
..........................❤️.........................
...Assalamualaikum wr wb para reader,...
...terimakasih telah mampir dan membaca karya pertama ku nih, di episode kali ini mohon bantuannya untuk vote dan like sebagai dukungan dan semangat untuk author dan mohon maaf untuk episode KEMBALI DI UJI sedikit panjang jadi puzzle cerita cinta Ridwan bakal berliku liku seperti sirkuit GP ya reader...
...terimakasih dan selamat menikmati dan happy reading 😊...
..........................❤️.........................
Mereka semua hanya menggeleng melihat Ridwan yang begitu dingin ke Citari, Alvan menatap Ella seakan akan sudah janjian untuk melancarkan aksinya bersama Diah dan Fahira tetapi sia sia karena Rino dan Dicky datang sambil membawa seorang cowok sementara itu Alvan hanya memandang curiga ke arah cowok tersebut, kemudian Ella, Diah dan Fahira hanya menepuk jidat masing masing.
"mampus dah, perang dunia ke berapa lagi ini" cicit Diah.
"lu bilang cowok lu Diah,suruh dia pergi bawa tuh cowok" ketus Ella.
"Lagian Rino pacar kau Diah buat onar juga" ketus Fahira.
Alvan hanya memasang wajah curiga ke arah Ella, Diah dan Fahira tetapi Ella hanya menelan ludahnya saat melihat Alvan melotot tajam ke arah nya.
"Lu Ridwan? Senior sekolah disini yang sok cool? lu apakan Citari hah?"ucap seorang cowok itu sambil mengangkat kerah baju Ridwan.
"Heh Dirga, lepaskan mass Ridwan!!" bentak Citari.
"cowok kayak gini lu pertahankan Citari?, ini sebabnya lu gak terima cinta gua hah?" tatapan tajam mengarah ke Dirga.
"Dirga wes Dirga wes, jangan buat ricuh lah" ucap Rino.
"diem lu Rino! ini cowok sok hebat padahal cupu banget hahahahahahah" tawa Dirga lepas.
Alvan yang mengerti Ridwan hanya diam tanpa emosi bertambah khawatir Karena tak biasanya Ridwan hanya diam saat di pancing amarahnya, tiba tiba.......
Brughhh (bunyi suara lemparan tubuh manusia yang terjatuh di lantai)
"kalau ada masalah bicara baik baik, bahasa mu yang sopan sama kakak kelas, belagu pakai lu gua segala" ucap Ridwan sambil mengunci tangan Dirga.
"****** sakit, Rino tolong gua!" teriak Dirga ke arah Rino dan Dicky.
"kamu anak baru? kok sepertinya baru liat saya" Alvan membuka suaranya.
"jangan ada yang lari atau kalian semua bakalan tak banting satu satu" tegas Ridwan.
semua yang ingin beranjak pergi mengurung kan niat mereka termasuk Diky yang salah tingkah saat di jewer telinga nya oleh Fahira.
"Wan lepas, biar dia jelaskan saja, kita mau lulus juga jangan buat nama baikmu kotor Wan" Alvan menatap tajam Ridwan.
__ADS_1
"duduk dan jelaskan maksud kamu menyerang Seperti itu ada apa?" Ridwan membantu Dirga untuk bangun.
Alvan berjalan ke arah Ridwan dengan santainya kemudian menyelidiki seorang cowok di depannya yang bernama Dirga.
"ada masalah apa kau sama Ridwan? kau kalau suka Citari ambil aja toh Ridwan sudah mati rasa sama dia" Sambil menatap Citari sinis.
"Van, selain yang duduk di dekatku suruh mereka semua bubar, saya Uda malas menjalani seperti ini dik Citari" Ridwan duduk di depan Dirga dan Citari.
"Dirga kalau memang kamu suka dan sayang Citari jangan main serang, kamu anak baru kan? udah tau saya kamu?" lanjut Ridwan sambil menatap tajam Dirga.
"kamu cuman masa lalu nya Citari dan kamu juga tak kelihatan parlente seperti gua" sombong Dirga.
" kau ngomong sama Ridwan yang sopan monyet" ujar Alvan.
"kalau lu gua tau bang, lu kan anak keluarga besar Wicaksono yang kaya itu kan dan kenapa lu bisa berteman dengan anak orang miskin seperti Ridwan?" protes Dirga.
"kau yang sopan, kau gak tau siapa Ridwan hah? Ridwan itu......" ucapan Alvan terpotong Karena kode dari Ridwan.
"Ridwan kenapa? anak orang miskin kan? hahaahahaahaaaha miskin belagu amat deketin Citari segala" ejek Dirga.
"ya dik Dirga, saya miskin dan kamu kalau mau sama Citari ambil aja gak apa, saya tinggal dulu dan bayarin gado gado ku ya adik Dirga kaya raya" ejek Ridwan sambil berlalu meninggalkan mereka semua.
..........................❤️.........................
Ridwan berjalan santai dan di belakang nya terlihat Alvan mengekor mengikuti Ridwan tanpa sepatah kata pun, terlihat Ridwan berbelok ke arah belakang sekolah dan Alvan pun menyadari jika sahabatnya itu rapuh benar benar rapuh
"gak apa Van, Minggu depan wisuda kan kita? " Ridwan mengalihkan pembicaraan.
" heem, oleh Takon Wan?"
"apa? yang di kantin lagi? kamu mau tanya kenapa aku gak terus terang di depan cowok yang suka Citari? kui kan sing arep mbok takokno?" seloroh Ridwan.
"wuih kau dukun beranak darimana curut?" Alvan mencoba mencairkan suasana.
"ndas mu dukun beranak" ketus Ridwan.
"hahahahahahah, Yo ngunu ngegas dikit meskipun ancur tuh atimu Wan Wan" ledek Alvan.
Ridwan tertawa lepas mendengar ledekan Alvan, mereka berdua menghabiskan waktu begitu lama di belakang sekolah sambil berbicara tentang dunia perkuliahan serta rencana membeli rumah untuk menjadi tempat tinggal mereka selama kuliah tentunya.
"Wan, ngomong ngomong kau di daftarkan Karo sekolah di jurusan bahasa Inggris, wes siap dadi sastrawan Inggris?"
"siap gak siap kudu siap, ingat sebuah kata man Jadda wa Jadda" tandas Ridwan.
"nah ngunu semangat ***, aku dewe di daftarne sekolah Nang jurusan Sosiologi ***" ketus Alvan.
__ADS_1
"kan raimu pinter *** sosiologi, wes percaya sama dirimu Van rausah sambatan terus isin karo wajahmu kui, hhahahahahhahaha" ledek Ridwan.
"*** curut gateli, muleh Wan, ngopi Nang Bunder GKA, tak susul ae engkuk" Alvan berjalan mendahului Ridwan.
"jam setengah Pitu ae, aku males ngopi sore,susulen jam 7" Ridwan terlihat santai tetapi hatinya hancur karena Citari.
"oke curut" tandas Alvan yang terus mengetahui Ridwan yang sebenarnya hancur tetapi Ridwan pintar menutupi nya.
Ridwan dan Alvan berjalan bersama menuju tempat parkir sepeda motornya, kedua sahabat itu seperti anak-anak TK yang bersenda gurau, tetapi saat Alvan memandang Ridwan sebelum pulang dia berteriak dalam hatinya....
"kamu pasti sembuh luka hatimu Wan tapi bukan sekarang, jadilah kejam terhadap cewek saat melihat hartamu saja" lirih Alvan dalam hati sambil melihat Ridwan yang telah lepas landas dengan Moge nya.
..........................❤️.........................
Menjelang senja di kediaman Keluarga Besar Mukti, Ridwan yang tertidur setelah pulang sekolah pun seperti biasa tidak berganti pakaian langsung tidur lelap melupakan semua masalah nya di mimpi nya, hingga Ahmad adiknya masuk kamarnya pun hanya bisa menggelengkan kepalanya sendiri.
"calon mahasiswa kok males ngene, woi mas Wan bangun di suruh mama ayah nemuin tamu tuh" Ahmad menggoyang kan bbadaan Ridwan yang tertidur pulas.
" Halah wes enek mama ayah Lapo toh aku Melu nemui tamu" protes Ridwan.
"masalah e tamu ne gowo Citari mas Wan, bukan e Citari kui pacarmu?" Ahmad terus menggoyangkan badannya Ridwan agar bangun.
"hah Citari? ngapain ke sini?" mata Ridwan terbuka langsung.
"Uda turun sana, Raup sek sana, calon mahasiswa kok males" sarkas Ahmad.
"matamu males, dah sana turun dulu nanti tak susul" protes Ridwan.
Secepat mungkin Ridwan cuci muka seadanya dan langsung bergegas turun untuk bergabung dengan mama ayahnya serta tamunya yaitu Citari.
"ma yah, Ridwan kok di tangeni Iki tamu penting teko ndi toh?" clutak Ridwan.
Setelah turun Ridwan kaget hingga menunjuk tamunya spontan.....
"kau anak setan ngapain di sini??" Ridwan menahan emosi nya.
Siapakah anak setan yang ditunjuk oleh Ridwan? kenapa Ridwan begitu kaget hingga marah melihat anak setan tersebut....
To be continued.....
..........................❤️.........................
...jangan lupa komentarnya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....
..........................❤️.........................
__ADS_1
Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, hehehehehehe😀😀😀