
...........................β€οΈ.........................
Alvan dan Aldi yang telah selesai ibadah shalat itu pun hanya bisa melihat sahabatnya dari luar ruang ICU sambil berkata lirih
"kau belum genap 3 bulan masuk rumah sakit dua kali ***, gimana setahun? setelah ini tak ada yang bisa melukai mu lagi Wan" lirih Alvan keemudian menatap Adi yang tetap berdiri di sampingnya.
"ngapain kau Di? duduk sini ajak ngobrol aku sini" Alvan menarik Adi untuk duduk di sampingnya.
" terimakasih Tuan Alvan, maaf saya tinggal sebentar ada Nyonya Tria dan Ria menuju kemari, Assalamualaikum wr wb" pamit Adi untuk menjauh dari Alvan, Tria dan Ria.
Tria dan Ria pun berjalan agak cepat pun segera duduk di samping Alvan tanpa izin dan berkata sepatah kata pun....
"Tumbe?, kan sudah selesai drama mu dengan Ridwan? ada apa kesini?" ujar Alvan memandang Tria dan Ria bergantian.
" kenapa gak bilang kalau masuk ICU kak Ridwan? " protes Tria.
" lha kau siapa Ridwan? gimana mau hubungi nomor kau aja gak tau" sungut Alvan.
" kita berdua ke sini karena di ajak kak Tantri untuk menjenguk Kak Ridwan, nih makan" Ria memberikan martabak manis ke arah Alvan.
" Tantri? Di, Adi sini, nih makan, kau gak makan dari tadi siang" Alvan memanggil Adi.
" terimakasih banyak Tuan, Anda butuh rokok atau kopi Tuan ?" Adi menawarkannya bantuan.
" tunggu mas Iqbal saja kalau ngopi nanti ya, Yauda aku tak ngobrol dengan mereka berdua" sahut Alvan sambil memberikan martabak manis ke Adi.
" terimakasih kembali Tuan Alvan, saya duduk di luar ruangan dulu, Assalamualaikum wr wb" jawab Adi sambil memberikan takzim.
Tria dan Ria pun melongo melihat Adi yang bersikap sopan dan hormat ke Alvan padahal Adi seumuran dengan Alvan...
" kenapa kalian? kaget? sini duduk" perintah Alvan ke Tri dan Ria untuk menyuruh duduk.
" dia siapa kak? kok sepertinya bodyguard mu" Ria berbisik lirih.
" bukan bodyguard, namanya Adi anak buah mas Iqbal tapi sudah di anggap keluarga besar ku anak tapi dia gak mau hanya ingin melindungi mas Iqbal dan aku, eh ada apa ramai tuh di luar? kalian denger?" Alvan menghentikan suara bicara nya sambil menajamkan pendengarannya.
Sementara di luar dua orang lawan jenis saling tunjuk dan mengeluarkan kata kata keras....
"Ngapain lu kesini nenek sihir, jangan jangan kamu mau buat keributan di sini juga?" suara keras seorang cowok.
"Lu siapa ngelarang gua kesini? emangnya Lu penghuni sini?" Suara cewek tak kalah nyolot.
Alvan Yang menatap ke arah suara yang bikin bising koridor rumah sakit itu hanya bisa mengelus dada...
" Tuh mbak mu? siapa nama nya tadi?" tanya Alvan sambil menatap cewek yang sedang ribut dengan Mas nya tersebut.
__ADS_1
" Kak Tantri namanya, dia emang seperti anti cowok jadi ketika ketemu Cowok sangat emosional, gak tau kenapa sampai begitu" ucap Ria yang juga menatap Tantri dan Iqbal berjalan ke arah mereka.
Iqbal dan Tantri masih berdebat di ikuti Adi yang di belakang mereka berdua...
" Woi!!! Lu ngapain kesini juga!!! Lu tuh ngeselin lama lama, dasar cewek jadi jadian lu" sinis Iqbal.
" lu aja yang sensitif , gua di suruh bokap dan nyokap gua suruh temani Kak Ridwan, emang gak boleh? dasar kau cowok tukang kibul cewek, amit amit jabang bayi punya suami macam kau nanti" ujar Tantri sambil mengelus perutnya.
" Mas Iqbal itu cewek jangan di lawan, lagian kau juga ngapain bareng dia segala sih bikin onar aja" Alvan berdiri menengahi mereka berdua.
" Diem lu anak codot!!! lu pikir gua gak berani sama lu berdua meskipun lu berdua cowok hah?" ujar Tantri sambil menggulung lengan baju nya.
"buset itu tangan atau ulek ulek sambal terasi? kok gede amat ***" sarkas Alvan.
" apa lu bilang, mau mati lu?" Tantri maju berusaha meraih Alvan tapi Adi langsung pasang badan menghalangi Tantri.
" Maaf Nona Tuan, ini rumah sakit harap jangan ribut masalah gitu saja bikin ribut tak terkendali" ujar Adi dingin.
Tiba tiba Dokter dan suster berlari dan masuk ke ruang ICU, mereka berempat yang sempat bertengkar pun langsung memberikan jalan untuk dokter dan suster .....
" maaf di sini ada yang bernama Alvan? Tuan Ridwan memanggil nama Alvan" ujar Suster yang masih memakai baju khusus ruang ICU.
" Saya Alvan Sus, ada yang bisa tak bantu?"
"Pakai baju khusus ruang ICU dan silahkan masuk ke dalam" ujar Suster itu sambil memberikan baju khusus ICU.
" ada lagi sus yang harus di pakai? baju ini seperti astronot saja ***" gerutu Alvan sambil memonyongkan bibirnya.
" sudah dan silahkan masuk" ujar suster tersebut sambil menyemprotkan cairan alkohol ke arah baju khusus Alvan.
Di luar ICU terlihat Iqbal, Tantri, Tria, Ria serta Adi tersenyum bahagia menatap Ridwan dan Alvan saling menatap seakan berbicara...
" Kak Ridwan dan Kak Alvan bener bener sahabat sejati ya, salut gua liat mereka berdua gak kayak kakaknya Alvan yang sok cool dan kuat" ejek Tantri sambil menatap tajam Iqbal.
"apa lu bilang? gua pites lu mampus lu!" ujar Iqbal sambil memojokkan tubuh Tantri di tembok.
Kedua netra mata saling berpandangan lama seakan akan akan ada perang dunia 3....
"kak Tantri sudah, ini rumah sakit jangan berisik ya" pinta Tria manja.
"Semoga saja kak Tantri jatuh cinta dengan kak Iqbal ya Allah, amin amin amin" ujar Ria berdoa sambil tangannya di angkat.
" pala kau jatuh cinta, punya adik agak gesrek semua, gua jatuh cinta ke dia langsung gua nikah sama dia tanpa menolak sekalipun" ujjar Tantri mendorong tubuh Iqbal.
" hhhhhhaaaaaaaaaajjjjjjjjaaaaaarrrrr Bos Besar Iqbal, kapan lagi ada yang mengajukan diri untuk di nikahin" Adi sambil tersenyum serta menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
" dih malas dapat istri macam dia, gak enak di ranjang nantinya, bisa bisa patah tulang gua" sarkas Iqbal.
Tantri hanya tersenyum simpul melihat Iqbal berkata dia, keemudian Alvan keluar dari ruang ICU sambil tersenyum seakan-akan memberikan informasi bahagia.
" dik Tria bisa ngomong sebentar?, penting" Ujar Iqbal sambil menarik Tria untuk menjauh dari tempat nya berdiri.
Tria yang hanya menurut seperti boneka pun ikut Alvan menjauh dari kedua kakaknya.
" dik Tria ingin dapat pahala?" ucap Alvan sambil memegang kedua tangan Tria.
" ya mau atuh kak, ada apa sih sebenarnya?" ucap Tria berbinar.
Alvan pun melepaskan tangannya dari Tria dan memulai untuk berbicara serius...
" sembuhkan Ridwan ya entah kamu mau jatuh cinta ke dia mau nikah sama dia terserah yang penting hilang kan ingatan Ridwan dari Citari, bisa?" pinta Alvan sambil memelas.
" hanya itu? tapi kalau kedua orang tua ku dan orang tua kak Ridwan salah mengartikan gimana?" ucap Tria cemas.
" ya gak gimana gimana juga kan itu bergantung kamu juga kan yang penting aku minta tolong bantu Ridwan untuk sembuh dan lupa Citari itu saja" enteng Alvan.
Emang gitu ya cowok suka sekali mengentengkan perasaan cewek tapi bukan namanya cowok juga kalau ada udang di balik batu.
"oke karena kamu diam berarti jawaban mu iya jadi pakai nih baju dan masuk ke dalam serta ajak Ridwan ngobrol, faham?" ucap Alvan enteng sambil memberikan sebuah baju khusus ICU yang beru untuk Tria.
Tria hanya mengangguk dan entah kenapa dia langsung mau untuk membuat Ridwan untuk segera pulih kembali dari keadaan nya sekarang, dia berjalan ke arah ruang ICU dimana Ridwan melihat nya dari dalam...
" Assalamualaikum wr wb, kak Ridwan, kakak sudah siuman?" Tria menatap lekat mata Ridwan.
Ridwan hanya membalas dengan anggukan
"kakak mau kan sembuh? tuh mereka semua ingin kakak sembuh lho, yuk kakak kuat lho" Tria memegang lembut tangan Ridwan yang berbalut dengan perban dan infus.
" apakah kamu hanya ingin aku sembuh dik Tria? aku tak ingin jatuh cinta lagi meskipun kamu berikan perhatian mu ke aku" ujar Ridwan dalam hatinya.
Tria Ifadah Dewi berusaha untuk kesembuhan Ridwan yang pernah membuat jantung nya berdegup kencang saat itu tapi apakah Tria mampu mencuri hati dingin Ridwan serta mengembalikan kemesraan dengannya yang hanya berpura-pura belaka?
Kini Ridwan hanya bisa tersenyum saat Tria menatap nya sendu...
"tatapan itu ikhlas untuk kah Tria? atau hanya keinginan mu untuk memiliki ku?
apakah Tria berhasil membuat Ridwan kembali pulih dan akhirnya nanti mereka menjadi sepasang kekasih? atau kah Ridwan menggantung perasaan Tria?
...........................β€οΈ.........................
...terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader, tinggal kan jejak ππππππ....
__ADS_1
..........................β€οΈ.........................
Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, heheheheheheπππ.