LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
BUKAN PILIHAN HATIMU


__ADS_3

..........................❀️.........................


...Assalamualaikum wr wb para reader,...


...terimakasih telah mampir dan membaca karya pertama ku nih, di episode kali ini mohon bantuannya untuk vote dan like sebagai dukungan dan semangat untuk author....


...terimakasih dan selamat menikmati dan happy reading 😊...


..........................❀️.........................


Kedua sahabat itu sudah sampai di. sebuah cafe yang berlokasi di agak jauh dari pantai, terpampang sebuah nama cafe yang bertuliskan Cafe Inah Mukti, ya Cafe tersebut milik keluarga besar Ridwan yang baru 4 bulan buka tetapi Ridwan tidak ingin sering berada di pinggir pantai karena menurut nya pantai hanya membuat dirinya bertambah galau jika suasana hatinya tidak bisa di ajak berdamai tapi saat ini dia ingin melihat gulungan ombak yang tenang di iringi lagu sendu.


"Wan, tumben kau ajak kesini? kau masih sehat kan?" Alvan berlari kecil menyusul Ridwan yang pasti tidak mendengarkan nya.


"woi curut Sableng, ngapain kesini ***, tumben ngajak ke sini" tonyor Alvan dari belakang.


"pengen aja Van, temani ya, kalau aku nangis ajak gelut aku Van" cicit Ridwan.


Penjaga Cafe pun mengetahui bahwa anak pemilik Cafe tersebut datang berusaha membukakan pintu untuk Ridwan dan Alvan tetapi segera Ridwan memberi kode untuk menolak secara halus.


"selamat datang tuan Ridwan, mau minum dan makan apa tuan?" sambut pelayan yang sudah berdiri di samping nya.


"gimana kabarnya mas? sehat semua karyawan disini?" ucap Ridwan mencoba melihat seisi Cafe keluarga nya.


"Alhamdulillah sehat semua tuan dan Alhamdulillah juga pengunjung sudah banyak kesini juga berkat saran dan masukan dari tuan Ridwan juga, oh ya tuan di sini ada menu baru, tuan mau mencoba?" ujar pelayan tersebut.


"mas Andi, jangan panggil tuan lagi ya, Uda biasa saja, saya hanya ingin ngopi saja mas" ucap Ridwan sambil menepuk pelayan tadi yang bernama Andi.


"maaf tuan...eh mas Ridwan, mas Ridwan mau pesan apa?" ujar Andi sambil memberikan daftar menu untuk Ridwan dan Alvan.


"Curut got kau mau apa?" Alvan berusaha membuyarkan lamunan Ridwan.


"Es coklat tanpa topping kasih sayang dan cinta satu" ujar Ridwan sambil menatap laut di depan nya.


"ndiasmu kui, es coklat satu dan es cappucino satu serta dua piring kentang goreng, dua piring cup cake keju dan brown coklat nya,hemmm Uda itu dulu mas Andi, makasih ya mas" Alvan memberikan daftar menu ke Andi.


"mohon di tunggu tuan Alvan Wicaksono" sahut Andi sambil memberikan senyum.


"hei jangan panggil tuan, panggil Alvan saja, ok mas?" pinta Alvan.


"siap mas Alvan" ujar Andi sembari memberikan tabik hormat.


Alvan kembali menatap Ridwan yang termenung menatap laut di depan nya dan tiba tiba dia memiliki ide usil untuk membuat Ridwan kembali tersenyum. dia masuk ke cafe dan meminjam gitar akustik untuk menghibur Ridwan.


"permisi mbak mas, ada gitar akustik? bole saya meminjam?" izin Alvan sambil mengambil langsung gitar akustik nya.


"silahkan mas ,kalau boleh bisa juga menghibur pengunjung di sini kok" jawab salah satu pelayan Cafe.


"jangan dulu, tuh anak tuan Mukti lagi broken, jadi mau saya hibur dulu, bye dan makasih kak" ujar Alvan kemudian.


Setelah sampai di depan Ridwan, Ridwan malah melongo melihat Alvan membawa gitar.


"mau ngapain? sudah pesan?" datar Ridwan.


"mau cuci baju pakai gitar, puas kau hah?lagian tadi pesan es coklat tanpa topping kasih sayang dan cinta segala,dasar curut Gegana kau" sambil memetik gitar yang di dekapannya.


"udah aku mau nyanyi, ambil kan mic ya" pinta Ridwan.


"asli kau pengen nyanyi curut tempur?" Alvan melotot tanpa berkedip.


"iya tapi jangan di sambungkan ke sound dalam Cafe, faham kau curut kermi?" Ridwan menonyor kepala Alvan.


Alvan pun bangkit setelah dapat tonyor dari Ridwan, dia merencanakan sesuatu untuk sahabat nya itu.


"mas ,mbak permisi boleh minta tolong?" pinta Alvan sopan.


"oh iya mas, ada yang bisa kita bantu?" jawab dua pelayan cafe yang sedang membersihkan panggung.


"mau pinjam mic dan kabel jack gitar serta nanti mikrofonnya di salurkan ke dalam cafe ya" pinta Alvan.


"mohon maaf mas untuk penyanyi dan gitarisnya belum datang, apakah mas nya bersedia mengisi di panggung?" pinta seorang pelayan yang sudah menyiapkan kabel jack gitar dan mikrofon nya.


"tuh anak galau dan biar lepas galau nya dia nyanyi di sana saja, bisa kan?" Alvan menunjuk Ridwan yang menikmati sebatang rokok.


"oh untuk tuan muda Ridwan, boleh mas, ini Uda siap" pelayan itu memberikan mic dan kabel jack gitarnya.


"makasih mas dan Kalau ada pengunjung mau request langsung SMS saya saja, ini nomor saya" Alvan memberikan nomornya.


"siap mas" pelayan itu tersenyum.


Alvan segera beranjak ke Ridwan sambil membawa mikrofon dan menyiapkan segala untuk kegalauan Ridwan sahabat nya.

__ADS_1


"tes tes curut satu dua tiga" Alvan mengetes suara mikrofon yang DDI pegang nya.


"dah bener ngapain pakai tes curut satu dua tiga segala ***" protes Ridwan.


"hahaahahaahaaaha, lagu apa tuan muda Ridwan" Alvan melakukan pemanasan.


"Bukan pilihan hatimu dari Ungu band, tau kuncinya?" sambil mengambil rokok sebatang lagi untuk di bakar.


"permisi, ini mas Ridwan dan mas Alvan pesanan nya, kalau pesan lagi saya siap untuk menghampiri" ujar Andi.


"makasih mas, eh mas ini suara tak sampai di ruangan dalam cafe kan?" Ridwan menatap Andi lekat.


"oh Ndak mas, cuman di luar cafe saja kok suaranya, kenapa mas?" tanya Andi lagi.


"suara saya jelek soalnya mas jadi takut pengunjung Cafe terusik" Ridwan nyengir


"oh gitu, suaranya hanya di luar saja mas, saya tinggal dulu mas, selamat menikmati dan selamat bernyanyi" ujar Andi sambil memberikan hormat.


Alvan segera memberikan intro untuk sebuah lagu bukan pilihan hatimu, tetapi Ridwan belum bernyanyi hingga akhir nya Ridwan berpuisi Di iring i intonasi lagu bukan pilihan hatimu....


PILIHAN HATI


Sayang aku mengenal mu hingga aku terluka karena mu.


Sayang aku mencintaimu hingga kamu melukaiku.


Sayang aku menghargai mu hingga kamu menusuk ku.


Sayang aku terluka karena kamu mengkhianati ku.


Angin titipkan pilihan hatiku untuknya yang telah pergi.


Pergi jauh hingga aku tak memilih nya kembali.


Karena sebuah pilihan hati itu harus memiliki.


Bukan sering menyakiti.


By Author Khibban NurCahyo.


"Van naik ke E" ujar Alvan yang melongo mendengar puisi author di baca Ridwan.


"E? oke oke Wan" Alvan memetik gitar nya untuk mengiringi Ridwan menyanyi kan lagu bukan pilihan hatimu.


Jika memang diriku


Bukan lah menjadi pilihan hatimu


Mungkin sudah takdirnya


Kau dan aku takkan mesti bersatu


Harus slalu kau tau


Kumencintamu disepanjang waktuku


Harus slalu kau tau


Semua abadi untuk slamanya


Karena kuyakin cinta dalam hatiku


Hanya milikmu sampai akhir hidupku


Karena kuyakin disetiap hembus nafasku


Hanya dirimu satu yang slalu kurindu


Harus slalu kau tau


Kumencintamu disepanjang waktuku


Harus slalu kau tau


Semua abadi untuk slamanya


Karena kuyakin cinta dalam hatiku


Hanya milikmu sampai akhir hidupku


Karena kuyakin disetiap hembus nafasku

__ADS_1


Hanya dirimu satu yang slalu kurindu


Jika memang diriku bukanlah menjadi pilihan hatimu


Ridwan selesai bernyanyi tanpa di sadari air matanya jatuh mengingat Citari yang begitu dia sayangi dan cintai, Alvan yang mengetahui sahabat nya menangis hanya dapat bilang.....


"Wan, jika dia memang bukan pilihan hatimu lepaskan Wan karena cinta dan sayang itu tak dapat di paksakan, nih tissue " sambil memberikan tissue untuk Ridwan. 😭😭😭😭😭


Ridwan yang telah menghapus air mata nya menatap ke arah dalam Cafe kemudian.....


"suaraku sampai dalam? kok mereka semua bertepuk tangan ***" Ridwan meringis malu.


"puisi dan Suara mu bagus jadi tadi aku sambung ke dalam Cafe, hahahahahahah" ledek Alvan.


"Astaghfirullah sahabat macam kau, memalukan ***" ketus Ridwan.


"hahahahaahaahaaaha, tuh mas Andi datang" tunjuk mas Andi yang berjalan ke arah mereka berdua.


"maaf mengganggu suasananya mas Ridwan, ini ada request lagu dari Seseorang" mas Andi memberikan lipatan kertas.


"hah CS? ini dari siapa mas?" tanya Ridwan


"gak tau saya mas, saya tinggal dulu ya, silahkan di nikmati kembali" mas Andi beranjak pergi.


Sementara itu Ridwan menatap kertas dan membaca singkatan di kertas tersebut sambil bertanya tanya dalam benaknya.


"lagu apa yang di request Wan?" ujar Alvan sambil membakar rokok nya.


"Gak ada lagu yang ingin di request hanya tulisan salam dan cinta untukmu dari CS gitu doang" sambil memberi kan kertas ke arah Alvan.


Alvan yang tau singkatan nama tersebut hanya diam dan mematung , dan bertanya tanya.


"apakah dia di sini juga" lirih Alvan sambil menoleh ke seluruh dalam Cafe.


"ada apa Van?" selidik Ridwan.


"gak ada apa-apa, dah simpen aja tuh kertas, mungkin dari penggemar mu di cafe ini" Alvan tersenyum ke arah Ridwan.


"dih najis senyuman mu ***" Ridwan kembali menonyor kepala Alvan.


kedua sahabat itu menghabiskan waktu untuk melepaskan penat di hati Ridwan yang begitu sakit karena pilihan hatinya bersiap untuk pergi dari hatinya 😭😭😭😭.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


..........................❀️.........................


...terimakasih untuk semua pembaca,tetap ikuti puzzle cerita cinta berjudul LAST LOVE FOR WHOM? thank you very much reader πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜Š, maaf ya author lagi bucin soalnya πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™...


..........................❀️.........................


...jangan lupa komentarnya untuk membangun dan kritik nya juga, terimakasih dan tunggu kelanjutannya ya karena cerita ini bagaikan puzzle yang berantakan....

__ADS_1


..........................❀️.........................


Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, heheheheheheπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€.


__ADS_2