LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)

LAST LOVE FOR WHOM? ( Cinta Terakhir Untuk Siapa?)
KOMA


__ADS_3

Assalamualaikum wr wb author jelaskan ya teman teman pembaca, untuk episode Agustus 2010 tentang Citari itu Author buat sepenggal karena


FLASHBACK OFF EPISODE:


Agustus 2010


Ridwan mengalami koma dan berada dalam alam bawah sadarnya......


"Maaf terlambat sayang datang ke Gresik, habis ospeknya lama juga" Ridwan meminta maaf dengan kekasih nya yang bernama Citari.


Ya Citari adalah Pacar atau bisa di sebut kekasih yang menemani Ridwan sejak di SMA Swasta kota Gresik tersebut.


Dengan Citari sebelum lulus Ridwan berhasil menorehkan catatan tinta emas dalam pertandingan beladiri jadi bisa dibilang mereka pasangan saling melengkapi.


"Mboh lah mas aku males denger alasan lagi" sahutnya sekenanya.


" Asem tenan Dino Iki aku apes tenan, ping loro aku di seneni arek wedok (asem beneran hari ini aku malang benar, dua kali di marahi anak perempuan)"ย  gerutunya dalam hati.


"Menggerutu lagi? Alasan apalagi setelah ospek nya lama nanti? Jangan jangan kamu selingkuh ya" selidik ya sambil menatap tajam ke arah Ridwan.


"Astaghfirullah sayang selalu saja kamu berfikir negatif tentang aku" sambil memberikan air mineral ke Citari.


"Semoga saja" jawabnya singkat.


" Kita jalan kemana ini kan kebetulan besok Minggu jadi besok latihan atau ndak?" Sambil memegang tangan Citari.


"Ndak aku halangan perut dilep dan pengen emosi" cercanya.


"Pantes bawaannya marah marah melulu dari tadi" tandas Ridwan.


"Kamu itu ya mas, sudah datang terlambat gak pengertian dan selalu ingin menang sendiri" sambil memukul bahu Ridwan.


"Lho salah lagi, lagi salah aku" guraunya.


"Gak lucu, aku pengen batagor pedes dan bakso urat alun alun sekarang" sambil menggigit bahu Ridwan.


"Aw iya iya ayok berangkat sekarang" sambil menjitak lembut kepala Citari.


"Sayang nanti setelah lulus kamu mau langsung melamar aku atau gimana?" Citari sambil mengaduk es campurnya.


"Hah melamar?" Setengah kaget dengan kata kata "melamar".


"Iya melamar, kenapa? Hahahaha" candanya.


"Gak lucu sayang, aku sendiri aja masih kuliah belum siap berfikiran sampai situ" sambil mengaduk es teh.


"yauda kita pisah aja gimana? lagian Dirga juga sudah melamar ku" Citari tersenyum manis di hadapan Ridwan.


Melamar???

__ADS_1


Putus???


kok gelap?


Mama, Ayah, Dik Ahmad kalian dimana?


Alvan? Iqbal?


Apa aku sudah meninggal?


Sementara itu kegaduhan di ruang inap Ridwan.....


"Dokter!!! anak saya Dokter!!!!" teriak Mama Inah histeris.


"Tolong semua keluarga harap keluar terlebih dahulu karena pasien kembali kurang stabil" seru Dokter sambil menjelaskan.


Setelah Alvan, Iqbal, Citari dan Adi bicara panjang lebar di kantin mereka balik untuk kembali ke ruang inap Ridwan, tapi....


"Om Tante, kenapa Ridwan?!!!, Kenapa banyak suster keluar masuk ke ruang Ridwan Om?!!" Alvan memekik ke arah ayah Mukti.


"Ridwan kembali kritis Nak, entah apa yang terjadi kembali" Ayah Mukti berusaha membebaskan keadaan Ridwan anaknya.


Semua menatap Citari seakan akan menghakimi Citari.....


"Ini semua karena kamu *******!!!! , kau pergi dari sini!!!! muak saya melihat mu!!! Plllllaaaaakk (tamparan tepat ke arah pipi kanan Citari)" Mama Inah menampar Citari.


"Tante sudah Tan, mas Iqbal antar Citari pulang, aku tak nulungi Mama Inah sek, pa nda bantu lah" ujar Alvan sambil meminta bantuan papa bunda nya.


Citari yang melihat Mama Ridwan yang terpukul karena ulah dirinya pun pamit untuk undur diri sementara Mama Inah berusaha mengejar Citari untuk menamparnya kembali.


" Tante Uda, besok aja saat Ridwan sadar silahkan di banting Citari nya sekarang jangan, kasihan Te anak orang" Alvan menenangkan Mama Inah yang tengah di pelukan suaminya.


" Sontoloyo, anak sableng, jangan di panasi le" papa Wicaksono pun menonyor Alvan yang berdiri tepat di depannya.


Ckkllleeeeck (daun pintu kamar inap Ridwan terbuka)


"Suster bawa ke ruang ICU, pasangkan alat medis kembali" ujar seorang dokter.


Ranjang Ridwan di dorong keluar sedikit cepat untuk di bawah ke ruang ICU RS Semen Gresik....


"Dok mau di bawa sahabat saya? kenapa lagi dia dok?" Alvan menghampiri dokter yang sudah berdiri di depan keluarga Mukti dan Wicaksono.


" maaf bapak, untuk saat ini sampai Tuan Ridwan stabil pasca operasi nya di ICU aja dulu dan maaf tadi sudah membaik tiba tiba dia mengalami gangguan kesadaran setelah pasca operasi" Dokter tersebut menjelaskan sedetail mungkin.


" lakukan yang terbaik dokter ehhhmmmm,.... dokter Abdul lakukan yang terbaik untuk sahabat saya" Alvan berbicara sambil melihat identitas nama dokter tersebut.


" Selalu saya lakukan untuk pasien yang terbaik, selamat siang" Dokter Abdul pun pamit untuk kembali ke ruang ICU Ridwan.


"Papa bunda, om ajak pulang Tante Inah, percaya sama Alvan, Ridwan itu kuat kok, biar Tante Inah istirahat terlebih dahulu dan Alvan yang jaga" Alvan menyakinkan kedua keluarga besar tersebut.

__ADS_1


Akhirnya dengan bujuk rayu dari Alvan Wicaksono kedua keluarga besar tersebut pulang untuk beristirahat sementara dia berjalan ke arah ruang ICU di mana Ridwan di rawat.


"Wan, aku ngerti nek kamu kuat tapi jangan sampai ini terulang lagi, kamu harus jauh dengan namanya perkelahian lagi" Ujar Alvan lirih sambil melihat Ridwan yang terbaring dengan alat yang menempel di tubuhnya.


"mohon maaf Tuan Alvan silahkan istirahat dulu, mari kita Shalat dan mungkin bisa membantu Bos Ridwan sadar dari koma" Ujar Adi sambil memberi kan sebuah sarung untuk Alvan


"Shalat? apa aku masih di terima sama Tuhan ku Di?" Alvan bertanya lekat ke Adi.


"maaf Tuan Alvan sekiranya saya lancang, Bos Besar Iqbal yang selalu mengajak dan mengingat kan kita semua untuk beribadah shalat Tuan karena dosa manusia itu mengalir tiada henti, maaf jika saya salah berbicara Tuan" Adi berbicara dengan tenang dan sopan.


" Ajari aku lagi ya Di, aku sudah jauh darinya dan mulai sekarang jangan panggil Tuan tapi Alvan saja, paham?" Alvan meminta jawaban.


"Maaf Tuan Alvan Wicaksono, saya tidak bisa karena saya menghormati Tuan seperti menghormati Bos Besar Iqbal juga, maaf saya tidak bisa" takzim Adi.


"Yauda, yuk ajari aku shalat dan kamu imam nya ya" Alvan segera merangkul bahu Adi untuk menandakan persahabatan mereka berdua.


Alvan pun berusaha mengikuti gerakan wudhu yang di lakukan Adi, dia terlihat takjub dengan Adi dan merasa takjub juga dengan kakaknya.


"Ternyata seorang Bos Besar sekelas mas Iqbal pun masih Ingat Tuhan nya" Alvan tersenyum dalam hatinya.


Sementara itu Iqbal yang pulang mengantarkan Citari pulang pun hanya bisa menghela nafas panjang sepanjang perjalanan di mobil Lamborghini Gallardo milik adiknya itu...


" setelah Ridwan sadar apa yang lu lakuin? kamu tau sendiri kan keluarga besar Mukti sudah membenci mu bahkan ibunya Ridwan sendiri" ujar Iqbal membuka percakapan.


" aku ingin melepaskan mas Ridwan dengan Tria mas" Citari menghapus air mata nya.


"Uda jangan nangis, Tria dan Ridwan gak ada hubungan spesial, lagian kamu macam singa betina yang haus kasih sayang dari cowok" ucapan Iqbal dingin menusuk.


" aku emang salah mas, apakah waktu bisa di ulang ya?" tanya Citari sembari memandang Iqbal di sampingnya.


"kalau iya apa yang kamu harapkan?" tanya Iqbal.


" aku tak ingin menyakiti mas Ridwan dan kan ku jaga Ridwan sampai maut memisahkan ku dan mas Ridwan" mata Citari berharap waktu bisa di ulang.


" tapi nyatanya? Lu kan yang buat Ridwan jatuh sampai detik ini? gua gak bermaksud menghakimi Lu dan gua udah gak punya perasaan sepeserpun ke lu semenjak Ridwan menyelamatkan gua dari hukuman penjara karena apa? karena dia yang selalu bilang akan menjaga mu dariku maka dari itu gua mundur dari lu" Iqbal


"kenapa harus mundur karena kalau kamu masih ada rasa dengan ku mas? itu namanya memaksa kan diri kan?" ujar Citari.


"bukan memaksakan diri tapi lebih tepatnya menghargai Ridwan yang telah membela gua dan gua jaga tuh anak Sampai gua mati" Iqbal menatap tajam.


Mobil Lamborghini Gallardo yang di tumpangi mereka berdua pun telah sampai di depan rumah Citari.....


" Kalau Ridwan sudah sadar dari koma nya jauhi dia dan nauzubillah kalau belum sadar lu yang gua buat koma seumur hidup lu, faham Citari?" Iqbal berkata tegas di iringi seringai buas senyuman nya.


Citari yang mendengar itu hanya cemas, cemas karena Ridwan bakal dia tinggal kan dan yang kedua cemas akan ancaman Iqbal....


apakah Ridwan bangun dari komanya? siapa kah yang bisa menyadarkan Ridwan dari komanya?


tetap stau on ya teman teman

__ADS_1


salam dari Last Love For Whom?


Nb: yuk vote kakak semuanya dan komentar nya dong agar semangat lagi author nya, hehehehehehe๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€.


__ADS_2