berlalu tanpa paksa an dan bisa saja tak di sengaja"
"first kiss tanpa nafsu gitu ada?" wajah Ridwan polos.
__ADS_1
Citari hanya tersenyum tetapi berbeda dengan Ridwan yang semakin bingung ulah senyuman Citari.
"eh curut, kau di sini ternyata, nanti malem tak tunggu di rumahku, jangan lupa jam 7 malam, faham??" sambil melirik Citari.
"insyaallah curut lagi malas keluar juga"
"Halah bilang aja kamu masih terbayang ingin ciuman dengan Citari *** ***" Alvan menggoda Ridwan.
"Ck malas kau sebarkan,ada anak nya pula kau ngomong" melempar botol Aqua kosong ke arah Alvan.
"hahahaha tuh wajah Citari memerah, mungkin Citari bisa mengajarkan cara ciuman yang bener Wan" ledek Alvan.
"Iya aku percaya sama kau Van yang pernah sampai berguling guling ciuman dengan Aryani, hahahaha seperti nya kangen kau dengan bibirnya itu" Ridwan meledek Alvan.
Dua orang sahabat itu hanya tertawa lebar karena hampir saling melengkapi dan Citari yang di samping Ridwan hanya diam dan malu.
"mas Ridwan aku masuk dulu ya" Citari pamit.
"iya hati hati jangan lupa nanti malem ya sayang" Ridwan membelai rambut Citari.
"nanti malem? oh iya mas tak kira ......." ucapan Citari terputus karena Ridwan memegang bibir Citari.
"kamu kira apa? jangan berfikir negatif dik, dah masuk belajar yang rajin sana, muach" Ridwan mencium kening Citari.
Alvan yang melihat itu semua hanya tertawa geli sementara Ridwan hanya diam membisu melihat kelakuan Alvan seperti ada hal yang sembunyikan.
"eh curut kau tertawa ada apa ***"
"Wan yakin kau bisa mendapatkan ciuman pertama kekasihmu kelak kah?" Alvan mengejek keras.
"kau bahas itu lagi Van, lagian kenapa dengan ciuman pertama kedua dan ketiga? bedanya apa?" Ridwan polos.
"dasar mesum kau curut, tapi beneran itu?" Ridwan penasaran.
" jangan di coba nanti ketagihan seperti aku yang berusaha lepas dari Aryani, bibirnya itu uhh sensual sekali" Alvan membayangkan bibir Aryani.
"Cih mesum kau ternyata, hahahaha rasakan kau sekarang" Ridwan menyikut lengan Alvan keras.
"sakit ***, Wan pulang nanti jangan lupa tugas kau selama seminggu kemarin,jangan lupa portofolio juga, faham kau?" Alvan memberikan rentetan tugas untuk Ridwan.
"easy ini Van,3 hari kelar kok, makasih sudah di catat kan tugasnya"
"sama sama Wan, jangan lupa juga untuk pendaftaran di universitas Negeri dan berkas mu sudah di terima tinggal pengumuman"
"hah? dimana aku di terima?" Ridwan setengah tidak percaya.
"di Universitas Negeri Surabaya, kenapa? biasa aja gak usah kaget gitu juga, yang mengurus itu juga ayah mama mu dan mereka juga gak rela kamu untuk ke luar negeri" Alvan meyakinkan.
"syukurlah kalau begitu, yauda aku tak mulih sek, nanti malam ketemu di rumah mu, jangan lupa hidangan yang banyak hahahaha" tawa Ridwan lepas juga.
Ridwan memacu motornya untuk pulang di ikutin Alvan dari belakang.
Siang itu tak seberapa terik menyengat tetapi hal yang menarik Ridwan ketika sampai di rumahnya.
Terlihat 3 mobil keluarga yang berjajar rapi di halaman rumahnya.
"eh nak Ridwan sudah pulang, taruh sini aja nak nanti bapak parkir kan" sapa Pak Ridho satpam rumah Ridwan.
"makasih pak, woi Van ati ati di kejar Aryani" teriak Ridwan ke Alvan disusul jari tengah Alvan yang mengacung.
__ADS_1
"pak itu mobil siapa semua? kok sepertinya ada tamu penting?" Ridwan tak bergegas masuk.
"oh itu mobil pak Darin nak Ridwan,tadi saya dengar ada yang menyebut pertunangan dik Ahmad gitu" sambil menutup pintu gerbang yang di ikuti Ridwan di belakang nya.
"hah dik Ahmad di jodoh kan? hahahaha bisa buat bahan gurau an pak Ridho" Ridwan tertawa lepas.
"jangan senang dulu nak Ridwan, nanti kalau nak Ridwan di jodohkan gimana? mau?" pak Ridho tersenyum ramah ke arah Ridwan.
"ogah pak, hari gini masih jodoh jodoh an, lebih baik aku menolak dengan halus, yauda pak saya masuk dulu, assalamualaikum wr wb" sambil mencium punggung pak Ridho.
Setelah berjalan memasuki rumah dan tanpa sadar Ridwan yang bernyanyi nyanyi sendiri melihat kehadiran sosok wanita yang mengganggu di wajahnya.
Wanita tersebut bernama Aryani dan seorang lagi siapa pun dia hanya cuek bebek tak menghiraukan.
"eh jagoan mama sudah pulang, sambut dulu keluarga besar pak Darin mas" mama Inah sambil mengajak Ridwan untuk bergabung ke keluarga pak Darin.
"oh mas Ridwan sudah datang, mas kenalkan ini pak Darin,ini Bu Risna....." ayah Ridwan melanjutkan pembicaraan tapi sudah di potong Ridwan.
"dan itu Aryani, itu adiknya kan yang mau di jodohkan dengan dik Ahmad" sambil menatap serius ke arah Aryani.
"lho kalian berdua saling kenal?" mama Inah sambil menyuruh duduk Ridwan di samping Aryani.
"gimana gak kenal Ma , lha Aryani Pacar nya Alvan dan nanti aku jadi kakak ipar nya Aryani dan Alvan?" Ridwan tersenyum ke arah Aryani.
"Oh Alvan, Tapi sayang nak Ridwan, Aryani seperti nya menolak Alvan untuk jadi kekasihnya kelak" pak Darin membuka suara.
"Gimana mau nolak om Darin, Aryani kan punya cowok di mana mana,hehehehehehe guyon Aryani jangan serius serius" Ridwan mengambil foto Aryani dan mengirim kan ke Alvan.
"Ma yah aku tak istirahat dulu ya, nanti sehabis isya ada acara di Alvan, assalamualaikum wr wb, saya undur diri dulu" Ridwan pamit undur diri.
"Sebentar Ridwan,asal kamu tau kalau nanti di rumah Alvan itu pertunangan ku dengan Alvan Wan, jadi kita nanti tidak bisa terpisahkan" Aryani membuka suara.
"Jangan bergurau Ar, Bukan kah Alvan sudah menjauh dari kamu? dan kenapa dia ingin bertunangan dengan kamu hah?" Ridwan berkacak pinggang di depan Aryani.
"Panjang ceritanya dan yang sudah pasti kita nanti nya akan jadi Ipar Ridwan yang terhormat" ucap Aryani dengan tegas.
Ridwan hanya termangu diam menatap Aryani, yang di pikiran Ridwan tak masalah jika adiknya si Ahmad di jodohkan tapi kenapa Alvan menerima perjodohan ini?
Ridwan berjalan pamit ke semua orang yang berada di ruang tamu rumahnya dan di kepalanya masih berfikir ada apa ini semua?
Apakah Alvan memberikan informasi hanya sebatas ini saja? atau kah ini hanya gurauan dari Aryani?
"Jika Alvan sama Aryani di jodohkan aku tak masalah tapi kenapa ini semua terkait antara perjodohan adik ku si Ahmad kemudian perjodohan Alvan dengan Aryani?" pikiran Ridwan berkecamuk.
Ridwan mengambil Hape nya dan berusaha untuk menghubungi Alvan akan tetapi Ahmad masuk dan mengagetkan Ridwan yang fokus ke layar hape nya.
"Woy ngapain mas? aku mau curhat, boleh?" Ahmad tiba tiba mengambil hape nya Ridwan.
"Tentang apa? tunangan mu dik? cerita aja mungkin aku bisa membantu mu" sambil mengganti pakaian nya.
Achmad hari itu sangat bahagia telah mendapatkan apa yang di ingin kan dan dia bercerita tentang Yuli, ya Yuli adiknya Aryani yang pernah di temui nya di depan sekolah saat menjemput Aryani setelah bertengkar hebat dengan Alvan.
Tapi apakah Alvan semudah itu memaafkan Aryani yang jelas jelas membuatnya terluka karena dusta nya dan berbohong untuk menjaga hati Alvan?
..........................❤️.........................
...jangan lupa komentarnya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....
..........................❤️.........................
__ADS_1