LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
AWAL UNTUK SI BULAN MARET PART 1


__ADS_3

..........................❤️.........................


...Selamat datang di story tentang sebuah arti dari sebuah Cinta tak bertuan...


...Happy Reading dan mohon koreksi untuk penulisan....


...jangan lupa komentar untuk menjadi yang lebih baik lagi....


...Episode kali ini sangat panjang kembali jadi selamat menikmati dan terimakasih sudah mampir...


..........................❤️.........................


Hampir setelah Pertandingan SE Jawa Bali berakhir hubungan asmara antara Ridwan dan Citari semakin erat tetapi berbeda dengan Alvan dan Aryani.


Bisa di bilang Ridwan dan Citari masih dalam permulaan kisah cinta mereka dan bisa di bilang cinta monyet.


Tapi mungkin tidak bagi Citari karena Citari menginginkan Ridwan untuk selamanya dalan hatinya.


"nunggu lama di sini?" Ridwan mengacak rambut Citari.


"Eh mas Ridwan darimana?" celingukan curiga.


"habis dari kelas Aryani dik"


"hah? Aryani? kenapa sih Aryani terus?, aku di lupakan"


"eh kok cemberut gitu, Aku tak ada yang spesial dengan Aryani dek" genggam tangan Citari.


" bohong dosa lho mas" rengek Citari.


"Ada apa kok gini toh dik" sambil membenarkan rambut Citari ke belakang telinga nya.


"mesti gini kalau merayu , kenapa selalu Aryani? mas Ridwan suka Aryani?" selidik Citari.


"dik Citari ingat Alvan? Aryani Mantanya Alvan dan tadi itu lagi berantem hebat" sambil mengambil permen di saku.


"terus mas Ridwan ke Aryani apa ingin menggantikan mas Alvan? apa mau ninggalin Citari?" matanya sembab.


dalam hati Ridwan berkecamuk dan ingin rasanya mencium tuh anak sambil mencubit pipinya tapi bukan muhrimnya Ridwan.


mau di jelaskan seperti apapun ke kaum dan bangsa wanita,cewek atau sejenis perempuan pasti terbesit rasa cemburunya keluar.


"dik Citari pernah di banting sama mas Ridwan? mau di banting lagi?" sambil mengerlingkan matanya.


"Huh kesel Citari di ajak ngomong serius malah guyon, dasar cowok tak peka" judes Citari.


mampus lu Ridwan, Citari mu marah marah gak jelas kan. Ridwan bersandar sambil menatap Citari pergi dan di arah berlawanan Citari Alvan sambil memasang raut wajah bercandanya, menandakan ada apa mereka berdua.


" sehat tuh cewek mu wan? kok memasang wajah lampir gitu?"

__ADS_1


"tak tau tuh wanita ingin dimengerti terus tapi ketika di ajak ngomong pun kita kaum Adam bingung nya setengah mati"


"baru berapa Minggu kalian jadian Wan Wan sudah bertengkar gini wkwkwkwkwkwkwkwk" ledekan Alvan terdengar keras.


" wes aku luwe, aku pengen mangan sego soto Nang kantin *** (sudah aku lapar, aku ingin makan nasi soto di kantin)" sambil meninggalkan Alvan.


"aku Melu *** malah di tinggal ( aku ikut *** malah di tinggal) " berlari menyusul Ridwan.


sementara di kantin terlihat para siswa yang bergerombol sesuai dengan Genk Genk nya sendiri tak terkecuali Citari.


teman teman Citari yang melihat Ridwan dan Alvan langsung memasang wajah masam dan memasang tanda amarah ke mereka berdua.


"Wan Ridwan ada yang gak beres temen cewek mu"


"biarin aja, mau di jelaskan sampai zaman prasejarah hingga Indonesia merdeka pun yang salah tetap kaum Adam,faham Van?"


"Wan aku gak ikut ikut kalau ada apa apa, ada masalah apa kau dengan Citari?"


" kuncinya di Aryani dan Kamu titik" sambil membawa nasi soto ayam dan segelas es teh lemon


Tiba tiba


.


.


.


.


Ya Diah teman Citari bahkan bisa di sebut sahabat karena mereka kemanapun selalu bersama dan entah kenapa kesialan Ridwan yang salah paham terjadi begitu saja tanpa di jelaskan segitu detailnya oleh Ridwan.


Bbbbuuuuuaaaakzzzzzzz


suara gelas minum yang berisikan Teh siri tumpah ke arah muka dan baju Ridwan.


"makan tuh orang yang menyakiti Citari" gerutu Diah.


"nih tambah saos di muka mu" jutek Fahira.


Seketika itu Ridwan mengepal kan tinjunya dan Alvan yang di sampingnya merasa was-was dengan perubahan Ridwan.


Ridwan bangkit dari duduknya sambil mengepal tangannya dan menghampiri dua sahabat Citari yang berkumpul.


Tiba tiba pacar Fahira dan Diah pasang badan untuk menjaga agar tidak terjadi hal yg tidak di inginkan.


" mau kemana? sini lawan kita dulu" tantang Rino kekasih Diah.


" yakin lawan aku? tak salah dengar aku kah?" Ridwan sambil tersenyum sinis ke arah Rino dan Dicky.

__ADS_1


"hei hei Uda lah kalian berdua mau lawan Ridwan nanti remuk tuh tulang" Alvan ambil ancang ancang membantu.


"Van mundur, dua curut ini cari masalah dengan orang yang benar" ledek Ridwan.


" eh Wan masih gurau kau, yang bener itu cari masalah dengan orang yang salah ***" sambil memijat bahu Ridwan persis persiapan Kejuaraan Karate.


"banyak omong kau Ridwan" Diky mengawali serangannya.


Dua lawan satu sebuah pertarungan yang mungkin tidak adil tetapi tidak bagi Ridwan.


Ridwan sudah di kuasai emosi sehingga dia tak mau tau entah itu ada Citari ada Pak Dhani di belakangnya bersama pak Sony.


Perkelahian tidak terelakkan antara Juara 1 Jawa Bali dengan dua siswa kelas 11 yang notabene nya tidak mengetahui siapa yang di hadapi nya.


Sampai akhirnya tendangan andalan Ridwan keluar dan mengenai tepat di tubuh Diky dan Rino secara bergantian.


Hingga akhirnya menghasilkan kantin porak poranda oleh ketiga pemuda sekolah yang tanggung itu.


Prok prok prok prok


Suara tepuk tangan dari pak Dhani dan pak Sony membuyarkan perkelahian mereka.


" Eh pak Dhani pak Sony kok di sini, woi cunguk wan Ridwan ada pak Dhani dan pak Sony ***" sahut Alvan sambil berusaha berteriak ke Ridwan.


"Apaan sih kau ***, ini dua anak kudu di basmi ***" sambil berusaha melepaskan tangan Alvan.


" eh *** kui pak Dhani Karo pak Sony *** ( eh *** itu pak Dhani dan pak Sony ***), liatin dilut ae (lihat sebentar saja)" sambil membangun kan Dicky dan Rino untuk di tolong nya.


Sampai ketika Mereka berdua melihat pak Dhani dan pak Sony yang dengan ciri khas mereka melihat mereka bertiga bertarung di area kejuaraan.


"hebat hebat hebat sangat hebat, saya pikir Ridwan hanya ganas di area kejuaraan" pak Sony sambil berjalan menghampiri mereka.


"kalian berdua tau kesalahan kalian apa?" tanya pak Dhani menghampiri Roni dan Dicky.


"maaf pak, Ridwan mau menyerang Diah dan Fahira" sahut Roni sekenanya.


"yauda kalian semua ikut bapak ke BK, Sekarang!!!!" teriak pak Sony.


mereka semua berjalan untuk ke ruang BK untuk di bina atau di binasakan?


Ridwan memandang Citari yang ketakutan, mungkin Citari tidak tau alasan kenapa Ridwan bisa sejarah itu.


To be continued....


..........................❤️.........................


...jangan lupa komentarnya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....


..........................❤️.........................

__ADS_1


__ADS_2