
...........................❤️.........................
Aishiteru
By Zivilia
Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku
Saat ku harus bersabar dan terus bersabar
Menantikan kehadiran dirimu
Entah sampai kapan aku harus
Menunggu sesuatu yang sangat sulit 'tuk kujalani
Hidup dalam kesendirian sepi tanpamu
Kadang ku berpikir cari penggantimu
Saat kau jauh di sana
Gelisah sesaat saja tiada kabarmu ku curiga
Entah penantianku takkan sia-sia
Dan berikan satu jawaban pasti
Entah sampai kapan aku harus bertahan
Saat kau jauh di sana rasa cemburu
Merasuk ke dalam pikiranku melayang
Tak tentu arah tentang dirimu
Apakah sama yang kau rasakan
Walau raga kita terpisah jauh
Namun hati kita selalu dekat
Bila kau rindu pejamkan matamu
Dan rasakan a-a-aku
Kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh
Terhapus ruang dan waktu
Percayakan kesetiaan ini
Pada ketulusan a-a-ai-aishiteru
Saat ku sendiri pikiran melayang terbang
Perasaan resah gelisah
Jalani kenyataan hidup tanpa gairah
Kumohon kau kembali
君が遠くにいても
君の想いがつながるから
信じてるよ
信じてるよ
Walau raga kita terpisah jauh
Namun hati kita selalu dekat
Bila kau rindu pejamkan matamu
Dan rasakan a-a-aku
__ADS_1
Kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh
Terhapus ruang dan waktu
Percayakan kesetiaan ini
Pada ketulusan a-a-ai-aishiteru
Ai-ai-aishiteru
Ridwan melepaskan headset nya setelah lagu berakhir dan tak terasa rindu nya dengan Tria begitu dalam, Alvan tersenyum melihat gelagat Ridwan yang telah mendengarkan lagu nya.
" Uda Wan, rindu bilang rindu jangan gengsi, nikah sana nikah jangan di gantung tuh anak orang lagian bentar lagi kita menjadi Ipar kok hahhahaahahahahaha." tawa Alvan keras.
" Kita? kau aja kali berharap sama Ria padahal Ria belum menerima, kabar Aryani Uda keluar dari penjara tuh, sebaiknya kau waspada tuh nenek sihir kalau kau jadian sama Ria." Ridwan mengacungkan jari tengah nya ke arah Alvan.
" Perduli setan, yang penting Ria milik ku dan Tantri juga sudah jadian sama mas Iqbal tuh, lihat tuh mas Iqbal jalan sama siapa tuh." Alvan menunjuk Iqbal yang sedang berjalan di samping Tantri.
Tantri yang terlihat garang kini pun menjadi macan betina yang jinak tapi kok aneh rasanya bagi Ridwan melihat Tantri yang mudah di taklukkan Iqbal.
" Wan? gak usah kaget ngunu, Tantri sudah jadian sama mas Iqbal sejak kemarin saat kita di Gramedia dan mas Iqbal menyakinkan kke Tantri untuk tak menyakiti nya jadi aman." Alvan seakan-akan menjawab pertanyaan di hati Ridwan.
" Cara mereka jadian aman kan? gak sampai baku hantam kan?." pertanyaan meluncur dari mulut Ridwan.
" Aman Wan, paling kalau mass Iqbal main main dengan Tantri paling hilang tuh burung kalau gak gitu lebam semua tuh wajah hahhhahaahaahaha." Alvan kembali tertawa.
Tantri dan Iqbal yang sudah berdiri di dekat Alvan pun segera menonyor barengan.
" Wan, lu liat Adi? nih nyonya gua mau minta antar pulang kembali ke Gresik." Iqbal menggenggam tangan Tantri erat.
" Gak liat, daritadi Ghani dan Rian pun juga gak ada di sini mas, kapan nikah kalian berdua?." Ridwan mencoba menahan tawanya.
" Secepatnya, Tantri tak kan ku biarkan di pandang cowok lain selain gua dan kapan lu bisa menjadi adik ipar gua sama Alvan?, jangan kelamaan takut nya lu malah main hati kasihan tuh Tria." Iqbal membakar rokoknya tapi langsung di cabut terus di injak oleh Tantri dengan cepat.
" kan sudah janji gak ngerokok di depan ku? mau gua bogem lu sayang?." ancam Tantri.
Iqbal pun sedikit mengangguk mendengar ancaman Tantri sementara Alvan dan Ridwan cekikikan melihat adegan dimana seorang Iqbal Bos Besar preman tapi nyali ciut karena wanita.
" Van ternyata singa Iqbal ciut ketemu macan Tantri hahahaahahahaha, jangan jangan bener katamu, mas Iqbal sangat sangat dan sangat jatuh hati dengan Tantri, hahahaahahahaha." tawa Ridwan membahana.
Tantri yang penuh kemenangan pun segera bermanja-manja di lengan Iqbal serta memberikan senyuman ke arah Iqbal. tapi Iqbal hanya mendengus kesal melihat Alvan dan Ridwan lagi mengejek nya.
" Awas kalian berdua, gua ulek lu berdua pakai trasi ntar." Iqbal menonyor Alvan dan Ridwan gantian.
Tiba tiba dari jauh terlihat Adi mengejar Lidia yang sedikit berlari ke arah Ridwan untuk menuntaskan pertanyaan dari dalam hatinya tentang semuanya.
Ridwan dan Alvan yang dari tadi tertawa kini kembali fokus ke arah Lidia yang berjalan ke arahnya sambil memberi kode tak mengerti.
" Maaf jangan dekat dengan Tuan Ridwan atau lu mati saat ini juga!." Adi meraih pistol dalam jasnya.
Tapi sayang sekali Ridwan yang mengerti gerakan Adi langsung menggelengkan kepalanya untuk menahan tindakan Adi selanjutnya.
Ridwan yang mengetahui Lidia dan Vita datang pun memberikan kursi untuk mereka berdua hingga membuat mood Ridwan berubah. sementara Iqbal dan Tantri pun ikut duduk di meja seberang dan tidak saling kenal dengan Ridwan dan Alvan karena ingin mendengar kan percakapan Ridwan dengan cewek yang bernama Lidia itu.
" Ada apa lagi? mau debat? mau mu apa segera katakan saja." ketus Ridwan.
" Jangan songong kau, kau belum jawab pertanyaan ku tentang jawaban mu ke dosen tadi, ingat Wan asal kau tau, aku yang harus mendapatkan IPK tertinggi selain kau, cam kan itu Wan." gertak Lidia.
" Silahkan, terserah kau saja, malas ngeladeni cewek macam kau, kemarin sudah di tolong pun masih ingin menang sendiri." Ridwan membakar rokoknya kembali.
" Lu cowok yang gak punya hati Wan! asal Lu tau! Lidia itu ........" ucapan Vita terpotong karena mulutnya di bekap Lidia.
Ridwan menatap Vita yang berhenti berbicara sementara Alvan hanya adik dengan Adi yang meminum kopi.
" Maaf mulutnya Vita keterlaluan, yauda saya minta maaf Wan dan makasih atas bantuannya kemarin ya." Lidia memaksa untuk tersenyum.
" Dah lah jangan maksa tersenyum gitu, ada apa emangnya? kalau hanya sekedar mengucap terima kasih ya tak jawab sama sama, sudah kan? ada lagi?." Ridwan kembali ke mode dingin nya.
Lidia melihat keraguan untuk menanyakan sesuatu ke Ridwan tapi apakah itu bisa merubah rasa penasaran nya?
" Wan, kamu Uda nikah? bukankah laki laki tidak boleh memakai perhiasan emas ya? kecuali emas putih?." Selidik Lidia.
" Iya bener laki laki gak boleh memakai emas tapi ini emas putih murni dan ini cincin pertunangan ku dengan kekasihku dan dalam waktu dekat akan nikah, kenapa? kau suka aku ya? hayo jujur?." Goda Ridwan.
" Ndak Wan, selamat ya sebentar lagi nikah kamu tapi kita tetap saja berteman kan?." pinta Lidia.
" Ya bisa tapi jangan terlalu dekat, oh ya kemarin itu hanya kasihan ke kamu bukan memberikan perhatian lebih ke kamu juga kok jadi aku hanya ingin berteman tidak lebih , bisa kan?." ucapan Ridwan membuat Alvan tersedak asap rokoknya.
__ADS_1
Sadis benar Ridwan mengucapkan kata kata itu di depan seorang cewek yang pernah hampir berciuman dengan nya kemarin tapi Ridwan juga masih labil karena mungkin takut tersakiti ke dua kalinya juga.
Sementara Lidia mendengar ucapan Ridwan tersebut hanya tersenyum getir, berharap cinta nya dan hatinya tak tertinggal di orang yang salah juga seperti Mas Prika tapi Lidia menginginkan Ridwan melepas tunangannya dan menjadi miliknya.
Getir rasanya jika jadi Lidia, di sisi itu Lidia apakah murni ingin hati dan cinta Ridwan atau hanya yang lainya? apakah Tria bisa mendapatkan hati seorang Ridwan yang pernah tersakiti oleh Citari?
Misteri cinta tak akan pernah terungkap dalam perjalanan cinta Ridwan hingga saat ini dan mungkin juga Citari masih mencintai Ridwan karena sering memberikan perhatian dari pesan ke handphone nya.
Siapa yang bakal di pilih Ridwan? kembali ke pelukan Citari kah? ke Lidia kah? atau melanjutkan kisahnya dengan Tria??
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
hayo pembaca memilih siapa? yuk komentar nya ya dan like juga, vote vote vote.
...........................❤️.........................
...terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak 🙏🙏🙏🙏😊😊....
..........................❤️.........................
Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, hehehehehehe😀😀😀.
__ADS_1